AYAT TERMANIS DI ALKITAB

Bahan renungan:

Lukas 19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Bagi saya, ayat di atas adalah ayat termanis yang ada Alkitab. Dalam sebuah kalimat yang pendek, Lukas 19:10 menceritakan kepada kita mengenai alasan mengapa Yesus datang ke dunia. Dia datang untuk sebuah tujuan dan pekerjaan, yaitu untuk mencari dan menyelamatkan setiap orang berdosa.
Yesus tidak datang untuk menghukum atau menghakimi orang berdosa, melainkan untuk memberikan kehidupan yang kekal.
Melalui ayat di atas, sungguh tidak sulit untuk mengerti dam memahami isi hati Tuhan. Hati-Nya hanya berisi Anda dan saya, orang-orang berdosa. Dan, adalah keinginan Tuhan untuk melihat anak-anak-Nya senantiasa dalam keadaan yang baik.
Jika mencari dan menyelamatkan orang berdosa menjadi misi utama Yesus, sebagai orang percaya, kita juga perlu menjadikan hal tersebut sebagai misi utama hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

HANYA DIA YANG TURUN DARI SORGA YANG DAPAT MEMBAWA KITA KE SORGA

Bahan renungan:

Yohanes 3:13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.

Di antara banyaknya kepercayaan di dunia ini, hanya ke-Kristenan yang memiliki Juruselamat. Semua “tuhan” atau “juruselamat” dalam agama atau kepercayaan lain hanya dapat mengajarkan teori mengenai jalan menuju Sorga, karena mereka sendiri belum pernah melewati jalan tersebut.

(Baca juga: INI ALASAN MENGAPA PARA GEMBALA BERSUKACITA MENYAMBUT YESUS)

Namun Yesus berbeda. Yesus adalah satu-satunya Juselamat yang pernah mengatakan, “Aku jalan, kebenaran, dan hidup.” Yesus bukanlah salah satu jalan menuju Sorga, Yesus adalah satu-satunya jalan menuju Sorga. Tanpa percaya kepada Yesus, tidak seorang pun dapat sampai ke Sorga kekal.

Yesus menyatakan hal di atas bukan tanpa alasan, tetapi karena berpijak pada kebenaran bahwa Dia berasal dari Sorga. Karena Yesus berasal dari Sorga, Dia dapat membawa kita ke Sorga.

Saya berikan sebuah ilustrasi. Jika kita ingin pergi ke London dan ada seorang bapak menawarkan, “Mari saya antar jalan-jalan keliling London. Saya akan tunjukkan tempat-tempat terbaik di sana,” kira-kira hal apa yang pertama kali kita akan tanyakan kepada bapak tersebut? Tentu saja, “Sudah berapa lama bapak tinggal di sana?” atau “Sudah seberapa sering bapak pergi ke sana?” Jika bapak tersebut menjawab, “Saya belum pernah ke London, tetapi saya akan mempelajarinya melalui Youtube,” kira-kira apakah kita akan tetap menggunakan jasa bapak tersebut, atau kita mencari pemandu lain yang sudah mengenal seluk beluk kota London?

(Baca juga: JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN UNTUK HIDUP BERKELIMPAHAN)

Teman, hal yang sama terhadap keyakinan kita akan Tuhan. Jika kita menginginkan kepastian akan jalan ke Sorga, kita perlu mendengarkan dan memercayai Yesus, satu-satunya Juruselamat yang berasal dari Sorga. Hanya Yesus yang dapat menunjukkan kepada kita jalan menuju Sorga. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

YESUS DATANG UNTUK MENYELAMATKAN ORANG BERDOSA

Bahan renungan:

1 Timotius 1:15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,” dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.

Kata “menyelamatkan” pada ayat di atas diterjemahkan dari Bahasa Yunani “sozo”, yang artinya bukan hanya berbicara mengenai masuk Sorga, tetapi juga kesembuhan, kesehatan, pemulihan, kelimpahan, dan lain sebagainya. Yesus datang untuk menyembuhkan yang sakit, memberkati yang miskin, dan memulihkan yang berbeban berat.

(Baca juga: KETAKUTAN BUKAN MOTIVASI TERBAIK UNTUK MELAKUKAN PERINTAH TUHAN)

Jika ada Pribadi yang paling menginginkan kita hidup sehat dan berhasil, itu adalah Tuhan. Sejak dulu, adalah keinginan Tuhan untuk menyenangkan manusia, memastikan setiap anak-anak-Nya menikmati yang terbaik. Langit, Bumi, dan seluruh isinya, diciptakan terlebih dahulu, supaya manusia dapat menikmati segala yang terbaik yang Tuhan ciptakan.

Tuhan tidak ingin kita larut di dalam dosa. Tuhan tahu sekali bahwa dosa dapat membawa kita kepada penderitaan, kesakitan, kemiskinan, kehancuran, dan hal-hal buruk lainnya. Itu sebabnya, Yesus datang membawa pemulihan dan kehidupan bagi setiap orang berdosa, yaitu Anda dan saya.

(Baca juga: SUARA MAYORITAS BELUM TENTU YANG PALING BENAR)

Jika Anda merasa tersesat hari ini, kembalilah kepada Yesus. Dia ingin menyelamatkan hidup Anda. Dia ingin Anda melewati kehidupan di dunia ini dengan sukacita, damai, panjang umur, dan sehat. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

SIAPAKAH YANG AKAN DISELAMATKAN ATAU DIANGKAT PADA HARI KIAMAT?

Bahan renungan:

Roma 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Pertanyaan paling sering diajukan tekait dengan akhir zaman adalah “Siapakah yang akan diselamatkan atau diangkat saat Yesus datang kedua kali?” Mumpung masih hangat terkait prediksi gagal mengenai hari kiamat pada 23 September 2017 kemarin.

(Baca juga: BENARKAH HARI INI AKAN TERJADI KIAMAT ATAU PENGANGKATAN?)

Ada seorang hamba Tuhan mengatakan orang yang diselamatkan hanya satu saja dari tiap gereja. Ada hamba Tuhan lain mengatakan jumlah orang yang diselamatkan hanya 144.000 orang saja. Ada juga yang mengatakan orang yang diselamatkan hanya orang yang hidup kudus, suci, dan berkenan di hadapan Tuhan.

Sayangnya, tidak ada satupun dari pengajaran di atas yang sejalan dengan kebenaran Firman Tuhan. Anda dapat bernapas lega sekarang.

Mengenai pengajaran pertama, bahwa yang diselamatkan hanya satu orang dari tiap gereja, saya sama sekali tidak tahu dari mana asal usul pemikiran menyesatkan seperti itu. Alkitab tidak pernah mencatat hal tersebut, jadi kita tidak perlu bahas.

Mengenai pengajaran kedua, bahwa yang diselamatkan hanya 144.000 orang, saya yakin pernyataan itu diambil dari kitab Wahyu 7:4 dah Wahyu 14:1. Yang keliru dari pengajaran tersebut adalah jumlah 144.000 orang bukanlah jumlah semua orang percaya yang ada di dunia, melainkan jumlah Bangsa Israel yang percaya kepada Yesus. Jika Anda mau mengetahui berapa jumlah semua orang yang percaya kepada Yesus, Anda perlu membaca Wahyu 7:9. Dikatakan ada sekumpulan besar orang yang tidak terhitung jumlahnya dari segala suku, kaum, dan bahasa yang berdiri di hadapan Bapa dengan jubah putih. Saya percaya, setiap kita yang percaya kepada Yesus, akan berada di kumpulan besar orang yang tidak terhitung jumlahnya itu. Haleluya!

Mengenai pengajaran ketiga yang mengatakan Tuhan hanya menyelamatkan orang yang hidup kudus, suci, dan berkenan sama sekali salah penafsiran. Pada ayat renungan kita di atas, dan beberapa ayat lain, seperti di Yohanes 3:15-16, Yohanes 3:36, Yohanes 5:24, 1 Yohanes 5:11, Roma 5:8-9, Roma 5:10, dan Roma 10:9-10, Anda dapat membacanya satu per satu, tidak ada satupun indikasi yang menyatakan bahwa orang yang diselamatkan adalah orang yang hidup kudus, suci, dan berkenan di hadapan Tuhan.

Ayat-ayat di atas mengatakan yang diselamatkan adalah orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Jika Anda masih ragu, bacalah kembali kisah penjahat yang disalibkan di sebelah Yesus. Ketika dia memutuskan percaya kepada Yesus, dia tidak sempat hidup kudus, suci, dan berkenan, bahkan dia tidak sempat melakukan ritual memberi persepuluhan, berdoa, dan berpuasa, tetapi Yesus selamatkan dia pada hari itu juga.

Sebelum saya dituduh melegalkan dosa, saya ingin mengatakan bahwa Tuhan sangat membenci dosa, tetapi Dia sangat mencintai orang berdosa. Dosa adalah sesuatu yang jahat di mata Tuhan dari dulu hingga sekarang. Namun, yang menentukan Anda masuk Sorga atau tidak bukanlah sedikit atau banyaknya dosa yang Anda lakukan. Yang menentukan adalah apakah Anda percaya kepada Yesus atau tidak. Artinya, sekalipun Anda hidup kudus dan suci, tetapi tidak percaya kepada Yesus, Anda tidak akan diselamatkan.

(Baca juga: TUHAN TIDAK LAGI MENGHUKUM ORANG PERCAYA)

Saya menentang dosa, sama seperti Anda, tetapi yang sedang kita bicarakan adalah siapa yang akan diselamatkan atau diangkat pada hari kiamat. Syarat diselamatkan atau diangkat bukanlah hidup bersih dari dosa, melainkan percaya kepada Yesus. Tentu saja saya sangat setuju bahwa, setelah kita percaya kepada Yesus, kita perlu meninggalkan dosa-dosa kita, hidup sebagai ciptaan baru, dan hidup seturut dengan kebenaran Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

YESUS MENEBUS DOSA DAN MENANGGUNG SAKIT PENYAKIT KITA

Bahan renungan:

Lukas 19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Kata “menyelamatkan” pada ayat di atas diambil dari bahasa Yunani ‘SOZO’. Seringkali kata “sozo” hanya diartikan diselamatkan dari dosa, dikeluarkan gelap kepada terang, atau diselamatkan dari neraka.

(Baca juga: DOA ORANG PERCAYA TIDAK BERTELE-TELE)

Padahal, kata “sozo” memiliki arti yang sangat dalam dan luas sekali. Bukan hanya diselamatkan, tapi juga disembuhkan dari penderitaan, dibuat menjadi sehat, dijadikan utuh kembali, diselamatkan dari hari penghakiman, dan ditolong dari bahaya atau kehancuran.

Dalam versi Bahasa Indonesia, Lukas 8:36 mengatakan, “Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu memberitahukan kepada mereka, bagaimana orang yang dirasuk setan itu telah diselamatkan (sozo).” Sedangkan, dalam versi King James ayat ini mengatakan, “They also which saw it told them by what means he that was possessed of the devils was healed (disembuhkan).”

Saat Yesus mengorbankan diri-Nya di atas kayu salib, Dia bukan hanya menebus dosa kita, tapi juga menanggung segala penyakit kita. Jika hari ini kita memercayai bahwa air terjun pengampunan Tuhan terus mengalir, seharusnya kita juga percaya bahwa air terjun kesehatan Tuhan terus mengalir. Karena di hari yang sama, di peristiwa yang sama, di waktu yang sama Yesus menebus dosa, Dia menebus setiap sakit penyakit kita.

Kita tidak pernah berkata bahwa Tuhan mengijinkan kita berzinah supaya mengajar kita lebih menghargai pernikahan. Tentu saja itu bukan pernyataan yang alkitabiah. Sama tidak alkitabiahnya dengan mengatakan Tuhan mengijinkan sakit penyakit untuk mengajar kita rendah hati.

(Baca juga: INGATKAN DIRI ANDA AKAN KEBESARAN TUHAN)

Di mata Tuhan, penyakit dan dosa sama buruknya. Itu sebabnya Yesus menebus keduanya, karena Dia tidak hanya ingin kita hidup kekal di Sorga kelak, tetapi juga ingin kita hidup sehat selama di Bumi ini. (penulis: @mistermuryadi)

TUHAN INGIN ANDA MASUK SORGA

Bahan renungan:

1 Tesalonika 5:9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Tuhan ingin semua manusia diselamatkan dan hidup di dalam janji-janji-Nya yang sempurna. Namun yang sangat disayangkan, manusia seringkali memilih jalannya sendiri. Banyak orang tidak mau percaya dan menjadikan Yesus sebagai satu-satunya jalan kebenaran dan keselamatan.

(Baca juga: “APA SAJA YANG DIPERBUATNYA BERHASIL”)

Teman, rancangan Tuhan atas hidup kita adalah rancangan yang indah dan bukan rancangan kecelakaan (Yeremia 29:11). Dia adalah Bapa yang hanya memberikan yang terbaik bagi anak-anak-Nya.

Saya sangat bersyukur bahwa harga dari keselamatan adalah percaya kepada Yesus. Anda bisa bayangkan jika harga sebuah keselamatan adalah satu triliun rupiah, berdoa 24 jam sehari, atau membangkitkan 100 orang mati? Saya yakin tidak ada seorang pun yang dapat selamat.

(Baca juga: JANGAN MEMERCAYAI MATA DAN TELINGA ANDA LEBIH DARI FIRMAN TUHAN)

Puji Tuhan, karena kasih-Nya yang begitu besar, Dia berikan keselamatan dengan cuma-cuma. Supaya setelah menyelesaikan kehidupan di dunia ini, kita dapat hidup di rumah Bapa yang kekal, tempat di mana hanya ada damai dan sukacita. Indah sekali. (penulis: @mistermuryadi)

CARA MENGATASI KRISIS: TUHAN TANGGUNG BAGIAN TERBERATNYA (bagian 04)

Bahan renungan:

Keluaran 14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

Apakah Anda pernah mendengar istilah “do your best and GOD will do the rest”? Menurut saya istilah ini tidak tepat. Saya lebih suka mengatakannya begini, “God always does the best, therefore we can rest in HIM.” Hanya pada saat kita menyadari bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Bapa yang baik, kita dapat tinggal tenang di dalam Dia. Itu yang membuat sekalipun ada Laut Merah yang membentang, kita tidak ketakutan, karena kita tahu yang bersama-sama dengan kita adalah Bapa yang baik yang tidak pernah merancangkan yang buruk bagi anak-anak-Nya.

(Baca juga: CARA MENGATASI KRISIS: LIHATLAH KESELAMATAN DARI TUHAN (bagian 03))

Ini adalah bagian terakhir dari renungan kita yang bertema CARA MENGATASI KRISIS. Jika ini pertama kalinya Anda membaca hagahtoday.com, saya menyarankan Anda membaca dari bagian pertama.

Seperti yang kita ketahui, setelah Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, laut itu terbelah. Teman, sepertinya saya tidak perlu memberitahu Anda bahwa yang membelah laut bukan Musa, melainkan Tuhan. Anda dapat melihat bahwa dalam masalah Musa, Tuhan yang mengambil bagian terberatnya. Menurut Anda mana yang lebih mudah bagi Musa, mengulurkan tangan atau membelah lautan? Tentu saja mengulurkan tangan.

Ayat di atas jelas mengatakan Musa hanya mengulurkan tangan, tanda Dia percaya kepada Tuhan, sementara Tuhan membelah lautan.

Teman, perlu Anda sadari, Anda tidak sendirian di saat krisis datang, Tuhan senantiasa ada bersama-sama Anda. Dan, berita sukacitanya adalah DIA menanggung bagian terberat untuk Anda. Firman Tuhan katakan Dia yang berperang bagi kita dan kita hanya akan diam saja (Keluaran 14:14). Filipi 4:13 mengatakan, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Saya percaya tidak ada satu pun masalah yang terlalu besar jika Anda melewatinya bersama-sama TUHAN.

Mari kita lanjutkan kisah di atas sedikit lagi.

Keluaran 14:22 berkata, “Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.” Garis bawahi kata “di tempat kering.” Saat ini saya sedang membayangkan sebuah karpet merah panjang, seperti yang terdapat di ajang Oscar, yang khusus disiapkan Tuhan bagi Bangsa Israel saat mereka melintasi Laut Merah. Saya yakin ini bukan jalan keluar ala kadarnya, tetapi jalan keluar terbaik yang Tuhan persiapkan bagi anak-anak-Nya.

Untuk menggelitik imajinasi Anda, saya paparkan sedikit informasi mengenai Laut Merah. Laut Merah, atau juga disebut Laut Teberau, memisahkan benua Asia dan Afrika. Panjang laut ini 1900 km dengan jarak terlebar sejauh 300 km, dan dan titik terdalam 2500 m. Wow! Tentu saja ini bukan jarak yang dapat ditempuh dalam waktu satu hari dengan berjalan kaki. Saya membayangkan perjalanan mereka melintasi Laut Merah penuh sorak sorai, tari-tarian, nyanyian, dan sesekali mereka berhenti memandang kagum aquarium raksasa berisi ikan-ikan besar di kanan kiri mereka, dan sama sekali tidak ada genangan air di bawah kaki mereka. Oh, sungguh menakjubkan!

Jika Anda menyadari Bapa di Sorga yang baik itu selalu bersama Anda, krisis atau masalah sebesar apa pun bukanlah sesuatu yang harus Anda lalui dengan stres, depresi, ketakutan, dan penuh kekuatiran. Sebaliknya, Anda dapat melewatinya dengan tenang, damai, dan penuh sukacita. Firman Tuhan telah mengatakan bahwa bersama Yesus, Anda lebih dari pemenang.

(Baca juga: CARA MENGATASI KRISIS: JANGAN TAKUT (bagian 01))

Ijinkan saya mengutip ayat ini sekali lagi, “Janganlah takut, berdirilah tetap, dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu ..” Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)