WARISAN JANJI TUHAN DIBERIKAN PADA SAAT KITA HIDUP DI DUNIA

Bahan renungan:

Yakobus 2:5 Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?

Di awal pertobatan saya, ada seorang hamba Tuhan mengatakan, “Jika kita hidup menderita dan miskin di dunia bersama Kristus, kelak kita akan menikmati semua kekayaan dan kejayaan di Sorga.” Hamba Tuhan itu mencoba menyakinkan bahwa Tuhan baru akan memberikan warisan-Nya ketika kita di Sorga kelak.

(Baca juga: CARA MELEPASKAN KUASA YANG TUHAN BERIKAN)

Padahal, di Sorga kita tidak lagi membutuhkan berkat, kelimpahan, mukjizat, atau kesehatan. Firman Tuhan menggambarkan Sorga sebagai tempat yang sudah tidak ada lagi air mata dan ratapan. Kita membutuhkan semua warisan tersebut ketika kita masih hidup di dunia ini.

Lagipula, berbicara mengenai warisan, umumnya warisan diberikan bukan ketika si ahli waris meninggal, seperti yang dimaksud oleh hamba Tuhan di atas. Untuk apa memberikan warisan kepada orang yang sudah meninggal? Warisan diberikan kepada ahli waris yang masih hidup pada saat sang pemilik warisan meninggal.

Itu sebabnya proses kematian Kristus di kayu salib merupakan tanda bahwa warisan tersebut, yang dalam Efesus 1:3 dikatakan segala berkat rohani, telah dikaruniakan kepada kita. Ketika Sang Pemilik Warisan, yaitu Yesus, “meninggal”, warisan tersebut resmi menjadi hak sang ahli waris sepenuhnya.

Siapakah ahli waris janji-janji Tuhan? Roma 8:17 mengatakan hanya anak Tuhan yang berhak menerima janji-janji Tuhan. Lalu, siapakah yang dapat disebut dengan anak Tuhan? Galatia 3:26 mengatakan orang yang percaya kepada Yesus adalah anak Tuhan dan Roma 8:14 mengatakan orang yang hidup dipimpin oleh Roh Kudus adalah anak Tuhan.

(Baca juga: TUHAN TIDAK SEPERTI MANTAN KITA YANG MEMINTA KEMBALI BARANGNYA SAAT PUTUS)

Jadi, kesehatan, kesembuhan, keselamatan, mukjizat, kuasa, Roh Kudus, umur panjang, pemulihan, berkat, dan kelimpahan adalah warisan bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus. Yesus menyebut kehidupan para ahli waris di dunia dengan istilah hidup di Bumi seperti di Sorga. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur untuk mendukung pelayanan ini. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

Advertisements

TUHAN SUDAH MEMBERIKAN BERKATNYA, ANDA TINGGAL MENGUMPULKAN

Bahan renungan:

Keluaran 16:14-16 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: “Apakah ini?” Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu. Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa.”

Ketika Bangsa Israel di padang gurun selama 40 tahun, Tuhan dengan setia memenuhi semua kebutuhan mereka. Bukan hanya kebutuhan rohani, tapi juga jasmani. Mulai dari makanan, pakaian, hingga sepatu. Firman Tuhan mencatat sepatu dan baju yang mereka kenakan tidak pernah rusak selama 40 tahun. Sedangkan untuk makanan, setiap pagi Tuhan menyediakan manna, makanan terbaik.

(Baca juga: HARUSKAH KITA TAKUT MENGHADAPI KIAMAT ATAU PENGANGKATAN?)

Namun manna tersebut tidak datang ke dalam tempat penyimpanan Bangsa Israel dengan sendirinya. Setiap pagi Bangsa Israel perlu pergi keluar dari tenda mereka, memungut manna itu, dan mengumpulkan sebanyak keperluan mereka. Saya percaya Tuhan yang sama, yang kita sembah di dalam nama Yesus, telah menyediakan berkat bagi Anda setiap pagi.

Tuhan telah memberikan berkat kepada Anda, tetapi Anda mesti pergi keluar mengambilnya. Seperti yang saya telah katakan pada renungan beberapa waktu lalu bahwa tidak ada yang baik yang Tuhan tahan dari Anda. Dia sudah berikan segala yang terbaik. Bagian Anda adalah mengambil hal tersebut.

Anda tidak bisa mengambil berkat Tuhan dengan cara bermalas-malasan di tempat tidur dan menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak berguna. Teman, pemalas tidak akan mendapatkan bagian apa-apa, karena Tuhan hanya memberkati tangan orang yang bekerja.

(Baca juga: JANGAN PASRAH, BERTINDAKLAH!)

Tidak peduli jika Anda sedang bangkrut, baru saja ditipu, kehilangan harta, kecurian, atau lain sebagainya, Tuhan telah memberikan Anda berkat setiap pagi untuk memenuhi segala yang Anda butuhkan. Jangan takut. Mulailah pergi keluar dan kumpulkan berkat tersebut. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

EMPAT HAL MENGENAI PEMBERIAN TUHAN YANG PERLU ANDA KETAHUI

Bahan renungan:

Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Rasul Yohanes memberikan garis batas yang jelas antara iblis dan Yesus. Singkatnya, segala yang buruk berasal dari iblis, sedangkan segala yang baik berasal dari Yesus. Penting sekali kita mengerti hal tersebut, mengingat ada begitu banyak pengajaran yang mengatakan bahwa Tuhan memang baik, tetapi Dia juga mengijinkan hal yang buruk untuk menguji iman kita.

(Baca juga: JAUH LEBIH BAIK JIKA YESUS PERGI)

Teman, Tuhan tidak pernah mencobai ataupun mengijinkan yang buruk untuk menguji kehidupan kita (Yakobus 1:13). Firman Tuhan mengatakan Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8). Kasih adalah cara Tuhan untuk membawa seseorang kepada pertobatan (Roma 2:4).

Berikut adalah empat hal yang perlu Anda ketahui mengenai pemberian Tuhan:

1. TUHAN HANYA MEMBERIKAN YANG BAIK (Yakobus 1:17)
Dia tidak pernah menguji atau mencobai kita dengan kecelakaan, sakit penyakit, atau kemiskinan kepada anak-anak-Nya (Yakobus 1:13). Yeremia 29:11 menjamin hal tersebut bahwa rancangan-Nya bukanlah rancangan kecelakaan, melainkan rancangan damai sejahtera.

2. SEMUA BERKAT SUDAH DIBERIKAN (Efesus 1:3)
Tidak ada satupun berkat yang Tuhan tahan, semua sudah diberikan dan disediakan bagi setiap orang yang percaya, sejak 2000 tahun lalu ketika Yesus tergantung di atas kayu salib. Kematian dan kebangkitan Yesus telah merobek pintu Sorga sehingga semua berkat tersebut, yaitu keselamatan, kesembuhan, kesehatan, umur panjang, kelimpahan, kuasa Roh Kudus, kemenangan atas dosa dan maut, dan pembebasan dari kutuk tercurah. Jika kita belum menerima berkat-berkat dan anugerah tersebut, itu bukan lagi karena Tuhan yang menahannya, karena Dia sudah memberikan seluruhnya kepada kita melalui Yesus.

3. PEMBERIAN TUHAN HANYA DAPAT DITERIMA MELALUI IMAN (Roma 4:13-14)
Mungkin kita pernah mendengar TIGA LANGKAH MENERIMA BERKAT TUHAN atau LIMA HAL YANG PERLU DIJAUHI AGAR DISEMBUHKAN, seolah kita harus melakukan perbuatan baik tertentu untuk menerima pemberian Tuhan. Roma 4:13-14 mengatakan, justru kalau kita mengharapkan janji berdasarkan perbuatan, sia-sialah iman dan batallah janji Tuhan. Kita tidak dapat menerima kebaikan dan kemurahan Tuhan melalui perbuatan, melainkan hanya melalui IMAN. Seperti saya bahas di poin nomor dua bahwa semua berkat sudah dianugerahkan kepada kita, dengan kata lain, bagian Tuhan untuk memberikan kepada kita sudah selesai. Kini tersisa bagian kita untuk menerima segala berkat tersebut melalui iman (Roma 5:2).

(Baca juga: MENGUNGKAP KATA KASIH DI DALAM BAHASA IBRANI)

4. TUHAN TIDAK MENGHENDAKI YANG BURUK BAGI KITA (Mazmur 139:14-16)
Tuhan yang menenun dan membentuk hidup kita. Tuhan yang merancangkan hari-hari kita sebelum ada satupun. Tuhan hanya merancangkan yang baik untuk anak-anak-Nya. Bukan Tuhan yang merancangkan kita bangkrut di usia 35 tahun, kanker di usia 40 tahun, dan kemudian mati muda. Kehendak Tuhan adalah kita sehat, diberkati, umur panjang, dan menjadi berkat untuk banyak orang. Yakobus 1:14 mengatakan manusia terseret kepada hal-hal buruk karena keinginan dan keputusan yang menyimpang dari kebenaran, bukan karena kehendak Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

KUASAI DIRI KITA, SUPAYA KITA DAPAT MENABUR

Bahan renungan:

Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Hari ini saya ingin membahas mengenai penguasaan diri. Kata “penguasaan diri” diambil dari bahasa Yunani “egkrates”, yang artinya kuat, memiliki kuasa untuk, menguasai diri dari (terhadap barang), penguasaan diri, dan mengontrol diri.

(Baca juga: PENTINGNYA KITA MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN SIANG DAN MALAM)

“Saya sudah mempersiapkan uang saya, saya sudah menyisihkan, tapi uangnya terpakai untuk hal yang lain.” Kita sering mendengar hal di atas. Tentu saja tidak ada yang salah jika uang tersebut terpakai untuk sesuatu yang sangat penting. Namun, dalam kebanyakan kasus, kita memakai uang untuk sesuatu yang kurang penting, seperti membeli gadget baru, membeli baju atau sepatu diskon, dan lain sebagainya.

Kurangnya penguasaan diri, atau dengan kata lain, sulit berkata “cukup”, adalah salah satu penghambat anak-anak Tuhan dalam memberi atau menabur. Mengendalikan diri bukanlah hal yang mudah untuk dipraktekkan. Kita perlu berlatih untuk menguasai diri kita.

Mari kita belajar mencukupkan diri dengan apa yang kita miliki. Jika kita memiliki gaji 3-4 juta rupiah, jangan membeli smartphone seharga 10 juta atau beli sepatu seharga 2 juta. Cukupkanlah diri kita dengan smartphone seharga 1-2 juta rupiah atau sepatu seharga 300-400 ribu rupiah. Jika kita habiskan uang untuk membeli barang yang kurang perlu, kita jadi tidak memiliki benih untuk ditabur. Akibatnya, kita mengatakan, “Uang saya kurang,” atau “Saya tidak ada uang.” Padahal kita tidak kurang uang, melainkan kurang penguasaan diri.

(Baca juga: HARGAI DIRI ANDA, JIKA ANDA INGIN DIHARGAI ORANG LAIN)

Saya percaya Tuhan sudah mencurahkan berkat-Nya bagi kita. Dalam 2 Korintus 9:10 dikatakan Tuhan sudah menyediakan benih untuk kita tabur. Kuasai diri kita dan atur pengeluaran kita dengan bijak, supaya kita dapat menabur. Tuhan berikan janji yang luar biasa kepada para penabur dalam 2 Korintus 9:6, dikatakan orang yang menabur pasti akan menuai. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

SEPERTI RUSA MERINDUKAN SUNGAI

Bahan renungan:

Mazmur 42:2 Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

Melalui blog ini, saya menerima banyak sekali konsultasi dengan berbagai macam masalah. Banyak di antara mereka sebelumnya tidak pernah membaca dan merenungkan Firman Tuhan, sampai akhirnya masalah datang dan mereka membutuhkan pertolongan.

(Baca juga: MARAH HANYA MEMBAWA ANDA KEPADA KEJAHATAN)

Kebanyakan orang mencari Tuhan hanya pada saat membutuhkan sesuatu. Saya tidak katakan itu salah. Tuhan kita adalah Tuhan yang baik. Dia tetap menerima Anda, apa pun motivasi Anda datang kepada-Nya. Si bungsu yang hilang pulang ke rumah ayahnya bukan karena pertobatan, melainkan karena ingin mendapatkan makanan, tetapi sang ayah tetap menyambutnya dengan meriah dan penuh sukacita.

Yang saya sayangkan, setelah mendapatkan yang mereka cari, mereka kemudian pergi lagi meninggalkan Tuhan sampai mereka memiliki masalah yang baru.

Teman, bawa hubungan Anda dengan Tuhan lebih dalam. Mendekatlah kepada Dia bukan hanya pada saat Anda ada masalah, tapi karena Anda ingin mengenal Pribadi-Nya lebih lagi.

(DAPATKAN E-BOOK #PENGHARAPAN DI SINI)

Apakah Anda pernah membayangkan jika suatu saat tidak ada lagi masalah di dunia ini? Jika semua penyakit, masalah finansial, masalah rumah tangga, dan masalah lainnya sudah tidak ada lagi, kira-kira apakah Anda masih akan mencari dan mengenal Pribadi Tuhan? Apakah Anda masih akan menjadikan-Nya yang terutama dalam hidup Anda? (penulis: @mistermuryadi)

APAKAH SALAH JIKA KITA MENGHARAPKAN BERKAT DARI TUHAN?

Bahan renungan:

Mazmur 130:3 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

Beberapa waktu lalu ada beberapa hamba Tuhan yang mengatakan melalui social media bahwa mengharapkan tuaian saat menabur itu salah, karena itu merupakan praktik investasi, bukan memberi.

Mari kita cek kebenarannya sebelum kita memutuskan mana yang sesuai Firman Tuhan, mana yang tidak.

(Baca juga: TUHAN INGIN “MENGENYANGKAN” KITA DENGAN KEBAIKAN-NYA (MAZMUR 91:16))

Dalam 2 Korintus 9:6 Rasul Paulus mengatakan katakan jika kita menabur banyak, kita akan menuai banyak. Ayat ini tidak hanya berbicara mengenai menabur, tetapi juga menuai. Semakin banyak kita menabur, semakin besar tuaian yang dapat kita harapkan.

Jika Tuhan menjanjikan berkat bagi kita, sungguh tidak salah jika kita mengharapkan berkat Tuhan tersebut. Jika Tuhan ingin kita menikmati berkat-Nya, kenapa menolaknya?

“Oh, tetapi ayat di atas berbicara mengenai berharap kepada Tuhan, bukan kepada berkat-Nya?” Tentu saja kita tidak dapat mengharapkan berkat Tuhan kalau kita tidak percaya kepada Tuhan.

Ibrani 11:1 mengatakan iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan. Artinya, kita perlu menaruh pengharapan kita atas dasar iman, atau dengan kata lain, kebenaran Firman Kristus. Di mana ada iman, di sana tumbuh pengharapan.

Saya berikan contoh. Kita tidak dapat mengharapkan berkelimpahan melalui korupsi atau mencuri, karena dasar dari hal tersebut bukan iman kepada Yesus. Namun kita dapat mengharapkan tuaian saat menabur, karena dasar hal tersebut adalah kebenaran Firman Tuhan, seperti yang menjadi ayat renungan kita hari ini.

Satu contoh lagi. Anda tentu ingat kisah si wanita yang mengalami pendarahan 12 tahun. Ketika wanita percaya kepada Yesus dan mulai mendekat kepada Yesus untuk menjamah jumbai jubah-Nya, hal yang berikutnya muncul adalah pengharapan bahwa dia akan sembuh (Matius 9:21).

Apakah lantas salah jika si wanita pendarahan tersebut mengharapkan kesembuhan? Tentu saja tidak, karena dasar pengharapannya adalah percaya kepada Yesus.

(Baca juga: TUHAN MELEPASKAN KITA DARI JERAT (MAZMUR 91:3-4))

Jadi, tidak salah jika kita berharap tuaian besar saat menabur. Tuhan sendiri yang menjanjikannya untuk kita. Justru adalah kesalahan ketika kita menabur tanpa mengharapkan tuaian, karena itu sama artinya kita memberi tanpa beriman kepada janji Tuhan. Roma 14:23 mengatakan dengan jelas bahwa segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman adalah dosa. (penulis: @mistermuryadi)

APA BENAR MENABUR DAPAT MEMBUAT KITA HIDUP DALAM KELIMPAHAN?

Bahan renungan:

2 Korintus 9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

Memberi adalah pelajaran yang paling sulit saya mengerti ketika saya menjadi seorang yang percaya kepada Kristus. Saya tumbuh di keluarga yang menganut paham kalau mau kaya, harus bekerja keras, hidup hemat, dan rajin menabung. Butuh waktu lebih dari 15 tahun bagi saya untuk memahami kebenaran ini.

(Baca juga: SUARA MAYORITAS BELUM TENTU YANG PALING BENAR)

Namun Tuhan baik. Dia tidak pernah lelah menuntun setiap kita supaya kita dapat hidup di dalam setiap janji-Nya yang luar biasa.

Pasti menjadi sebuah kebenaran yang mengejutkan ketika Firman Tuhan katakan bahwa menabur banyak adalah satu-satunya cara Anda menuai banyak. Saya pun awalnya terkejut, tetapi banyak orang sudah membuktikan dan mengalaminya. Jika Anda mempelajari kehidupan orang-orang terkaya di dunia, Anda akan menemukan sebuah fakta menarik bahwa sebagian dari mereka adalah orang-orang paling dermawan di dunia.

Mungkin sebagian dari Anda masih ada yang tidak percaya dan berkata, “Masa iya satu-satunya cara saya berkelimpahan adalah dengan menabur?”

Baiklah, saya berikan logikanya. Kalau Anda heran dengan kebenaran bahwa satu-satunya cara untuk hidup dalam kelimpahan adalah dengan menabur, seharusnya Anda lebih heran lagi ketika Firman Tuhan katakan Anda dapat masuk Sorga hanya dengan percaya dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat seperti yang tertulis di dalam Roma 10:9-10. Ya, jika Anda percaya bahwa hanya dengan mengucapkan “Saya percaya Yesus” Anda dapat masuk Sorga, mestinya Anda juga percaya bahwa menabur adalah satu-satunya cara untuk berkelimpahan.

(Baca juga: DUA ALASAN YANG MEMBUAT JANJI TUHAN PASTI TERJADI)

Tentu saja ketika saya katakan “satu-satunya cara” ini dalam konteks yang Alkitab katakan. Jika Anda melihat cara dunia, tentu saja ada banyak cara untuk hidup, yang notebene, berkelimpahan, seperti dengan bekerja keras, mencuri, korupsi, atau menipu, tetapi Anda perlu membayar mahal akibat dari berkelimpahan dengan cara dunia. Sedangkan cara Firman Tuhan adalah paling aman bagi kita. Firman Tuhan dalam 2 Korintus 9:10-11 mengatakan, menabur akan menumbuhkan buah-buah kebenaran dan memperkaya kita dengan segala macam kemurahan hati. (penulis: @mistermuryadi)