MENEGUR TIDAK HARUS DENGAN CARA MERENDAHKAN

Amsal 25:12 Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar.

Apa yang perlu kita lakukan jika kita melihat seseorang berbuat sesuatu yang salah? Respons terbaik tentu saja menegurnya, bukan membiarkannya. Amsal 27:5 mengatakan lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.

(Baca juga: KITA PASTI DAPAT BERTAHAN DAN MENANG DARI TANTANGAN)

Menegur adalah salah satu tindakan yang menunjukkan bahwa kita peduli terhadap orang itu. Hari ini, mari kita belajar mengenai cara menegur yang bijak.

Sebagai manusia, kita cenderung menegur seseorang dengan cara menghakimi atau menyudutkan. Saya pernah bertemu dengan seorang ibu yang begitu kagum dengan prestasi anak pertamanya, sampai-sampai ibu itu merendahkan anak keduanya yang kurang berprestasi. Salah satu kalimat yang saya ingat dilontarkan ibu itu kepada anak keduanya, “Kakak kamu itu memang lebih pintar, ya …”

Terkadang, kesebalan atau kemarahan membuat kita menjatuhi “kutuk” atas orang lain, seperti mengatakan bahwa orang itu tidak becus melakukan sesuatu, atau perkataan-perkataan serupa. Mungkin tujuan sebenarnya adalah untuk mengingatkan atau memotivasi. Namun, saya yakin ada cara yang lebih baik untuk menegur, mengingatkan, atau memotivasi seseorang tanpa harus melepaskan perkataan yang negatif.

Jika kita melihat kehidupan Yesus, tidak pernah sekalipun Dia menegur atau memotivasi para murid dengan mengucapkan perkataan yang sinis atau negatif. Yesus memilih melakukannya dengan cara yang berbeda.

Rasul Paulus “membungkusnya” demikian dalam Roma 15:1-2, “Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.”

(Baca juga: PERCAYA KEPADA KEBERHASILAN YANG TUHAN SUDAH JANJIKAN)

Saya setuju kita perlu menegur, menyatakan kesalahan, ataupun menasehati, tapi mari kita lakukan dengan dasar kasih dan keinginan untuk membangun kehidupan seseorang menjadi lebih baik, seperti yang Yesus lakukan. (penulis: @mistermuryadi)

2 comments

  1. Saat kita melihat teman kita melakukan kesalahan, tegur dengan kasih. Mereka perlu diingatkan, tapi bukan dihakimi.

    Terima kasih Koh Zaldy, selamat ulang tahun. Panjang umur dan diberkati selalu bersama dengan keluarga di manapun Koh Zaldy berada

    Selalu menjadi teladan dan memberkati orang lain yang ingin kenal Tuhan Yesus lebih dalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.