TUHAN INGIN “MENGENYANGKAN” KITA DENGAN KEBAIKAN-NYA (MAZMUR 91:16)

Bahan renungan:

Mazmur 91:16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.

Kita sudah berada di akhir ayat dari Mazmur 91. Saya percaya Anda belajar sesuatu mengenai Pribadi Tuhan sepanjang sembilan hari terakhir. Bahwa Tuhan itu senantiasa baik dan mengasihi Anda. Saya sangat percaya di dunia ini tidak ada Tuhan seperti Tuhan yang kita sembah dalam nama Yesus.

(Baca juga: MEMILIH PERCAYA TUHAN VS. MEMILIH JALAN SENDIRI (MAZMUR 91:15))

Keputusan untuk percaya kepada Yesus adalah hal yang tidak pernah saya sesali di dalam hidup saya. Saya tahu saya mempercayai Tuhan yang benar, baik, dan berlimpah kasih setia. Tuhan yang saya sembah tidak pernah menginginkan yang buruk terjadi dalam hidup saya, juga Dia tidak pernah meminta saya melakukan hal-hal yang buruk yang dapat merugikan saya. Tidak seperti sebuah keyakinan yang katanya diperintahkan oleh “tuhannya” untuk meledakkan diri atau membunuh orang.

Di ayat terakhir ini saya ingin membagikan sebuah kebenaran kepada Anda bahwa Tuhan ingin “mengenyangkan” Anda dengan kebaikan-Nya seumur hidup Anda. Ya, menyenangkan manusia adalah tujuan utama Tuhan menciptakan Adam, Hawa, dan kita. Sebagai Bapa yang baik, Tuhan ingin melihat anak-anak-Nya hidup dalam sukacita, damai, berkat, kesehatan, dan kelimpahan.

Tuhan tidak pernah keberatan untuk mengatakan, “Aku sangat menginginkanmu,” supaya kita senantiasa menyadari bahwa kita dikasihi. Tuhan tidak pernah lelah untuk terus menerus memperlihatkan kasih dan kemurahan-Nya. Tuhan tidak pernah menyerah untuk melingkupi kita dengan hangat pelukan-Nya, menuntun kita kepada jalan-jalan kebenaran-Nya, dan “menenggelamkan” kita dalam lautan kasih-Nya.

(Baca juga: TUHAN MELEPASKAN KITA DARI JERAT (MAZMUR 91:3-4))

Anda tahu alasannya? Karena Dia sangat mengasihi kita, karena kita begitu berharga di mata-Nya. Dia tidak ingin kita hidup liar seperti domba tanpa gembala dan Dia tidak ingin kita mati akibat “dikerjai” segerombolan serigala atau tersangkut di semak duri. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

PENTING UNTUK MENYADARI BAHWA KITA DIKASIHI (MAZMUR 91:7-8)

Bahan renungan:

Mazmur 91:7-8 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.

Anda spesial di mata Tuhan, apakah Anda menyadari akan hal itu? Anda adalah makhluk ciptaan-Nya yang paling dikasihi dan dicintai. Di mata Tuhan, tidak ada makhluk yang memiliki nilai sebesar Anda, sehingga Dia rela memberikan Diri-Nya di kayu salib untuk menggantikan Anda.

(Baca juga: JANGAN TAKUT, TUHAN SELALU BERSAMA ANDA (MAZMUR 91:5-6))

Tuhan ingin Anda tinggal dalam kebenaran di atas, bahwa Anda menyadari Anda sangat dikasihi. Kebenaran itulah yang membuat Anda dapat tinggal tenang penuh dengan sukacita menjalani kehidupan ini. Yang membuat sekalipun ribuan ribu orang rebah di sisi Anda, meninggalkan jalan-jalan kebenaran, tetapi Anda dapat tetap berdiri tegak. Yang membuat Anda tidak penuh amarah ketika hidup Anda dicurangi atau dijahati orang lain. Semata-mata karena Anda tahu bahwa Tuhan mengasihi Anda dan Dia memiliki rencana yang indah untuk hidup Anda.

(Baca juga: TUHAN MELEPASKAN KITA DARI JERAT (MAZMUR 91:3-4))

Teman, kalau kita mengenal Tuhan dengan benar, kita akan memiliki reaksi yang benar untuk segala perkara. Kita tidak terburu-buru memberikan respons yang negatif seperti meninggalkan Tuhan, pelayanan, atau gereja. Juga, kita tidak terburu-buru merespons marah, kecewa, kepahitan, dan sakit hati. Dengan demikian hal-hal buruk tidak akan menimpa kita. Kita akan tetap berdiri tegak dan menjadi saksi hidup bahwa Tuhan itu baik dalam segala jalan di hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ANDA DIKASIHI BEGITU HEBAT

Bahan renungan:

Efesus 1:5-6 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda dengan cinta. Ada yang memiliki pengalaman indah, ada juga yang buruk. Akibatnya, respons tiap-tiap orang berbeda ketika berbicara mengenai cinta. Namun, hari ini, mari kita kesampingkan terlebih dahulu pengalaman cinta kita, karena cinta yang Tuhan berikan kepada Anda tidak seperti cinta yang Anda pernah terima di dunia ini. Bahkan, pengalaman cinta terindah Anda, tidak sedikit pun mendekati hebatnya cinta Tuhan untuk Anda.

(Baca juga: JANGAN KERASKAN HATI ANDA TERHADAP KEBENARAN)

Dulu saya pikir cinta terhebat di dunia adalah cinta seorang ibu kepada anaknya. Bukan saya bermaksud mengecilkan cinta seorang ibu, tetapi saya hanya ingin mengatakan bahwa cinta Tuhan jauh lebih besar dari cinta seorang ibu kepada anaknya.

Yesaya 49:15 mengatakan, “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.”

Teman, Yesus mengasihi Anda dengan cara memberikan Diri-Nya sebagai ganti nyawa Anda di kayu salib. Dia menerima semua yang buruk, supaya Anda menikmati segala yang terbaik. Dia dihukum, supaya Anda merdeka. Yesus mengasihi Anda meski Dia tahu ada kemungkinan cinta-Nya bertepuk sebelah tangan. Salib adalah bentuk pengorbanan terbesar dari seseorang yang sedang jatuh cinta. Ya, Anda dikasihi begitu hebat oleh Tuhan.

(Baca juga: HUKUM TAURAT BUKAN RENCANA TUHAN, TAPI KEINGINAN MANUSIA)

Jika demikian besar kasih-Nya kepada kita, menurut Anda mungkinkah Tuhan merencanakan hal yang jahat terhadap Anda seperti yang dikatakan oleh beberapa orang? Tentu saja tidak. Rancangan-Nya terhadap Anda adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan (Yeremia 29:11). (penulis: @mistermuryadi)

APAKAH ROH KUDUS AKAN PERGI KALAU KITA HUJAT?

Bahan renungan:

1 Korintus 6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

Ketika Anda percaya kepada Yesus, roh Anda yang lama atau manusia lama Anda turut disalibkan bersama Kristus dan menjadi satu dengan Roh Kudus. Alkitab menyebutnya sebagai manusia baru (Kolose 3:10), ciptaan baru (2 Korintus 5:17), dan hati yang baru (Yehezkiel 36:26).

(Baca juga: ALASAN MENGAPA ANDA TIDAK MUNGKIN DITINGGALKAN ROH KUDUS)

Pada renungan kemarin, kita telah membahas bahwa Roh Kudus selamanya akan tinggal di dalam hati Anda, menyertai Anda, dan tidak akan pernah meninggalkan Anda. Tidak ada hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat Roh Kudus meninggalkan Anda. Dosa atau perbuatan jahat Anda tidak akan membuat Roh Kudus meninggalkan Anda. Dia akan selalu bersama-sama dengan Anda dan bersaksi mengenai Yesus (Yohanes 15:26). Roh Kudus akan menuntun dan mengingatkan Anda kepada Yesus dan kebenaran-Nya (Yohanes 16:3).

Dulu, saya pernah mendengar sebuah pengajaran yang mengatakan bahwa Roh Kudus dapat pergi meninggalkan kita kalau kita menghujat-Nya? Mari kita bahas pernyataan yang diambil dari perkataan Yesus dalam Markus 3:29 dan Lukas 12:10. Secara garis besar Yesus mengatakan, “Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”

Teman, perhatikan. Ayat di atas tidak ditujukkan untuk Anda, tetapi untuk orang-orang yang tidak percaya, meninggalkan, atau menolak Yesus. Orang yang percaya Yesus tidak mungkin menghujat Roh Kudus. Setiap orang yang percaya kepada Yesus telah menerima penebusan dan pengampunan dosa (Kolose 1:14) dan pasti diselamatkan (Roma 5:8-10, Roma 10:9-10). Alkitab menjaminnya. Jadi, ayat di atas bukan untuk kita, melainkan untuk mereka yang menolak atau meninggalkan Yesus.

“Bagaimana kalau saya pernah menghujat Roh Kudus, apakah Roh Kudus sudah pergi meninggalkan saya?”

Pertama, Anda perlu membedakan antara Roh Kudus meninggalkan Anda dengan Anda meninggalkan Roh Kudus. Itu dua hal yang berbeda. Yesus sendiri yang menjamin bahwa Roh Kudus, Sang Penolong dan Penghibur, akan menyertai kita dan diam di dalam kita selamanya (Yohanes 14:16-17). Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkan kita. Lain ceritanya kalau Anda yang ingin pergi meninggalkan Roh Kudus.

(Baca juga: MEMILIKI HARAPAN MEMBUAT ANDA TIDUR NYENYAK)

Teman, jika Anda sedang pergi meninggalkan Tuhan, kembalilah, Bapa Sorgawi menantikan Anda. Dia rindu menyambut Anda seperti menyambut si bungsu yang hilang. (penulis: @mistermuryadi)

SEPERTI INILAH BAPA MEMPERLAKUKAN ANDA

Bahan renungan:

Markus 10:16 Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

Saya tidak tahu seperti apa Anda dibesarkan oleh orangtua Anda. Namun, banyak orang yang saya temui tidak memiliki gambaran yang benar mengenai Bapa Sorgawi, karena iblis dengan segala tipu dayanya merusak keluarga mereka. Ayah yang bengis, ibu yang kejam, perceraian, konflik rumah tangga, pelecehan seksual dalam keluarga, telah membuat banyak anak Tuhan kehilangan gambaran Bapa Sorgawi. Akibatnya, setiap kali mereka membayangkan kasih Bapa, yang terbayang adalah kelakukan buruk kedua orangtuanya.

(Baca juga: CAMPUR TANGAN KITA MEMBUAT MASALAH MAKIN RUNYAM)

Hari ini, saya ingin mengutip beberapa ayat Firman Tuhan yang menuliskan bagaimana Bapa Sorgawi memperlakukan Anda. Saya berharap ayat-ayat ini dapat membantu Anda memahami betapa berharganya Anda di mata Bapa Sorgawi. Bacalah ayat-ayat di bawah ini dengan bersuara dan gantilah kata “engkau” dengan “saya” atau nama Anda.

Kejadian 12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.

Mazmur 121:7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.

Kejadian 28:15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.

Mazmur 103:3-5 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

Mazmur 31:7-8 Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku, dan tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang.

Yeremia 33:6 Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah.

Markus 10:16 Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

2 Tesalonika 3:3 Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.

(Baca juga: APAKAH IMAN KITA DAPAT MENGGERAKKAN TUHAN?)

Teman, sepenting dan seberharga itulah hidup Anda di mata Bapa Sorgawi. Dia menjaga, mengasihi, memelihara, memberkati, menyembuhkan, menebus, memperhatikan, melindungi, mengampuni, dan memahkotai kita. Masih ada banyak ayat yang menuliskan ekspresi kasih Bapa terhadap Anda, anak-anak kesayangan-Nya. Saya ingin Anda mengerti bahwa tidak ada hal yang Anda lakukan yang dapat mengurangi kasih Bapa kepada Anda. Dia mengasihi Anda lebih dari yang Anda pikirkan. (penulis: @mistermuryadi)

YESUS DICAMBUK DAN DISALIB MENGGANTIKAN KITA

Bahan renungan:

Yesaya 53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

Dulu, ada seorang panglima perang Rusia bernama Shamila. Shamila dan pasukannya mengalami krisis makanan di padang gurun. Mereka harus menghemat makanan, supaya seluruh pasukan dan keluarganya dapat bertahan hidup.

(Baca juga: SELESAIKAN PERTANDINGAN HIDUP ANDA!)

Di tengah situasi itu, salah satu prajurit melaporkan ada sekarung besar yang hilang. Shamila marah dan mengeluarkan ultimatum kepada seluruh pasukan, bahwa jika terjadi lagi pencurian, yang mencuri beras akan dihukum cambuk 50 kali. Selang satu minggu, sekarung beras hilang lagi. Shamila sangat marah. Dia memerintahkan pasukannya untuk menggeledah seluruh tenda dan menyiapkan seorang algojo untuk menghukum sang pencuri.

Dalam waktu 15 menit, pasukannya membawa kabar gembira kepada Shamila, “Panglima, pencurinya sudah tertangkap.” “Bagus,” jawab Shamila. “Segera bawa ke ruang hukuman.”

“Namun, ada kabar buruk Panglima,” ujar salah satu tentara. “Yang mencuri adalah ibu Panglima.”

Shamila terdiam bingung, karena ibunya sudah lanjut usia. Jangankan 50 cambukan, dua kali cambukan saja dapat membuat ibunya meninggal. Akhirnya Shamila mengatakan, “Keputusan ditunda sampai besok pagi.”

Semalaman penuh Shamila tidak dapat tidur memikirkan apa yang harus dia lakukan. Seluruh pasukan pun menantikan keputusan tersebut. Ada yang merasa tidak tega untuk menghukum seorang ibu tua, ada juga yang bersikeras untuk menghukum sang pencuri.

Keesokan paginya seluruh pasukan berkumpul dan semua mata menatap Shamila. Shamila mengatakan, hukuman telah ditetapkan, sang pencuri harus tetap dihukum, bawa pencurinya ke depan.

Algojo bersiap dan saat hukuman hendak dilakukan, Shamila mendekati ibunya dan berkata, “Ibu, saya sangat mengasihi ibu, tetapi hukuman telah ditetapkan, harus ada yang yang dihukum untuk pelanggaran ini.” Shamila memeluk ibunya erat sambil berbisik lembut, “Ibu jangan mencuri lagi,” dan membawa ibunya ke pinggir. “Algojo, silakan cambuk saya 100 kali.”

(Baca juga: BERLATIH UNTUK MEMIKIRKAN YANG BAIK)

Teman, itulah yang Yesus lakukan untuk Anda dan saya. Dia menanggung semua hukuman yang seharusnya kita terima. Saya percaya Yesus menggantikan kita supaya kita menggunakan kesempatan tersebut untuk memiliki kehidupan yang lebih baik, bukan kesempatan untuk berbuat dosa lebih banyak. (penulis: @mistermuryadi)

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ADALAH MERASA DIKASIHI

Bahan renungan:

1 Yohanes 4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan …

Sejak peristiwa di Taman Eden, iblis sudah menggunakan ketakutan sebagai senjata untuk menjatuhkan manusia. Di Eden, iblis menipu pikiran Adam dan Hawa, sehingga mereka berpikir ada yang Tuhan sembunyikan dari mereka. Pemikiran itu membuat Adam dan Hawa merasa Tuhan tidak benar-benar mengasihi mereka.

(Baca juga: MENGAPA YESUS MENGUNGKAP DOSA SI WANITA SAMARIA?)

Apa dampak hal tersebut bagi Adam dan Hawa? Sangat besar. Adam dan Hawa jadi ketakutan, merasa dibuang, ditinggalkan, sehingga dengan mudahnya terjebak ke dalam perangkap iblis dan jatuh ke dalam dosa. Lebih jauh lagi, Adam dan Hawa jadi menjauh dari Tuhan. Mereka bersembunyi dari Tuhan mengira Tuhan akan menghukum mereka.

Teman, manusia adalah makhluk kasih. Manusia tidak dapat hidup tanpa kasih. Manusia butuh dikasihi dan mengasihi. Ada bahaya sangat besar mengancam saat seseorang berpikir tidak ada lagi yang mengasihi dirinya dan tidak ada lagi yang dapat dia kasihi. Manusia akan membuat keputusan dan tindakan yang buruk terkait dengan hal itu.

Itu sebabnya, di antara banyaknya identitas yang luar biasa, Tuhan memilih menyatakan diri-Nya sebagai kasih (1 Yohanes 4:8). Tuhan tahu sekali kebutuhan dasar terbesar manusia adalah merasa dikasihi dan diinginkan. Itu sebabnya berkali-kali Yesus menyatakan kasih yang tidak bersyarat kepada para pendosa. Untuk menyakinkan mereka bahwa tidak ada dosa atau pun pelanggaran mereka yang dapat memisahkan mereka dari kasih Tuhan yang besar.

(Baca juga: ORANG BAIK MATI MUDA, APAKAH TUHAN YANG MERENCANAKANNYA?)

Ketika manusia menyadari diri-Nya dikasihi oleh Tuhan, lenyaplah segala ketakutan di dalam dirinya. Akibatnya, manusia menjadi berani menjalani hidup, bebenah diri melakukan hal yang benar, dan percaya diri menghadapi segala kesukaran. Kasih Tuhan yang sempurna membuat manusia kuat menanggung banyak perkara dan memulihkan kehidupan manusia yang rusak akibat dosa. (penulis: @mistermuryadi)