TUHAN SETIA MEMBERIKAN KITA KESEMPATAN UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK

Bahan renungan:

Yoel 2:25-26 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.

Cara mengatasi akibat dari serangkaian pilihan yang buruk adalah melalui membuat serangkaian pilihan yang benar. Satu-satunya cara untuk menang dari penderitaan yang kita akibatkan sendiri adalah melakukan hal yang sesuai dengan Firman Tuhan. Tidak ada cara lain.

(Baca juga: JIKA KITA MENGETAHUI KEKURANGAN SESEORANG, DOAKAN!)

Saya percaya setiap orang pernah mengalami kesusahan di dalam hidupnya akibat dari serangkaian pilihan yang keliru yang mereka buat. Solusinya sederhana, berbaliklah ke jalan yang benar.

Kita tidak dapat membuat serangkaian pilihan yang buruk, lalu mengharapkan mendapatkan hal yang benar di dalam hidup kita. Bukan karena Tuhan yang tidak menganugerahkan kehidupan yang baik. Tuhan sudah menganugerahkannya kepada kita jauh sebelum kita ada di dunia ini. Namun, kita perlu menginginkannya, dan hal tersebut terlihat dari pilihan-pilihan yang kita buat dalam hidup kita.

Apa pun kesulitan yang sedang kita alami hari ini, kita masih bisa memiliki kehidupan yang diberkati. Ada harapan untuk kita di dalam Kristus. Mungkin saja kita menderita kerugian, atau mungkin kita telah kehilangan sesuatu yang berharga, kita tidak dapat berbuat banyak untuk sesuatu yang sudah berlalu. Namun, kita dapat berbuat banyak bagi masa yang akan datang. Kita dapat mengubah masa depan kita sekarang.

(Baca juga: BUATLAH KEPUTUSAN BERDASARKAN FIRMAN TUHAN)

Saya percaya Tuhan sanggup mendatangkan kebaikan dalam setiap keputusan kita yang buruk jika kita mau berbalik kepada-Nya. Tuhan tidak henti-hentinya memberikan kita kesempatan untuk kehidupan yang jauh lebih baik. Yang perlu kita lakukan hanyalah kembali kepada-Nya, ke jalan-Nya yang benar, dan Dia akan menuntun kita ke padang yang berumput hijau dan air yang tenang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MAKNA KATA HAGAH

Bahan renungan:

Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Hari ini saya ingin membahas makna dari kata hagah, yang merupakan alasan utama saya menamakan blog ini hagahtoday.com.

(Baca juga: MAKSUD DARI JADILAH PETANG, JADILAH PAGI)

Kata “hagah” dalam bahasa Ibrani berarti meditasi atau merenungkan. Juga, sering diartikan dengan mengucapkan kata-kata sambil bergumam. Kata “hagah” terdiri dari tiga huruf Ibrani, yaitu He, Gimel, dan He (Anda dapat melihat bentuk hurufnya di sini).

Huruf He merupakan huruf kelima dalam alfabet Ibrani, yang memiliki bentuk seperti jendela. Orang Israel sering mengartikan jendela itu sebagai pewahyuan dari Tuhan. Namun, huruf He juga sering diartikan sebagai kasih karunia. Sedangkan, huruf Gimel di zaman Israel kuno memiliki bentuk seperti onta (hewan yang dijadikan alat transportasi pada zaman itu).

Jadi, jika kita jabarkan, kata “HAGAH” melukiskan KASIH KARUNIA – ONTA (alat transportasi) – KASIH KARUNIA.

Ada maksud yang sangat dahsyat di dalam kata tesebut. Alkitab merupakan Injil Kasih Karunia (Kisah Para Rasul 20:24) yang jika kita renungkan dan perkatakan siang dan malam (hagah), maka Kasih Karunia tersebut akan mengalir, berpindah, atau dibawa ke dalam kehidupan kita, sehingga hidup kita jadi berlimpah dengan Kasih Karunia Tuhan seperti yang dijanjikan dalam 2 Petrus 1:2.

(Baca juga: BERTUMBUHLAH DALAM KASIH KARUNIA DAN PENGENALAN AKAN YESUS)

Kasih karunia Tuhan mencakup keselamatan, jaminan masuk ke sorga, penjagaan, pemeliharaan, kesembuhan, kesehatan, berkat, kelimpahan, pembebasan dari kutuk, kuasa, dan mukjizat. Haleluya!(penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MAKAN SEHIDANGAN DENGAN SANG RAJA

Bahan renungan:

2 Samuel 9:7 Kemudian berkatalah Daud kepadanya: “Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.”

Kisah di atas adalah mengenai Mefiboset, cucu dari Raja Saul yang timpang kedua kakinya. Karena perjanjian yang pernah dibuat oleh Daud dan Yonatan, Mefiboset yang seharusnya ditumpas, diampuni oleh Daud, dan bahkan diperlakukan sebagai anak raja (2 Samuel 9:11).

(Baca juga: TUHAN LAYAK MENERIMA WAKTU-WAKTU TERBAIK KITA)

Pada zaman itu, jika seorang raja kalah, keturunannya harus ditumpas habis supaya menghindari kudeta di kemudian hari. Namun Daud, yang merupakan gambaran dari Bapa Sorgawi, mengampuni Mefiboset dan mengembalikan seluruh kepunyaan Raja Saul kepadanya (2 Samuel 9:9-10).

Namun hari ini saya bukan ingin membahas mengenai Mefiboset, Daud, ataupun Yonatan. Saya ingin membahas mengenai makan sehidangan dengan raja.

Mefiboset adalah gambaran dari kita. Orang-orang yang “timpang” hidupnya, tetapi menerima kasih dan kebaikan Bapa Sorgawi. Bapa tidak lagi melihat kekurangan atau kelemahan kita, karena apa yang telah Yesus lakukan bagi kita di atas kayu salib.

(Baca juga: KETAKUTAN ADALAH CARA IBLIS MENGHAMBAT HIDUP ANDA)

Kita dilayakkan makan sehidangan dengan Sang Raja. Apa maksudnya? Makan sehidangan berarti kita makan apa yang raja makan, atau dengan kata lain, kita memiliki yang raja miliki. Itu adalah sebuah kebenaran yang luar biasa. Jika Yesus sehat, itu artinya sehat adalah bagian kita. Jika Yesus penuh dengan berkat, itu artinya kita pun demikian. Jika hidup Yesus diikuti dengan mukjizat dan tanda-tanda ajaib, demikianlah hidup kita. Jika Yesus dikasihi Bapa Sorgawi, kita pun demikian. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JADIKAN JANJI TUHAN BAGIAN PENTING DARI HIDUP ANDA

Bahan renungan:

Mazmur 23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Daud dapat mengatakan bahwa Tuhan adalah gembala yang baik, tetapi Daud memiliki mengatakan Tuhan adalah gembalaku. Dengan mengatakan demikian, Daud sedang memberikan sebuah pernyataan bahwa Tuhan adalah bagian dari dirinya.

(Baca juga: CARA BERBUAH 30, 60, 100 KALI LIPAT)

Banyak orang menjadikan Tuhan dan kebenaran-Nya sesuatu yang bersifat “suplemen” atau tambahan. Sesuatu yang mereka cari hanya ketika mereka membutuhkannya, ketika mereka ada di dalam situasi yang genting. Mereka tidak menjadikan Tuhan dan kebenaran-Nya sebagai sesuatu yang bersifat pribadi.

Saat kita lahir baru, kita bukan hanya mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, tetapi mengakui Yesus sebagai Tuhanku dan Juruselamatku satu-satunya. Tidak ada yang lain.

Kita perlu sampai di satu titik bahwa kita menjadikan janji Tuhan sebagai bagian penting dari kehidupan kita. Kita perlu menyadari bahwa janji Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Yesus telah memeteraikan setiap janji tersebut dengan darah-Nya yang kudus bagi kita. Mazmur 23:6 mengatakan bahwa kebajikan dan kemurahan belaka mengikuti hidup kita. Ya, rencana Tuhan adalah memastikan setiap orang percaya hidup menikmati segala yang terbaik yang Dia sediakan bagi kita.

Dengan demikian, kita dapat mengerti hak-hak kita sebagai ahli waris Kerajaan Sorga seperti yang tertulis di dalam Galatia 4:7, “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.”

(Baca juga: INILAH PENYEBAB UTAMA KITA DEPRESI)

Teman, setiap kita yang percaya kepada Yesus berhak untuk hidup sehat, panjang umur, sukacita, berkelimpahan, tenang, dan damai sejahtera. Kita berhak menikmati hal tersebut karena Yesus menjanjikannya bagi kita, anak-anak kesayangan-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

HARGAI HIDUP ANDA, KARENA ANDA DITEBUS DENGAN HARGA YANG MAHAL

Bahan renungan:

1 Petrus 1:18-19 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Tuhan sudah membayar Anda dengan darah Yesus yang mahal. Jika Anda menyadari dan menghargai besarnya pengorbanan Yesus di kayu salib, Anda tidak akan hidup sembarangan. Anda pasti akan menghargai kehidupan yang Tuhan sudah anugerahkan kepada Anda.

(Baca juga: SEMUA BERKAT YANG KITA MILIKI BERASAL DARI TUHAN)

Saya berikan ilustasi. Jika Anda melihat, bahkan membantu orangtua Anda mati-matian bekerja demi membiayai sekolah Anda, bahkan mereka rela pinjam uang sana sini demi Anda lulus, apakah Anda akan mengabaikan sekolah Anda? Apakah Anda akan seenaknya bolos dari sekolah? Saya yakin Anda tidak akan sia-siakan sekolah Anda, karena Anda tahu jika Anda tinggal kelas, harganya adalah orangtua Anda perlu semakin susah payah membanting tulang.

(Baca juga: BERGAUL DENGAN ORANG YANG TEPAT DAPAT MENGUBAH HIDUP ANDA)

Hal yang sama terhadap apa yang telah Yesus lakukan bagi Anda 2000 tahun lalu. Dia sudah mengorbankan nyawa-Nya dan menanggung semua yang buruk agar Anda dapat hidup dalam anugerah. Jika Anda menyadari hal tersebut, Anda tidak akan buang sedikit pun waktu untuk hal yang tidak berguna dan negatif. Anda pasti akan menghargai kehidupan yang Tuhan sudah anugerahkan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN TIDAK SEPERTI MANTAN KITA YANG MEMINTA KEMBALI BARANGNYA SAAT PUTUS

Bahan renungan:

Mazmur 89:34 Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.

Beberapa waktu lalu saya telah menyampaikan bahwa tidak ada lagi hal yang baik yang Bapa Sorgawi tahan dari Anda dan saya. Semua telah Dia berikan bersamaan dengan memberikan Yesus, karena di dalam Yesus ada kuasa, kesehatan, berkat, kelimpahan, dan segala sesuatu yang kita perlukan.

(Baca juga: DOA PERJANJIAN LAMA VERSUS PERJANJIAN BARU)

Satu hal lagi yang menarik mengenai pemberian Tuhan, yaitu Tuhan tidak pernah mengambil atau meminta kembali sesuatu yang telah Dia berikan untuk Anda dan saya.

Saya pernah mendengar seseorang berkata, “Dulu kamu memang disembuhkan Tuhan, tetapi karena kamu jatuh bangun di dalam dosa, itu sebabnya Tuhan mengambil lagi kesembuhan itu dari kamu,” “Tuhan memberkati kamu, tetapi kalau kamu tidak dapat mempertanggungjawabkannya, Dia akan ambil lagi berkat tersebut.” Sungguh mengerikan pernyataan demikian, seolah Tuhan seperti mantan yang meminta kembali barang-barangnya setelah hubungan berakhir. Ooops, maaf jika ada yang baru mengalami hal tersebut.

Yohanes 10:10 jelas mengatakan bahwa yang suka mencuri atau mengambil adalah iblis, bukan Tuhan. Tuhan senang memberi yang baik kepada Anda dan saya.

Saat Tuhan memberikan matahari untuk Bumi, Tuhan tidak menariknya pada saat Anda jatuh ke dalam dosa. Tidak peduli Anda baik atau jahat, Anda mendekat kepada Tuhan atau meninggalkan-Nya, matahari yang Dia ciptakan selalu tersedia untuk Anda, untuk memberkati kehidupan Anda.

(Baca juga: TUHAN TIDAK PERNAH MENYERAH TERHADAP ANDA)

Begitu juga mengenai keselamatan, kesehatan, kesembuhan kelimpahan, dan kuasa. Tuhan sudah menganugerahkannya kepada Anda dan hal tersebut akan selalu tersedia bagi Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

DOA PERJANJIAN LAMA VERSUS PERJANJIAN BARU

Bahan renungan:

Mazmur 84:11 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia TIDAK MENAHAN kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

Efesus 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus TELAH MENGARUNIAKAN kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

Melalui kata-kata doa seseorang, kita dapat mengetahui apa yang orang tersebut pikirkan mengenai Tuhan. Jika seseorang mengawali doanya menggunakan kata-kata, “Tuhan, saya mohon… ,” “Tuhan, dengarkanlah permintaan saya… ,” “Tuhan, tolong kabulkanlah… ,” “Tuhan, jangan ambil…” saya dapat menarik kesimpulan bahwa orang tersebut secara tidak sadar mengira bahwa Tuhan menahan sesuatu yang baik dari dirinya.

(Baca juga: TUHAN DAPAT MENGHUKUM KITA, TETAPI DIA MEMILIH MENGASIHI KITA)

Doa demikian banyak dikutip dari doa para tokoh Perjanjian Lama yang tidak mengetahui bahwa Tuhan rela mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan manusia.

Kita adalah orang-orang yang beruntung. Kita tahu, karena begitu besar kasih Bapa Sorgawi, Dia merelakan Yesus untuk kita. Jika Yesus saja diberikan, apalagi kesembuhan, berkat, kesehatan, kelimpahan, umur panjang, dan masa depan yang indah (Roma 8:32).

Teman, tidak ada lagi yang Tuhan tahan dari kita. Semua yang baik yang kita perlukan telah dianugerahkan kepada kita bersamaan dengan Yesus 2000 tahun yang lalu. Jika Anda percaya hal tersebut, itu akan mengubah cara Anda berdoa kepada Tuhan.

Doa dalam Perjanjian Lama:

1. Mazmur 28:2 Dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus.
2. Mazmur 39:12 Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku menumpang pada-Mu, aku pendatang seperti semua nenek moyangku.
3. Mazmur 79:9 Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!

Bandingkan dengan doa di dalam Perjanjian Baru:

1. Kisah Para Rasul 3:6 Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”
2. Yohanes 11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!”
3. Lukas 13:12 Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.”

(Baca juga: STRES DAN DEPRESI ADALAH INDIKASI DARI SESUATU YANG BERBAHAYA)

Saya percaya Anda dapat merasakan ada dua “nada” yang berbeda antara doa di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Doa dalam Perjanjian Baru dipanjatkan dengan penuh keyakinan bahwa hal tersebut pasti terjadi, tanpa sedikit pun keraguan, sedangkan doa di dalam Perjanjian Lama tersirat seolah hal tersebut belum tentu dikabulkan oleh Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.