TUHAN MENGASIHI KITA LEBIH DARI YANG LAYAK KITA TERIMA

Bahan renungan:

Efesus 2:4-5 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan–

Hari ini saya hanya ingin mengingatkan betapa besar kasih Bapa kepada kita. Penting bagi setiap kita menyadari hal itu selama kita hidup. Saat kita di atas gunung yang tinggi atau di dalam lembah yang kelam, penting kita mengetahui betapa panjang, dalam, tinggi, dan lebarnya kasih Bapa atas hidup kita.

(Baca juga: SATU-SATUNYA CARA AGAR KITA DAPAT MENERIMA JANJI TUHAN)

Kasih-Nya lebih besar dari segala kesalahan dan kegagalan yang kita lakukan. Kasih-Nya selalu menerima kita apa adanya, mengangkat, dan memulihkan kita. Kasih-Nya memberikan dan menyediakan lebih dari yang layak kita terima.

(Baca juga: HAL YANG BURUK TIDAK AKAN MENIMPA ORANG PERCAYA)

Kasih-Nya tanpa syarat. Kasih-Nya menghidupkan dan memberikan harapan bagi semangat yang patah. Kasih-Nya menerangi kegelapan dan menuntun dengan sabar. Kasih-Nya memerdekakan kita dari segala kekuatiran dan melenyapkan ketakutan. Kasih-Nya tidak terukur dan selalu baru setiap hari. Tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih Bapa. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

CARA MENANG TERHADAP KRISIS

Bahan renungan:

1 Yohanes 4:17 mengatakan, “Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.”

Perhatikan kata “Hari Penghakiman” pada ayat di atas. Jika diterjemahkan dari bahasa aslinya, kata tersebut berarti krisis. Krisis yang kita hadapi dalam kehidupan bermacam-macam, mulai dari sakit penyakit, bisnis yang tidak berkembang, keluarga yang hancur, gaji yang kurang memuaskan, dan lain sebagainya.

(Baca juga: TERTANAM DAN BERTUMBUH DI SEBUAH GEREJA LOKAL)

Firman Tuhan mengatakan, jika kita memiliki kasih Bapa, atau dengan kata lain, kita menyadari bahwa kita sangat dikasihi oleh Bapa, kita akan memiliki keberanian menghadapi krisis. Kita tidak akan ketakutan atau kuatir terhadap segala perkara yang ada di hadapan kita, karena kita tahu pasti bahwa Tuhan senantiasa menyediakan yang terbaik bagi kita, dan kita aman di dalam perlindungan-Nya.

Supaya kita dapat menyadari bahwa kita dikasihi, penting bagi setiap kita untuk merenungkan kasih Tuhan. “Bagaimana cara merenungkan kasih Tuhan?” Caranya mudah, yaitu dengan merenungkan apa yang Tuhan telah kasih atau berikan kepada kita. Contoh, kita dapat merenungkan kesembuhan, kelimpahan, masa depan indah, pemulihan, kesehatan, atau pemeliharaan yang Dia berikan 2000 tahun lalu di atas kayu salib.

Jadi, jangan membaca Alkitab tanpa arah yang jelas. Baca dan renungkan janji yang Tuhan berikan bagi kita, sesuai kebutuhan kita. Jika kita sedang sakit, baca dan renungkan kisah-kisah kesembuhan, seperti kisah wanita pendarahan 12 tahun, kisah si buta dan si kusta yang disembuhkan oleh Yesus, dan lain sebagainya. Jika kita sedang mengalami masalah finansial, baca dan renungkan kisah-kisah seperti si janda miskin yang memberikan seluruh hartanya, Mazmur 23 tentang Gembala Yang Baik, atau Matius 6:25-34 mengenai Hal Kekuatiran.

(Baca juga: APA BENAR TUHAN MENGGUNAKAN MASALAH UNTUK MELATIH KITA?)

Dengan merenungkan janji Tuhan, hati dan pikiran kita akan tenang, dan jiwa kita akan menyadari bahwa Tuhan sangat mengasihi kita dan Dia setia terhadap janji-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

 

JIKA KITA BERBUAT JAHAT, APAKAH TUHAN TETAP MENGASIHI KITA?

Bahan renungan:

Roma 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Tuhan mengasihi kita semata-mata karena kita adalah anak-Nya, bukan karena kita baik atau telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagi-Nya. Sama seperti bayi yang belum berjasa atau melakukan kebaikan apapun bagi kedua orangtuanya, tetapi orangtuanya sangat mencintainya. Semata-mata, hanya karena bayi tersebut adalah anak kesayangan mereka.

(Baca juga: JANGAN MENGANDALKAN MANUSIA)

Tuhan mengasihi kita bukan karena perbuatan kita, tetapi karena status kita sebagai anak-Nya. Banyak orang bertanya kepada saya, “Apakah ini berarti jika kita berbuat jahat Tuhan tetap mengasihi kita?” Jawabannya, YA, Dia akan tetap mengasihi kita sekalipun kita berbuat jahat.

Namun, kita perlu mengerti hal ini. Dia tetap mengasihi kita bukan karena Dia setuju dengan perbuatan jahat kita, melainkan supaya kita berhenti dan meninggalkan perbuatan jahat tersebut.

Apa yang terjadi pada Yudas Iskariot adalah satu satu contoh nyata apa yang saya maksud dengan pernyataan di atas.

Yesus tahu bahwa Yudas akan mengkhianati-Nya suatu hari nanti. Kalau saya menjadi Yesus, tentu saya tidak akan mengangkat orang yang akan membahayakan hidup saya menjadi salah satu murid. Namun Yesus memililiki pemikiran yang berbeda. Justru karena Yesus tahu Yudas akan mengkhianati-Nya, Yesus mengangkat Yudas menjadi salah satu murid-Nya. Selama tiga setengah tahun Yesus menunjukkan kasih, mukjizat, kasih, dan kebesaran-Nya kepada Yudas agar Yudas berubah dari seorang pengkhianat menjadi penjala manusia yang luar biasa.

Sama halnya dengan murid-murid Yesus yang lain. Jika kita perhatikan, sebagian besar murid Yesus adalah orang-orang yang terbuang, gagal, dan dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang pada saat itu. Namun Yesus mengangkat mereka menjadi murid-murid-Nya dan melatih mereka untuk menjadi penjala manusia.

(Baca juga: TIGA KATA INI SEHARUSNYA TIDAK DIUCAPKAN OLEH ORANG PERCAYA)

Yesus mengambil sebuah risiko besar untuk mengasihi para murid, terutama Yudas. Sama halnya Dia mengambil risiko untuk mengasihi kita, orang-orang yang berdosa dan sering memanfaatkan Dia. Yesus tahu bahwa ada kemungkinan besar kita tidak membalas kasih-Nya dan bahkan meninggalkan-Nya. Namun di sisi lain, Yesus melihat ada kemungkinan lain yang tidak kalah besarnya, yaitu kasih-Nya dapat mengubahkan hidup kita, dari seorang penjahat menjadi berkat bagi banyak orang. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN DAPAT MENGHUKUM KITA, TETAPI DIA MEMILIH MENGASIHI KITA

Bahan renungan:

Yohanes 8:11 Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Mungkin sampai kita tutup mata nanti kita tidak akan pernah benar-benar dapat memahami betapa panjang, dalam, lebar, dan tinggi kasih Tuhan untuk kita. Namun, melalui pengorbanan Yesus di atas kayu salib, kita dapat mengerti bahwa Tuhan sangat sangat sangat mengasihi kita.

(Baca juga: IMAN ADALAH PERCAYA KEPADA FIRMAN TUHAN, BUKAN KEPADA PERASAAN)

Beberapa kali, saat berkhotbah mengenai kasih Bapa, saya suka menyempatkan diri bertanya kepada para jemaat Tuhan, “Maukah bapak ibu mengorbankan salah satu anak bapak ibu jika hal tersebut dapat membebaskan semua tahanan yang ada di penjara?” Seratus persen mereka menjawab, “Tidak mau.”

Tahukah Anda bahwa Bapa di Sorga hanya memiliki Yesus seorang? Dan, Dia anugerahkan Yesus untuk kita. Kalau bukan karena kasih yang begitu besar kepada manusia dan karena manusia sangat berharga di mata Bapa, saya tidak tahu lagi apa yang dapat mendorong Bapa Sorgawi melakukan hal tersebut.

Teman, Tuhan yang kita sembah memiliki kuasa dan hak untuk menghukum kita, menghakimi kita, mencabut nyawa kita, dan membalaskan segala kejahatan yang kita lakukan, tetapi kabar sukacitanya, Dia memilih untuk mengasihi kita dan menjadikan kita anak kesayangan-Nya.

(Baca juga: TUHAN TAHU DOSA KITA, TETAPI DIA TETAP MENGASIHI KITA)

Bagi saya, tidak ada kabar yang lebih baik daripada mengetahui kebenaran bahwa Bapa Sorgawi ada di pihak saya dan sangat mengasihi saya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MENGENALI BETAPA LEBAR, PANJANG, TINGGI, DAN DALAMNYA KASIH BAPA

Bahan renungan:

Efesus 3:18-19 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Topik yang paling saya sukai dari Alkitab adalah mengenai kasih Bapa. Saya percaya sampai kita tutup mata kelak, kita tidak akan pernah dapat memahami kasih Bapa secara sempurna. Semata-mata karena begitu lebar, panjang, tinggi, dan dalam kasih yang Dia berikan kepada kita.

(Baca juga: EMPAT HAL MENGENAI PEMBERIAN TUHAN YANG PERLU ANDA KETAHUI)

Setidaknya ketiga ayat yang ingin saya tunjukkan kepada Anda di bawah ini memberikan sedikit gambaran mengenai kasih Bapa bagi kita.

1. DIA MENGARUNIAKAN ANAKNYA YANG TUNGGAL (Yohanes 3:16)
Tidakkah kebenaran di atas sungguh dahsyat? Besarnya cinta seseorang dapat dilihat dari seberapa bernilai pemberian orang tersebut. Cinta Tuhan kepada Anda sangatlah besar, karena yang Dia berikan untuk menebus Anda adalah satu-satunya Anak yang Dia miliki. Saya tidak yakin Anda mau mengorbankan satu anak Anda demi orang lain, sekalipun Anda memiliki tiga orang anak. Namun Bapa memberikannya bagi kita.

2. KASIHNYA KEKAL DAN SELALU BARU SETIAP PAGI (Ratapan 3:22-23)
Kasih Tuhan tidak pernah berubah. Kalau dulu Dia mengasihi Anda tanpa syarat, hari ini dan besok, Dia akan tetap mengasihi Anda tanpa syarat. Kasih-Nya untuk Anda kekal dan selalu baru setiap pagi. Tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk mengubah kebenaran tersebut.

(Baca juga: TENANG, DI DALAM YESUS, KEGAGALAN BUKAN AKHIR SEGALANYA)

3. DIA TETAP MENGASIHI KITA MESKIPUN DIA TAHU KITA JAHAT KEPADANYA (Roma 5:8)
Menurut saya ini adalah hal terhebat dari kasih Tuhan kepada kita. Tuhan tahu persis siapa kita. Dia tahu segala kejahatan dan pelanggaran kita. Dia tahu kita sering meninggalkan Dia demi sesuatu yang lain. Dia tahu terkadang kita hanya mencari-Nya pada saat kita membutuhkan sesuatu. Namun, Dia tetap memilih untuk mengasihi kita tanpa syarat. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN INGIN “MENGENYANGKAN” KITA DENGAN KEBAIKAN-NYA (MAZMUR 91:16)

Bahan renungan:

Mazmur 91:16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.

Kita sudah berada di akhir ayat dari Mazmur 91. Saya percaya Anda belajar sesuatu mengenai Pribadi Tuhan sepanjang sembilan hari terakhir. Bahwa Tuhan itu senantiasa baik dan mengasihi Anda. Saya sangat percaya di dunia ini tidak ada Tuhan seperti Tuhan yang kita sembah dalam nama Yesus.

(Baca juga: MEMILIH PERCAYA TUHAN VS. MEMILIH JALAN SENDIRI (MAZMUR 91:15))

Keputusan untuk percaya kepada Yesus adalah hal yang tidak pernah saya sesali di dalam hidup saya. Saya tahu saya mempercayai Tuhan yang benar, baik, dan berlimpah kasih setia. Tuhan yang saya sembah tidak pernah menginginkan yang buruk terjadi dalam hidup saya, juga Dia tidak pernah meminta saya melakukan hal-hal yang buruk yang dapat merugikan saya. Tidak seperti sebuah keyakinan yang katanya diperintahkan oleh “tuhannya” untuk meledakkan diri atau membunuh orang.

Di ayat terakhir ini saya ingin membagikan sebuah kebenaran kepada Anda bahwa Tuhan ingin “mengenyangkan” Anda dengan kebaikan-Nya seumur hidup Anda. Ya, menyenangkan manusia adalah tujuan utama Tuhan menciptakan Adam, Hawa, dan kita. Sebagai Bapa yang baik, Tuhan ingin melihat anak-anak-Nya hidup dalam sukacita, damai, berkat, kesehatan, dan kelimpahan.

Tuhan tidak pernah keberatan untuk mengatakan, “Aku sangat menginginkanmu,” supaya kita senantiasa menyadari bahwa kita dikasihi. Tuhan tidak pernah lelah untuk terus menerus memperlihatkan kasih dan kemurahan-Nya. Tuhan tidak pernah menyerah untuk melingkupi kita dengan hangat pelukan-Nya, menuntun kita kepada jalan-jalan kebenaran-Nya, dan “menenggelamkan” kita dalam lautan kasih-Nya.

(Baca juga: TUHAN MELEPASKAN KITA DARI JERAT (MAZMUR 91:3-4))

Anda tahu alasannya? Karena Dia sangat mengasihi kita, karena kita begitu berharga di mata-Nya. Dia tidak ingin kita hidup liar seperti domba tanpa gembala dan Dia tidak ingin kita mati akibat “dikerjai” segerombolan serigala atau tersangkut di semak duri. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

PENTING UNTUK MENYADARI BAHWA KITA DIKASIHI (MAZMUR 91:7-8)

Bahan renungan:

Mazmur 91:7-8 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.

Anda spesial di mata Tuhan, apakah Anda menyadari akan hal itu? Anda adalah makhluk ciptaan-Nya yang paling dikasihi dan dicintai. Di mata Tuhan, tidak ada makhluk yang memiliki nilai sebesar Anda, sehingga Dia rela memberikan Diri-Nya di kayu salib untuk menggantikan Anda.

(Baca juga: JANGAN TAKUT, TUHAN SELALU BERSAMA ANDA (MAZMUR 91:5-6))

Tuhan ingin Anda tinggal dalam kebenaran di atas, bahwa Anda menyadari Anda sangat dikasihi. Kebenaran itulah yang membuat Anda dapat tinggal tenang penuh dengan sukacita menjalani kehidupan ini. Yang membuat sekalipun ribuan ribu orang rebah di sisi Anda, meninggalkan jalan-jalan kebenaran, tetapi Anda dapat tetap berdiri tegak. Yang membuat Anda tidak penuh amarah ketika hidup Anda dicurangi atau dijahati orang lain. Semata-mata karena Anda tahu bahwa Tuhan mengasihi Anda dan Dia memiliki rencana yang indah untuk hidup Anda.

(Baca juga: TUHAN MELEPASKAN KITA DARI JERAT (MAZMUR 91:3-4))

Teman, kalau kita mengenal Tuhan dengan benar, kita akan memiliki reaksi yang benar untuk segala perkara. Kita tidak terburu-buru memberikan respons yang negatif seperti meninggalkan Tuhan, pelayanan, atau gereja. Juga, kita tidak terburu-buru merespons marah, kecewa, kepahitan, dan sakit hati. Dengan demikian hal-hal buruk tidak akan menimpa kita. Kita akan tetap berdiri tegak dan menjadi saksi hidup bahwa Tuhan itu baik dalam segala jalan di hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.