SEKOCI PENYELAMAT TELAH DATANG UNTUK MENYELAMATKAN ANDA

Lukas 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Saya membayangkan sebuah kapal kecil yang terombang-ambing di kegelapan malam, nyaris tenggelam akibat dihantam badai ganas. Kapal kecil itu meminta bantuan melalui radio, tetapi belum ada balasan sama sekali. Tidak lama, terdengar isak tangis pilu para awak kapal karena mereka tidak ingin mati.

(Baca juga: MENGINGAT KEMBALI ALASAN YESUS DATANG KE DUNIA)

Selang beberapa jam, saat lapar, haus, dan takut menyerang, dari kejauhan terpancar cahaya putih yang sangat terang dan sayup-sayup terdengar klakson suara kapal besar, bersamaan dengan itu, bermunculan sekoci-sekoci penyelamat. Semua awak kapal yang sebelumnya pasrah, spontan bersorak dan senyum kembali merekah di wajah mereka.

Saya rasa itulah yang terjadi saat Yesus lahir. Dunia mendapatkan kesempatan lagi untuk berharap. Bapa, karena kasih-Nya, mengirimkan “sekoci penyelamat” bagi dunia yang babak belur akibat dosa. Bapa ingin membawa kita pulang menikmati pelukan hangat-Nya.

Sama seperti sekoci tadi, agar para awak kapal selamat, mereka harus melompat dari kapal kecil ke sekoci dan memercayakan hidup mereka sepenuhnya ke pengemudi sekoci itu. Kalau kita berada di kapal kecil yang nyaris tenggelam itu, maukah hari ini kita meninggalkan kapal itu dan melompat ke sekoci penyelamat?

Ketika pengemudi sekoci berteriak, “Lompat sekarang, kapal Anda sebentar lagi tenggelam,” maukah Anda percaya kepadanya?

(Baca juga: MENJADI PEMENANG DAN PENERIMA JANJI TUHAN)

Selama kita masih bertahan di kapal yang rusak, selama kita merasa kendali masih ada di tangan kita, tidak ada gunanya sekalipun seribu sekoci datang menyelamatkan. Kita perlu melepaskan gagang kendali dan melompat ke tuntunan Yesus. Sang Jurselamat telah lahir, jika kita ingin diselamatkan, kita perlu membiarkan Sang Juruselamat itu memegang kendali. (penulis: @mistermuryadi)

One comment

  1. Ada bersama Yesus adalah tempat teraman. Kita akan kuat dan tenang dalam FirmanNYA. Kekuatan dan kepintaran kita tidak akan bisa selalu diandalkan seperti FirmanNYA. Terima kasih Koh Zal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.