KITA PERLU CEPAT MENGAMPUNI KESALAHAN ORANG LAIN

Bahan renungan:

1 Korintus 13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Ada begitu banyak hal penting mengenai kasih, tetapi hari ini saya ingin membahas bahwa kasih itu mengampuni dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

(Baca juga: TUHAN MENJAWAB LIMA KERAGUAN MUSA (BAGIAN KEDUA))

Setiap hari, kita memiliki banyak kesempatan untuk tersinggung, marah, dan kecewa, tetapi kita perlu membuat pilihan yang tepat. Sangat sulit membangun hubungan dengan orang-orang yang terluka perasaannya.

Jika kita tidak cepat dalam mengampuni kesalahan orang lain, melainkan malah mengingat-ingat salah mereka, cepat atau lambat, daftar kesalahan orang tersebut akan menjadi sangat panjang di pikiran kita, sehingga kita kesulitan membangun hubungan lagi dengan orang itu, bahkan dengan orang lainnya.

Menyimpan kesalahan orang lain merupakan salah satu penyebab retaknya hubungan, baik itu hubungan suami-istri, orangtua-anak, atau sahabat.

Pada dasarnya, kita sedang menyelamatkan diri kita sendiri ketika kita cepat mengampuni orang lain. Sebaliknya, mengingat atau menyimpan kesalahan orang lain ibarat kita, secara sadar, meminum racun, yang perlahan tapi pasti akan membunuh diri kita sendiri.

(Baca juga: TUHAN MENJAWAB LIMA KERAGUAN MUSA (BAGIAN PERTAMA))

Bukan tanpa alasan Firman Tuhan mengingatkan kita agar tidak menyimpan kesalahan orang lain. Saya percaya, itu untuk tujuan menjaga kita dari akar pahit dan dari hal-hal yang akan membahayakan kehidupan kita kelak. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

ANDALAH YANG PALING DIUNTUNGKAN SAAT ANDA MENGAMPUNI

Bahan renungan:

Lukas 23:34 Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Kalimat di atas diambil dari sebuah peristiwa pengampunan terbesar dalam sejarah dunia. Kalau ada Pribadi yang paling berhak untuk marah, sakit hati, dan kepahitan akibat diperlakukan buruk atau tidak adil, itu adalah Yesus. Yesus dikhianati oleh mahkluk yang Dia ciptakan sendiri dan oleh mahkluk yang paling Dia kasihi. Namun, Yesus memilih untuk mengampuni dan mengasihi mereka.

(Baca juga: GAYA HIDUP ANAK TUHAN VERSUS ANAK DUNIA)

Mungkin akibat perlakukan seseorang terhadap Anda, Anda merasa berhak untuk marah, sakit hati, dan pahit terhadap seseorang. Ya, mungkin saja Anda berhak, tetapi sama seperti Yesus, Anda dapat memilih untuk mengampuni dan mengasihi mereka. Marah, benci, atau sakit hati bukanlah satu-satunya pilihan.

Sesungguhnya, Andalah yang paling diuntungkan ketika mengampuni orang yang bersalah kepada Anda atau orang yang Anda benci. Mengampuni ibarat membuang beban yang berat dari hati Anda. Mengampuni melepaskan Anda dari ikatan yang membelenggu. Mengampuni mencegah tumbuhnya akar pahit dalam hati Anda.

(Baca juga: TUHAN MELINDUNGI KITA DARI MALAPETAKA DAN TULAH (MAZMUR 91:9-10))

Teman, ampunilah orang-orang yang berbuat salah kepada Anda, sekalipun mereka tidak meminta maaf. Anda mengampuni bukan karena mereka meminta maaf kepada Anda, melainkan karena Firman Tuhan mengajarkan setiap orang percaya untuk menjadi orang-orang yang mudah mengampuni dan mengasihi, seperti Bapa di Sorga. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MENGAMPUNI ARTINYA MELAKUKAN TINDAKAN KASIH

Bahan renungan:

Ibrani 12:15 – Agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencermarkan banyak orang. Akar yang pahit hanya akan menghasilkan buah yang pahit.

Kita tidak bisa mengontrol segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita, tapi kita bisa mengontrol respons atau reaksi kita terhadap segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Orang bisa membuat kita marah, namun kita bisa memutuskan untuk bersabar terhadap dia. Repsons kita sepenuhnya adalah tanggung jawab dan keputusan kita.

Semua kita mengalami sesuatu yang tidak adil dalam hidup kita. Sekitar 80% manusia di dunia ini pernah marah akan sesuatu. Kita selalu punya 1000 alasan untuk marah. Namun tahukah Anda bahwa marah atau benci hanya akan membuat hidup Anda semakin menderita?

Mungkin hari ini kita membenci seseorang. Tidak peduli apa pun alasan kita membenci dia, Firman Tuhan katakan kita sebagai anak-anak Tuhan memiliki kuasa untuk mengampuni. Tuhan menyanggupkan dan memberi kekuatan kepada kita untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

Orang yang tidak bisa mengampuni orang lain sedang menghancurkan hidupnya sendiri. Akar pahit, kebencian, atau kemarahan merupakan beban yang tidak seharusnya kita pikul dalam hidup kita. Semakin lama kita hidup dengan perasaan-perasaan ini, akan semakin berat kehidupan yang harus kita lalui. Jika hati kita adalah ‘pohon’ yang pahit, kita akan memiliki ‘buah-buah’ yang pahit. Dari hati yang pahit selalu mengalir aliran-aliran air yang pahit juga.

Hanya ada satu ciri-ciri kita sudah mengampuni orang, yaitu kita bisa melakukan TINDAKAN KASIH kepadanya. Banyak orang berkata, “Oh, saya sudah mengampuni dia, hanya saja saya tidak mau bertemu dengan dia lagi” atau “Iya, saya sudah maafkan dia, tapi jangan harap saya bisa berteman seperti dulu lagi.” Pernyataan di atas bukanlah pengampunan yang YESUS ajarkan. Jika kita sudah mengampuni seseorang, artinya kita bisa melakukan tindakan kasih terhadap orang itu.

Teman, KASIH itu bertindak, tidak pasif. Tidak mungkin seseorang mengatakan “Saya mengasihi orang tersebut” tetapi tidak melakukan tindakan kasih terhadap orang itu. (penulis: @mistermuryadi)

PENTINGNYA MENGAMPUNI

Bahan renungan:

2 Korintus 2:10-11 Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, — seandainya ada yang harus kuampuni –,maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Kebencian, kemarahan, kepahitan, kekecewaan, apa pun alasan dan latar belakang penyebabnya, tidak pernah mengerjakan hal baik di dalam diri kita. Banyak orang berpikir, “Kalau saya mengampuni dia, enak sekali dong dia sudah melakukan hal buruk terhadap saya dan sekarang saya membiarkannya begitu saja. Saya mau marah dan benci kepada dia supaya dia tahu rasanya.” Anda pernah bertemu dengan orang seperti ini? Atau jangan-jangan Anda yang sedang mengalaminya?

Teman, saya ingin mengajak kita merenungkan sejenak ayat Firman Tuhan kita hari ini. Iblis selalu mengambil keuntungan dalam perkara benci, iri, dendam, pahit, kecewa, marah, dan lain sebagainya. Itu adalah ‘taman bermainnya’ iblis. Saat Anda membenci seseorang, yang sedang Anda sakiti bukan orang tersebut, melainkan diri Anda sendiri.

Saya mungkin tidak mengerti seberapa besar kesalahan yang dibuat oleh mereka terhadap Anda dan seberapa terlukanya Anda akibat hal itu, namun satu hal yang saya tahu jika Anda terus menerus membenci dan pahit terhadap orang tersebut, Anda sedang mencelakai diri Anda sendiri dan orang-orang yang Anda sayangi di sekitar Anda.

Akar pahit dan kebencian akan menutup pintu bagi berkat-berkat TUHAN di dalam hidup Anda, karena hati Anda akan penuh dengan ketakutan, kekuatiran, dan bukan iman. Jangan biarkan iblis mengambil bagian yang terbaik yang telah TUHAN sediakan bagi Anda, hanya karena Anda membenci atau pahit terhadap seseorang.

Mari lepaskan pengampunan. Bukankah YESUS sudah mengampuni seluruh dosa dan pelanggaran Anda dan DIA tidak pernah mengingat-ingatnya? Ayolah teman, tidak ada gunanya memelihara akar pahit di hati Anda. Seharusnya damai dan sukacita yang tinggal di hati Anda. Ampunilah orang yang bersalah kepada Anda. Yang sudah terjadi biarlah berlalu, jangan terus menerus tinggal di masa lalu, YESUS telah menyediakan Anda masa depan jauh lebih baik. Percayakan kepada YESUS segala amarah, kebencian, kepahitan Anda hari ini, DIA sanggup menggantikannya dengan tari-tarian dan sukacita. (penulis: @mistermuryadi)