HANYA BUTUH SATU KALI SALAH BELOK UNTUK MENYESATKAN JALAN KITA

Matius 23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Saya percaya setiap kita memiliki harapan atau mimpi yang ingin kita raih. Tidak ada yang salah dengan hal itu. Malah, jauh sebelum kita mengharapkannya, Tuhan sudah terlebih dahulu menyediakan hal itu untuk kita. Saya percaya selama yang kita harapkan tercatat di dalam kebenaran Firman Tuhan, hal itu adalah bagian kita di dalam Kristus.

(Baca juga: BERSAMA TUHAN, KITA TIDAK AKAN KELAPARAN)

Suatu hari seseorang menghubungi saya dan mengatakan dia ingin berhenti ke gereja untuk mengejar mimpi-mimpinya. Tidak ada yang salah dengan mengejar mimpi-mimpi kita. Tuhan janjikan hal itu. Namun, jika caranya adalah dengan berhenti ke gereja, saya rasa itu cara yang keliru untuk meraih harapan.

Menurut saya, cara seperti itu justru didorong oleh perasaan ketakutan dan kuatir yang besar. Mungkin dia sedang berpikir, “Sekarang adalah kesempatannya, tidak boleh dilewatkan. Jika terlewat, saya akan kehilangan kesempatan. Saya akan korbankan yang dapat saya korbankan demi mendapatkan mimpi-mimpi saya.”

Hanya karena kita tidak tahu cara membagi waktu antara harapan kita dan waktu ke gereja, tidak berarti hal itu tidak dapat dilakukan. Kadang solusi dari masalah kita hanya sejauh bertanya kepada orang-orang yang sudah pernah mengalaminya.

Saya teringat metode yang sama digunakan oleh orang-orang Farisi pada zaman Yesus. Demi meraih yang mereka harapkan, mereka menghalalkan segala cara, sampai-sampai mereka melupakan keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan yang Tuhan ajarkan kepada mereka. Demi menjunjung hari Sabat, demi beribadah kepada Tuhan, demi berdoa, orang-orang Farisi rela menolak untuk menolong sesamanya.

(Baca juga: TUHAN PANGGIL KITA UNTUK MENJADI SAKSI, BUKAN HAKIM)

Teman, sekali lagi, tidak ada yang salah dengan harapan atau mimpi kita, tetapi kita perlu memperhatikan cara dan proses kita mendapatkannya. Jangan biarkan si jahat menipu dan membelokkan jalan hidup kita dari kebenaran. Karena, hanya butuh satu belokan yang salah untuk membuat kita tersesat dari Tuhan. Alangkah baiknya kita meraih harapan-harapan kita dengan cara sesuai kebenaran Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.