KEKUATAN DARI BERHARAP

Bahan renungan:

Roma 8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?

Kebanyakan orang tidak menyadari kekuatan dari berharap. Terkadang beberapa orang mengatakan, “Saya harap begitu,” sebagai ekspresi hampir menyerah terhadap situasi. Padahal pengharapan adalah pemicu iman, dan iman adalah satu-satu “alat” untuk menerima janji Tuhan.

(Baca juga: TUHAN SETIA TERHADAP JANJINYA UNTUK MENYELAMATKAN KITA)

Sebelum iman beroperasi, kita perlu berharap. Berharap adalah langkah awal sebelum kita beriman. Sebelum seseorang benar-benar percaya kabar baik mengenai keselamatan, dia perlu berharap terlebih dahulu bahwa hal tersebut benar adanya.

Sebelum kita percaya kita sembuh, kita perlu memiliki pengharapan akan kesembuhan.

Terkdang orang-orang yang berharap terkecoh dengan perkataan, “Kita tidak dapat sembuh jika hanya berharap, kita perlu percaya.”

Faktanya, ada langkah menuju iman, yaitu berharap. Mustahil kita dapat beriman jika kita tidak memiliki pengharapan. Dalam salah satu perumpamaan, Yesus menceritakan ini, “Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” Perkataan itu menunjukkan ada langkah-langkah sebelum menuai.

Sebelum kita dapat percaya seratus juta rupiah, kita perlu belajar percaya satu juta rupiah. Sebelum kita percaya satu juta rupiah itu, kita perlu mengharapkan hal tersebut.

(Baca juga: KEINGINAN DAGING HANYA AKAN MENUNTUN ANDA KEPADA MAUT)

Mari latihlah diri kita untuk memiliki pengharapan. Bukan sekadar mengharapkan sesuatu yang kita inginkan, tetapi mengharapkan janji Tuhan terjadi. Karena, Firman Tuhan menjamin bahwa janji Tuhan YA dan AMIN bagi hidup kita. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

APA PUN YANG SEDANG KITA HADAPI, JANGAN TAKUT!

Bahan renungan:

Ulangan 31:6 “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

Ayat renungan kita hari ini adalah Firman Tuhan yang disampaikan untuk Yosua dan Bangsa Israel melalui Musa. Tuhan ingin Yosua dan Bangsa Israel tidak menaruh rasa takut kepada masalah, melainkan kepada Tuhan.

(Baca juga: SALAH SATU TUGAS ROH KUDUS YANG PERLU ANDA KETAHUI)

Satu-satunya cara agar kita tidak takut terhadap masalah adalah dengan menyadari bahwa Tuhan senantiasa mengasihi dan menyertai kita. Rasul Yohanes mengonfirmasi hal tersebut dalam 1 Yohanes 4:18, bahwa di dalam kasih yang sempurna tidak ada ketakutan.

Saya berharap sementara kita merenungkan ayat di atas, Roh Kudus meneguhkan hati kita, mengingatkan kita bahwa Bapa tidak pernah membiarkan atau meninggalkan kita. Dia senantiasa ada bersama kita, entah di atas gunung yang tinggi, atau di lembah yang sangat dalam. Oh, tidak ada kabar yang lebih baik dari hal tersebut.

(Baca juga: SATU-SATUNYA PENYEBAB TUHAN SEDIH TERHADAP KITA)

Apa pun yang sedang kita hadapi, jangan takut dan jangan gemetar. Terus maju dan jangan berhenti berharap bahwa hari-hari di depan kita adalah hari yang indah dan cerah. Jangan berhenti memercayai bahwa kitalah pemenangnya. (penulis: @mistermuryadi)

TUHAN MENYEDIAKAN LEBIH BANYAK UNTUK KITA TAHUN INI

Bahan renungan:

Efesus 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.

Saya ingat, waktu masih kecil, ibu saya sering membelikan kue bulan. Pernah suatu kali, kue yang dibeli tidak terlalu banyak jumlahnya, dan ibu saya membatasi jatah kue yang saya, kakak, dan adik saya makan dengan sangat hati-hati. Saat saya meminta lebih banyak, ibu saya melarang.

(Baca juga: ADA SEBUAH TEMPAT BERNAMA “DI SANA”)

Berbeda dengan Tuhan. Tuhan memiliki stok berkat yang tidak terbatas. Dia ingin setiap orang percaya menerima sebanyak mungkin berkat yang Dia sediakan. Semakin banyak kita menerima hal tersebut, semakin Tuhan disenangkan. Dia adalah Bapa yang suka menyenangkan anak-anak-Nya .

Tuhan tidak hanya menginginkan kita sembuh setiap kali kita sakit. Tuhan ingin kita sehat selalu. Tuhan tidak hanya ingin kita percaya kepada-Nya, hidup menderita di Bumi, lalu meninggal masuk Sorga. Tuhan ingin kita menikmati kehidupan di Bumi seperti di Sorga, dan meninggal masuk Sorga. Tuhan tidak ingin hanya 1-2 proyek bisnis saja yang gol. Tuhan ingin setiap proyek yang kita pegang berhasil. Tuhan tidak ingin kita harap-harap cemas setiap kali melamar pekerjaan. Tuhan ingin ke mana pun kita melamar kerja, kita mendapatkan gaji, fasilitas, dan jabatan terbaik.

Masalahnya, seringkali kita membatasi berkat Tuhan melalui cara pikir kita yang salah. Kita takut berharap. Saat kita sakit migran, kanker, dan rematik, kita mengatakan, “Yang penting asal saya dapat sembuh dari kanker, ya Tuhan.” Saat kita memiliki masalah finansial, kita mengatakan, “Asal saya dapat makan dan minum, dan anak-anak dapat lulus SMU, itu sudah cukup.”

Saat Bangsa Israel merasa puas dengan manna, burung puyuh, dan mata air di padang gurun, Tuhan menyediakan mereka tanah yang berlimpah susu dan madu. Saat Petrus puas dengan hasil tangkapan ikannya, Tuhan menjadikan dia penjala manusia.

Banyak orang mengira stok berkat Tuhan terbatas, sehingga mereka tidak berani mengharapkan hal-hal yang lebih besar. Tuhan menyediakan hal yang jauh lebih banyak dan jauh lebih besar dari yang dapat kita pikirkan.

(Baca juga: DOA DAN NUBUAT BAGI KITA DI TAHUN 2018)

Teman, Tuhan ingin kita menerima lebih tahun ini. Harapkanlah hal yang besar. Dan, jangan lupa untuk menyelaraskan harapan-harapan kita dengan persiapan dan perencanaan yang matang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

BERDIRILAH TEGUH, JANGAN GOYAH, DAN GIATLAH SELALU

Bahan renungan:

1 Korintus 15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Tahun 2017 segera berakhir dalam hitungan jam. Saya percaya ada begitu banyak perkara yang sudah kita lewati sepanjang tahun ini. Mungkin ada perkara-perkara bodoh yang kita lakukan dan ada juga perkara-perkara baik yang memberikan dampak bagi banyak orang.

(Baca juga: BAHU YESUS MENUTUPI MALU DAN MEMIKUL KESENGSARAAN KITA)

Mengenai hal-hal bodoh yang kita lakukan di tahun ini, saya tidak ada nasihat selain segera perbaiki, bangkit dari kejatuhan kita, dan jadi lebih baik di tahun depan. Saya percaya Tuhan ingin agar kehidupan kita selalu naik, bukan turun.

Mengenai hal-hal baik yang kita lakukan, gali dan kembangkan. Saya percaya segala sesuatu yang baik yang kita lakukan di dalam Tuhan akan menjadi dampak luar biasa bagi banyak orang jika kita tekuni. Untuk itulah Dia memanggil kita, yaitu untuk menjadi garam dan terang bagi dunia ini.

Teman, mari kita memasuki tahun yang baru dengan cara yang baru. Ubah kebiasaan-kebiasaan yang salah. Kita dapat memulai perubahan hidup kita dengan cara mengubah apa yang kita dengar dan lihat. Pastikan kita banyak mendengar dan melihat hal-hal yang berhubungan dengan kebenaran Firman Tuhan. Hanya tinggal di dalam kebenaran yang dapat mengubah hidup kita.

Saya percaya setiap kita mengharapkan hal-hal yang besar dan terobosan ajaib terjadi di tahun 2018. Ya, kita dapat mengharapkannya, karena Tuhan menjanjikan demikian bagi kita yang percaya. Bagian kita, seperti ayat renungan di atas katakan, adalah berdiri teguh, jangan goyah, giat selalu dalam Tuhan. Segala sesuatu yang kita lakukan di dalam Dia, atas dasar kebenaran, tidak akan pernah sia-sia. Setiap benih yang kita tabur yang berasal dari Firman Tuhan pasti akan bertumbuh dan berbuah lebat.

(Baca juga: ORANG SETIA YANG AKAN MENIKMATI PERKARA BESAR)

Akhir kata, selamat menikmati tahun baru. Masuki tahun 2018 dengan pengharapan yang baru. Mari kita berjalan lebih jauh, masuk lebih dalam, dan menerima lebih banyak di tahun 2018. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

HIDUP DALAM KEKUATIRAN ITU MELELAHKAN

Bahan renungan:

Matius 6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Kuatir adalah sebuah kondisi di mana pikiran kita sedang fokus kepada sesuatu yang menakutkan di masa mendatang. Hal tersebut sangatlah melelahkan, karena menguras emosi, pikiran, dan tenaga kita. Dan yang lebih parah, tidak ada untungnya sama sekali.

(Baca juga: MILIKI RUANG UNTUK MUKJIZAT DI DALAM PIKIRAN KITA)

Firman Tuhan mengatakan jangan kuatir akan hari esok. Ketika kita memikirkan sesuatu yang buruk, itu sama seperti kita sedang mengharapkan yang buruk itu terjadi. Bukankah jauh lebih baik kita memikirkan janji Tuhan? Karena ketika kita memikirkan janji Tuhan, kita sedang mengharapkan janji Tuhan terjadi dalam hidup kita.

Saya percaya Yesus melarang kita untuk kuatir karena kuatir itu berbahaya bagi hidup kita.

Benar, tidak dapat saya pungkiri bahwa, terkadang, masalah-masalah yang kita hadapi seperti “memaksa” kita untuk kuatir. Membuat kita seolah tidak berdaya terhadap keadaan. Namun, jika kita tahu janji Tuhan, kita dapat mengalihkan pikiran kita yang salah kepada janji Tuhan yang kekal.

Salah satu alasan mengapa orang kuatir, karena orang tersebut tidak tahu harus melakukan atau memikirkan apa di tengah kekuatirannya. Puji Tuhan, kita memiliki Tuhan yang memberikan begitu banyak janji kepada kita, sehingga di tengah situasi yang mengkhawatirkan, kita dapat menaruh pengharapan kita kepada-Nya. Juga, kita dapat bersyukur karena kita memiliki Firman Tuhan yang hidup, sehingga ketika hati kita dilanda kekuatiran atau ketakutan, kita dapat mendeklarasikan ayat-ayat seperti Mazmur 23 dan Mazmur 91 untuk meneguhkan dan menguatkan hati kita.

Sekali lagi saya ingin katakan bahwa kuatir itu melelahkan, dan menguras damai dan sukacita di hati kita. Kuatir membuat kita enggan menantikan hari esok. Sedangkan, mengingat, mengucapkan, dan mengharapkan janji Tuhan membangkitkan semangat dan iman kita, membuat kita bergairah akan hari esok.

Jika menurut Anda hidup dalam kekuatiran dan ketakutan itu hal yang menyebalkan, mulailah luangkan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, supaya saat masalah datang, Anda tidak seperti bertemu jalan buntu, melainkan dapat mengingat, mengucapkan, dan mengharapkan janji Tuhan yang merupakan sumber damai, sukacita, dan jalan keluar. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN MENYEDIAKAN BANYAK, MENGAPA KITA HANYA MENGHARAPKAN SEDIKIT?

Bahan renungan:

Efesus 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

Sebagai Pribadi yang menyandang predikat KASIH, memberi adalah sifat Tuhan yang paling utama. Itu sebabnya adalah kesukaan Tuhan untuk menyenangkan kita dengan segala kebaikan dan kemurahan-Nya. Tuhan ingin kita, setiap anak-anak-Nya, menikmati segala yang baik yang Dia sediakan.

(Baca juga: MEMBERI ADALAH BUKTI DARI KASIH)

Tuhan sangat senang jika kita memercayai dan mengharapkan janji-Nya, karena itu merupakan tanda kita bergantung hanya kepada-Nya. Jika Tuhan adalah maha pemberi, mengapa kita hanya mengharapkan sedikit dari-Nya? Mengapa kita takut mengharapkan yang besar dari-Nya?

Ada seorang jemaat yang saya layani menjual jamu. Selama berjualan, dia selalu berpikir bahwa mengharapkan memiliki mobil dan rumah itu terlalu berlebihan. Baginya, asal dapat rezeki cukup untuk makan dan minum saja sudah bagus. Sampai akhirnya dia mendengar kabar baik bahwa Tuhan menyediakan hal yang besar baginya dan Tuhan sangat ingin hidupnya diberkati dan menjadi berkat bagi banyak orang. Sekarang, dia berani mengharapkan yang besar untuk bisnis dan hidupnya.

(Baca juga: TINGGALKAN KETERBATASAN DAN KETIDAKPERCAYAAN ANDA)

Teman, jangan berpikir Tuhan akan keberatan jika kita mengharapkan yang besar dari-Nya. Justru sebaliknya, Tuhan disenangkan. Tuhan senang ketika anak-anak-Nya bergantung dan berharap hanya kepada-Nya, dan tidak kepada yang lain. Harapkan sesuatu yang besar untuk keluarga, pelayanan, pekerjaan, bisnis, atau studi kita hari ini, karena Tuhan menyediakan yang besar bagi kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

APAKAH SALAH JIKA KITA MENGHARAPKAN BERKAT DARI TUHAN?

Bahan renungan:

Mazmur 130:3 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

Beberapa waktu lalu ada beberapa hamba Tuhan yang mengatakan melalui social media bahwa mengharapkan tuaian saat menabur itu salah, karena itu merupakan praktik investasi, bukan memberi.

Mari kita cek kebenarannya sebelum kita memutuskan mana yang sesuai Firman Tuhan, mana yang tidak.

(Baca juga: TUHAN INGIN “MENGENYANGKAN” KITA DENGAN KEBAIKAN-NYA (MAZMUR 91:16))

Dalam 2 Korintus 9:6 Rasul Paulus mengatakan katakan jika kita menabur banyak, kita akan menuai banyak. Ayat ini tidak hanya berbicara mengenai menabur, tetapi juga menuai. Semakin banyak kita menabur, semakin besar tuaian yang dapat kita harapkan.

Jika Tuhan menjanjikan berkat bagi kita, sungguh tidak salah jika kita mengharapkan berkat Tuhan tersebut. Jika Tuhan ingin kita menikmati berkat-Nya, kenapa menolaknya?

“Oh, tetapi ayat di atas berbicara mengenai berharap kepada Tuhan, bukan kepada berkat-Nya?” Tentu saja kita tidak dapat mengharapkan berkat Tuhan kalau kita tidak percaya kepada Tuhan.

Ibrani 11:1 mengatakan iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan. Artinya, kita perlu menaruh pengharapan kita atas dasar iman, atau dengan kata lain, kebenaran Firman Kristus. Di mana ada iman, di sana tumbuh pengharapan.

Saya berikan contoh. Kita tidak dapat mengharapkan berkelimpahan melalui korupsi atau mencuri, karena dasar dari hal tersebut bukan iman kepada Yesus. Namun kita dapat mengharapkan tuaian saat menabur, karena dasar hal tersebut adalah kebenaran Firman Tuhan, seperti yang menjadi ayat renungan kita hari ini.

Satu contoh lagi. Anda tentu ingat kisah si wanita yang mengalami pendarahan 12 tahun. Ketika wanita percaya kepada Yesus dan mulai mendekat kepada Yesus untuk menjamah jumbai jubah-Nya, hal yang berikutnya muncul adalah pengharapan bahwa dia akan sembuh (Matius 9:21).

Apakah lantas salah jika si wanita pendarahan tersebut mengharapkan kesembuhan? Tentu saja tidak, karena dasar pengharapannya adalah percaya kepada Yesus.

(Baca juga: TUHAN MELEPASKAN KITA DARI JERAT (MAZMUR 91:3-4))

Jadi, tidak salah jika kita berharap tuaian besar saat menabur. Tuhan sendiri yang menjanjikannya untuk kita. Justru adalah kesalahan ketika kita menabur tanpa mengharapkan tuaian, karena itu sama artinya kita memberi tanpa beriman kepada janji Tuhan. Roma 14:23 mengatakan dengan jelas bahwa segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman adalah dosa. (penulis: @mistermuryadi)