JADIKAN JANJI TUHAN BAGIAN PENTING DARI HIDUP ANDA

Bahan renungan:

Mazmur 23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Daud dapat mengatakan bahwa Tuhan adalah gembala yang baik, tetapi Daud memiliki mengatakan Tuhan adalah gembalaku. Dengan mengatakan demikian, Daud sedang memberikan sebuah pernyataan bahwa Tuhan adalah bagian dari dirinya.

(Baca juga: CARA BERBUAH 30, 60, 100 KALI LIPAT)

Banyak orang menjadikan Tuhan dan kebenaran-Nya sesuatu yang bersifat “suplemen” atau tambahan. Sesuatu yang mereka cari hanya ketika mereka membutuhkannya, ketika mereka ada di dalam situasi yang genting. Mereka tidak menjadikan Tuhan dan kebenaran-Nya sebagai sesuatu yang bersifat pribadi.

Saat kita lahir baru, kita bukan hanya mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, tetapi mengakui Yesus sebagai Tuhanku dan Juruselamatku satu-satunya. Tidak ada yang lain.

Kita perlu sampai di satu titik bahwa kita menjadikan janji Tuhan sebagai bagian penting dari kehidupan kita. Kita perlu menyadari bahwa janji Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Yesus telah memeteraikan setiap janji tersebut dengan darah-Nya yang kudus bagi kita. Mazmur 23:6 mengatakan bahwa kebajikan dan kemurahan belaka mengikuti hidup kita. Ya, rencana Tuhan adalah memastikan setiap orang percaya hidup menikmati segala yang terbaik yang Dia sediakan bagi kita.

Dengan demikian, kita dapat mengerti hak-hak kita sebagai ahli waris Kerajaan Sorga seperti yang tertulis di dalam Galatia 4:7, “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.”

(Baca juga: INILAH PENYEBAB UTAMA KITA DEPRESI)

Teman, setiap kita yang percaya kepada Yesus berhak untuk hidup sehat, panjang umur, sukacita, berkelimpahan, tenang, dan damai sejahtera. Kita berhak menikmati hal tersebut karena Yesus menjanjikannya bagi kita, anak-anak kesayangan-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ANDA BERHARGA KARENA ANDA DICIPTAKAN DEMIKIAN SEJAK AWAL

Bahan renungan:

Yesaya 43:4 Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

Istri saya pernah diundang untuk berbagi cerita kepada para remaja wanita di sebuah acara gereja. Saat membagikan bahan presentasinya, dia bertanya kepada para peserta, “Seperti apa cantik menurut kalian?” Sebagian besar orang berpendapat, “Tinggi, putih, berkulit halus, dan memiliki wajah yang menarik.”

(Baca juga: PERBUATAN BAIK MEMBUKA PINTU PENGINJILAN)

Dalam pertemuan tersebut, istri saya mengajarkan bahwa sungguh berbeda cara dunia memandang Anda dan cara Tuhan memandang Anda.

Sungguh betapa dahsyat dunia ini merusak cara berpikir anak-anak Tuhan. Istri saya bercerita bahwa banyak remaja yang berpikir dirinya berharga dan disukai jika foto di Facebook atau Instagram-nya mendapatkan banyak LIKE. Juga, ketika banyak orang yang memuji kulit, wajah, atau penampilan mereka.

Tahukah Anda bahwa semua manusia di muka Bumi ini hidup karena hembusan napas Tuhan? Anda dan saya jauh lebih berharga dari matahari, bulan, bintang, atau bahkan, dari para malaikat. Tidak ada satu pun makhluk yang kepadanya Tuhan pernah katakan, “Engkau berharga di mata-Ku dan mulia …” selain dari manusia.

Dunia ini berusaha menggantikan konsep BERHARGA dengan penampilan yang menarik, rambut yang berwarna-warni, kulit putih, tubuh langsing, wangi, dan lain sebagainya. Saya tidak katakan salah untuk berpenampilan menarik atau wangi. Saya pun suka dengan dunia fashion dan secara rutin menggunakan parfum. Namun, rasa berharga kita seharusnya tidak muncul dari situ. Rasa berharga kita seharusnya tidak hanya muncul pada saat ada yang memuji kita.

Rasa berharga yang benar semestinya datang karena kita tahu bahwa yang menciptakan kita adalah Tuhan, dan Dia sangat mengasihi kita. Kita berharga karena kita diciptakan demikian sejak awal dan Tuhan menyatakan demikian sampai hari ini.

(Baca juga: CARA MENGUBAH SIFAT DAN PERILAKU JAHAT BUKAN DENGAN PELEPASAN)

Sekalipun dunia ini menganggap kita aneh, kurang gaul, tidak cantik, atau tidak ganteng, Tuhan semesta alam menganggap kita adalah anak kesayangan-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JIKA KITA BERBUAT JAHAT, APAKAH TUHAN TETAP MENGASIHI KITA?

Bahan renungan:

Roma 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Tuhan mengasihi kita semata-mata karena kita adalah anak-Nya, bukan karena kita baik atau telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagi-Nya. Sama seperti bayi yang belum berjasa atau melakukan kebaikan apapun bagi kedua orangtuanya, tetapi orangtuanya sangat mencintainya. Semata-mata, hanya karena bayi tersebut adalah anak kesayangan mereka.

(Baca juga: JANGAN MENGANDALKAN MANUSIA)

Tuhan mengasihi kita bukan karena perbuatan kita, tetapi karena status kita sebagai anak-Nya. Banyak orang bertanya kepada saya, “Apakah ini berarti jika kita berbuat jahat Tuhan tetap mengasihi kita?” Jawabannya, YA, Dia akan tetap mengasihi kita sekalipun kita berbuat jahat.

Namun, kita perlu mengerti hal ini. Dia tetap mengasihi kita bukan karena Dia setuju dengan perbuatan jahat kita, melainkan supaya kita berhenti dan meninggalkan perbuatan jahat tersebut.

Apa yang terjadi pada Yudas Iskariot adalah satu satu contoh nyata apa yang saya maksud dengan pernyataan di atas.

Yesus tahu bahwa Yudas akan mengkhianati-Nya suatu hari nanti. Kalau saya menjadi Yesus, tentu saya tidak akan mengangkat orang yang akan membahayakan hidup saya menjadi salah satu murid. Namun Yesus memililiki pemikiran yang berbeda. Justru karena Yesus tahu Yudas akan mengkhianati-Nya, Yesus mengangkat Yudas menjadi salah satu murid-Nya. Selama tiga setengah tahun Yesus menunjukkan kasih, mukjizat, kasih, dan kebesaran-Nya kepada Yudas agar Yudas berubah dari seorang pengkhianat menjadi penjala manusia yang luar biasa.

Sama halnya dengan murid-murid Yesus yang lain. Jika kita perhatikan, sebagian besar murid Yesus adalah orang-orang yang terbuang, gagal, dan dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang pada saat itu. Namun Yesus mengangkat mereka menjadi murid-murid-Nya dan melatih mereka untuk menjadi penjala manusia.

(Baca juga: TIGA KATA INI SEHARUSNYA TIDAK DIUCAPKAN OLEH ORANG PERCAYA)

Yesus mengambil sebuah risiko besar untuk mengasihi para murid, terutama Yudas. Sama halnya Dia mengambil risiko untuk mengasihi kita, orang-orang yang berdosa dan sering memanfaatkan Dia. Yesus tahu bahwa ada kemungkinan besar kita tidak membalas kasih-Nya dan bahkan meninggalkan-Nya. Namun di sisi lain, Yesus melihat ada kemungkinan lain yang tidak kalah besarnya, yaitu kasih-Nya dapat mengubahkan hidup kita, dari seorang penjahat menjadi berkat bagi banyak orang. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN DAPAT MENGHUKUM KITA, TETAPI DIA MEMILIH MENGASIHI KITA

Bahan renungan:

Yohanes 8:11 Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Mungkin sampai kita tutup mata nanti kita tidak akan pernah benar-benar dapat memahami betapa panjang, dalam, lebar, dan tinggi kasih Tuhan untuk kita. Namun, melalui pengorbanan Yesus di atas kayu salib, kita dapat mengerti bahwa Tuhan sangat sangat sangat mengasihi kita.

(Baca juga: IMAN ADALAH PERCAYA KEPADA FIRMAN TUHAN, BUKAN KEPADA PERASAAN)

Beberapa kali, saat berkhotbah mengenai kasih Bapa, saya suka menyempatkan diri bertanya kepada para jemaat Tuhan, “Maukah bapak ibu mengorbankan salah satu anak bapak ibu jika hal tersebut dapat membebaskan semua tahanan yang ada di penjara?” Seratus persen mereka menjawab, “Tidak mau.”

Tahukah Anda bahwa Bapa di Sorga hanya memiliki Yesus seorang? Dan, Dia anugerahkan Yesus untuk kita. Kalau bukan karena kasih yang begitu besar kepada manusia dan karena manusia sangat berharga di mata Bapa, saya tidak tahu lagi apa yang dapat mendorong Bapa Sorgawi melakukan hal tersebut.

Teman, Tuhan yang kita sembah memiliki kuasa dan hak untuk menghukum kita, menghakimi kita, mencabut nyawa kita, dan membalaskan segala kejahatan yang kita lakukan, tetapi kabar sukacitanya, Dia memilih untuk mengasihi kita dan menjadikan kita anak kesayangan-Nya.

(Baca juga: TUHAN TAHU DOSA KITA, TETAPI DIA TETAP MENGASIHI KITA)

Bagi saya, tidak ada kabar yang lebih baik daripada mengetahui kebenaran bahwa Bapa Sorgawi ada di pihak saya dan sangat mengasihi saya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN PERINTAHKAN MALAIKATNYA MENJAGA KITA (MAZMUR 91:11-13)

Bahan renungan:

Mazmur 91:11-13 Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.

Membaca ayat di atas membuat saya merasa sangat dikasihi oleh Tuhan. Betapa Tuhan yang kita sembah sangat memikirkan kita, sangat memperhatikan kita. Mungkin beberapa di antara kita berpikir Tuhan begitu jauh, sibuk, sampai terkadang Dia melupakan atau meninggalkan kita. Teman, kita adalah pusat perhatian Tuhan. Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi Tuhan selain melihat hidup kita sehat, diberkati, umur panjang, sukacita, dan penuh damai.

(Baca juga: TUHAN MELINDUNGI KITA DARI MALAPETAKA DAN TULAH (MAZMUR 91:9-10))

Untuk menjaga kita, Tuhan memerintahkan para malaikat-Nya. Memastikan kaki kita tidak terantuk batu, memastikan hidup kita tidak diganggu oleh singa dan ular tedung.

Di dalam Perjanjian Baru, melalui Yesus kita mengetahui bahwa Tuhan bukan hanya memerintahkan para malaikat-Nya menjaga kita, tetapi juga Dia sendiri pun mengatakan bahwa akan selalu ada bersama-sama dengan kita untuk menjaga, memelihara, mengangkat, dan memberkati kita.

Wow, dahsyat sekali!

(Baca juga: JANGAN TAKUT, TUHAN SELALU BERSAMA ANDA (MAZMUR 91:5-6))

Jika demikian, apa yang perlu kita takuti? Bagi saya pribadi, merenungkan kebenaran seperti di atas membuat saya kehilangan alasan untuk merasa takut, kuatir, stres, atau depresi. Yang timbul di dalam hati saya adalah sukacita, kekuatan, kepastian, harapan, dan keberanian menghadapi masalah. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN MELINDUNGI KITA DARI MALAPETAKA DAN TULAH (MAZMUR 91:9-10)

Bahan renungan:

Mazmur 91:9-10 Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu.

Banyak orang mengira Tuhan baru akan menjagai dan melindungi kita dari malapetaka ketika kita hidup benar dan sungguh-sungguh di dalam Dia. Jika tidak, Tuhan akan membiarkan iblis merusak dan menghancurkan hidup kita. Teman, pemikiran tersebut sungguh amat keliru.

(Baca juga: PENTING UNTUK MENYADARI BAHWA KITA DIKASIHI (MAZMUR 91:7-8))

Tuhan menjagai dan melindungi kita bukan karena kita hidup benar atau sungguh-sungguh di dalam Dia, tetapi karena kita adalah anak kesayangan-Nya. Sama seperti seorang ayah atau ibu, tidak peduli seberapa jahat anaknya, ketika sang anak diganggu oleh orang lain, ayah dan ibu tersebut pasti turun tangan.

Ketika kita memutuskan percaya kepada Yesus, di saat itu juga perlindungan dari Tuhan selamanya menjadi bagian Anda. Sama seperti halnya di hari pertama kita mengambil sebuah asuransi kesehatan, di hari itu juga biaya pengobatan dan perawatan kita dijamin oleh perusahaan asuransi tersebut.

Kita tidak perlu meragukan perlindungan Tuhan. Jika Tuhan yang melindungi kita, tidak ada satu pun yang dapat mengganggu kita.

Namun masalah yang sering terjadi adalah ketika kita memutuskan untuk keluar dari perlindungan Tuhan, yaitu ketika kita meninggalkan jalan-jalan kebenaran. Seperti si bungsu, di dalam rumah bapanya, dia mendapatkan perlindungan dan segala sesuatu yang dia perlukan, tetapi ketika dia memutuskan pergi meninggalkan bapanya, si bungsu mengalami penderitaan dan kelaparan.

(Baca juga: HIDUP DI BAWAH NAUNGAN YANG MAHATINGGI (MAZMUR 91:1-2))

Bukan Tuhan yang mendatangkan malapetaka atau tulah ke dalam hidup kita. Justru Tuhan ingin menjagai dan melindungi kita dari malapetaka dan tulah. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

CUKUP SATU BATU UNTUK SATU RAKSASA

Bahan renungan:

1 Smauel 17:49 Lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.

Saya beberapa kali bermain berburu tikus dengan senapan angin. Bagian tikus yang paling sering saya incar adalah tubuhnya. Tubuh adalah bagian paling besar, sehingga kemungkinan saya meleset lebih kecil. Pernah saya mencoba mengincar bagian kepala, tetapi karena sering meleset, lama kelamaan saya jadi kurang percaya diri mengincar bagian tersebut.

(Baca juga: FORMULA SUKSES DALAM TUHAN)

Teman, tahukah Anda bahwa reaksi kita hanyalah refleksi dari apa yang kita percayai dan pikirkan? Contohnya seperti kasus saya di atas. Karena saya berpikir akan meleset, atau dengan kata lain, karena saya tidak percaya bahwa tembakan saya dapat mengenai kepala tikus, itu sebabnya saya mengincar bagian tubuhnya.

Mari kita bahas mengenai kisah Daud dan Goliat.

Daud adalah orang yang sangat percaya diri. Namun, percaya diri Daud berbeda dengan percaya diri kebanyakan orang. Kepercayaan diri Daud bukan pada kemampuannya memainkan umban, melainkan pada Tuhan semesta alam. Daud memiliki percaya diri yang tinggi sehingga dia berani menantang Goliat. Daud tahu sekali bahwa Tuhan yang dia sembah tidak akan meninggalkan dia. Inilah yang membuat Daud begitu tenang melenggang masuk ke medan perang dan mengincar dahi Goliat hanya bermodalkan umban dan batu. Daud tidak sedikit pun ragu batunya akan meleset, karena dia sangat yakin bahwa Tuhanlah yang berperang di depan dia.

(Baca juga: KETIKA GODAAN DATANG, APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?)

Teman, Anda dan saya adalah anak kesayangan Tuhan. Begitulah Tuhan memandang orang-orang yang percaya kepada Yesus. Tidak ada hal yang Anda lakukan yang dapat mengubah kebenaran tersebut. Kita perlu percaya diri saat menyebut diri kita anak kesayangan Tuhan. Kita perlu percaya diri mengatakan bahwa masa depan kita indah di dalam Tuhan, bisnis kita pasti berhasil, dan pekerjaan kita pasti sukses. Karena memang itulah yang Tuhan rancangkan untuk hidup Anda. (penulis: @mistermuryadi)