PERBUATAN BAIK MEMBUKA PINTU PENGINJILAN

Bahan renungan:

1 Petrus 2:15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.

Di luar sana, banyak orang yang berprasangka bahwa ke-Kristenan mengajarkan untuk tidak perlu peduli kepada lingkungan sekitar, eksklusif, dan selalu mau menang sendiri. Padahal, Firman Tuhan mengajarkan kehangatan, kebaikan, dan kasih terhadap sesama.

(Baca juga: KITA PERLU MEMPRIORITASKAN KEBENARAN)

Yesus mengajarkan kepada kita untuk berbuat kasih di level yang sangat tinggi, yaitu kepada orang-orang yang menghina, mencaci, memfitnah, dan bahkan membenci kita.

Salah satu keuntungan dari berbuat baik kepada seseorang adalah terbukanya pintu penginjilan. Perbuatan baik memberikan kita kesempatan untuk menceritakan Yesus kepada orang tersebut. Saya yakin orang akan jauh lebih nyaman dan terbuka tentang masalah dan kehidupannya kepada orang yang baik dan hangat. Sebaliknya, jika kita kasar, jahat, pemarah, sok tahu, atau sombong, kita akan sangat kesulitan untuk diterima oleh kebanyakan orang.

Jika kita ingin menceritakan Yesus kepada orang yang kita kasihi, entah itu keluarga, sahabat, atau rekan kerja kita, berbuat baiklah terlebih dahulu kepada mereka. Misalnya, kita belikan hadiah ulang tahun atau hadiah Natal untuk mereka, menatraktir mereka, dan lain sebagainya. Atau, jika orang tersebut adalah anggota keluarga, kita dapat memijat ketika mereka pulang bekerja, atau kita dapat menyediakan secangkir kopi atau teh untuk mereka.

Yesus melakukan prinsip yang sama ketika Dia melayani. Ketika hendak menceritakan keselamatan kepada Zakheus, Yesus makan dan menginap di rumah Zakheus. Yesus melakukan kebaikan terlebih dahulu kepada Zakheus, sehingga Zakheus mau duduk diam mendengarkan Yesus. Ada pepatah, segala sesuatu dapat diselesaikan di meja makan.

(Baca juga: BANGKITLAH, WAHAI UMAT YANG DIKASIHI TUHAN)

Sekali lagi, sangat penting bagi setiap kita untuk berbuat baik kepada orang lain. Selain supaya hidup kita dihargai orang lain, perbuatan baik dapat menjadi pintu untuk menceritakan tentang Yesus kepada banyak orang. (penulis: @mistermuryadi)

PERLAKUKAN ORANG LAIN SEBAGAIMANA ANDA INGIN DIPERLAKUKAN

Bahan renungan:

Lukas 6:31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Sungguh sesuatu yang menyenangkan memiliki Tuhan Yesus di tengah dunia yang gelap ini. Sekalipun kita jatuh atau gagal, kita tahu ada Satu Pribadi yang senantiasa mengasihi kita tanpa syarat. Namun, berbeda halnya dengan dunia ini. Dunia tidak memperlakukan kita seperti Tuhan memperlakukan kita. Orang-orang di dunia, khususnya mereka yang tidak mengenal Tuhan, hanya akan memperlakukan kita spesial, jika kita memperlakukan mereka spesial. Kita mengenal istilah ini dengan hukum tabur tuai.

(Baca juga: PERHATIKAN SUMBER NASIHAT ANDA)

Itu alasannya Firman Tuhan mengajarkan kepada kita perbuatan baik, karena teman sekolah, rekan bisnis, atau rekan kerja hanya akan memperlakukan kita sebagaimana kita memperlakukan mereka. Jika kita dingin, kasar, pemarah, mudah tersinggung, suka berbicara kotor, atau suka memanfaatkan orang lain, jangan heran dan jangan kesal jika orang lain melakukan hal sama kepada kita.

Ada orang-orang yang saya kenal tidak suka jika pesan whatsapp-nya tidak dibalas, sedangkan dia sendiri seringkali hanya membaca pesan whatsapp dari orang lain dan sama sekali membalasnya. Juga, ada orang-orang yang senang berbicara kasar dengan alasan mereka lebih suka berbicara apa adanya, tetapi mereka tersinggung jika orang lain berbicara kasar kepada mereka.

Begini hukumnya. Jika ada orang yang memperlakukan kita buruk berulang kali, kita perlu berkaca, karena hampir dapat dipastikan hal tersebut terjadi akibat kita terlebih dahulu memperlakukan orang lain buruk.

Harus saya akui tidak semua orang akan memperlakukan kita sebagaimana kita memperlakukan mereka. Saya mengenal orang-0rang yang suka membalas kejahatan dengan kebaikan, tetapi jumlahnya hanya sedikit sekali.

(Baca juga: FIRMAN TUHAN ADALAH GPS TERBAIK)

Terlepas dari imbalan berbuat baik yang menggiurkan, saya mengajak kita semua menjadi orang-orang yang menjunjung tinggi perbuatan baik, karena hanya dengan cara demikianlah dunia dapat melihat Yesus melalui hidup kita. Saat kita menampilkan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5:22-23), pada dasarnya kita sedang menunjukkan Yesus kepada dunia ini. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ANDA PASTI MENUAI PERBUATAN BAIK YANG ANDA LAKUKAN

Bahan renungan:

Amsa 11:27 Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.

Firman Tuhan mengatakan bahwa Anda diciptakan Allah untuk melakukan perbuatan baik (Efesus 2:10) dan Firman Tuhan juga mengajarkan agar Anda saling mengasihi (1 Yohanes 4:7).

(Baca juga: HARGAI HIDUP ANDA, KARENA ANDA DITEBUS DENGAN HARGA YANG MAHAL)

Bagi Anda yang berbisnis, ketika Anda berbuat baik kepada karyawan, mereka akan membalasnya dengan bekerja keras untuk Anda. Bagi Anda yang karyawan, ketika Anda berbuat baik kepada sesama karyawan atau bos Anda, kebaikan tersebut akan membuat mereka “menutup mata” terhadap kekurangan atau kesalahan Anda. Bagi Anda yang masih bersekolah, kebaikan Anda terhadap teman atau guru akan membuat Anda disukai dan disegani oleh mereka. Bagi suami dan istri, kebaikan yang Anda lakukan untuk pasangan akan membuat mereka semakin jatuh cinta kepada Anda.

Saya teringat sebuah kisah ketika Rahab menolong dua pengintai Israel (Yosua 2:1-6). Rahab menyambut mereka dan berbuat kebaikan kepada mereka. Hasilnya, ketika Yosua menyerang dan memusnahkan seluruh kota Yerikho, hanya Rahab dan keluarganya yang dibiarkan hidup oleh Yosua (Yosua 6:23-25).

(Baca juga: ANDA TIDAK PERNAH SENDIRIAN. ADA YESUS!)

Lihat, kebaikan atau kasih yang Anda lakukan selalu kembali kepada Anda, Pada dasarnya, Andalah yang paling diuntungkan ketika Anda berbuat baik atau berbuat kasih kepada seseorang. Galatia 6:9 mengatakan jika Anda tidak jemu berbuat baik, suatu hari Anda pasti menuai perbuatan baik yang Anda lakukan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JANGAN JEMU-JEMU BERBUAT BAIK

Bahan renungan:

Galatia 6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Hari ini saya ingin mengajak kita semua untuk memberkati orang lain. Kadang tidak perlu melakukan hal-hal yang hebat untuk memberkati orang lain. Anda bisa memulainya dengan memberi senyum hangat kepada orang-orang yang Anda temui.

(Baca juga: PILIH YANG TERBAIK, KARENA TUHAN SEDIAKAN YANG TERBAIK)

Untuk suami-istri, Anda bisa mencium pasangan Anda dan mengucapkan “I love you” setiap bangun tidur atau saat akan pergi bekerja. Hal sederhana itu akan memberkati pasangan Anda. Saya selalu memeluk dan mencium istri saya sebelum saya keluar rumah.

Mari, mulai pikirkan siapa yang akan Anda berkati hari ini. Anda tidak pernah tahu siapa yang Anda temui hari ini. Mungkin saja ada seseorang yang sedang putus asa dan ingin bunuh diri, lalu ketika Anda bertemu dengannya Anda mengatakan “Tuhan Yesus mengasihi Anda”, bisa jadi orang tersebut mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Coba bayangkan jika Anda bertemu orang di atas lalu mengatakan, “Dasar nggak tahu diri, menyetir saja tidak becus, hidup lu nggak berguna,” hanya karena dia menyenggol kaca spion mobil Anda. Ya, mungkin dia akan bertambah depresi dan akhirnya bunuh diri.

(Baca juga: HANYA DI DALAM RUMAH BAPA ADA KELIMPAHAN)

Saya bisa pastikan ada begitu banyak orang di sekitar kita yang memiliki masalah, Anda dan saya dapat menjadi secercah harapan bagi mereka. Perbuatan baik kita dapat membuat mereka bertemu dengan kasih YESUS. (penulis: @mistermuryadi)

NIAT BAIK ANDA TIDAK ADA GUNANYA

Bahan renungan:

Filipi 4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang.

“Sebenarnya saya sudah merencanakan dalam hati untuk membantunya,” “Padahal hari ini rencananya saya mau mendoakannya.” Pasti Anda pernah mendengar kalimat-kalimat sejenis ini. Setiap kali saya mendengar orang hanya menyatakan niatnya semata namun tidak melakukannya, saya suka becanda dengan mereka, “Apa keyakinanmu? Karena di dalam ke-Kristenan niat baik tidak dihitung.

Perbuatan baik bukan hanya untuk diniatkan, tapi untuk dilakukan. Kalau niat jahat, nah itu baru dihitung. Firman Tuhan katakan, “Jika kamu mengingini wanita dalam hatimu, kamu sudah berzinah.”

Teman, Firman Tuhan kita hari ini mengatakan supaya kebaikan hati kita diketahui semua orang. Bagaimana caranya? Tentu saja tidak bisa dengan cara disimpan dalam hati, melainkan dengan melakukannya. Bahkan kebaikan tidak bisa dilihat dan dirasakan orang jika hanya berhenti di mulut, Anda perlu mengaplikasikannya ke dalam bentuk perbuatan.

Ijinkan saya mengatakan, “Jangan menunda untuk berbuat baik.”  Setiap hari dunia kehilangan orang-orang yang melakukan perbuatan baik. Ini saatnya anak-anak TUHAN menunjukkan kepada dunia bahwa kita berbeda. TUHAN kita sangat baik, itu sebabnya sebagai anak-anakNYA, sudah seharusnya kita pun berbuat baik. Tujuannya sederhana, supaya dunia dapat melihat bahwa YESUS melalui kebaikan kita. Saya sangat percaya kebaikan yang kita lakukan dengan tulus dapat menuntun seseorang kepada YESUS dan pertobatan. (penulis: @mistermuryadi)

LAWAN KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN

Bahan renungan:

Roma 12: 17 dan 21 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

“Bagaimana kalau orang tersebut sangat keterlaluan, apakah saya masih perlu berbuat baik kepadanya?” Teman, saya ingin katakan, ketika Firman Tuhan memberikan Anda sebuah ‘resep’, ‘resep’ tersebut tidak mungkin salah.

Saya teringat, 4-5 tahun lalu, ketika saya masih pergi ke dokter, di akhir pemeriksaan, dokter memberikan resep, lalu sang dokter akan mengatakan, “Jika gejala tersebut muncul lagi atau sakitnya tidak membaik, kembali lagi ke sini.” Dokter tidak pernah memberikan jaminan kalau kita tidak akan terjangkit lagi penyakit tersebut selamanya. Selalu ada kemungkinan untuk kambuh.

Pernahkah Anda memikirkan hal ini. Jika kekerasan bisa menyelesaikan masalah, kenapa masih ada perang sampai hari ini? Saya yakin kekerasan tidak pernah bisa menyelesaikan masalah atau memenangkan pertandingan. Kalau iya, sifatnya hanya sementara waktu saja. Kasih atau kebaikanlah yang dapat menyelesaikan masalah dan memenangkan pertandingan. KASIH adalah kekuatan yang lebih besar dari kejahatan.

Mungkin Anda bertanya, “Wah, enak sekali pihak yang berbuat jahat kalau saya berbuat baik kepada mereka?”

Anggaplah Anda memutuskan untuk berubah terlebih dahulu dan lawan Anda masih tetap di dalam kepahitannya, saya ingin bertanya, kira-kira siapa yang diuntungkan, Anda atau lawan Anda? Jelas Anda yang paling diuntungkan. Karena hidup Anda tidak lagi di dalam kepahitan, Anda dapat bernapas lega, Anda dapat tidur nyenyak tanpa merasa kesal, dan tidak ada yang mengganggu pikiran Anda siang malam. Saya ingin meyakinkan Anda bahwa hanya ada satu cara mengalahkan kejahatan, yaitu kebaikan (kasih). (penulis: @mistermuryadi)

LAKUKAN SEKARANG, JANGAN MENUNDA LAGI

Bahan renungan:

2 Korintus 5:1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.

Teman, tahukah Anda bahwa semua orang di dunia akan hidup kekal? Bukan hanya orang yang menerima Yesus yang akan hidup kekal, tapi semua orang di atas muka bumi ini. Masalahnya adalah kekal di Sorga atau kekal di Neraka. Puji Tuhan, orang-orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan menikmati kehidupan kekal di Sorga.

Teman, hidup di dunia ini hanya sementara dan hanya sesaat saja. Firman Tuhan sudah katakan usia manusia bisa sampai 120 tahun (Kejadian 6:3). Jika kita hidup lebih dari usia tersebut, itu adalah bonus. Kehidupan 120 tahun di dunia ini tidak dapat dibandingkan dengan kehidupan selama-lamanya di Sorga nanti.

Hari ini saya ingin kita merenungkan sebentar kehidupan kita. Seringkali kita menunda untuk berbuat baik, menunda untuk berubah, menunda untuk menginjil, menunda untuk mengampuni, menunda untuk memberi, dan selalu menunda. Teman, hidup kita hanya sesaat di dunia. Mari kita hidup untuk menjadi berkat dan menjadi saluran kasih TUHAN. Jangan sia-siakan hidupmu untuk sesuatu yang tidak berguna. Hampir semua orang, ketika di penghujung hidupnya, selalu berkata, “Seandainya saja saya bisa hidup lebih lama dan melakukan lebih banyak yang berguna untuk orang lain,” dan itu sudah terlambat. (penulis: @mistermuryadi)