SAAT KITA KEHILANGAN PEKERJAAN DI MASA PANDEMI

2 Tawarikh 13:18 Demikianlah orang Israel ditundukkan pada waktu itu, sedang orang Yehuda menjadi kokoh, karena mereka mengandalkan diri kepada TUHAN, Allah nenek moyang mereka.

Beberapa kali kantor tempat saya bekerja gulung tikar dan saya juga pernah diberhentikan dari pekerjaan saya. Semasa awal pandemi, istri saya tidak bekerja selama beberapa bulan dan saya hanya bekerja separuh waktu dari biasanya.

(Baca juga: BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH)

Jika saya berpegang dan mengandalkan pekerjaan saya sebagai sumber berkat saya, tentu saja saya akan panik dan stres. Juga, jika saya memilih untuk menjadikan media berita sebagai satu-satunya sumber informasi, saya pasti akan ketakutan dan kuatir.

Namun, saya sangat menyadari bahwa Tuhan adalah sumber berkat saya. Ketika pekerjaan saya mengalami masalah, ketika pendapatan saya terganggu, ketika tabungan saya semakin menipis, saya yakin di dalam Kristus ada jalan keluar.

Saya percaya ketika kita berserah kepada-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya, meminta tuntunan Roh-Nya, duduk diam memuji, menyembah, dan mendengarkan suara-Nya, entah bagaimana Roh Kudus akan memberikan hikmat untuk mengatasi masalah-masalah kita. Akan muncul ide yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, kreativitas yang menarik dan relevan, dan keberanian untuk memutuskan sesuatu.

Roma 8:28 menuliskan, “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia …”

Di masa-masa yang berat, saya belajar untuk tetap mengingat bahwa Tuhan  yang saya sembah sanggup membuat mata air di tengah padang gurun, sanggup membuka jalan di tengah laut merah. Saya ingin mengajak kita semua untuk percaya bahwa dipecat, perusahaan gulung tikar, atau ditipu ratusan juta bukanlah akhir dari segalanya.

(Baca juga: MEMBANGUN BENTENG KEKUATIRAN ATAU BENTENG IMAN?)

Percayalah, di dalam Tuhan tidak ada jalan buntu. Firman-Nya mengatakan, “Tuhan akan memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19).” (penulis: @mistermuryadi)

One comment

  1. Masalah kita bukanlah akhir dari hidup kita. Tuhanlah yang menjadi utama dan terakhir di hidup kita. Apapun yang kita alami, ada Yesus yang menemani dan menjamin hidup kita. Terima kasih Koh Zal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.