CARA MUDAH MENGENAL BAPA SORGAWI

Bahan renungan:

Yohanes 1:18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Banyak orang bertanya-tanya seperti apakah Bapa di Sorga? Apa yang Dia pikirkan, bagaimana reaksi-Nya dalam situasi tertentu, apa rencana-Nya dalam hidup kita, seperti apa suara-Nya, bagaimana sifat-Nya, dan lain sebagainya.

(Baca juga: SETIAP KITA PERLU MEMILIKI PEMBIMBING ROHANI)

Satu-satunya cara kita dapat mengetahui gambaran mengenai Bapa Sorgawi adalah melalui kehidupan Yesus. Yohanes 14:9 mengatakan, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Kemudian, di dalam Yohanes 10:30, Yesus berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.”

Cara Yesus mengasihi, melakukan sesuatu, mengorbankan sesuatu, menyediakan sesuatu, dan memberikan sesuatu untuk banyak orang adalah gambaran bagaimana Bapa Sorgawi mengasihi kita.

Ketika kita membaca kisah di mana Yesus memberi makan orang banyak, menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati, mengusir roh jahat, melakukan mukjizat, dan lain sebagainya, itu adalah gambaran apa yang Bapa Sorgawi lakukan bagi hidup kita.

Dia adalah Bapa yang baik dan yang diberikan-Nya kepada kita hanyalah yang baik.

Sepanjang saya mempelajari beberapa kepercayaan lain, saya dapat yakin mengatakan tidak ada satu kitab suci di dunia yang memiliki gambaran mengenai Tuhan sejelas yang Firman Tuhan berikan. Juga, tidak ada satu pun aliran atau kepercayaan di dunia ini menceritakan bahwa tuhan yang mereka sembah memperkenalkan dirinya sebagai Bapa yang dekat yang mengasihi tanpa syarat.

(Baca juga: TUHAN INGIN ANDA SEHAT)

Saya rindu mengajak kita semua semakin dalam mengenal Yesus. Karena, melalui kehidupan Yesus, kita akan menemukan bukti yang sangat jelas bahwa Bapa Sorgawi sangat mengasihi kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

APAKAH ROH KUDUS AKAN PERGI KALAU KITA HUJAT?

Bahan renungan:

1 Korintus 6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

Ketika Anda percaya kepada Yesus, roh Anda yang lama atau manusia lama Anda turut disalibkan bersama Kristus dan menjadi satu dengan Roh Kudus. Alkitab menyebutnya sebagai manusia baru (Kolose 3:10), ciptaan baru (2 Korintus 5:17), dan hati yang baru (Yehezkiel 36:26).

(Baca juga: ALASAN MENGAPA ANDA TIDAK MUNGKIN DITINGGALKAN ROH KUDUS)

Pada renungan kemarin, kita telah membahas bahwa Roh Kudus selamanya akan tinggal di dalam hati Anda, menyertai Anda, dan tidak akan pernah meninggalkan Anda. Tidak ada hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat Roh Kudus meninggalkan Anda. Dosa atau perbuatan jahat Anda tidak akan membuat Roh Kudus meninggalkan Anda. Dia akan selalu bersama-sama dengan Anda dan bersaksi mengenai Yesus (Yohanes 15:26). Roh Kudus akan menuntun dan mengingatkan Anda kepada Yesus dan kebenaran-Nya (Yohanes 16:3).

Dulu, saya pernah mendengar sebuah pengajaran yang mengatakan bahwa Roh Kudus dapat pergi meninggalkan kita kalau kita menghujat-Nya? Mari kita bahas pernyataan yang diambil dari perkataan Yesus dalam Markus 3:29 dan Lukas 12:10. Secara garis besar Yesus mengatakan, “Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”

Teman, perhatikan. Ayat di atas tidak ditujukkan untuk Anda, tetapi untuk orang-orang yang tidak percaya, meninggalkan, atau menolak Yesus. Orang yang percaya Yesus tidak mungkin menghujat Roh Kudus. Setiap orang yang percaya kepada Yesus telah menerima penebusan dan pengampunan dosa (Kolose 1:14) dan pasti diselamatkan (Roma 5:8-10, Roma 10:9-10). Alkitab menjaminnya. Jadi, ayat di atas bukan untuk kita, melainkan untuk mereka yang menolak atau meninggalkan Yesus.

“Bagaimana kalau saya pernah menghujat Roh Kudus, apakah Roh Kudus sudah pergi meninggalkan saya?”

Pertama, Anda perlu membedakan antara Roh Kudus meninggalkan Anda dengan Anda meninggalkan Roh Kudus. Itu dua hal yang berbeda. Yesus sendiri yang menjamin bahwa Roh Kudus, Sang Penolong dan Penghibur, akan menyertai kita dan diam di dalam kita selamanya (Yohanes 14:16-17). Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkan kita. Lain ceritanya kalau Anda yang ingin pergi meninggalkan Roh Kudus.

(Baca juga: MEMILIKI HARAPAN MEMBUAT ANDA TIDUR NYENYAK)

Teman, jika Anda sedang pergi meninggalkan Tuhan, kembalilah, Bapa Sorgawi menantikan Anda. Dia rindu menyambut Anda seperti menyambut si bungsu yang hilang. (penulis: @mistermuryadi)

ANDA BUKAN LAGI HAMBA, TETAPI ANAK

Bahan renungan:

Galatia 4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

Hari ini saya ingin menyegarkan ingatan Anda bahwa saat Anda percaya kepada Yesus, Anda tidak lagi disebut sebagai hamba, melainkan anak. Seorang bapa selalu menyenangkan anaknya, begitu pun Bapa Sorgawi ingin menyenangkan Anda.

(Baca juga: PENYAKIT-PENYAKIT INI DISEBABKAN OLEH GANGGUAN EMOSI)

Sebagai anak, Anda berhak atas setiap janji yang pernah Tuhan ucapkan kepada Abraham. Tuhan pernah menjanjikan keturunan yang banyak, umur panjang, nama masyhur, sehat, awet muda, dan berkelimpahan kepada Abraham. Kini, janji-janji tersebut adalah bagian Anda di dalam Kristus.

Banyak orang mengira, sebagai anak Tuhan, mereka perlu bekerja keras, melakukan ini dan itu, berbuat baik, untuk mendapatkan janji-janji Tuhan. Anda keliru, justru itu sikap seorang hamba. Hamba menerima haknya karena dia bekerja, tetapi anak menerima haknya karena statusnya sebagai anak. Anak tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkan haknya.

Tuhan menjawab doa Anda, mengabulkan harapan-harapan Anda, bukan karena Anda berdoa puasa, rajin baca Alkitab, atau pun taat terhadap seluruh ketetapan-Nya. Saya tidak katakan salah untuk melakukan semua itu., tetapi Anda perlu mengerti bahwa Tuhan tidak memberikan berkat, kesehatan, dan mukjizat karena apa yang Anda kerjakan bagi Dia. Dia memberikan semua yang baik kepada Anda, karena Anda adalah anak-Nya.

Jika Anda mengaminkan hal yang saya bahas di atas, itu akan mengubah cara Anda berdoa, meminta, dan memohon kepada Tuhan. Banyak orang berdoa, meminta, dan memohon kepada Tuhan dengan sikap seorang hamba, padahal Anda bukan lagi hamba, melainkan anak. Datanglah kepada Dia dengan sikap seorang anak.

Seorang anak tidak pernah berpikir sedikit pun bahwa ayah atau ibunya akan mencelakai dia, menahan hal-hal baik dari dirinya, atau meninggalkan dirinya. Seorang anak tahu pasti ketika dia lapar, ayah ibunya sudah menyediakan makanan; ketika dia berteriak minta tolong, ayah ibunya akan berlari secepat mungkin menolongnya. Seorang anak tidak pernah memohon-mohon kepada orang tuanya.

(Baca juga: NERAKA TIDAK DICIPTAKAN UNTUK MANUSIA)

Teman, Anda adalah anak Bapa Sorgawi dan Dia sangat mengasihi Anda. Dia ingin Anda sehat, diberkati, umur panjang, dan sukses. Itu sebabnya Dia senantiasa menuntun Anda untuk hidup di dalam jalan-jalan-Nya, supaya Anda dapat menikmati semua yang baik yang telah Dia rancangkan untuk Anda. (penulis: @mistermuryadi)

KEKRISTENAN ADALAH TENTANG HUBUNGAN DENGAN BAPA

Bahan renungan:

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Yesus tidak datang ke dunia untuk menyebarkan agama Kristen. Bahkan, faktanya Yesus tidak beragama Kristen. Kata “Kristen” pertama kali tercetus di Antiokia setelah Yesus naik ke Sorga. Kristen merupakan sebutan, yang sekaligus menjadi ejekan, bagi para pengikut Kristus.

(Baca juga: BERSAMA TUHAN LAKUKAN PERKARA GAGAH PERKASA)

Kita perlu tahu bahwa satu-satunya alasan Yesus datang ke dunia adalah untuk mengembalikan hubungan manusia dengan Bapa yang rusak akibat kutuk dosa. Yesus datang menjadi pengantara untuk mendamaikan kita dengan Tuhan (1 Timotius 2:5), sehingga kita dapat kembali memanggil Dia, Abba (Roma 8:15).

Mengenakan kalung salib, kaos bertulisan ayat Alkitab, pergi ke gereja, atau pandai menyanyi lagu rohani tidak menjadikan Anda seorang Kristen. Kita disebut Kristen karena kita mengenal Bapa kita, karena kita memiliki hubungan dengan-Nya, karena kita mengetahui pikiran, rencana, dan janji-Nya. Dan, tidak ada cara lain untuk mengenal Bapa selain dengan membaca dan merenungkan kebenaran-Nya setiap hari.

Suatu hari saya pernah berbincang dengan seseorang yang menjadi Kristen selama lebih dari 20 tahun, tetapi kesulitan menyebutkan lima saja janji Tuhan yang ada di Alkitab. Juga, saya pernah berbincang dengan seseorang yang menjadi Kristen sejak lahir, tetapi kesulitan untuk menemukan kitab Filemon, Yudas, Zefanya, dan Habakuk di Alkitabnya.

(Baca juga: ANDA LEBIH BERHARGA DARI BURUNG PIPIT)

Ya, untuk satu tujuan inilah Yesus datang ke dunia menebus seluruh dosa dan pelanggaran kita. Supaya tidak ada lagi penghalang antara kita dengan Bapa, sehingga kita dapat mengenal Bapa, dan percaya kepada rancangan-Nya yang besar atas hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

YANG PERLU KITA KETAHUI MENGENAI PRIBADI BAPA SORGAWI

Bahan renungan:

Yesaya 9:6 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Ada begitu banyak pendapat mengenai Bapa Sorgawi di luar sana dan tidak sedikit yang memiliki pendapat yang salah mengenai Bapa Sorgawi. Saya sebut salah karena tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

(Baca juga: JIKA GAGAL PAHAM TENTANG TUHAN, LIHAT KRISTUS)

Saya tidak tahu seperti apa gambaran Bapa Sorgawi di mata Anda. Namun, dari perjalanan saya selama menjadi seorang Kristen, saya mengenal sosok Bapa Sorgawi sebagai berikut ini:

  1. Pencipta Langit dan Bumi (Kejadian 1:1)
    Kebenaran ini membuat saya tidak pernah meragukan kekuatan, kehebatan, dan kemahakuasaan Bapa Sorgawi. Saya mengenal-Nya sebagai sosok yang gagah perkasa.
  2. Sang Penyembuh (Keluaran 15:26, Mazmur 103:3, Yesaya 57:18, Matius 15:30)
    Beberapa tahun lalu, saya pernah mengidap sebuah penyakit yang belum ada obatnya di dunia ini, meski demikian, saya telah sembuh hari ini. Kebenaran mengenai Bapa Sang Penyembuh ini yang membuat saya tidak takut terhadap apapun penyakit yang saya idap atau hadapi ketika mendoakan orang lain, karena saya tahu segala penyakit dapat DIA sembuhkan.
  3. Sang Penyedia (Kejadian 22:14, Mazmur 37:25, Matius 7:9-11, Filipi 4:18)
    Saya beberapa kali mengalami kekurangan di dalam hidup saya, namun saya percaya bahwa Bapa di Sorga senantiasa memelihara saya. Kalau burung pipit dipelihara dan bunga bakung didandani, apalagi saya, anak kesayangan-Nya. Sampai hari ini, saya dapat teguh mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah sedetik pun membiarkan saya kekurangan.
  4. Sang Pengampun (Mazmur 103:3, Yesaya 1:18, Lukas 5:24, Yohanes 8:11, 1 Korintus 1:30)
    Beribu-ribu kali saya berbuat dosa dan Tuhan senantiasa melepaskan pengampunan-Nya kepada saya. Saya bersyukur, Bapa Sorgawi adalah Bapa yang mengasihi, bukan menghukum. Seseorang pernah pernah bertanya kepada saya, “Jika kita seribu kali melakukan dosa yang sama, apakah Tuhan akan mengampuni kita sebanyak itu juga?” Saya katakan, tentu saja. Namun pertanyaan terpentingnya bukan apakah Tuhan mau mengampuni kita terus menerus, tetapi apakah kita mau terus menerus hidup di dalam dosa? Kalau saya, tentu saja tidak mau!
  5. Sumber Jawaban (1 Korintus 10:13, Ayub 12:13, Kolose 2:3)
    Selama kita hidup di dunia, pasti kita akan menghadapi masalah. Kita senantiasa membutuhkan jalan keluar dan jawaban untuk setiap pergumulan kita, dan saya ingin meyakinkan Anda bahwa kita hanya menemukannya di dalam YESUS, yang adalah Sumber Hikmat.

(Baca juga: APA KATA YESUS TENTANG HUKUM TAURAT?)

Masih banyak hal mengenai Bapa Sorgawi yang belum saya tuliskan dan bahkan belum saya pahami. Namun satu hal yang saya sangat yakini bahwa Tuhan adalah Bapa yang baik, yang tidak pernah merancangkan yang buruk bagi Anda dan saya. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

JIKA GAGAL PAHAM TENTANG TUHAN, LIHAT KRISTUS

Bahan renungan:

Yohanes 14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.

Banyak orang, khususnya mereka yang suka membaca Perjanjian Lama, seringkali gagal paham mengenai TUHAN. Mereka pikir TUHAN adalah Pribadi yang pemarah, kejam, dan suka menghukum. Padahal di sisi lain, Alkitab mengatakan TUHAN penuh kasih sayang, gembala yang baik, dan sangat mengasihi manusia. Hal tersebut menimbulkan kebingungan.

(Baca juga: HARGAI DIRI ANDA, JIKA ANDA INGIN DIHARGAI ORANG LAIN)

Saya tidak mengatakan salah membaca Perjanjian Lama, saya sendiri suka membacanya. Namun, pemahaman kita yang terbatas mengenai Perjanjian Lama membuat kita sering salah mengartikan Pribadi TUHAN. Itu sebabnya, supaya kita tidak gagal paham tentang TUHAN, YESUS mengatakan, “Kalau kamu melihat Aku, kamu juga melihat DIA; kalau kamu mengenal Aku, kamu juga mengenal DIA yang telah mengutus Aku.”

Ibrani 1:3 mengatakan bahwa YESUS adalah cahaya kemuliaan TUHAN dan gambar wujud TUHAN. Semua hal yang YESUS lakukan, katakan, dan tunjukkan merupakan gambaran sempurna tentang sosok TUHAN.

Suatu hari seorang ibu berusaha menyakinkan saya bahwa TUHANlah yang mengijinkan kemiskinan dan penyakit dalam hidupnya. TUHAN melakukan hal tersebut supaya dia belajar mengenai arti penting kehidupan. Saya bertanya kepadanya, “Apa yang membuat Anda berpikir seperti itu mengenai TUHAN?” Ibu ini menjawab, “Dalam Perjanjian Lama, Tuhan mengijinkan penyakit bagi hidup Ayub, Tuhan memberikan penyakit sampar kepada Bangsa Israel dan memukul mereka dengan kutuk. Saya yakin TUHAN juga yang melakukan ini kepada saya.”

Lalu, saya jelaskan kepadanya bahwa segala kutuk, termasuk kutuk keturunan, dan sakit penyakit kita telah ditanggung oleh YESUS (Galatia 3:13). TUHAN tidak lagi mengutuk, mengirimkan penyakit, atau belalang pelahap ke dalam hidup kita. Kemudian saya memintanya untuk berhenti berasumsi tentang Pribadi TUHAN, dan mulai melihat kepada kehidupan YESUS jika ingin mengenal TUHAN lebih dalam lagi.

(Baca juga: APA BENAR ORANG PERCAYA MEMERLUKAN HUKUM TAURAT?)

Hari ini, ibu tersebut percaya bahwa TUHAN yang dia adalah TUHAN yang baik, yang tidak pernah merancangkan yang jahat bagi dirinya. Haleluya. (penulis: @mistermuryadi)

MENGAPA MANUSIA MENINGGAL? APAKAH TUHAN YANG MENGAMBIL?

people at a funeral

Sekitar tiga minggu lalu, saya mengunggah sebuah rekaman Dating God in 60 Second berjudul Tuhan Yang Memberi, Tetapi Bukan Tuhan Yang Mengambil di Instagram @hagahtoday. Lalu, kemarin ada seseorang memberikan komentar bahwa menurut dia, manusia meninggal karena Tuhanlah yang mengambil manusia dari dunia ini, dengan cara Tuhan mengijinkan manusia tersebut mengalami kecelakaan ataupun sakit.

(Baca juga: TUHAN ADALAH BAPA YANG SANGAT BAIK)

Namun, apakah benar Alkitab mengatakan demikian?

Saya sungguh heran dari mana asal pengajaran bahwa Tuhanlah dalang yang mengambil kehidupan manusia di dunia ini. Dugaan saya, hal ini dikutip dari kata-kata yang dilontarkan Ayub waktu dia di dalam tekanan. Ayub 1:21 mengatakan, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama TUHAN.” Mengenai pernyataan Ayub itu, saya sudah menjelaskannya pada tautan berikut: TEOLOGI MENYESATKAN: “TUHAN YANG MEMBERI, TUHAN YANG MENGAMBIL” Saya sarankan Anda membacanya terlebih dulu.

Mari kita masuk ke topik utamanya.

Apakah Tuhan yang menciptakan kematian?

Kitab Kejadian adalah kitab yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan ini. Di dalam Kejadian 1, kita dapat melihat rencana awal Tuhan ketika DIA menciptakan segala sesuatu. Pada mulanya, Tuhan hanya menciptakan langit dan bumi. Langit adalah kediaman Tuhan dan semua malaikat, dan Bumi adalah kediaman kita, dan segala makhluk ciptaan Tuhan lainnya.

Lalu, Tuhan memberikan tujuan kepada masing-masing makhluk yang Dia ciptakan. Kepada manusia, Tuhan mengatakan, “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

(Baca juga: AYUB (bagian 01) – APAKAH TUHAN BEKERJA SAMA DENGAN IBLIS?)

Dalam seluruh pasal Kejadian 1, Tuhan sama sekali tidak menyebutkan adanya fase kematian terhadap manusia, begitu juga dengan neraka, sama sekali tidak disebutkan. Yang ada hanya kehidupan.

Sampai suatu saat, kita semua tahu, Adam dan Hawa digoda ular dan jatuh ke dalam dosa. Sejak itulah kehidupan manusia menjadi rusak, Roma 3:23 mengatakan manusia telah kehilangan kemuliaan Allah. Dosa membuat manusia menjauhkan diri dari Tuhan, dan sebagai akibatnya, manusia terpisah dari Tuhan dan mati (Roma 6:23).

Sejak tragedi di Taman Eden, kematian secara daging menjadi bagian dari hidup manusia. Manusia lahir, tumbuh, dan mati secara daging. Saya bersyukur Yesus datang ke Bumi dan memberikan kepada kita roh yang baru, sehingga ketika daging kita mati di Bumi ini, roh kita tetap hidup selama-lamanya di Sorga kekal.

screen-shot-2016-11-11-at-12-45-46-amJadi, apakah Tuhan yang menciptakan kematian, atau lebih tepatnya kematian secara daging? Tentu saja bukan. Tuhan menciptakan kehidupan. Dalam Yohanes 10:10, Yesus menegaskan bahwa Dia datang supaya kita mempunyai hidup. Lalu, di Yohanes 11:26 Yesus mengatakan, ” … dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” Secara konsisten, dari awal penciptaan sampai kelahiran Yesus, Tuhan ingin manusia hidup, bukan mati.

Kematian secara daging menjadi bagian dari siklus kehidupan manusia karena keputusan yang manusia buat. Namun, berita gembiranya, semua orang yang percaya kepada Yesus tidak akan pernah mengalami kematian, kita akan hidup selamanya. Haleluya!

Usia manusia menurut Alkitab

Menurut Kejadian 6:3, Tuhan mengatakan bahwa usia manusia akan 120 tahun. Kendati demikian, pemazmur menuliskan di Mazmur 90:10 bahwa usia manusia hanya 70 tahun saja. Lalu, mana yang benar? Tergantung yang mana yang Anda ingin percayai. Saya pribadi, karena Tuhan menjanjikan umur panjang dalam Mazmur 21:4 dan Amsal 3:16, saya berharap usia saya akan mencapai 120 tahun.

Perlu dicatat, Kejadian 6:3 diucapkan oleh Tuhan sendiri, sedangkan Mazmur 90:10 dituliskan oleh si pemazmur.

Suatu hari saya pernah juga bertanya kepada seseorang mengenai berapa lama dia ingin hidup di dunia, lalu dia menjawab, “Saya tidak ingin hidup terlalu lama, terlalu banyak kepedihan yang saya lihat dan rasakan, saya ingin cepat-cepat masuk Sorga, tempat yang yang penuh sukacita dan damai.” Ternyata, ada juga orang yang tidak ingin hidup terlalu lama di dunia ini. Bagaimana dengan Anda?

Lalu, bagaimana dengan mereka yang meninggal sebelum 70 tahun?

Cukup sering saya mengunjungi ibadah pemakaman dan di 90% ibadah pemakaman yang saya hadiri, saya sering mendengar orang mengatakan, “Memang ini kehendak Tuhan, Tuhan yang mengijinkan hal ini terjadi, semua ini terjadi karena rencana Tuhan.” Apa benar demikian?

(Baca juga: AYUB (bagian 02) – APA DAN SIAPA YANG SEBABKAN PENDERITAANNYA?)

Menurut Anda, apakah Tuhan kita Tuhan yang mengatakan, “Usia kamu akan sampai 120 tahun,” lalu pada kesempatan terpisah Dia mengijinkan kecelakaan atau sakit penyakit terjadi di dalam hidup kita sehingga kita meninggal lebih cepat? Saya sungguh tidak percaya Tuhan yang saya sembah memiliki sifat seperti ini. Saya juga tidak percaya kalau Tuhan tidak dapat memegang perkataan-Nya sendiri.

“Kalau bukan Tuhan yang mengijinkan, mengapa ada orang yang meninggal sebelum usia 70 tahun?”

Saya berikan sebuah ilustrasi. Anda membeli sebuah mobil baru dari showroom. Showroom tersebut menjamin, jika Anda merawat dengan baik, mobil tersebut dapat dipakai selama 10 tahun. Lalu, suatu hari mobil Anda mogok dan seorang teknisi mengatakan mobil Anda sudah rusak dan tidak dapat dipakai lagi. Anda bingung mengapa mobil tersebut rusak, padahal baru dipakai lima tahun. Setelah diperiksa, sang teknisi mengatakan, mobil Anda jarang diservis dan sering membawa beban lebih berat dari seharusnya. Apakah ini artinya pabrik mobil tersebut yang membuat mobil Anda rusak? Tentu tidak. Cara Anda memperlakukan mobil tersebut yang membuat mobil Anda rusak sebelum waktunya. Hal yang sama terjadi pada hidup kita. Seringkali kita tidak menjalani kehidupan yang sesuai dengan “buku panduan” yang telah TUHAN berikan. Teman, Anda diciptakan oleh Tuhan, itu sebabnya kita perlu mempelajari Firman Tuhan mengenai cara menjalani kehidupan di dunia ini. Jika terjadi penyimpangan, tidak heran kita “rusak” sebelum waktunya.

Penghiburan

Saya tidak sedang berusaha mengecilkan kesedihan Anda akibat kepergian orang-orang yang Anda kasihi. Namun, kita perlu melihat hal itu dengan benar, supaya kita tidak larut dalam pikiran bahwa Tuhanlah dalang kepergian mereka. Saya bertemu beberapa orang yang bertahun-tahun menyimpan kepahitan dan kekecewaan mendalam karena mengira Tuhan yang mengijinkan orang-orang yang mereka kasihi meninggal dunia.

landscape-1470747817-funeralMemang, cara termudah untuk meringankan kesedihan orang yang sedang berduka adalah dengan mengatakan, “Semua adalah rencana Tuhan dan rencana-Nya adalah yang terbaik,” tetapi ini bukan jawaban yang benar. Jika Anda ingin mencari jawaban yang benar, Anda perlu menelusuri kehidupan orang-orang tersebut. Anda perlu mencari tahu apakah setiap keputusan dan cara hidup mereka sesuai dengan buku panduan yang Tuhan sudah berikan.

Satu hal yang saya sangat yakin mengenai Tuhan, bukan Tuhan yang mengijinkan kecelakaan, sakit penyakit, atau pun hal-hal buruk terjadi dalam hidup kita, apalagi sampai merenggut nyawa. Yeremia 29:11 sangat jelas mengatakan rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan.

(Baca juga: TUHAN HANYA RANCANGKAN YANG BAIK)

Teman, Tuhan tidak pernah mengambil dari kita, justru Tuhan kita Maha-Memberi. Ayat 1 Yohanes 4:8 mengungkap bahwa Tuhan adalah kasih. Sifat kasih adalah memberi, bukan mengambil. Kebenaran ini sejalan dengan Yohanes 3:16, “Karena begitu besar KASIH Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah MENGARUNIAKAN Anak-Nya yang tunggal …” Bahkan, ketika semua manusia jatuh di dalam dosa, Tuhan tidak mengambil seluruh kehidupan kita, sebaliknya, Dia memberikan Yesus kepada kita, untuk menuntun kita kepada pertobatan (Roma 2:4). Haleluya. (penulis: @mistermuryadi)

=========

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika artikel ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.