BAPA TERLALU MENGASIHI ANDA

Bahan renungan:

Lukas 12:6-7 Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit.

Saat Anda mencintai seseorang, Anda pasti memberikan perhatian yang berlebihan kepada orang tersebut. Anda akan memperhatikan cara dia berjalan, cara dia tersenyum, makanan kesukaannya, bahkan kata-kata yang sering dia ucapkan. Hal-hal tentang dirinya yang tidak menarik bagi orang lain, menjadi sangat menarik buat Anda.

(Baca juga: HARAPKAN YANG TERBAIK, UCAPKAN YANG TERBAIK)

Juga, saat Anda jatuh cinta kepada seseorang, Anda selalu ingin menyenangkan orang tersebut. Namun, saya belum pernah mendengar tentang pria dan wanita yang saling jatuh cinta dan mengetahui jumlah rambut mereka masing-masing.

Luar biasanya, ada Pribadi yang terlalu mencintai Anda dan saya, sampai-sampai Dia mengetahui jumlah rambut kita dengan pasti. Tuhan mengetahui kebiasaan tidur Anda, cara Anda makan, betapa takutnya Anda terhadap kecoa, seberapa bau napas Anda saat bangun tidur, karena Dia begitu tergila-gila terhadap Anda.

Itu sebabnya saya terkadang heran ketika ada seorang percaya yang merasa kesepian, tertolak, dan pahit hati. Tidakkah mereka tahu bahwa ada Yesus yang sangat mengasihi mereka?

(Baca juga: JANGAN MELUPAKAN KASIH SETIA TUHAN)

Teman, penuhi pikiran dan hati Anda dengan kebenaran ini. Anda tidak sendirian. Dia selalu ada bersama-sama Anda, memelihara, menjaga, dan memberkati Anda. Haleluya! (penulis:@mistermuryadi)

MENGAPA YESUS MENJADI SAHABAT PARA PENDOSA?

Bahan renungan:

Lukas 5:30-32 Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

Roma 8:39 sangat jelas menyatakan bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Bapa. Sungguh melegakan mengetahui bahwa ada satu Pribadi yang setia mengasihi kita sekalipun kita melakukan sesuatu yang buruk. Ketika teman kita menjauhi dan keluarga kita mencap kita negatif, Tuhan tetap memandang kita berharga di mata-Nya.

(Baca juga: KEPADA SIAPAKAH KITA MENGABDIKAN DIRI?)

“Wah, enak sekali kalau begitu, kita bebas berbuat dosa. Toh, Tuhan akan tetap mengasihi saya.”

Kita sering salah mengartikan kebaikan kasih Tuhan. Kita mengira jika Tuhan mengasihi orang berdosa itu artinya Tuhan setuju dengan dosa orang tersebut. Jelas hal tersebut keliru! Tuhan mengasihi orang berdosa, tetapi Dia sangat membenci dosa.

Tujuan Yesus menjadi sahabat para pendosa adalah, ” … supaya mereka bertobat,” seperti yang tertulis di ayat renungan kita hari ini. Rasul Paulus menuliskannya dengan sangat manis dalam Roma 2:4b, “Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Tuhan ialah menuntun engkau kepada pertobatan?”

Ya, kasih adalah cara Yesus mengubah kehidupan para pendosa, bukan dengan penghukuman atau penghakiman. Ketika Yesus diperhadapkan dengan wanita pezinah, dengan lembut Dia mengatakan, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang (Yohanes 8:11).”

(Baca juga: APAKAH ORANG PERCAYA MEMERLUKAN PELAYANAN PELEPASAN?)

Dia adalah Bapa yang sangat baik. Dia menyediakan kehidupan yang indah dan masa depan yang penuh harapan untuk setiap orang yang percaya kepada-Nya. Seperti si bungsu yang hilang, kembalilah kepada-Nya, di mana kita dapat bersukacita menikmati semua kebaikan dan kemurahan yang telah Dia sediakan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

APAKAH ANDA TAHU BAHWA BAPA SANGAT MENGASIHI ANDA?

Bahan renungan:

Yohanes 15:9 Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

Jika ada seseorang bertanya, “Apakah kamu tahu bahwa Bapa sangat mengasihi manusia?” sebagian besar orang akan menjawab, “Ya, tentu saja saya tahu, salib Kristus adalah bukti bahwa Dia sangat mengasihi manusia.”

(Baca juga: BETAPA LEBAR, PANJANG, TINGGI, DAN DALAM KASIH KRISTUS)

Namun, ketika pertanyaannya berubah menjadi lebih pribadi, “Apakah kamu tahu bahwa Bapa sangat mengasihi kamu?” Orang mulai memberikan jawaban yang berbeda-beda. Ada yang menjawab, “Ya, saya tahu Dia sangat mengasihi saya,” tetapi ada juga yang menjawab, “Hmm, sepertinya begitu,” sambil berpikir dalam hatinya, “Bagaimana mungkin Tuhan yang kudus mengasihi saya yang berdosa ini?”

Teman, tidak cukup hanya mengetahui bahwa Bapa sangat mengasihi dunia ini. Anda perlu menyadari bahwa Bapa sangat mengasihi Anda. Raja Daud menyatakan bahwa, “Tuhan adalah gembalaku.” Daud tidak hanya menyebut Tuhan sebagai gembala yang baik, melainkan Tuhan adalah gembalanya. Sama halnya dengan Yesus. Dia bukan hanya sekadar Juruselamat manusia, kita perlu menjadikan Dia, “Juruselamatku.”

Mengapa kita perlu menyadari kasih Bapa secara pribadi?

Ketika seseorang menyadari bahwa dirinya dikasihi oleh Bapa Sorgawi, itu akan membuat dia selalu merasa diterima dan diinginkan. Ya, faktanya Bapa tidak pernah menolak Anda, tidak peduli apa pun latar belakang Anda, atau siapa pun Anda. Kasih-Nya kepada Anda tidak bersyarat dan tidak pernah berubah.

Suatu hari ada seorang meminta saya berdoa. Dia sedikit mendesak, “Koh, tolong doakan saya dan bisnis saya. Kokoh kan pelayan Tuhan, doanya pasti lebih manjur dari saya.” Melalui pernyataan terebut, saya dapat menyimpulkan bahwa dia tidak menyadari Bapa sangat mengasihi dirinya. Dia merasa tidak layak dan merasa Bapa tidak akan menjawab doanya.

Bukankah darah yang Yesus tumpahkan bagi para hamba Tuhan, maupun bagi para penjahat, adalah darah yang sama mahalnya? Kalau permintaan penjahat yang disalibkan di sebelah kanan Yesus dijawab oleh Yesus, dan bahkan dilayakkan untuk masuk ke Firdaus, Anda dan saya pasti diperlakukan sama oleh Bapa.

(Baca juga: YESUS MEMBERI KITA TUJUAN HIDUP YANG BARU)

Teman, Bapa Sorgawi tidak memiliki anak emas. Dia mengasihi Anda dan saya sama sempurnanya seperti Dia mengasihi para hamba Tuhan yang besar, para pahlawan iman di Alkitab, dan bahkan Yesus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

BETAPA LEBAR, PANJANG, TINGGI, DAN DALAM KASIH KRISTUS

Bahan renungan:

Yesaya 49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

Seorang pujangga mengatakan, “Kasih ibu sepanjang masa.” Saya percaya seorang ibu memiliki kasih yang sangat besar kepada anaknya. Tidak peduli sang anak berhasil ataupun gagal, sang ibu pasti akan mencintai anaknya dengan segenap hati. Tidak peduli penurut ataupun pembangkang, sang ibu akan memberikan segala yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Kita patut berterima kasih kepada para ibu yang menjaga dan memelihara kita.

(Baca juga: SUDAH SEJAUH MANA ANDA BERJALAN DI TAHUN INI?)

Saya pribadi begitu menyadari betapa besar kasih ibu saya kepada saya. Dia rela memberikan yang dia miliki demi saya. Saya tidak pernah meragukan kasih ibu saya.

Meski demikian, tidak sedikit anak-anak yang dijual oleh ibunya, ditinggalkan dan dibuang, diperlakukan semena-mena demi kepentingan ibunya. Alasan itulah yang membuat saya begitu tercengang membaca ayat renungan kita di atas.

Banyak orang menggambarkan kasih Tuhan seperti kasih orang tua kepada anaknya, terutama kasih ibu kepada anaknya. Namun, ayat di atas jelas mengatakan bahwa kasih Tuhan lebih besar dari kasih seorang ibu kepada anaknya.

Saya tidak sedang membandingkan kasih ibu kita dan kasih Tuhan. Perbandingan itu tidak adil. Saya hanya ingin kita menyadari betapa lebar, panjang, tinggi, dan dalam kasih Tuhan kepada kita. Ayat di atas mengatakan, “Sekalipun ibu kita melupakan, Tuhan tidak akan melupakan kita.” Haleluya!

(Baca juga: CARA BERDOA YANG ALKITABIAH UNTUK MENGUSIR SAKIT PENYAKIT)

Renungkanlah kasih-Nya hari ini. Luangkan waktu sejenak dan ingatlah kembali segala kebaikan Tuhan yang pernah Anda alami. Biarkan kesaksian-kesaksian dalam hidup Anda bersuara menyatakan bahwa Tuhan itu baik dan Dia sangat mengasihi Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUHAN MENGASIHI KITA LEBIH DARI YANG LAYAK KITA TERIMA

Bahan renungan:

Efesus 2:4-5 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan–

Hari ini saya hanya ingin mengingatkan betapa besar kasih Bapa kepada kita. Penting bagi setiap kita menyadari hal itu selama kita hidup. Saat kita di atas gunung yang tinggi atau di dalam lembah yang kelam, penting kita mengetahui betapa panjang, dalam, tinggi, dan lebarnya kasih Bapa atas hidup kita.

(Baca juga: SATU-SATUNYA CARA AGAR KITA DAPAT MENERIMA JANJI TUHAN)

Kasih-Nya lebih besar dari segala kesalahan dan kegagalan yang kita lakukan. Kasih-Nya selalu menerima kita apa adanya, mengangkat, dan memulihkan kita. Kasih-Nya memberikan dan menyediakan lebih dari yang layak kita terima.

(Baca juga: HAL YANG BURUK TIDAK AKAN MENIMPA ORANG PERCAYA)

Kasih-Nya tanpa syarat. Kasih-Nya menghidupkan dan memberikan harapan bagi semangat yang patah. Kasih-Nya menerangi kegelapan dan menuntun dengan sabar. Kasih-Nya memerdekakan kita dari segala kekuatiran dan melenyapkan ketakutan. Kasih-Nya tidak terukur dan selalu baru setiap hari. Tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih Bapa. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

CARA MENANG TERHADAP KRISIS

Bahan renungan:

1 Yohanes 4:17 mengatakan, “Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.”

Perhatikan kata “Hari Penghakiman” pada ayat di atas. Jika diterjemahkan dari bahasa aslinya, kata tersebut berarti krisis. Krisis yang kita hadapi dalam kehidupan bermacam-macam, mulai dari sakit penyakit, bisnis yang tidak berkembang, keluarga yang hancur, gaji yang kurang memuaskan, dan lain sebagainya.

(Baca juga: TERTANAM DAN BERTUMBUH DI SEBUAH GEREJA LOKAL)

Firman Tuhan mengatakan, jika kita memiliki kasih Bapa, atau dengan kata lain, kita menyadari bahwa kita sangat dikasihi oleh Bapa, kita akan memiliki keberanian menghadapi krisis. Kita tidak akan ketakutan atau kuatir terhadap segala perkara yang ada di hadapan kita, karena kita tahu pasti bahwa Tuhan senantiasa menyediakan yang terbaik bagi kita, dan kita aman di dalam perlindungan-Nya.

Supaya kita dapat menyadari bahwa kita dikasihi, penting bagi setiap kita untuk merenungkan kasih Tuhan. “Bagaimana cara merenungkan kasih Tuhan?” Caranya mudah, yaitu dengan merenungkan apa yang Tuhan telah kasih atau berikan kepada kita. Contoh, kita dapat merenungkan kesembuhan, kelimpahan, masa depan indah, pemulihan, kesehatan, atau pemeliharaan yang Dia berikan 2000 tahun lalu di atas kayu salib.

Jadi, jangan membaca Alkitab tanpa arah yang jelas. Baca dan renungkan janji yang Tuhan berikan bagi kita, sesuai kebutuhan kita. Jika kita sedang sakit, baca dan renungkan kisah-kisah kesembuhan, seperti kisah wanita pendarahan 12 tahun, kisah si buta dan si kusta yang disembuhkan oleh Yesus, dan lain sebagainya. Jika kita sedang mengalami masalah finansial, baca dan renungkan kisah-kisah seperti si janda miskin yang memberikan seluruh hartanya, Mazmur 23 tentang Gembala Yang Baik, atau Matius 6:25-34 mengenai Hal Kekuatiran.

(Baca juga: APA BENAR TUHAN MENGGUNAKAN MASALAH UNTUK MELATIH KITA?)

Dengan merenungkan janji Tuhan, hati dan pikiran kita akan tenang, dan jiwa kita akan menyadari bahwa Tuhan sangat mengasihi kita dan Dia setia terhadap janji-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

 

JIKA KITA BERBUAT JAHAT, APAKAH TUHAN TETAP MENGASIHI KITA?

Bahan renungan:

Roma 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Tuhan mengasihi kita semata-mata karena kita adalah anak-Nya, bukan karena kita baik atau telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagi-Nya. Sama seperti bayi yang belum berjasa atau melakukan kebaikan apapun bagi kedua orangtuanya, tetapi orangtuanya sangat mencintainya. Semata-mata, hanya karena bayi tersebut adalah anak kesayangan mereka.

(Baca juga: JANGAN MENGANDALKAN MANUSIA)

Tuhan mengasihi kita bukan karena perbuatan kita, tetapi karena status kita sebagai anak-Nya. Banyak orang bertanya kepada saya, “Apakah ini berarti jika kita berbuat jahat Tuhan tetap mengasihi kita?” Jawabannya, YA, Dia akan tetap mengasihi kita sekalipun kita berbuat jahat.

Namun, kita perlu mengerti hal ini. Dia tetap mengasihi kita bukan karena Dia setuju dengan perbuatan jahat kita, melainkan supaya kita berhenti dan meninggalkan perbuatan jahat tersebut.

Apa yang terjadi pada Yudas Iskariot adalah satu satu contoh nyata apa yang saya maksud dengan pernyataan di atas.

Yesus tahu bahwa Yudas akan mengkhianati-Nya suatu hari nanti. Kalau saya menjadi Yesus, tentu saya tidak akan mengangkat orang yang akan membahayakan hidup saya menjadi salah satu murid. Namun Yesus memililiki pemikiran yang berbeda. Justru karena Yesus tahu Yudas akan mengkhianati-Nya, Yesus mengangkat Yudas menjadi salah satu murid-Nya. Selama tiga setengah tahun Yesus menunjukkan kasih, mukjizat, kasih, dan kebesaran-Nya kepada Yudas agar Yudas berubah dari seorang pengkhianat menjadi penjala manusia yang luar biasa.

Sama halnya dengan murid-murid Yesus yang lain. Jika kita perhatikan, sebagian besar murid Yesus adalah orang-orang yang terbuang, gagal, dan dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang pada saat itu. Namun Yesus mengangkat mereka menjadi murid-murid-Nya dan melatih mereka untuk menjadi penjala manusia.

(Baca juga: TIGA KATA INI SEHARUSNYA TIDAK DIUCAPKAN OLEH ORANG PERCAYA)

Yesus mengambil sebuah risiko besar untuk mengasihi para murid, terutama Yudas. Sama halnya Dia mengambil risiko untuk mengasihi kita, orang-orang yang berdosa dan sering memanfaatkan Dia. Yesus tahu bahwa ada kemungkinan besar kita tidak membalas kasih-Nya dan bahkan meninggalkan-Nya. Namun di sisi lain, Yesus melihat ada kemungkinan lain yang tidak kalah besarnya, yaitu kasih-Nya dapat mengubahkan hidup kita, dari seorang penjahat menjadi berkat bagi banyak orang. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.