BERIKAN CINTA DAN TUBUH ANDA HANYA KEPADA SATU ORANG

Kejadian 2:23 Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”

valentine-rosesBanyak orang merayakan Valentine, namun tidak mengerti arti cinta yang sesungguhnya. Di hari Valentine ini, saya ingin berbagi sesuatu yang spesial dengan Anda.

Ada miliaran orang di dunia ini dan tahukah Anda bahwa hanya bisa memilih satu untuk Anda jadikan suami atau istri? Memang kalau mental Anda adalah menikah dan cerai, apa yang saya katakan di atas tidak berlaku untuk Anda. Tapi, saya percaya perceraian bukanlah identitas atau jati diri orang percaya. Pernikahan adalah sesuatu yang indah yang TUHAN ciptakan untuk Anda dan saya.

Teman, kita hanya memiliki satu hati dan satu tubuh. Dan, Anda hanya bisa mencintai satu orang. Firman Tuhan dalam Amsal 4:23 mengingatkan kita untuk menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan. Sayangnya, banyak orang memilih untuk bermain-main dengan hati, cinta, dan tubuhnya. Saya bertemu dengan anak-anak muda yang begitu cepat menyatakan cinta, secepat dia menyatakan putus kepada pasangannya.

Tidakkah Anda sadari iblis sedang berusaha merusak arti kata “CINTA”? Sekarang ini cinta menjadi sangat identik dengan napsu. Sungguh sangat berbeda dengan definisi cinta versi Alkitab.

Saya ingin katakan bahwa YESUS sangat mencintai Anda dan saya. YESUS menjaga diriNYA dari dosa, pelanggaran, maupun hawa napsu. Ibrani 4:15 katakan YESUS mengalami pergumulan, godaan, dan cobaan yang sama dengan kita, namun DIA memilih untuk tidak terjerumus ke dalamnya. Anda tahu alasannya? Ya, karena DIA terlalu mencintai Anda dan saya. DIA menjaga hati dan tubuhNYA untuk Anda dan saya. YESUS memastikan ketika DIA mempersembahkan diriNYA di atas kayu salib, itu menjadi persembahan yang harum dan sempurna untuk menebus Anda dan saya. YESUS tidak bermain-main dengan cintaNYA kepada kita.

fav-053

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sedang menjaga hati, cinta, dan tubuh Anda hanya untuk suami atau istri Anda kelak? Jika IYA, saya bisa benar-benar yakin ketika Anda mengatakan, “Yes, I do,” di pelaminan kelak, Anda benar-benar mencintai pasangan Anda, bukan karena “kecelakaan.” (penulis: @mistermuryadi)

FIRMAN TUHAN UNTUK HUBUNGAN ANDA

Bahan renungan:

Yohanes 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Teman, jangan meributkan masalah beli ini dan itu dengan pasangan Anda, jangan ributkan masalah makan di sini atau di sana dengan pasangan Anda, tetapi ributkan jika pasangan Anda tidak pergi ke gereja atau persekutuan.

Banyak orang senang ketika pasangannya mendapatkan bonus dan kemudian merencanakan jalan-jalan atau makan-makan. Tidak ada yang salah dengan hal itu. Namun, jangan berhenti di sana. Pastikan pasangan Anda tertanam di sebuah komunitas, di dalam pelayanan, dan kesukaannya adalah Firman Tuhan. Anda perlu kuatir kalau kesukaan pasangan Anda bukan Firman Tuhan.

Jika pasangan Anda bertumbuh, berakar, dan berbuah lebat di dalam TUHAN, Anda yang paling diuntungkan.

Jika Anda ingin memiliki hubungan yang sehat, pastikan pasangan Anda terkoneksi dengan TUHAN. Begitu juga halnya dengan diri Anda, pastikan diri Anda terkoneksi dengan TUHAN senantiasa. TUHAN menciptakan pernikahan indah untuk kita. DIA merancangkannya supaya Anda dapat menikmatinya. Mungkin hari ini pernikahan atau hubungan kita salah arah. Anda bisa memperbaikinya. Di dalam Kristus selalu ada pengharapan dan pemulihan untuk segala sesuatu. Kembalilah kepada kebenaran Firman Tuhan dan hiduplah di dalamNYA. (penulis: @mistermuryadi)

JATUH CINTA BISA MEMBUAT ORANG MENJADI BODOH

Bahan renungan:

Hakim-Hakim 16:4 Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila.

Firman Tuhan katakan dalam Kidung Agung 2:5 untuk tidak membangkitkan cinta pada waktunya. Kenapa? Alasannya sederhana, Kidung Agung 8:6 menjelaskan, ” … karena cinta kuat seperti maut.” Teman, sebagian anak TUHAN mungkin kuat ketika diperhadapkan dengan urusan menyontek, korupsi, mencuri, atau membunuh, namun jika sudah bicara urusan cinta, biasanya cenderung “terjun bebas” alias tidak ada rem-nya. Tidak sedikit yang berpikir, “Kesempatan tidak datang dua kali.” Ya, iblis ingin Anda berpikir seperti itu.

Kita semua tahu bahwa Simson adalah orang yang sangat spesial di mata TUHAN. Dia memiliki kekuatan fisik yang sangat dahsyat. Jika seseorang bertanya kepada Anda, “Siapa tokoh Alkitab yang paling kuat?” Dengan cepat Anda pasti menjawab, “Simson.” Namun di balik kekuatannya itu, Simson lemah terhadap wanita. Jika Anda membaca kisah hidupnya, Delila bukanlah wanita pertama di dalam hidup Simson. Jadi, Simson sudah cukup memanjakan kedagingannya jauh sebelum dia bertemu dengan Delila. Beberapa kali Simson memilih wanita yang “berbeda” dengan dirinya (PASANGAN BEDA KEYAKINAN).

Sekarang perhatikan, kekuatan Simson berada di rambutnya. Saya sangat percaya kekuatan Simson tidak terletak dari fisiknya yang bagus, melainkan berasal dari kekuatan TUHAN. Kalau Simson memiliki perawakan yang tinggi, besar, dan berotot, orang tidak akan menduga bahwa kekuatannya berasal dari TUHAN. Menurut dugaan saya, Simson memiliki perawakan seperti orang pada umumnya di zaman itu, namun dia memiliki kekuatan luar biasa dari TUHAN. Anda bisa membayangkan tokoh Donal Bebek yang memiliki kekuatan seperti Hulk. Kurang lebih seperti itu. Jadi, rambut Simson bukan hanya simbol dari kekuatannya, melainkan simbol dari keberadaan TUHAN di dalam hidupnya. Dalam Hakim 16:19 dikatakan rambut Simson dijalin sebanyak tujuh buah. Tujuh adalah angka sempurnanya TUHAN.

Hanya dengan tiga kali rayuan maut dari Delila, akhirnya Simson memberitahukan kelemahannya. Anda bisa membaca kisah ini di Hakim 16:5-19. Dengan kata lain, hanya dengan tiga kali godaan Delila, Simson memutuskan meninggalkan TUHAN. Semua ini terjadi karena Simson jatuh cinta. Teman, jatuh cinta bisa membuat seseorang kehilangan akal sehatnya. Tidak sedikit orang yang saya layani meninggalkan TUHAN, entah dengan cara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, hanya karena jatuh cinta. Bahkan, media massa pun melaporkan kisah-kisah di mana orang bunuh diri hanya karena cinta. Oh, sungguh bodoh!

“Saya tahu saya salah, tapi saya sudah terlajur jatuh cinta, bagaimana cara meredamnya?” Sama seperti orang obesitas (kelebihan berat badan yang tidak wajar). Tidak ada orang yang dilahirkan obesitas. Obesitas adalah pilihan. Yang artinya, Anda bisa memilih untuk menjadi kurus. Begitu juga jatuh cinta. Anda tidak tiba-tiba jatuh cinta. Faktanya adalah Anda memilih untuk jatuh cinta (JATUH CINTA ITU PILIHAN). Dengan kata lain, Anda bisa memilih untuk tidak jatuh cinta. Teman, jangan terburu-buru jatuh cinta (SABAR MENCARI PASANGAN), apalagi jatuh cinta hanya karena ada kesempatan atau pun karena merasa memiliki banyak kesamaan. Percayalah, bukan hal-hal itu yang membuat hubungan suami-istri bertahan sampai maut memisahkan. Pastikan ketika Anda mencintai seseorang, Anda memilihnya berdasarkan Firman Tuhan. Artinya, Anda memilihnya sesuai standar Tuhan (SEPADAN DAN SEIMAN), Anda mencintainya dengan cara TUHAN (PASANGAN YANG MENCINTAI TUHAN), dan mendapatkannya dengan cara TUHAN (JATUH CINTA HANYA KE SATU ORANG). Mari teman, jangan menjadi bodoh dan mengorbankan TUHAN hanya karena Anda sedang jatuh cinta. Sebaliknya, jadikan Firman Tuhan dasar Anda jatuh cinta kepada. Ketika Anda jatuh cinta kepada ORANG yang tepat, di WAKTU yang tepat, dan dengan CARA yang tepat, saya menjamin Anda akan sangat menikmati masa-masa jatuh cinta Anda dalam damai dan sukacita, bukan dengan ketakutan dan perasaan tertuduh. (penulis: @mistermuryadi)

PENTINGNYA MEMILIKI PASANGAN YANG MENCINTAI TUHAN

Bahan renungan:

Matius 1:19, 2o, 24a Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.

Sungguh tidak mudah berada di posisi Yusuf pada saat itu. Maria, tunangannya, hamil sebelum pernikahan berlangsung. Anda juga perlu mengerti bahwa kedua orang muda ini merupakan keturunan langsung dari Raja Daud, di mana banyak orang menaruh hormat kepada mereka. Bayangkan jika keluarga terhormat ini ternyata melakukan perzinahan sebelum pernikahan, banyak orang akan memandang mereka sebelah mata.

Menurut Anda, siapa yang mau percaya ketika ada seorang wanita hamil dengan mengaku mengandung benih dari Roh Kudus? Tentu saja tidak ada. Dalam situasi ini Maria memilih berserah dan percaya kepada TUHAN yang mendatanginya dan memberikannya kehormatan untuk mengandung Sang Juruselamat. Maria hanya bisa bersandar kepada janji TUHAN. Pilihan yang tepat! Seperti yang diduga, ketika Yusuf mendengar berita ini, Yusuf diam-diam ingin menceraikan Maria. Alasannya sederhana, karena Yusuf tidak percaya kepada cerita Maria.

Tapi perhatikan, di sinilah pentingnya kita memiliki pasangan yang mencintai TUHAN. Ketika Yusuf tertidur, malaikat TUHAN muncul dalam mimpinya mengonfirmasi bahwa semua hal yang dikatakan Maria benar adanya. Lalu Firman Tuhan katakan, “Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat TUHAN itu kepadanya.” Teman, jika Yusuf bukan orang yang mencintai TUHAN, tentu Yusuf tidak akan mau mengubah pendiriannya dan percaya kepada apa yang dikatakan malaikat tersebut. Yusuf bisa saja mengabaikan mimpi itu, namun Yusuf mencintai TUHAN lebih daripada Maria. Itu sebabnya Yusuf mau taat kepada perintah TUHAN. Begitu juga Maria, kalau dia tidak lebih mencintai TUHAN daripada Yusuf, dia akan menolak untuk menerima kehormatan mengandung YESUS.

Teman, ada saatnya di dalam sebuah hubungan terjadi konflik atau masalah. Pada saat hal tersebut datang, banyak pasangan yang memilih untuk berpisah karena merasa tidak tahan satu sama lain. Tapi lihat, jika pasangan Anda mencintai TUHAN, saat masalah datang, dia akan berlari kepada TUHAN untuk mencari jawaban, bukan berlari kepada hal-hal yang akan membuat situasi semakin keruh. Ketika pasangan Anda berlari kepada TUHAN, dia akan menemukan hikmat dan kasih TUHAN. Ketika hikmat dan kasih TUHAN memenuhi hati pasangan Anda, maka tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan dan tidak ada pergumulan yang tidak dapat dipulihkan. Jadi, berhentilah mencari pasangan yang mencintai Anda lebih dari TUHAN, carilah pasangan yang mencintai TUHAN lebih dari Anda. Pada saat pasangan Anda jatuh cinta kepada TUHAN, dia akan mencintai Anda lebih dari yang pernah Anda bayangkan. (penulis: @mistermuryadi)

“YANG SAYA CINTAI BERBEDA KEYAKINAN”

Bahan renungan:

Efesus 4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia.

Hal paling banyak ditanyakan oleh anak-anak muda kepada saya mengenai pasangan adalah masalah berbeda keyakinan. Sebelum kita bahas lebih lanjut, mungkin Anda perlu mengerti bahwa tidak ada area abu-abu di dalam Firman Tuhan. Hanya ada hitam dan putih. Mungkin supaya Anda lebih mudah mengerti apa yang saya maksud, saya ilustrasikan dengan Sorga dan Neraka. Anda tidak bisa berdiri di antara Sorga dan Neraka. Tidak ada pilihan C dalam hal ini. Hanya ada A atau B, Sorga atau Neraka, Hidup Dalam Kebenaran atau Di Luar Kebenaran, Hidup Di Dalam Kristus atau Di Luar Kristus. Saya sangat percaya 99% kebenaran bukanlah sebuah kebenaran, tidak peduli seberapa menarik cara menyampaikannya. Saya rasa Anda setuju dengan saya dalam hal ini. Nah, sekarang mari kita lanjutkan.

Suatu hari seorang teman saya datang dan meminta nasihat mengenai hubungannya dengan seorang pria muslim. Teman saya ini adalah seorang Kristen. Mereka sedang merencanakan pernikahannya dalam beberapa bulan ke depan. Hubungan mereka sudah berjalan sekitar 4-5 tahun. Perlu Anda ketahui bahwa Indonesia tidak mengijinkan pernikahan berbeda keyakinan, setidaknya di atas kertas. Meski begitu, tidak sedikit orang yang berbeda keyakinan menikah di negara tercinta kita ini. Salah satu caranya adalah salah satu orang mesti rela diubah keyakinannya untuk ditulis di akte pernikahan. Jadi, misalnya Anda Kristen dan pasangan Anda Muslim, salah satu harus mengalah demi kepentingan administrasi. Memang embel-embelnya adalah perpindahan keyakinan itu hanya untuk memudahkan pembuatan surat pernikahan dan setelah menikah masing-masing dapat kembali menjalankan keyakinanannya.

Kembali ke kasus teman saya. Dia bertanya kepada saya apa yang harus dia perbuat. Teman saya menyatakan bahwa dia begitu mencintai sang pria. “Urusan “pindah agama” ini sifatnya hanya sementara saja, hanya untuk keperluan surat pernikahan,” begitu jelasnya. Lalu saya bertanya kepadanya, “Apa yang akan pacar kamu lakukan kalau kamu tidak mau menikah secara Islam?” Teman saya menjawab, “Dia tidak mau melanjutkan lagi hubungan kami.” Sejenak saya tertegun mendengar jawaban itu, sambil dalam hati saya bertanya, “TUHAN, nasihat apa yang harus saya berikan kepada teman saya ini?” Beberapa saat kemudian, saya menjawab apa yang Tuhan taruh di hati saya, saya katakan, “Kamu tahu bahwa YESUS itu sangat mengasihi kamu, DIA mati untuk kamu, dan DIA adalah satu-satunya Juruselamat dan Tuhan yang hidup?” Teman saya mengangguk mengiyakan. Lalu saya katakan, “Jika calon suami kamu begitu memegang teguh apa yang dia yakini, bahkan dia rela kehilangan kamu daripada meninggalkan keyakinannya, kenapa kamu rela meninggalkan TUHAN yang hidup demi pria seperti itu?” Kini gantian teman saya tertegun dan mengerenyitkan dahi. Selang beberapa waktu, akhirnya teman saya tetap memutuskan menikahi sang pria dan dia rela keyakinannya “berpindah” sebagai Muslim di surat pernikahan mereka. Jangan Anda tanya kepada saya bagaimana hubungan pernikahan mereka saat ini. Saya yakin Anda bisa menduganya setelah membaca penjelasan saya di bawah.

Teman, orang di luar sana yang mengatakan “Mudah-mudahan bisa masuk Sorga” saja dapat memegang keyakinannya begitu kuat, bahkan rela kehilangan orang yang dicintai demi keyakinannya itu, kenapa kita, orang-orang yang telah ditebus dengan darah YESUS yang mahal, yang dikasihi lebih dari segalanya oleh DIA, yang telah mendapatkan jaminan masuk Kerajaan Sorga, rela meninggalkan YESUS hanya demi CINTA. Saya tidak bermaksud membuat Anda tertuduh, saya hanya ingin memberikan Anda pencerahan supaya Anda dapat membuat keputusan yang bijak sebelum Anda melangkah lebih jauh.

Saya sangat percaya ketika Firman Tuhan katakan dalam 2 Korintus 6:14 bahwa gelap dan terang tidak dapat bersatu, artinya apa pun usaha yang Anda lakukan, Anda akan selalu bertemu dengan kenyataan bahwa gelap dan terang tidak dapat bersatu. Ada pasangan-pasangan yang setelah membaca renungan ini mungkin tetap memutuskan untuk jalan terus dan merasa yakin “Saya pasti bisa, hubungan saya dan pasangan saya selama ini tidak ada masalah,” saya ingin katakan, mungkin setelah berjalan 5 tahun, 10 tahun, 25, tahun, atau bahkan 50 tahun, Anda pasti tetap akan bertemu dengan satu kenyataan seperti yang Firman Tuhan katakan di atas bahwa gelap dan terang tidak dapat bersatu. (penulis: @mistermuryadi)

PASANGAN YANG SEPADAN

Bahan renungan:

Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Jika Anda sedang berencana untuk mencari pasangan hidup, ini renungan yang cocok bagi Anda. Tidak cukup mencari pasangan hanya yang sama-sama Kristen, apalagi yang berbeda keyakinan. Ketika Tuhan menyediakan pasangan bagi Adam, TUHAN bukan hanya mencarikan pasangan yang seiman bagi Adam, tapi juga sepadan. Apa yang dimaksud dengan kata SEPADAN di sini? Kata SEPADAN diterjemahkan dari bahasa Ibrani ezer kenegdo. Kata ini memiliki arti yang sangat dalam. Lain waktu saya akan bahas lebih panjang lebar. Tapi secara singkat, sepadan di sini berbicara mengenai kepribadian yang sejajar, seimbang, atau dalam tingkat yang sama. Misalnya: Anda hanya lulusan S1, sebaiknya pasangan Anda pun lulusan S1; Anda seorang pelayan gereja, sebaiknya pasangan Anda pun pelayan gereja. Kebenaran ini sepertinya terdengar sedikit janggal. Saya akan coba jelaskan.

Seringkali kita berpikir ketika mencari pasangan kita ingin mendapatkan pasangan yang lebih dalam segala hal dari kita. Lebih pintar, lebih dewasa, lebih tinggi penghasilannya, lebih tinggi pendidikannya, dan lain sebagainya. Coba Anda bayangkan begini, anggaplah Joni lulusan SMP dan pasangannya, Kesha, lulusan S2. Jika dilihat dari sisi Joni, tentu saja sangat baik bagi Joni memiliki pasangan yang dalam segalanya lebih dari dirinya. Joni akan lebih banyak belajar dari diri Kesha, Joni akan berkembang pesat karena setiap hari dia bertukar pikiran dengan lulusan S2, tapi bisa Anda membayangkan jika hal ini dilihat dari sisi Kesha? Tidak banyak yang Kesha dapat pelajari dari Joni, selain setiap hari mesti sabar menunggu Joni berkembang dalam hal ini dan itu. Kesha akan sedikit kesulitan ketika bertukar pikiran dengan Joni yang mungkin pikirannya belum ‘sampai’. Anda bisa melihat titik masalahnya? Saya tidak katakan masalah ini tidak bisa diatasi. Saya percaya TUHAN memiliki jalan keluar bagi Anda yang sudah terlanjur memiliki pasangan yang tidak sepadan. Tapi bagi Anda yang belum memiliki pasangan, Anda tidak perlu melewati masalah yang tidak perlu Anda alami.

Saya percaya itu sebabnya Firman TUHAN mengatakan bahwa TUHAN memberikan Adam pasangan yang sepadan. Ketika dua orang yang sepadan saling berpasangan, bukan hanya salah satu yang bertumbuh dan berkembang, tapi keduanya bertumbuh bersama-sama. Keduanya saling belajar, saling mengasah satu sama lain, bersama-sama melewati kegagalan, dan bersama-sama menikmati keberhasilan. (penulis: @mistermuryadi)

JATUH CINTA YANG MEMBUNUH

Bahan renungan:

Hakim-hakim 16:4 Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila.

Jatuh cinta adalah hal indah yang TUHAN berikan kepada manusia. Saya sangat percaya TUHAN memberikan kita perasaan bukan untuk menikmati perasaan kecewa, sakit hati, pahit, sedih, duka, gelisah, kuatir, takut, melainkan perasaan mencintai, dicintai, damai, sukacita, senang, dan bahagia. TUHAN ingin kita menikmati perasaan yang baik.

Tapi iblis dan kebobrokan dunia menggoda manusia supaya mereka pergi dari rencana TUHAN yang indah. Pikiran manusia bertambah tumpul, perasaannya cepat pahit, dan tidak berpikir panjang. Perasaan yang paling mengecoh, merusak, dan menghancurkan adalah perasaan jatuh cinta. Hanya ada dua institusi yang TUHAN ciptakan, yaitu gereja dan keluarga. Itu sebabnya kedua hal ini menjadi target utama iblis. Kita akan membahas mengenai keluarga atau hubungan antara pria dan wanita.

Sebelum pria dan wanita menjalin rumah tangga, selalu diawali dengan jatuh cinta. Dimulai dari titik inilah iblis begitu gencar menipu anak-anak TUHAN. Untuk menghancurkan kehidupan rumah tangga, anak-anak, dan hubungan Anda dengan pasangan, iblis cukup merusak hal-hal yang menyebabkan Anda jatuh cinta. Dan saya ingin katakan tidak benar jika ada yang mengatakan jatuh cinta itu tidak bisa ditahan dan datang tiba-tiba. Jatuh cinta tidak datang tiba-tiba dan sangat bisa dikendalikan. Jika Anda bisa jatuh cinta, artinya Anda bisa untuk tidak jatuh cinta. Sama seperti jika Anda bisa gemuk, maka Anda bisa kurus. Anda bisa, tapi masalahnya apakah Anda mau?

Jika di tahap jatuh cinta Anda tidak berpegang kepada Firman TUHAN sebagai pedoman, saya yakin langkah Anda berikutnya dengan pasangan akan semakin menyimpang dari jalan TUHAN. Putuskan jatuh cinta kepada orang yang ingin Anda nikahi, yang seiman, dan sepadan dengan Anda, seperti kata Firman Tuhan. Pernikahan adalah satu-satunya tujuan TUHAN menciptakan jatuh cinta. Jika belum ingin menikah, sebaiknya jangan memutuskan untuk jatuh cinta. Seperti cerita Simson di atas. Tuhan menetapkan bahwa Bangsa Israel tidak boleh mengambil istri dari bangsa lain. Namun Simson memutuskan jatuh cinta kepada Delila yang berasal dari Bangsa Filistin. Kita tahu bahwa Filistin adalah musuh bebuyutan Bangsa Israel. Namun Simson tidak peduli, dia berpikir semuanya akan baik-baik saja sekalipun menyimpang dari ketetapan TUHAN. Teman, saat Anda menyimpang dari jalan TUHAN, seketika itu juga iblis akan mendekat dan menghancurkan Anda. Tidak ada akhir yang baik yang akan Anda dapatkan di luar jalan yang TUHAN tunjukkan.

Awalnya Simson dan Delila menjalin hubungan yang indah. Ya, memang selalu ada masa promosi yang iblis tawarkan. Semuanya seakan terlihat enak dan baik-baik, tapi kita tahu bagaimana akhir cerita pahlawan TUHAN yang gagah perkasa ini. Simson mati dengan cara mengenaskan. Saya sangat yakin TUHAN tidak merencanakan Simson mati dengan cara itu. Tapi Simson memilih jalannya sendiri hanya karena seorang wanita dari “seberang”. Jatuh cinta dengan cara yang salah dan kepada orang yang salah, akan “membunuh” Anda. Teman, tidak ada yang salah dengan jatuh cinta, selama Anda memutuskan jatuh cinta dengan caranya TUHAN, memilih pasangan yang mencintai TUHAN, dan menjalin hubungan di waktu yang tepat. Saya menjamin jika Anda mencintai dan menikahi seseorang dengan memegang teguh Firman Tuhan, Anda juga yang akan menikmati hubungan indah yang TUHAN rencanakan untuk Anda. Keuntungan mengikuti Firman Tuhan sepenuhnya adalah untuk Anda. (penulis: @mistermuryadi)