DUA PELAJARAN DARI PERCAKAPAN YESUS DAN PARA MURID

Matius 14:15-16 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.”

KIsah di atas terjadi kurang lebih setelah Yesus dan para murid bersama-sama melayani selama 1.5 – 2 tahun. Ada dua pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah di atas.

(Baca juga: MELIHAT PENYERTAAN TUHAN DI TENGAH MASALAH BESAR)

Pelajaran pertama: HIdup kita tidak hanya tentang kita
Kalau kita memperhatikan kehidupan para murid, mungkin kita dapat melihat bahwa dalam banyak kesempatan mereka cenderung memperhatikan diri mereka sendiri.

Mungkin sedikit banyak kita dapat melihat diri kita seperti para murid. Seringkali tanpa kita sadari, kita pun memiliki kecenderungan untuk mengutamakan diri sendiri di atas kepentingan orang lain. Hidup kita hanya tentang saya dan aku: “Apa untungnya buat saya?” “Bagaimana perasaan saya?” “Mengapa saya yang dikorbankan?” “Ini tidak adil bagi saya” dan lain sebagainya.

Padahal berkali-kali Yesus mengajarkan supaya kita saling mengasihi seperti Dia telah mengasihi kita. Atau dengan kata lain, Yesus mengajarkan bahwa hidup kita bukan hanya tentang kita, tetapi juga orang lain di sekitar kita.

Pelajaran kedua: Jika kita terbeban atas sesuatu, perbuatlah sesuatu
Luar biasanya, di dalam peristiwa di atas, para murid mulai menunjukkan perubahan. Mereka berinisiatif memikirkan keadaan orang banyak itu. Mereka menyadari bahwa orang-orang itu pasti lapar. Mereka menyarankan agar orang-orang itu pergi agar dapat membeli makanan di desa terdekat.

Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Atau dengan kata lain Yesus mengatakan, “Saya sudah ide kalian memikirkan kebutuhan orang lain. Saya setuju dengan hal itu. Jika kamu terbeban akan hal itu, perbuatlah sesuatu akan hal itu.”

Saya tidak tahu apakah Anda pernah mengalami situasi di atas. Itu seperti kita memiliki ide yang baik untuk membantu orang lain, tetapi kita menyarankan agar orang lain yang mengeksekusi ide itu.

Mungkin kita dapat melihat poin kedua ini seperti kita mengkritik sesuatu. “Ini kurang itu, itu kurang ini”. Buat saya pribadi, kritik seperti itu bagus, karena itu artinya kita berhasil melihat celah untuk membuat sesuatu lebih baik. Namun, seringkali kritik itu berhenti di situ saja, kita tidak melakukan tindakan apa pun untuk mengubah hal itu.

(Baca juga: JANGAN LARUT DALAM KESEDIHAN)

Saya harap Anda mendapatkan sesuatu yang dapat Anda renungkan hari ini dari sepenggal percakapan antara Yesus dan para murid di atas. Tuhan Yesus memberkati. (penulis: @mistermuryadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.