MARAH MENYEBABKAN KETIGA PERILAKU INI

Bahan renungan:

Amsal 14:29 Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

1. Marah membuat orang menjadi bodoh
Saya ingin bercerita kepada Anda mengenai perilaku si sulung dalam kisah anak yang hilang untuk menjelaskan ketiga hal di atas. Lukas 15:28 mencatat, ketika si sulung marah, dia mengatakan kepada ayahnya bahwa ayahnya tidak pernah memberikan kepadanya seekor anak kambing. Padahal, di awal cerita (Lukas 15:12), ketika si bungsu meminta warisan kepada bapanya, si sulung yang tidak pernah meminta juga mendapatkan bagian dari sang bapa.

(Baca juga: KASIH ADALAH BAHASA YANG DIMENGERTI OLEH SEMUA ORANG)

Harta pada zaman itu bukan hanya berupa uang, tetapi juga tanah dan ternak. Jadi jelas, marah membuat si sulung jadi bodoh. Membuat dia lupa terhadap kebaikan bapanya.

2. Marah membuat yang tidak ada diada-adakan
Masih mengenai si sulung. Waktu adiknya, si bungsu, kembali ke rumah, si sulung marah besar kepada sang bapa. Si sulung marah karena sang bapa menyambut adiknya dengan penuh sukacita tanpa memperhitungkan dosa sang adik.

Dalam Lukas 15:30 si sulung mengatakan bahwa si bungsu menghabiskan harta kekayaan bersama para pelacur. Wah, bagaimana mungkin si sulung dapat mengetahui hal tersebut, sementara di ayat sebelumnya dia mengatakan bahwa dia selalu ada di rumah bapanya? Perhatikan, marah membuat orang mengada-adakan hal yang tidak ada. Atau dengan lain, berfantasi terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak ada atau tidak terjadi.

Jangan biarkan amarah mengontrol hidup Anda. Marah tidak pernah menyelesaikan masalah, justru menimbulkan masalah-masalah baru.

3. Marah membuat hal kecil dibesar-besarkan
Melalui cerita si sulung kita dapat menarik kesimpulan bahwa amarah mengubah cara si sulung memandang segala sesuatu. Ketika sang bapa tidak memperhitungkan kesalahan si bungsu, si sulung marah. Sang bapa memandang dosa yang dilakukan si bungsu sebagai sesuatu yang kecil. Sebaliknya, si sulung menganggap hal yang kecil bagi bapanya itu sebagai hal yang besar. Padahal, tokoh yang paling berhak marah dalam kisah di atas adalah sang bapa.

(Baca juga: STATUS ANDA ADALAH ANAK RAJA, MEMERINTAHLAH SEPERTI ANAK RAJA)

Teman, marah tidak pernah mengerjakan hal yang baik dalam hidup kita. Mazmur 37:8 menasehati agar kita berhenti marah dan meninggalkan panas hati, karena itu hanya membawa kita kepada kejahatan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

HEI, BERHENTILAH MARAH!

Bahan renungan:

Mazmur 37:8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Marah bukanlah respons yang tepat untuk mengatasi masalah Anda. Seringkali, marah malah membuat masalah menjadi lebih buruk, bahkan, berpotensi menimbulkan masalah baru.

(Baca juga: TANPA TUHAN, KITA LEMAH DAN RAPUH)

Anda masih ingat cerita mengenai Kain dan Habel? Awalnya, Kain marah karena persembahan Habel diterima Tuhan, sedangkan persembahannya tidak. Namun, apa yang terjadi selanjutnya? Kain mengajak Habel ke padang, memukulnya, dan kemudian membunuhnya.

Saya tidak mengerti mengapa Kain malah menyalahkan Habel dalam hal persembahan itu. Namun, itulah akibat dari marah, membuat orang menjadi bodoh dan kehilangan akal sehat.

Saya percaya Kain tidak merencanakan untuk membunuh Habel sebelumnya. Dia hanya marah kepada Tuhan. Namun, Kain membiarkan hatinya dikuasai oleh amarah tersebut, dan akibatnya, amarah itu membuahkan kejahatan.

(Baca juga: MENGUNGKAP KATA KASIH DI DALAM BAHASA IBRANI)

Dengan tegas Firman Tuhan memerintahkan kita untuk berhenti marah dan meninggalkan hati yang panas. Marah bukanlah cara yang Tuhan ajarkan kepada kita. Tuhan mengajarkan kasih. Tuhan ingin kita merespons semua masalah kita dengan kasih, karena ketika kita saling mengasihi satu sama lain, itulah yang membuat kita berbeda dengan dunia. Kasih adalah bukti bahwa Tuhan, yang adalah Sumber Kasih, tinggal di dalam hati kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MARAH HANYA MEMBAWA ANDA KEPADA KEJAHATAN

Bahan renungan:

Mazmur 37:8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Marah bukanlah sikap yang patut dipelihara oleh Anda yang percaya kepada Yesus. Yesus mengajarkan kasih, damai sejahtera, dan sukacita, bukan marah. Tidak peduli seberapa kompleks situasi yang sedang Anda hadapi, tetapi marah bukanlah jawabannya.

(Baca juga: TUHANLAH JAWABAN BAGI KESESAKAN KITA)

Firman Tuhan mengingatkan bahwa marah hanya membawa Anda kepada kejahatan. Marah tidak pernah menuntun Anda kepada hal yang baik, tidak peduli apa pun alasan Anda melakukan hal tersebut. Sebaliknya, kasihlah yang membawa banyak kebaikan bagi kita.

Amsal 14:29 mengatakan bahwa marah membuat Anda menjadi bodoh. Benar sekali. Marah membuat kita memikirkan, mengucapkan, dan melakukan yang tidak seharusnya. Akibatnya, Anda mengalami sesuatu yang tidak seharusnya Anda alami.

Salah satu contohnya adalah si sulung dalam kisah anak yang hilang. Di akhir cerita dikatakan si sulung marah kepada ayahnya karena sang ayah tetap mengasihi si bungsu meski si bungsu menghamburkan uang dengan para pelacur.

Bagaimana mungkin si sulung tahu bahwa si bungsu menghabiskan uang bersama pelacur padahal si sulung selalu ada di rumah ayahnya? Lihat, orang marah suka membesar-besarkan sesuatu dan mengada-ada.

(Baca juga: SAAT KITA SERAHKAN KEPADA YESUS, YANG BIASA MENJADI LUAR BASA)

Teman, berhentilah marah, dan tinggalkanlah amarah Anda. Yesus tidak pernah mengajarkan respons marah kepada orang percaya. Yesus senantiasa menunjukkan kasih, bahkan kepada orang-orang yang menyiksa dan menyalibkan Diri-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ARAHKAN AMARAH ANDA KEPADA IBLIS

Bahan renungan:

Mazmur 37:8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Teman, TUHANlah yang memberikan kita amarah. DIA yang menciptakan semua emosi di dalam hidup kita. Namun Tuhan tidak menciptakan amarah untuk digunakan terhadap pribadi manusia. Karena hal tersebut hanya akan membawa Anda kepada kejahatan. Berhentilah marah terhadap orang lain atau terhadap diri Anda sendiri. Jangan gunakan amarah Anda untuk hal-hal yang salah.

Lalu, untuk apa TUHAN menciptakan rasa marah di dalam diri manusia?

Supaya Anda bisa marah terhadap iblis dan pekerjaan jahatnya. Anda harus marah terhadap dosa dan hal-hal negatif yang iblis lakukan di dalam diri kita atau pun orang yang kita kasihi. Marahlah terhadap sakit penyakit, kemiskinan, dan kebodohan yang iblis sebabkan.

Ini alasan Yakobus 4:7 meminta kita melawan iblis, supaya dia lari dari kita. Anda tidak bisa melawan iblis dengan lemah lembut, Anda harus marah terhadapnya. Seperti kita mengusir kucing atau anjing liar yang mengganggu rumah kita. Anda tidak katakan, “Permisi, ya, mohon jangan ganggu rumah saya lagi.” Anda tidak mengatakan itu, bukan? Jika ada hewan mengganggu rumah Anda, saya yakin Anda sudah siapkan air panas, atau minimal tongkat pemukul untuk mengusirnya. Seperti itulah sikap kita seharusnya terhadap iblis dan pekerjaan jahatnya. Teman, arahkan amarah Anda kepada hal-hal yang tepat. (penulis: @mistermuryadi)

ARTI TATAPAN YESUS KEPADA PETRUS

Bahan renungan:

Lukas 22:60-61 Tetapi Petrus berkata: “Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan.” Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam. Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku.”

Petrus menyangkal YESUS tiga kali dan mengutukNYA sesaat setelah dia berjanji untuk pergi kemana pun YESUS pergi. Di saat ayam jantan berkokok, YESUS memandang kepada Petrus. Entah kenapa orang selalu berpikir ini adalah tatapan yang penuh dengan tuduhan dan penuh dengan amarah dari Yesus kepada Petrus. Kalau Anda juga berpikir seperti itu, Anda salah besar.

YESUS tidak memandang kepada Petrus seolah berkata, “Lihat, akhirnya kamu menyangkal AKU juga” atau “Petrus, seperti inikah yang kamu membalas segala kebaikanKU?” Saya bersyukur YESUS tidak melakukan itu. Jika tatapan YESUS adalah tatapan penuh dengan tuduhan, saya sangat yakin, Petrus tidak akan pernah kembali lagi kepada YESUS seumur hidupnya karena rasa bersalah yang begitu dalam.

Anda bisa bayangkan jika TUHAN semesta alam menjadi lawan Anda, ke mana Anda akan pergi mencari pertolongan?

Teman, saya ingin katakan bahwa tatapan YESUS kepada Petrus adalah tatapan penuh kasih dan pengampunan. Melalui tatapanNYA YESUS seolah berkata, “Petrus, ingatlah, AKU tetap mengasihimu sekalipun kamu meninggalkanKU” dan “Petrus, ingatlah, bahwa AKU yang memilihmu, dan rencanaKU atas hidupmu tidak pernah gagal.” Haleluya! Itulah arti tatapan YESUS kepada Petrus.

Tidak peduli seberapa hebat kesalahan Anda, TUHAN tidak pernah datang dengan penghukuman atau pun penghakiman kepada Anda (Roma 8:1). Tidakkah Anda menyadari betapa DIA mengasihi Anda? Mata TUHAN menjelajah seluruh Bumi bukan untuk mencari dan menghukum mereka yang berdosa, melainkan untuk mencurahkan kasih sayang dan pengampunan bagi mereka yang membutuhkan. Ya, DIA sangat mengasihi Anda. (penulis: @mistermuryadi)

LAWAN IBLIS DENGAN KUASA NAMA YESUS

Bahan renungan:

Yakobus 4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Hari ini saya ingin kita fokuskan perhatian pada kata-kata “lawanlah iblis.” Seringkali anak-anak TUHAN pasrah dengan kondisi buruk yang dialami. Pasrah terhadap sakit penyakit yang sudah menahun, kemiskinan yang turun temurun, dan hal-hal buruk lainnya. Kita mulai menyesuaikan diri dengan penyakit, kemiskinan, atau hal-hal buruk lain yang kita alami. Itu artinya kita membiarkan iblis menipu diri kita terus menerus.

Anda tahu kenapa ada orang yang sakit kanker mengalami kesembuhan dan ada yang tidak? Salah satu alasannya karena mereka yang sembuh melakukan perlawanan terhadap penyakit tersebut dan yang gagal pasrah terhadap kanker itu. Anda bisa cek hal ini kepada orang-orang yang sembuh dari kanker.

Tuhan memberikan kita amarah. Ya, TUHANlah yang menciptakan hal itu. Namun seringkali kita gunakan amarah kita untuk menyerang atau menyalahkan orang lain. TUHAN memberikan kita amarah untuk melawan iblis dan pekerjaan jahatnya, bukan untuk melawan sesama.

Teman, kalau hari ini ada hal buruk terjadi dalam hidup Anda, Anda perlu tahu bahwa iblislah sumber masalah tersebut, bukan TUHAN. Itu sebabnya Anda harus melawan iblis.

Berita sukacitanya, iblis sudah dikalahkan YESUS 2000 tahun lalu. Kuasanya sudah dilucuti dan TUHAN berikan kita kuasa nama YESUS untuk melawan musuh yang sudah tidak berdaya. Ibaratnya, Anda diberikan granat untuk melawan semut.

Roh yang tinggal di dalam Anda jauh lebih besar dari semua roh di dunia ini. Iblis bukanlah lawan Anda. Jangan biarkan dia terus menipu Anda. Bangkit dan usir segala hal buruk di dalam hidup Anda dengan kuasa nama YESUS. Perintah tubuh Anda di dalam YESUS untuk sembuh.

Firman Tuhan katakan Anda adalah pemenangnya. (penulis: @mistermuryadi)

PENTINGNYA MENGAMPUNI

Bahan renungan:

2 Korintus 2:10-11 Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, — seandainya ada yang harus kuampuni –,maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Kebencian, kemarahan, kepahitan, kekecewaan, apa pun alasan dan latar belakang penyebabnya, tidak pernah mengerjakan hal baik di dalam diri kita. Banyak orang berpikir, “Kalau saya mengampuni dia, enak sekali dong dia sudah melakukan hal buruk terhadap saya dan sekarang saya membiarkannya begitu saja. Saya mau marah dan benci kepada dia supaya dia tahu rasanya.” Anda pernah bertemu dengan orang seperti ini? Atau jangan-jangan Anda yang sedang mengalaminya?

Teman, saya ingin mengajak kita merenungkan sejenak ayat Firman Tuhan kita hari ini. Iblis selalu mengambil keuntungan dalam perkara benci, iri, dendam, pahit, kecewa, marah, dan lain sebagainya. Itu adalah ‘taman bermainnya’ iblis. Saat Anda membenci seseorang, yang sedang Anda sakiti bukan orang tersebut, melainkan diri Anda sendiri.

Saya mungkin tidak mengerti seberapa besar kesalahan yang dibuat oleh mereka terhadap Anda dan seberapa terlukanya Anda akibat hal itu, namun satu hal yang saya tahu jika Anda terus menerus membenci dan pahit terhadap orang tersebut, Anda sedang mencelakai diri Anda sendiri dan orang-orang yang Anda sayangi di sekitar Anda.

Akar pahit dan kebencian akan menutup pintu bagi berkat-berkat TUHAN di dalam hidup Anda, karena hati Anda akan penuh dengan ketakutan, kekuatiran, dan bukan iman. Jangan biarkan iblis mengambil bagian yang terbaik yang telah TUHAN sediakan bagi Anda, hanya karena Anda membenci atau pahit terhadap seseorang.

Mari lepaskan pengampunan. Bukankah YESUS sudah mengampuni seluruh dosa dan pelanggaran Anda dan DIA tidak pernah mengingat-ingatnya? Ayolah teman, tidak ada gunanya memelihara akar pahit di hati Anda. Seharusnya damai dan sukacita yang tinggal di hati Anda. Ampunilah orang yang bersalah kepada Anda. Yang sudah terjadi biarlah berlalu, jangan terus menerus tinggal di masa lalu, YESUS telah menyediakan Anda masa depan jauh lebih baik. Percayakan kepada YESUS segala amarah, kebencian, kepahitan Anda hari ini, DIA sanggup menggantikannya dengan tari-tarian dan sukacita. (penulis: @mistermuryadi)