JIKA GAGAL PAHAM TENTANG TUHAN, LIHAT KRISTUS

Bahan renungan:

Yohanes 14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.

Banyak orang, khususnya mereka yang suka membaca Perjanjian Lama, seringkali gagal paham mengenai TUHAN. Mereka pikir TUHAN adalah Pribadi yang pemarah, kejam, dan suka menghukum. Padahal di sisi lain, Alkitab mengatakan TUHAN penuh kasih sayang, gembala yang baik, dan sangat mengasihi manusia. Hal tersebut menimbulkan kebingungan.

(Baca juga: HARGAI DIRI ANDA, JIKA ANDA INGIN DIHARGAI ORANG LAIN)

Saya tidak mengatakan salah membaca Perjanjian Lama, saya sendiri suka membacanya. Namun, pemahaman kita yang terbatas mengenai Perjanjian Lama membuat kita sering salah mengartikan Pribadi TUHAN. Itu sebabnya, supaya kita tidak gagal paham tentang TUHAN, YESUS mengatakan, “Kalau kamu melihat Aku, kamu juga melihat DIA; kalau kamu mengenal Aku, kamu juga mengenal DIA yang telah mengutus Aku.”

Ibrani 1:3 mengatakan bahwa YESUS adalah cahaya kemuliaan TUHAN dan gambar wujud TUHAN. Semua hal yang YESUS lakukan, katakan, dan tunjukkan merupakan gambaran sempurna tentang sosok TUHAN.

Suatu hari seorang ibu berusaha menyakinkan saya bahwa TUHANlah yang mengijinkan kemiskinan dan penyakit dalam hidupnya. TUHAN melakukan hal tersebut supaya dia belajar mengenai arti penting kehidupan. Saya bertanya kepadanya, “Apa yang membuat Anda berpikir seperti itu mengenai TUHAN?” Ibu ini menjawab, “Dalam Perjanjian Lama, Tuhan mengijinkan penyakit bagi hidup Ayub, Tuhan memberikan penyakit sampar kepada Bangsa Israel dan memukul mereka dengan kutuk. Saya yakin TUHAN juga yang melakukan ini kepada saya.”

Lalu, saya jelaskan kepadanya bahwa segala kutuk, termasuk kutuk keturunan, dan sakit penyakit kita telah ditanggung oleh YESUS (Galatia 3:13). TUHAN tidak lagi mengutuk, mengirimkan penyakit, atau belalang pelahap ke dalam hidup kita. Kemudian saya memintanya untuk berhenti berasumsi tentang Pribadi TUHAN, dan mulai melihat kepada kehidupan YESUS jika ingin mengenal TUHAN lebih dalam lagi.

(Baca juga: APA BENAR ORANG PERCAYA MEMERLUKAN HUKUM TAURAT?)

Hari ini, ibu tersebut percaya bahwa TUHAN yang dia adalah TUHAN yang baik, yang tidak pernah merancangkan yang jahat bagi dirinya. Haleluya. (penulis: @mistermuryadi)

Advertisements

TUHAN ITU PENYAYANG, PENGASIH, PANJANG SABAR, DAN SETIA

Bahan renungan:

Mazmur 103:8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Sejak kecil kita mungkin sering mendengar kalau “Kalau kamu berbuat baik, Tuhan sayang kepadamu, namun kalau kamu jahat, Tuhan membenci dan akan menghukum kamu.” Dengan pemikiran ini, akibatnya, banyak orang Kristen bukan lagi hidup takut akan TUHAN, tetapi ketakutan terhadap TUHAN.

(Baca juga: PENGHARAPAN (BAG. 06): APA YANG PERLU KITA LAKUKAN SEMENTARA MENANTIKAN PENGHARAPAN KITA?)

Teman, ayat yang Anda baca di atas mengungkapkan karakter atau sifat TUHAN yang kita sembah. Bahwa DIA adalah TUHAN yang penyayang, pengasih, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia. DIA bukan TUHAN yang menghukum, mengahakimi, menyelidiki atau pun mengingat kesalahan-kesalahan kita.

Sejak pertama kali TUHAN menciptakan manusia, DIA sudah memutuskan untuk senantiasa mengasihi manusia sebagai anakNYA. Dan sampai hari ini, komitmenNYA tidak berubah.

(Baca juga: PENGHARAPAN (BAG. 01): SIAPA YANG BERHAK MENGHARAPKAN DARI TUHAN?)

Ketika Anda sakit, Anda perlu tahu bahwa DIA adalah Bapa yang menyembuhkan; ketika Anda sedang kuatir atau takut akan masa depan, Anda perlu tahu bahwa DIA adalah Bapa yang menjamin masa depan Anda indah dan penuh pengharapan; dan ketika Anda sedang merasa kesepian atau ditinggalkan, Anda perlu tahu bahwa DIA adalah Bapa yang senantiasa ada bersama-sama dengan Anda. (penulis: @mistermuryadi)

TEMAN, JANGAN BERHENTI BERHARAP!

Bahan renungan:

Mazmur 43:5 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepadaNYA, penolongku dan Allahku!

Kitab Ibrani 6:19 mengatakan, “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita …” Mungkin saya membahasakannya begini, tanpa pengharapan, jiwa Anda akan semakin lemah. Pengharapan memberikan Anda tujuan hidup. Kalau hari ini Anda sedang merasa tertekan, stres, atau penuh dengan pergumulan, kembalilah berharap.

(Baca juga: APAKAH PLAYLIST LAGU ANDA MENCERITAKAN PENGHARAPAN?)

“Dalam situasi seperti ini, apa yang bisa saya harapkan?” Teman, Anda selalu bisa mengharapkan janji-janji Tuhan. Buka kembali Alkitab Anda, dan pegang satu atau dua janji Tuhan, lalu renungkan hal tersebut dan ucapkan pengharapan Anda berdasarkan janji tersebut.

Ingatkan kembali diri Anda akan betapa besar dan hebatnya Tuhan. Segarkan kembali ingatan Anda bahwa Tuhan tidak pernah gagal terhadap janjiNYA. Mari teman, harapkanlah yang besar. Anda berhak melakukannya di dalam Kristus, karena DIA menjanjikan yang besar untuk Anda.

Jangan biarkan ketakutan atau kekuatiran mendominasi pikiran Anda, tidak ada gunanya. Ambilah sebuah ayat Firman Tuhan, renungkanlah, dan biarlah pikiran Anda didominasi oleh janji-janji Tuhan.

(Baca juga: KITA MEMILIKI YESUS, ARTINYA KITA MEMILIKI PENGHARAPAN)

Saya teringat beberapa waktu lalu ketika saya sedang dalam kondisi yang kurang baik, saya hanya mengucapkan satu ayat ini, berulang-ulang, setiap ada kesempatan, “Engkau adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku.” Ya, hanya kalimat ini saja. Sampai akhirnya ayat ini terus menggaung di pikiran saya dan hati saya perlahan mulai diteguhkan bahwa ada TUHAN yang senantiasa memelihara saya, kenapa saya harus kuatir dan takut.

Teman, berharaplah kepadaNYA. DIA adalah Bapa yang baik, Jehovah Jireh, Tuhan yang menyembuhkan, Allah yang gagah perkasa, dan Sahabat yang tidak pernah meninggalkan kita. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

SELALU KATAKAN “IYA” KEPADA TUHAN

Bahan renungan:

Kejadian 12:1-4 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.

Teman, Anda perlu sangat berhati-hati dan bijaksana mengucapkan kata “IYA” atau “TIDAK” kepada suatu ajakan, tawaran, atau kesempatan. Sebaiknya Anda memilih “DIAM” sampai Anda benar-benar yakin bahwa keputusan Anda sesuai Firman Tuhan.

(Baca juga: KITA YANG DIUNTUNGKAN KETIKA IKUT PERINTAH TUHAN)

Abraham adalah salah satu tokoh yang selalu mengatakan “IYA” kepada Tuhan. Dalam ayat di atas, bahkan Tuhan belum memberitahu ke mana Abraham harus pergi. Tuhan hanya katakan supaya Abraham meninggalkan Ur-Kasdim menuju ke negeri yang akan Tuhan tunjukkan (ayat 1). Teman, Abraham menyadari bahwa Pribadi yang memberikan perintah kepadaNYA adalah Pribadi yang memegang teguh janjiNYA.

Misalnya suatu hari Anda mendapatkan tawaran pekerjaan bergaji sangat besar, namun Anda diminta melakukan hal-hal yang melanggar Firman Tuhan, kira-kira Anda akan menjawab “IYA” atau “TIDAK”? Atau saat Anda memilih pasangan hidup. Anda sangat mencintai seseorang, namun orang tersebut berbeda keyakinan dengan Anda, kira-kira jawaban apa yang akan Anda berikan? Saat Anda butuh meng-iya-kan sesuatu atau men-tidak-an sesuatu, percayalah Firman Tuhan satu-satunya pedoman yang paling tepat.

(Baca juga: KITA DIBERIKAN KEHENDAK BEBAS UNTUK MENENTUKAN HIDUP)

Dan, dengan berat hati saya harus katakan, pada saat Anda memutuskan sesuatu yang tidak sejalan dengan Firman Tuhan, keputusan Anda akan selalu berakhir buruk. Yohanes 15:5 katakan, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Selalu katakan “IYA” kepada TUHAN, karena DIA adalah Bapa yang sangat baik, DIA tahu yang terbaik bagi kita, dan DIA selalu menginginkan yang terbaik untuk kita. (penulis: @mistermuryadi)

KEHENDAK TUHAN ADALAH SUPAYA KITA DISELAMATKAN

Bahan renungan:

Yakobus 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Jika hari ini Anda mengalami sesuatu yang buruk, saya ingin katakan bahwa hal tersebut bukan berasal dari TUHAN. Kehendak TUHAN adalah Anda dan saya hidup dalam keadaan yang terbaik. Firman Tuhan dalam Yakobus 1:3 mengatakan, “Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.”

Menurut ayat renungan kita hari ini, pemberian yang baik dan anugerah yang sempurna datangnya dari BAPA Sorgawi. “Lalu bagaimana dengan pemberian yang buruk dan sesuatu yang tidak sempurna?” Tentu hal tersebut datang dari bapa segala yang jahat, yaitu iblis, bukan dari TUHAN. Raja Daud pernah menulis Mazmur 23:6a, “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku.” Yang mengikuti di belakang Anda bukan kecelakaan, kegagalan, bangkrut, atau hal buruk lainnya. Yang mengikuti Anda adalah kebajikan dan kemurahan Tuhan.

“Menurut saya, semua yang buruk terjadi dalam hidup saya karena TUHAN yang mengijinkannya. Bukankah TUHAN berkuasa mengatur semuanya?”

Apakah Anda berpikir seperti ini? Firman Tuhan katakan dalam 1 Timotius 2:4 mengatakan, “Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan …” Tentu saja adalah kehendak TUHAN supaya setiap orang diselamatkan dan masuk Sorga.

Pertanyaan saya, kalau TUHAN berkehendak menyelamatkan semua orang dan DIA berkuasa mengatur segala sesuatu, mengapa tidak semua orang masuk Sorga? Mengapa masih ada orang yang pergi ke Neraka? Jawabannya sederhana, karena tidak semua orang mau percaya kepada YESUS dan menerima keselamatan di dalam YESUS.

Artinya, kehendak TUHAN tidak terjadi begitu saja di dalam hidup kita, kita perlu percaya supaya kita dapat hidup di dalam kehendakNYA. Saya ingin katakan bahwa TUHAN hanya merencanakan yang baik dan memberikan yang baik bagi Anda dan saya. Kitab Yeremia 29:11 sudah menuliskannya untuk kita, “RancanganKU adalah rancangan damai sejahtera, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (penulis: @mistermuryadi)

BANYAK ALASAN UNTUK BERSYUKUR KEPADA TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 136:1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNYA.

Ketika saya membaca seluruh Mazmur 136 saya bisa membayangkan Bangsa Israel berkumpul, saling bergandengan tangan, menari, dan menyanyi saling berbalasan untuk mengingat kebaikan Tuhan.

“Dengan tangan yang kuat dan dengan lengan yang teracung! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.”

” Kepada Dia yang memimpin umatNya melalui padang gurun! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”

“Dia yang memberikan roti kepada segala makhluk; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.”

Teman, saya hanya ingin mengatakan ada begitu banyak alasan bagi kita untuk bersyukur. Berhenti melihat segala sesuatu dari “kacamata” yang negatif yang akan membuat Anda stres, depresi, dan pesimis. Lihatlah kasih setia Tuhan di dalam hidup Anda dan bersyukurlah.

(Baca juga: Mengingat Kasih Tuhan)

Saya sering melakukan ini. Memutar musik, lalu bernyanyi, dan menari di ruang tamu rumah saya. Ya, saya memiliki masalah dan tekanan yang sama dengan Anda. Namun saya tidak mau membiarkan masalah-masalah tersebut mengambil sukacita dan damai di dalam hati saya. Saya tahu bahwa Tuhan memberikan saya kekuatan untuk menanggung segala sesuatu. Saya percaya Tuhan melakukan hal yang sama untuk Anda.

Teman, bersyukurlah. Lupakan sejenak masalah Anda yang besar, hari ini ingatlah bahwa Anda memiliki Tuhan yang besar. Ayo, bersyukurlah bersama dengan saya! Lupakan sejenak masalah keuangan, masalah keluarga, masalah pribadi, atau pun masalah hari esok Anda.

Saya percaya ada alasan mengapa Firman Tuhan katakan hati yang gembira adalah obat. Mari teman, bergembiralah hari ini! Di gereja, berikan respons ketika sang pemimpin pujian mengajak Anda mengangkat tangan, menari, atau melompat. Ya, bersukacitalah sebab Tuhan kita hebat dan besar. Bersukacitalah karena Tuhan sangat mengasihi Anda. (penulis: @mistermuryadi)

ANUGERAH YANG TERINDAH

Bahan renungan:

1 Yohanes 5:11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.

Sejak zaman Adam dan Hawa, Tuhan telah mengaruniakan keamanan, keselamatan, kesembuhan, kesehatan, kesejahteraan, penghiburan, bahkan kekuatan bagi semua orang yang percaya kepadaNYA. Namun, anugerah yang terindah yang TUHAN pernah berikan bukanlah hal-hal tersebut, melainkan ketika DIA mengaruniakan Yesus, AnakNYA yang tunggal.

Teman, Yesus bukanlah pemberian kedua atau ketiga terbaik, Yesus adalah pemberian yang terbaik bagi Anda dan saya. Saya sangat yakin tidak ada seorang pun di dunia ini rela memberikan anaknya kepada orang lain, tetapi Bapa di Sorga melakukannya untuk kita, karena kasih yang begitu besar, karena Anda begitu spesial dan berharga.

Pertanyaan saya, kalau yang terbaik saja telah diberikan, apalagi hal-hal lainnya?

Kalau YESUS saja tidak segan-segan diberikan untuk Anda dan saya, apalagi kesehatan, kesembuhan, berkat, keamanan, pemulihan, masa depan, dan mukjizat (Roma 8:31). Teman, Anda perlu meyakinkan diri Anda mengenai hal ini. Bahwa Tuhan sangat mengasihi Anda dan kasihNYA kepada Anda tidak bersyarat.

Di saat Anda menyadari hal di atas, Anda akan mengerti bahwa Anda tidak perlu takut atau pun kuatir menjalani kehidupan ini. Tidak peduli seberapa berat atau sulit pergumulan yang Anda hadapi, Anda tahu bersama Tuhan, Anda sanggup menanggung segala perkara. Bersama DIA, Anda kuat. (penulis: @mistermuryadi)