PERTANDINGAN IMAN

Bahan renungan:

2 Timotius 4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Ayat di atas adalah pernyataan yang sangat luar biasa dari Rasul Paulus menjelang kematiannya. Tidak banyak orang dapat membuat pernyataan seperti itu dengan penuh percaya diri.

(Baca juga: TUHAN MEMILIKI RENCANA YANG INDAH ATAS HIDUP ANDA)

Suatu hari kelak kita semua akan meninggalkan dunia. Saat hal tersebut terjadi, kira-kira jejak apa yang akan kita tinggalkan? Itu adalah sebuah pertanyaan besar. Jangan sampai yang kita tinggalkan adalah masalah yang besar, pertikaian yang berkepanjangan, atau dendam yang tidak kunjung padam.

Ketika Rasul Paulus menutup mata, dia menghasilkan banyak “buah” melalui pelayanan yang dia lakukan. Namanya sangat harum di kalangan orang-orang percaya sampai hari ini.

Teman, pertandingan seperti apa yang sedang kita jalani?

(Baca juga: JANGAN TAKUT AKAN HARI ESOK)

Hidup di dunia ini sangat singkat, jangan sia-siakan untuk sesuatu yang tidak berguna. Detik yang kita lewati sekarang tidak akan pernah terulang dua kali. Pilihlah untuk menjadi orang-orang yang berdampak, supaya nama Yesus dipermuliakan melalui hidup kita. Dunia ini membutuhkan orang-orang percaya yang menunjukkan betapa luar biasanya Tuhan melalui tindakan dan keputusan mereka. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

JANGAN MENYERAH SEKALIPUN SUDAH PERNAH DITOLAK

Bahan renungan:

2 Timotius 2:9-10 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.

Saya menyadari, penolakan itu tidak menyenangkan. Namun, jangan menyerah untuk menceritakan Yesus kepada orang-orang yang kita kasihi, sekalipun kita pernah ditolak.

(Baca juga: SINGKIRKAN GELAP DARI HIDUP KITA)

Firman Tuhan mengatakan, kita akan menghadapi, bukan hanya tantangan, tapi juga penderitaan, ketika kita menceritakan Yesus kepada orang lain. Meski demikian, bukan berarti tantangan dan penderitaan itu tidak dapat kita lewati. Tuhan telah menjanjikan kekuatan dan kemenangan kepada kita. Terlebih lagi, Dia berjanji untuk menyertai kita dengan tanda-tanda ajaib.

Setiap kali saya menceritakan Injil, saya belajar untuk mengambil sikap, “Jika dia tidak menyerah untuk menolak saya, mengapa saya harus menyerah untuk menginjilinya?” Ketika saya menghadapi orang-orang yang “keras”, saya selalu berpikir, ”Seratus kali dia menolak saya, seratus satu kali saya akan menceritakan kebaikan Tuhan kepadanya.”

Teman, mengapa kita menyerah? Kepada kitalah, janji kemenangan itu diberikan. Saya menyadari bahwa yang membuat seseorang bertobat adalah benih Firman Tuhan yang kita tabur dan Roh Kudus, bukan kita. Itu alasannya, saya tidak menyerah untuk menceritakan kabar baik, karena saya percaya benih Firman Tuhan yang kita tabur tidak mungkin gagal. Pasti berbuah lebat!

(Baca juga: APA KEGUNAAN DOA JIKA TUHAN SUDAH TAHU YANG INGIN KITA DOAKAN?)

Jika hari ini, ada orang-orang terkasih kita yang belum percaya kepada Yesus, jangan menyerah untuk menceritakan kabar baik kepada mereka. Mereka membutuhkan Yesus. Mungkin kita sudah ditolak untuk ke sekian kali, tetapi jangan berhenti, terus kenakan kasut kerelaan memberitakan Injil (Efesus 6:15). Tuhan menyertai kita semua. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

YESUS ADALAH HAL TERBAIK YANG DAPAT KITA BERIKAN BAGI KELUARGA KITA

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 16:32-33 Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.

Jika Anda sudah mengenal Yesus hari ini dan percaya kepada-Nya, itu artinya hal paling berharga yang dapat Anda berikan kepada keluarga atau orang-orang yang Anda cintai adalah Yesus.

(Baca juga: ANDA BERHARGA KARENA ANDA DICIPTAKAN DEMIKIAN SEJAK AWAL)

Jangan hanya memberikan mainan, pakaian, atau gadget bagi anak-anak Anda. Luangkan waktu Anda untuk menceritakan tentang Yesus kepada mereka. Bacakan Firman Tuhan dan berdoalah bagi mereka setiap hari sebelum mereka pergi ke sekolah dan sebelum mereka tidur malam.

Jangan hanya membelikan barang-barang berharga bagi suami atau istri Anda. Luangkan waktu berdua dengan pasangan Anda untuk memuji dan menyembah Tuhan, dan membaca serta merenungkan kebenaran Firman Tuhan bersama. Belikan buku-buku rohani atau rekaman khotbah untuk pasangan Anda. Atau, Anda yang terlebih dahulu membaca buku dan mendengarkan rekaman khotbah tersebut, lalu ceritakan kepada pasangan Anda.

Mengapa begitu penting menceritakan Yesus kepada keluarga kita? Karena, hanya Yesus satu-satunya jalan keselamatan dan satu-satunya jalan keluar saat di dalam kesesakan.

Sungguh disayangkan jika kita tahu bahwa kita telah diberikan kuasa oleh Yesus untuk menyembuhkan dan kita tahu kebenaran bahwa Yesus sanggup menyembuhkan segala sakit penyakit, sementara ada anggota keluarga kita yang kita kenal dekat mengalami sakit parah dan kita sama sekali tidak pernah menceritakan tentang Yesus kepadanya.

Sungguh disayangkan jika ada keluarga kita atau orang-orang yang dekat dengan kita tidak pernah mendengar kebenaran bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan menuju Sorga, sementara kita mengetahuinya kebenaran tersebut selama bertahun-tahun.

Sang kepala penjara sangat mengasihi keluarganya. Sesaat setelah mendengar kabar keselamatan melalaui Paulus dan Silas, sang kepala penjara langsung mengajak Paulus dan Silas ke rumahnya untuk menceritakan keselamatan bagi keluarganya. Di hari itu juga, sang kepala penjara dan seluruh keluarganya diselamatkan. Haleluya.

(Baca juga: SELAMA KITA NAIK KAPAL YANG YESUS NAIKI, KITA AMAN)

Bagaimana dengan keluarga, pasangan, atau sahabat Anda? Sudahkah mereka mendengar kabar tentang Yesus yang menyelamatkan, menyembuhkan, dan memulihkan? Jika belum, ini waktu yang tepat bagi Anda untuk menceritakannnya kepada mereka. Jangan tunda lebih lama lagi. Ceritakan tentang Yesus sekarang juga. Mereka membutuhkannya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

CERITAKAN INJIL SUPAYA SEISI RUMAH ANDA DISELAMATKAN

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 16:31-32 Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.

Satu lagi janji yang luar biasa yang Tuhan berikan untuk kita. Ketika kita percaya kepada Kristus, seisi rumah kita akan diselamatkan. Namun banyak anak Tuhan yang menyalahartikan janji di atas dengan mengira, “Saya cukup tenang-tenang dan diam saja, nanti keluarga saya akan bertobat dengan sendirinya.”Pemikiran yang sungguh keliru.

(Baca juga: YANG MEMELIHARA MASA DEPAN KITA BUKAN UANG, TETAPI TUHAN)

Teman, satu-satunya cara agar Injil dapat sampai kepada setiap orang adalah dengan cara memberitakannya (Roma 10:13-15). Jika kita ingin keluarga kita mendengar Injil, perlu ada orang yang menceritakan mengenai Yesus kepada keluarga kita. Tidak ada cara lain.

Tuhan berikan janji keselamatan bagi keluarga kita, supaya kita memiliki keberanian dan kepastian untuk melangkah memberitakan Injil.

(Baca juga: KETAKUTAN ADALAH CARA IBLIS MENGHAMBAT HIDUP ANDA)

Seusai kepala penjara percaya kepada Yesus, Paulus, Barnabas, dan kepala penjara yang baru bertobat itu, memberitakan Firman Tuhan kepada semua orang yang ada di rumah si kepala penjara. Hasilnya, pertobatan besar terjadi di dalam rumah sang kepala penjara. Saya yakin pertobatan pun pasti terjadi dalam keluarga Anda seiring Injil diberitakan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KABAR TENTANG YESUS ADALAH KABAR TERPENTING

Bahan renungan:

Lukas 1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu …”

Teman, dari semua kabar yang ada di Alkitab, kabar mengenai Yesus adalah yang terpenting. Karena jika seseorang tidak percaya kepada Yesus, tidak akan ada satu pun janji yang akan mereka nikmati di dalam hidup mereka.

(Baca juga: YESUS DATANG KE DUNIA UNTUK MENJADI PENGANTARA)

Banyak orang Kristen senang mengajarkan cara berbuat baik, berpikir positif, menjadi teladan, dan lain sebagainya, tetapi tidak menceritakan tentang Yesus. Yesus adalah kunci untuk terjadinya segala hal yang baik di dalam hidup kita.

Ketika Anda menjenguk seseorang yang sakit, jangan hanya mengatakan banyak minum air putih, banyak istirahat, atau jangan telat makan, tetapi ceritakan tentang YESUS yang sudah menanggung segala sakit penyakit orang tersebut di kayu salib. Begitu juga ketika Anda menasehati seseorang yang memiliki masalah keuangan. Jangan hanya mengajarkan cara berhemat atau mengatur keuangan, melainkan ceritakan mengenai Yesus yang adalah sumber berkat dan kelimpahan, dan Yesus yang rela mati miskin, supaya dia kaya.

(Baca juga: AIR BERUBAH MENJADI ANGGUR)

Jika di dalam sebuah rumah tidak terdapat damai dan sukacita, yang mereka butuhkan bukan saling pengertian satu sama lain, tetapi mereka butuh YESUS yang adalah sumber damai dan sukacita. Hanya ketika nama Yesus diceritakan ada mukjizat dan tanda-tanda ajaib terjadi. Yesus adalah kabar baik yang perlu diceritakan kepada sebanyak mungkin orang yang kita temui. (penulis: @mistermuryadi)

MEMILIKI HATI SEORANG HAMBA

Bahan renungan:

1 Korintus 9:19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

Bagaimana Paulus dapat memenangkan hidup banyak orang? Dengan cara menjadi hamba. Banyak orang percaya hidup dengan gengsi dan harga dirinya yang tinggi sehingga membuat jiwa-jiwa terhilang di luar sana menolak YESUS.

Seringkali gaya hidup kita yang membuat INJIL ditolak. Saya yakin dan percaya tidak ada orang yang menolak kasih, kuasa, keselamatan, dan mujizat yang YESUS tawarkan bagi dunia ini. Dunia menolak si pembawa berita kasih, si pembawa kuasa, dan si pembawa mujizat, karena karakternya yang berbeda dari Kristus.

Teman, menjadi hamba bukan berarti Anda menjadi ‘budak’ yang mau disuruh apa saja. Bukan itu. Menjadi hamba berarti memiliki hati yang lembut, hati yang mudah mengampuni, hati yang mengalah, dan hati yang mau melayani. Menjadi hamba juga berarti Anda tidak lelah untuk menyampaikan berita INJIL kepada teman-teman di sekeliling Anda sekalipun mereka sudah menghina atau menolak Anda. Dan sekalipun mereka menjelek-jelekan, Anda tetap mengasihi mereka dan berdoa untuk mereka. Itulah hati hamba yang dimaksud oleh Rasul Paulus. (penulis: @mistermuryadi)

“KARENA ITU PERGILAH …”

Bahan renungan:

Roma 10:13-14 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

Anda pasti tahu judul di atas diambil dari penggalan ayat apa. Ya benar, dari Matius 28:19 yang terkenal itu. Teman, tiga kata ini sangat mengubahkan cara pandang saya mengenai penginjilan.

Banyak orang memilih untuk diam, bukan pergi. Sedangkan Firman Tuhan katakan, “pergilah …” Kata “pergi” ini diambil dari bahasa Yunani “poreuomai”, yang artinya melangkah, meninggalkan, berpindah tempat, dan memisahkan diri.

Kata “pergi” ini bukan hanya sebuah gerakan melangkah maju, melainkan juga sebuah keputusan untuk melangkah maju. Tanpa sebuah keputusan yang kuat, Anda tidak akan melangkah maju ke depan.

Sekitar 17 tahun yang lalu, ketika belum ada seorang pun di keluarga saya yang percaya YESUS, saya berpikir jika saya berdoa dan memohon kepada TUHAN, maka saya dapat mengalami janji TUHAN yang mengatakan, “Satu orang diselamatkan, seisi keluarga akan diselamatkan (Kisah Para Rasul 16:31).” Hampir setiap hari selama enam bulan saya menangis memohon kepada TUHAN untuk mengirimkan malaikat, mimpi, atau pun hamba-hamba TUHAN kepada keluarga saya.

Anda tahu apa yang terjadi setelah enam bulan? Tidak terjadi apa-apa. Yang ada saya dijauhi, dikucilkan, dianggap aneh, bahkan uang jajan saya dikurangi. Lalu, TUHAN berbicara kepada saya melalui tiga kata ini. Bahwa keselamatan bagi keluarga saya telah datang, mukjizat bagi keluarga saya sudah nyata, yaitu melalui hidup saya.

Sungguh jika kita mau merenungkan Firman Tuhan, satu atau dua kata dari Firman Tuhan dapat mengubah hidup kita untuk selamanya.

Sejak hari itu saya mengubah cara doa saya. Saya mulai katakan, “Tuhan, jangan kirim malaikat atau pun hambaMU ke rumah saya, tetapi pakai saya menjadi alatMU untuk menceritakan YESUS bagi keluarga saya. Berikan saya kekuatan untuk menjadi teladan bagi keluarga saya.” Hari ini saya dapat dengan yakin mengatakan jika suatu hari mereka tutup usia, mereka pasti bertemu Bapa Sorgawi. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)