TIDAK DIKUASAI OLEH ALAM MAUT

Bahan renungan:

Matius 16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Firman Tuhan mengajarkan agar gereja atau orang percaya berdiri di atas batu karang. Menurut ayat renungan kita hari ini, batu karang yang dimaksud adalah Yesus dan kebenaran-Nya (1 Korintus 10:4). Dan akibat dari berdiri di atas Yesus dan kebenaran-Nya, alam maut tidak akan menguasai kita. Sakit penyakit, dosa, kemiskinan, kebodohan, dan kehancuran, tidak akan menguasai kita.

(Baca juga: INILAH TUJUAN UTAMA YESUS DATANG KE DUNIA)

Sebaliknya, jika kita memilih berdiri di atas batu yang lain, kita akan dikuasai oleh ketakutan dan kekuatiran. Batu yang lain tidak teguh dan tidak memberikan kita kepastian.

Rasul Paulus adalah salah satu orang yang memilih berdiri di atas batu karang yang teguh. Pada salah satu suratnya, Paulus mengatakan, “Bagiku, hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan.” Menurut Anda, kira-kira, siapa dan apa yang dapat menggentarkan orang seperti Paulus? Tidak ada!

(Baca juga: APAKAH ROH KUDUS AKAN PERGI KALAU KITA HUJAT?)

Kita butuh Yesus dan kebenaran-Nya. Kita butuh pondasi yang kuat di dalam hidup kita, sehingga ketika masalah datang, kita tahu bahwa takdir kita adalah menang. (penulis: @mistermuryadi)

IMAN ADALAH PERCAYA KEPADA FIRMAN TUHAN, BUKAN KEPADA PERASAAN

Bahan renungan:

Roma 1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Pernahkah Anda mendengar seorang anak Tuhan berdoa “Oh Tuhan, di manakah Engkau? Tuhan jangan tinggalkan saya,” “Hadirat Tuhan sudah pergi meninggalkan hidup saya,” “Aku mengundang Tuhan untuk hadir di sini,” dan doa sejenis lainnya?

(Baca juga: TERLEBIH LAGI KITA PERLU MEMERCAYAI PENCIPTA PARA DOKTER)

Teman, doa di atas lahir dari sikap hati seolah Tuhan sedang berada jauh dari kita. Seolah Tuhan datang dan pergi di dalam hidup kita. Firman Tuhan dalam Ibrani 13:5 jelas mengatakan bahwa Dia tidak akan meninggalkan kita. Dia selalu ada bersama-sama kita.

Benar, di dalam Perjanjian Lama banyak jenis doa seperti itu, tetapi kita hidup di dalam Perjanjian Baru, di mana Roh Kudus telah dicurahkan ke dunia dan tinggal selamanya di dalam setiap hati orang percaya.

“Tetapi, saya tidak merasakan hadirat Tuhan.” Ini adalah ungkapan yang juga sering saya dengar. Teman, kita perlu mengerti bahwa iman tidak mengandalkan perasaan, melainkan percaya kepada apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan. Saya tidak mengatakan perasaan Anda tidak penting, bukan itu. Yang saya ingin tekankan adalah kita tidak dapat mengandalkan perasaan kita, karena perasaan kita naik turun tergantung situasi, tetapi kebenaran Firman Tuhan adalah batu karang yang teguh.

Jika Firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, itu artinya Dia benar-benar tidak pernah meninggalkan kita, sekalipun kita merasakan bahwa Tuhan jauh. Jika Firman Tuhan mengatakan untuk mengampuni orang yang kita benci, percayalah akan hal itu, meskipun perasaan Anda membenci hal tersebut. Perasaan kita belum tentu benar, sebaliknya, Firman Tuhan tidak pernah salah dan tidak pernah berubah.

(Baca juga: SETIA PADA PERSEPULUHAN DAN PERSEMBAHAN)

Jangan biarkan hidup Anda dituntun oleh perasaan. Biarkan kebenaran Firman Tuhan yang menuntun Anda setiap waktu. Percayalah kepada apa yang dikatakan Firman Tuhan lebih dari apa yang perasaan Anda katakan. (penulis: @mistermuryadi)