JIKA TUHAN MENCIPTAKAN KITA HEBAT, APAKAH KITA MASIH PERLU BELAJAR?

Bahan renungan:

Mazmur 139:13-14 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Seorang hamba Tuhan pernah berkata, “Semua manusia hanya diciptakan 50% sempurna oleh Tuhan. Agar dapat menjadi manusia yang sempura, manusia perlu mencari sisa 50% lainnya dengan cara belajar, merenungkan Firman Tuhan siang dan malam, dan mengembangkan diri.”

(Baca juga: EMPAT PENGERTIAN MENGAPA TUHAN MENYEBUT KITA MAHAKARYA-NYA)

Terus terang saya tidak setuju dengan pernyataan tersebut, karena Firman Tuhan tidak mengatakan demikian.

Renungan kita di atas mengatakan bahwa Tuhan menciptakan kita dahsyat dan ajaib. Saya percaya Tuhan sudah menciptakan kita sempurna. Kitab Kejadian 1:26 mengatakan Tuhan menciptakan kita serupa dan segambar dengan-Nya. Namun, dosa telah membuat kita menjadi tidak sempurna. Pengaruh buruk dari dunia dan lingkungan sekitar membuat kita menjadi manusia-manusia yang tidak utuh. Pergaulan kita yang salah dan minimnya pengetahuan kita akan kebenaran membuat kita lupa bahwa kita diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan. Ibaratnya, kita adalah emas yang dikotori oleh lumpur.

Kita belajar, merenungkan kebenaran Firman Tuhan, dan mengembangkan kemampuan diri bukan supaya menjadi manusia yang sempurna, tetapi supaya kita dapat dibersihkan dari hal-hal yang mengotori kehidupan kita. Sehingga, kita dapat kembali serupa dan segambar dengan Tuhan, sebagaimana Dia menciptakan kita sejak awal.

Inilah salah satu alasan Yesus datang ke dunia, yaitu untuk merestorasi atau mengembalikan kita kepada wujud awal kita. Untuk membersihkan hidup kita dari lumpur yang mengotori hati dan pikiran kita, yang selama ini menghalangi kita untuk bersinar di tengah dunia yang gelap.

(Baca juga: HIDUP DALAM KEKUATIRAN ITU MELELAHKAN)

Kita perlu mengembangkan karakter kita, agar dunia dapat melihat terang Kristus melalui cara hidup kita. Kita perlu mengasah kemampuan kita dalam setiap bidang yang kita tekuni, karena hanya pada saat kita menempati posisi terbaik, dunia mau mendengarkan dan belajar dari kita. Kita perlu membaca dan merenungkan Firman Tuhan, agar kita dapat memilih jalan-jalan yang benar dan tidak larut terhadap tawaran dunia ini. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

HANYA TUHAN YANG SANGGUP MEMULIHKAN ANDA

Bahan renungan:

Zefanya 3:20 “Pada waktu itu Aku akan membawa kamu pulang, yakni pada waktu Aku mengumpulkan kamu, sebab Aku mau membuat kamu menjadi kenamaan dan kepujian di antara segala bangsa di bumi dengan memulihkan keadaanmu di depan mata mereka,” firman TUHAN.

Beberapa dari kita mungkin mengalami penolakan, disakiti, dikecewakan, ditipu, ditinggalkan, dan lain sebagainya. Tidak sedikit anak-anak TUHAN yang lantas terjebak di dalam perasaan atau pikiran negatif, tertekan, depresi, kesepian, atau kepahitan, tanpa pernah mengetahui jalan keluarnya.

(Baca juga: MUNGKIN MASA LALU ANDA BURUK, TETAPI TIDAK MASA DEPAN ANDA)

Namun hari ini saya membawa kabar baik untuk kita semua. Bahwa masih ada Tuhan. Tuhan adalah Pribadi yang bukan hanya sanggup, tetapi juga mau menyembuhkan dan memulihkan kita.

Jika mobil kita rusak, tentu kita tidak membawanya ke tukang jam. Kita akan membawanya ke bengkel. Begitu juga dengan hidup kita. Jika kita mengalami ‘kerusakan’, kita perlu membawa hidup kita kepada Tuhan, yang menciptakan kita. Tuhan tahu cara memperbaiki hidup kita. Datanglah kepada Tuhan dan biarkan Dia merestorasi jiwa kita. Kembalilah membaca dan merenungkan kebenaran-Nya, supaya hati dan pikiran kita dibersihkan dari segala yang jahat dan kotor (Yohanes 15:3).

(Baca juga: DI TENGAH TEKANAN, AGUNGKANLAH TUHAN)

Satu hal yang perlu Anda ingat, bahwa tidak ada kerusakan yang terjadi di dalam Anda yang tidak dapat Tuhan pulihkan. Tuhan sanggup menjadikan segala sesuatunya baru. (penulis: @mistermuryadi)

ALASAN ROH KUDUS TIDAK MUNGKIN MENINGGALKAN ANDA

Bahan renungan:

Yohanes 14:16-17 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, segala kecenderungan hati manusia selalu membuahkan kejahatan (Kejadian 6:5). Itu sebabnya di Kejadian 6:3 Tuhan berfirman, “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia …”

(Baca juga: APA BENAR ORANG-ORANG YAHUDI DICIPTAKAN LEBIH PINTAR?)

Di dalam Perjanjian Lama, Roh Kudus hanya hinggap kepada manusia, lalu pergi lagi. Anda dapat membaca salah satu kisah tersebut di dalam Bilangan 11:25-26, ketika Roh Tuhan hinggap pada Musa dan ketujuh puluh tua-tua Bangsa Israel.

Namun segala sesuatu berubah ketika Yesus datang ke dunia dan menyerahkan Diri-Nya di atas kayu salib. Darah-Nya ditumpahkan untuk menebus dan mengampuni dosa seluruh dunia (Matius 26:28). Darah Yesus menyucikan dan menguduskan manusia sekali untuk selamanya (1 Korintus 6:11, Ibrani 9:22, Ibrani 10:2, 10).

Disucikan artinya dibersihkan dari kutuk dosa, sedangkan dikuduskan artinya dipisahkan dari kutuk dosa. Setiap orang yang memutuskan untuk percaya kepada Yesus, senantiasa dibasuh oleh darah Yesus, dan dipandang suci dan kudus oleh Tuhan. Sebagai ganjarannya, ketika kita memutuskan percaya kepada Yesus, seketika itu juga hati kita menjadi bait tempat Roh Kudus tinggal untuk selamanya (1 Korintus 6:19).

Jadi, berkat darah Yesus, Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkan hidup orang percaya. Saya tegaskan, tidak ada satu hal pun yang dapat Anda lakukan yang dapat membuat Roh Kudus meninggalkan Anda.

“Bagaimana jika kita menghujat Roh Kudus seperti yang tercatat dalam Lukas 12:10?” Saya akan jelaskan mengenai hal tersebut dalam renungan besok.

(Baca juga: BERHENTILAH MENDENGARKAN SUARA GOLIAT)

Seperti ayat renungan kita di atas, Roh Kudus akan diam di dalam kita dan menyertai kita selama-lamanya. Sebagai orang percaya, saya percaya kita semestinya tidak pernah merasakan kesepian, karena kita tidak pernah benar-benar sendirian di dunia ini, ada Roh Kudus yang senantiasa bersama kita. (penulis: @mistermuryadi)

KETIKA YESUS MENJAMAH, KITA DITAHIRKAN

Bahan renungan:

Matius 8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

Ini yang terjadi ketika kita memberikan YESUS keleluasaan untuk menjamah hidup kita, yaitu kita ditahirkan. Kata “tahir” diambil dari bahasa Yunani katharizo yang artinya dijadikan bersih, dibebaskan dari segala yang kotor, dan dibebaskan dari dosa dan pelanggaran.

Teman, penting bagi kita untuk mengerti hal ini. Kita tidak menjadi bersih melalui perbuatan baik yang kita lakukan, melainkan melalui YESUS. Biarkan YESUS menjamah Anda melalui kebenaran Firman Tuhan. Yohanes 15:3 mengatakan, “Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.”

Ketika kita terikat akan sebuah kebiasaan buruk, ketika kita sakit, ketika kita menghadapi pergumulan, ketika kita jatuh bangun di dalam dosa, ketika kita ragu akan masa depan, atau ketika kita membenci seseorang, yang kita perlukan adalah kebenaran Firman Tuhan. Semakin sering kita mendengar dan merenungkan Firman Tuhan, semakin cepat “kotoran” di dalam hidup kita terbuang. (penulis: @mistermuryadi)