PELAJARAN DARI PERSIDANGAN BAPAK AHOK

1 Petrus 2:12 Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.

Seperti kita semua ketahui bahwa beberapa tahun lalu, Bapak Ahok, mantan gubernur Jakarta, diperhadapkan pada sebuah persidangan karena tuntutan penistaan agama. Saya ingat sekali, saya menonton setiap persidangan dengan seksama. Satu hal yang saya temukan, semakin hidupnya digali dalam persidangan itu – ada yang menggali untuk mencari kesalahannya, ada juga yang menggali untuk mencari kebaikannya, semakin ditemukan banyak “emas” dalam hidup Bapak Ahok.

(Baca juga: TERPESONALAH KEPADA TUHAN, BUKAN KEPADA MASALAH)

Kebaikan-kebaikan hati yang Bapak Ahok lakukan, yang luput dari pemberitaan media dan pantauan masyarakat umum, ternyata jumlahnya sangat banyak. Sungguh hal itu membuat saya jadi “menutup mata” terhadap dua atau tiga kesalahan yang dia lakukan.

Lebih lagi, Yesus. Pada saat para ahli taurat menyeret Yesus ke pengadilan, mereka kesulitan menemukan kesalahan-Nya. Bahkan, sang penguasa pada saat itu, Pontius Pilatus mengatakan, “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini.” Karena, semakin mereka mencari-cari kesalahan Yesus, yang mereka dapatkan justru perbuatan kasih dan kebaikan.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana dengan kita? Seandainya ada orang yang mencari tahu mengenai kita, kira-kira semakin mereka menggali hidup kita, apa yang akan mereka temukan? Akankah mereka menemukan “emas” di dalam hidup kita, atau justru yang lain?

(Baca juga: YANG MEMBEDAKAN YAHWEH DENGAN PARA DEWA MESIR, PERSIA, DAN YUNANI)

Teman, jangan mengira perbuatan kasih yang kita lakukan tidak penting. Seseorang pernah berkata bahwa perbuatan kita berbicara jauh lebih kuat dari ribuan kata-kata yang kita ucapkan. Jika kita banyak berbuat kasih kepada orang lain, suatu hari, pada saat kita membutuhkan, perbuatan-perbuatan kasih itu akan “bersuara” membantu kita. Bahkan, yang lebih dahsyat, perbuatan-perbuatan kasih kita dapat membantu orang lain melihat Yesus dalam hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

2 comments

  1. Ingat dengan kebaikan Tuhan. KasihNYA menyucikan hidup kita. Dalam FirmanNYA kita menjadi kuat dan bisa menghadapi masalah-masalah besar. Terima kasih Koh Zal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.