FORMULA DOA HIZKIA SAAT MENGHADAPI BEBAN BERAT

2 Raja-raja 19:14-15 Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN. Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: “Ya TUHAN, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.

Apa yang kita lakukan saat ada masalah? Apakah kita kuatir? Sebagian besar kita memilih demikian. Namun, apakah kuatir menyelesaikan masalah? Tentu tidak. Jika tidak, mengapa kita memilih untuk kuatir?

(Baca juga: SAAT MANUSIA MENGATAKAN, “MUSTAHIL” …)

Hizkia memberikan kita ide cemerlang mengenai hal praktis yang dapat kita lakukan ketika masalah datang. Pertama-tama, dia menghadap kepada Tuhan semesta alam.

Perhatikan formula doa Hizkia di atas.

Pada bagian pertama. Dia mengadukan segala permasalahannya dan memercayakannya kepada Tuhan. Firman Tuhan mengatakan Hizkia membentangkan surat yang dia terima dari para utusannya di hadapan Tuhan. Dengan kata lain, Hizkia menceritakan beban berat, keluhan, ketakutan, kekecewaan, kekuatiran, atau tekanan yang dia alami kepada Tuhan. Namun, hal itu tidak berhenti di situ.

Pada bagian kedua, di kalimat berikutnya, Hizkia meninggikan Tuhan. Dia mengatakan bahwa Tuhan bertakhta dan menjadikan langit dan Bumi. Atau dengan kata lain, Hizkia mendeklarasikan bahwa sekalipun dia sedang menghadapi masalah yang berat, sekalipun dia sedang kuatir, dia mengakui bahwa Tuhan jauh lebih besar dari masalah-masalah itu, Tuhan memegang kendali, dan dia mau bersandar kepada kebenaran itu.

Satu lagi hal penting dalam kisah di atas. Hizkia menghadap Tuhan bukan sebagai pilihan terakhir, tetapi sebagai prioritas utama.

(Baca juga: UKUR SUDAH SEJAUH MANA KITA BERJALAN)

Mungkin hari ini Anda sedang mengalami masalah, tekanan, atau beban yang berat. Mari belajarlah dari respons Hizkia di atas. Filipi 4:6 menuliskan, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (penulis: @mistermuryadi)

One comment

  1. Masalah yang besar seharusnya meneguhkan kita bahwa Tuhan yang kita sembah lebih berkuasa. Selalu mengingat Tuhan dalam situasi apapun. Kuatir tidak akan menyelesaikan masalah, hanya di dalam Dia kita dapat tenang dan damai sejahtera. Terima kasih Koh Zal.

Leave a Reply to Dimas Kamajaya Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.