JANGAN BIARKAN ORANG-ORANG YANG KITA KASIHI TERJERUMUS

Bahan renungan:

Kejadian 3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Seperti kita ketahui bahwa perintah untuk tidak memakan buah pengetahuan baik dan buruk diberikan oleh Tuhan kepada Adam (Kejadian 2:16). Adam tahu dengan jelas perintah Tuhan tersebut, tetapi sayangnya, Adam tidak berbuat apa-apa ketika Hawa digoda oleh ular.

(Baca juga: HIDUPLAH UNTUK SESUATU YANG BESAR DAN BERHARGA)

Adam merupakan gambaran dari orang-orang yang mengetahui kebenaran, tetapi memilih untuk pasif. Jika kita membaca ayat di atas, jelas dikatakan bahwa Adam ada bersama-sama dengan Hawa ketika ular mengeluarkan tipu dayanya terhadap Hawa. Namun, Adam tidak bereaksi sama sekali.

Seringkali, tanpa kita sadari, kita melakukan hal yang sama dengan Adam. Saat kondisi di sekeliling kita membutuhkan Yesus, kita memilih diam dan main aman. Kita takut menyatakan kebenaran, takut mereka marah, tersinggung, atau terluka. Atau dengan kata lain, kita membiarkan orang-orang di sekeliling kita terjerumus tipu daya si jahat.

Kita tidak terlalu peduli terhadap perilaku atau kegiatan kakak atau adik kita yang salah. Kita tidak berani menasehati keputusan sahabat kita yang keliru. Kita tidak pernah menanyakan kesulitan yang mungkin sedang dihadapi oleh orangtua kita. Kita tidak mau lagi mengajak orang-orang yang kita kasihi untuk ke gereja atau persekutuan setelah mereka menolak.

(Baca juga: KAPAN WAKTU PALING TEPAT UNTUK BERDOA?)

Dalam peristiwa di Taman Eden, kita dapat melihat betapa jauh akibat yang terjadi ketika Adam sebentar saja membiarkan si ular menipu Hawa. Teman, jangan biarkan hal tersebut terjadi pada orang-orang yang kita kasihi. Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah mengingatkan mereka melalui pemberitaan kebenaran Firman Tuhan yang kita hidupi. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

JANGAN “ISTIRAHAT” DARI KRISTUS

Bahan renungan:

2 Samuel 11:1 Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem. 

Alih-alih ikut berperang bersama tentaranya, ada satu waktu Daud memilih beristirahat di istananya. Itu kali pertama Daud absen dari medan perang. Dan, seperti kita ketahui, di saat “istirahat” itulah Daud bertemu dengan Batsyeba, dan mereka jatuh ke dalam dosa yang sangat mereka sesali.

(Baca juga: SEGERA TERBIT E-BOOK #PENGHARAPAN. GRATIS!)

Hal yang Daud lakukan pada dasarnya sama seperti yang Adam dan Hawa lakukan. Saat Adam dan Hawa menaruh perhatian khusus pada tipu daya iblis, mereka memakan buah pohon terlarang itu. Begitu juga dengan Petrus. Ketika dia mulai mengalihkan pandangannya dari Yesus kepada badai, dia mulai tenggelam.

(Baca juga: CARA MENGENALI PENGAJARAN KRISTEN SESAT)

Teman, sebagai orang percaya, jangan sampai Anda “istirahat” dari Kristus. Dalam konteks ini adalah istirahat dari persekutuan, merenungkan Firman Tuhan, memuji dan menyembah TUHAN, dan pergi ke gereja. Dengan kata lain, jangan berhenti melalukan aktivitas yang membuat Anda semakin mengenal Kristus. Penting bagi kita untuk senantiasa memandang kepada Kristus. Jangan seperti Daud, hanya karena satu kali saja keputusan untuk “istirahat”, membuat semua yang baik yang selama ini telah dia bangun menjadi rusak. (penulis: @mistermuryadi)

DOSA KITA YANG AKAN DATANG SUDAH DIAMPUNI

Apa benar YESUS sudah menghapuskan seluruh dosa kita: yang dulu, sekarang, dan yang belum kita lakukan? Jika sudah, apakah artinya kita tidak perlu lagi meminta ampun kepadaNYA setiap kali kita berbuat dosa?

woman-taken-in-adultery-forgivenessBelakangan, banyak gereja dan tokoh-tokoh Kristen yang mengangkat isu ini. Saya percaya semua hamba Tuhan tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin menjaga domba-domba yang Tuhan percayakan kepada gereja dari penyesatan, walaupun terkadang hal tersebut terlihat seperti saling ingin menjatuhkan satu sama lain. Tapi, saya bisa memahaminya, mengingat kita semua tinggal di akhir zaman dan “senjata” terakhir yang iblis gunakan untuk menghalangi orang percaya dari kebenaran adalah tipu daya. Ya, pikiran yang kita diincar, supaya kita bingung, ragu, dan akhirnya menjadi tidak percaya.

Satu hal yang paling menyebalkan dari ditipu adalah kita tidak tahu kalau kita sedang ditipu. Itu sebabnya, saya tergelitik untuk menulis mengenai topik hangat ini. Saya berharap tulisan ini bisa memberikan pencerahan bagi Anda yang sedang mencari kebenaran, bukan sekadar ikut-ikutan atau pun hanya karena “katanya …”

(Baca juga: CARA MENGENALI PENGAJARAN KRISTEN SESAT)

Teman, jika Anda memiliki Alkitab konvensional, coba ambil Alkitab Anda dan lihatlah apa yang membatasi Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru. Ya benar, selembar kertas putih. Banyak orang mengira bahwa Perjanjian Lama dan Perjanjian baru hanya dibedakan oleh selembar kertas putih. Padahal kebenarannya tidak seperti itu. Kebenarannya, YESUS datang ke dunia, mengorbankan nyawaNYA, dan bangkit pada hari yang ketiga. Kebenarannya, terjadi penumpahan darah dari Anak Domba Allah yang sempurna yang membasuh seluruh dosa dunia (1 Yohanes 2:2). Kebenarannya, YESUS membatalkan Hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya (Efesus 2:15), sehingga Anda dan saya tidak perlu dikutuk atau menanggung penghukuman lagi akibat dosa dan pelanggaran kita (Galatia 3:13, Roma 8:1). Ada perbedaan yang sangat besar di antara kedua perjanjian tersebut.

Ada satu pemahaman yang sangat kuat mengenai penebusan dosa, yaitu penebusan Yesus hanya menghapus semua dosa yang kita lakukan sebelum kita menerima DIA sebagai Tuhan dan Juruselamat (lahir baru). Dosa yang kita lakukan setelah kita lahir baru tidak ditebus. Kita perlu meminta ampun terlebih dahulu, hidup kudus, rajin berdoa dan berpuasa supaya bisa hidup tidak bercacat cela. Akibatnya, setiap kali orang percaya mengalami sesuatu yang buruk setelah dia lahir baru, dia berpikir, “Jangan-jangan saya berbuat dosa kepada Tuhan. Saya salah apa, sehingga Tuhan mengijinkan hal ini terjadi di dalam hidup saya,” dan lain sebagainya. Tanpa disadari hal ini sama seperti sedang “menyangkal” bahwa kematian Kristus di atas kayu salib telah menebus seluruh dosa dan pelanggaran Anda.

baby_hands2Suatu hari saya melayani seseorang yang terkena kanker stadium empat. Dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, pasien ini tentu saja mengharapkan kabar baik, namun seorang hamba Tuhan yang mengunjunginya sebelum saya bertanya, “Apakah kamu sudah minta ampun atas dosa-dosamu?” Si pasien menjawab, “Sudah Pak Pendeta. Tetapi, kenapa saya masih belum sembuh?” Si hamba Tuhan kemudian mengatakan, “Jangan-jangan ini karena dosa masa lalu kamu. Apakah kamu pernah berbuat salah ke teman atau keluarga kamu, menyakiti mereka, atau mungkin kamu pernah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya di masa lalu?” Saya berpikir dalam hati, saya tidak pernah mendengar YESUS melakukan hal ini di dalam pelayananNYA.

Lalu, di tengah si pasien sekarat dan mengharapkan kesembuhan, hamba Tuhan ini malah meminta si pasien mengingat-ingat dosa masa lalu. Yang paling mengerikan adalah ketika hamba Tuhan ini berkata, “Segera kamu minta ampun, karena kalau kamu meninggal dan masih ada dosa yang kamu lupa minta ampun, nanti kamu tidak akan masuk ke Sorga.” Hanya ada satu kata di kepala saya saat itu, “TEGA.”

(Baca juga: TUHAN TIDAK LAGI MENGINGAT DOSA ANDA)

Mengingat pemahaman di atas sangat kuat, akhirnya orang-orang percaya yang tertipu mulai memanjatkan doa-doa permohonan ampun yang kreatif. Mereka berdoa, “Ya Tuhan, ampunilah segala dosa yang saya lakukan secara sengaja, maupun tidak sengaja. Ampunilah dosa yang saya lakukan secara sadar maupun tidak sadar,” dengan harapan tidak ada satu pun dosa yang terlewat untuk disebutkan dalam rangkuman tersebut.

Teman, ijinkan saya bertanya, jika darah YESUS, Sang Anak Domba Allah yang tidak bercacat dan tidak bernoda ini tidak sanggup menghapuskan dosa kita yang akan datang, lalu menurut Anda darah siapa yang bisa menghapuskan dosa yang kita lakukan setelah kita lahir baru? Seharusnya kita berharap bahwa darah YESUS sanggup menebus dosa kita yang akan datang.

Tentu saja Anda tidak mengharapkan YESUS datang kedua kali untuk mati di atas kayu salib dan kembali menebus dosa Anda, bukan? Karena Firman Tuhan katakan dalam Ibrani 9:28, “Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.” Teman, benar YESUS akan datang untuk kedua kali, tetapi bukan untuk menebus dosa manusia lagi, melainkan untuk menjemput kita, orang-orang yang percaya kepadaNYA, dan menghakimi mereka yang menolak DIA.

Orang-orang yang tidak mempercayai bahwa pengorbanan Kristus menghapus dosa mereka yang akan datang pada akhirnya berpikir bahwa usaha atau perbuatan mereka bisa menebus dosa mereka. Saya menyebutnya sebagai praktik penebusan dosa pribadi. Ini yang mengakibatkan setiap kali orang-orang tersebut jatuh ke dalam dosa, mereka “pergi” sejenak meninggalkan persekutuan, gereja, dan Tuhan, lalu mulai “membersihkan” diri dengan tidak melakukan dosa selama beberapa minggu, hidup kudus, rajin berdoa dan puasa.

salvation5Saya tidak katakan salah untuk hidup kudus, rajin berdoa, dan puasa, saya pribadi masih melakukan semua itu, namun saya harus katakan bahwa hal tersebut tidak bisa menebus dosa-dosa Anda. Hanya darah YESUS saja yang bisa menebus seluruh dosa Anda dan berita gembiranya, DIA sudah melakukan hal tersebut 2000 tahun yang lalu. Firman Tuhan katakan dalam 1 Korintus 1:30, “Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.”

Seorang pembaca pernah menuding saya membagikan pengajaran sesat karena saya menceritakan bahwa YESUS telah menebus dosa manusia yang dulu, sekarang, dan yang akan datang. Orang ini mengirimkan komentar dan berkata, “Pengajaran Anda tentang hal ini akan membuat orang bebas berbuat dosa. Kalau manusia tahu bahwa seluruh dosanya telah ditebus, mereka akan seenaknya berbuat dosa.” Dan, saya rasa ini adalah ketakutan yang sama dari orang-orang yang tidak mempercayai bahwa pengorbanan Kristus telah menebus seluruh dosa manusia, yang dulu, yang sekarang, dan yang akan datang.

Saya bisa mengerti kenapa hal ini terjadi. Alasannya sederhana sebenarnya, karena orang-orang tersebut memberikan nilai yang sangat rendah terhadap karya penebusan Kristus. Jika Anda menaruh nilai yang sangat besar terhadap apa yang Kristus lakukan di atas kayu salib, tentu Anda tidak akan berpikir demikian.

Saya berikan ilustrasi. Anggaplah sebelum lahir baru kita adalah orang-orang yang tinggal di Neraka, tempat di mana kita menderita, dihukum, dan disiksa. Kemudian YESUS datang dan menebus kita dari Neraka dan membawa kita ke Sorga. DIA membawa kita dari kegelapan kepada terang yang ajaib. Di Sorga kita menikmati damai, sukacita, dan kemenangan sejati. Lalu, suatu hari ada malaikat yang iseng berkata kepada Anda, “Yuk, kita main ke Neraka, sebentar saja, 2-3 hari saja.” Saya ingin bertanya, “Apakah Anda mau menikmati lagi penderitaan, penghukuman, dan penyiksaan yang ada di Neraka, meskipun hanya 2-3 hari saja?” Saya tidak tahu dengan Anda, tetapi saya jelas akan menolak ajakan tersebut.

Logikanya, jika Anda mengerti betapa mahalnya karya penebusan Kristus, bahwa DIA menyelamatkan Anda dari perbudakan dan menjadikan Anda anak kesayanganNYA, DIA mengambil Anda dari kubangan dosa dan membersihkan Anda menjadi seputih salju, maka Anda tidak akan pernah berpikir untuk bebas berbuat dosa.

Jadi, pernyataan “Jika dosa saya yang akan datang sudah ditebus, enak dong saya bisa berbuat dosa” sesungguhnya adalah pernyataan yang tidak masuk akal. Karena kalau Anda menyadari betapa mahal harga penebusan Anda dan dari mana Anda ditebus, tidak akan terlintas sedikit pun untuk di benak Anda untuk kembali menjalani hidup yang penuh dengan dosa.

Saya percaya YESUS menebus seluruh dosa kita bukan supaya kita hidup sembarangan di dalam dosa, melainkan supaya kita menang atas dosa, dan hidup di dalam damai dan sukacita.

“Baiklah Koh Zaldy, saya percaya bahwa seluruh dosa saya sudah ditanggung oleh YESUS dan darahNYA udah membasuh saya sepenuhnya. Lalu, apakah saya masih perlu meminta ampun? Karena jelas Firman Tuhan katakan di dalam 1 Yohanes 1:9 bahwa kita perlu mengakui dosa kita.”

img_5378
Saya suka sekali bagaimana Tuhan menggambarkan hubungannya dengan manusia, sebagai Bapa dan anak. Itu memudahkan saya untuk mengerti kepribadianNYA yang penuh dengan kasih. Di gereja, ada beberapa keluarga yang saya layani. Sering, ketika ibadah, beberapa anak berbuat hal-hal yang nakal dan tidak jarang orangtua yang saya layani menegur, bahkan memarahi anak-anaknya. Namun tidak pernah, tidak pernah, tidak pernah sekalipun saya melihat ada orangtua yang berkata, “Tidak, kamu belum meminta maaf kepada papa. Kamu harus minta maaf dulu,” saat sang anak meminta dibelikan makanan atau meminta pulang ke rumah. Anda mengerti maksud saya?

Ya, anak-anak dari orangtua yang saya layani masih berbuat salah, mereka melakukan kenakalan layaknya anak-anak, yang terkadang membuat jengkel orangtuanya dan bahkan orang lain, tetapi pengampunan untuk sang anak sudah diberikan oleh orangtuanya jauh sebelum sang anak meminta ampun, bahkan jauh sebelum sang anak berbuat kesalahan. Bukankah itu yang TUHAN lakukan kepada Anda dan saya? Jauh sebelum kita berbuat salah, jauh sebelum kita meminta ampun, DIA telah melepaskan pengampunan itu melalui pengorbanan YESUS di atas kayu salib?

Saya mengumpulkan beberapa ayat yang meneguhkan hal di atas:
1. Matius 26:28 Sebab inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.
2. Efesus 1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karuniaNya.
3. Kolose 1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

“Kalau Tuhan sudah memberikan pengampunan, apakah artinya saya tidak perlu lagi meminta ampun lagi? Bagaimana dengan 1 Yohanes 1:9?”

Dalam beberapa gereja atau persekutuan yang pernah saya hadiri, saya sering mendengar kalimat ini, yang biasanya disisipkan di dalam doa pembuka atau penutup, “Tuhan, ampunilah dosa dan kesalahan kami, dan kiranya Engkau berkenan dengan ibadah yang kami lakukan.”

Rupanya kalimat doa ini muncul karena pemahaman yang telah kita bahas bersama di atas tadi, bahwa pengorbanan YESUS di atas kayu salib tidak mencakup penebusan dosa yang akan datang. Itu sebabnya di dalam alam bawah sadar, mereka berpikir kalau mereka tidak meminta ampun, Tuhan tidak akan melepaskan pengampunan. Jika Tuhan tidak mengampuni, maka Tuhan tidak akan berkenan untuk hadir memberikan lawatan, dan Tuhan tidak akan mencurahkan kebaikan dan kemurahanNYA. Padahal Firman Tuhan sudah katakan DIA tinggal di dalam hati kita (2 Timotius 1:14) dan DIA tidak akan pernah membuang atau pun meninggalkan kita (Ibrani 13:5).

ForgivenMuch_MainTeman, terkadang iblis hanya perlu menyesatkan kita satu kali saja, antara belok kiri dan belok kanan, supaya kita tersesat selama berhari-hari, bahkan bertahun-tahun. Munculnya pemahaman bahwa dosa kita yang akan datang belum ditebus telah merambat dan akhirnya mengacaukan banyak kebenaran yang Alkitab katakan.

Jadi, apakah kita masih perlu meminta ampun? Jelas saja perlu. Tetapi, pemahaman kita mengenai permohonan ampun bukan lagi “setelah kita minta ampun, DIA baru mengampuni kita.” Jika seperti ini, apa yang membedakan kita dengan Perjanjian Lama? Firman Tuhan dalam Ibrani 9:22 mengatakan, “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” Dulu, pengampunan dosa baru diberikan setelah Imam Besar menyembelih kambing atau domba. Namun Anda dan saya hidup di zaman yang berbeda dengan perjanjian yang berbeda. Darah penebusan dosa untuk Anda sudah ditumpahkan dan Sang Domba yang tidak bercacat cela telah disembelih 2000 tahun lalu. Pengampunan untuk dosa-dosa Anda telah dilepaskan. Ibrani 10:10 mengatakan, “Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.”

(Baca juga: DARAH YESUS TERUS MEMBASUH ANDA)

Kini, tujuan kita meminta ampun bukan lagi supaya Tuhan mengampuni, karena kebenarannya DIA telah mengampuni kita. Firman Tuhan katakan di Ibrani 10:12, “Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah.” DIA tidak lagi memberikan pengampunan ketika kita memintaNYA, karena DIA telah memberikan pengampunan tersebut jauh sebelum kita memintanya. Tujuan kita minta ampun adalah untuk kita. Sebagai tanda kita mengakui bahwa “yang saya lakukan kemarin salah dan saya memutuskan untuk berbalik ke jalan-jalan Tuhan yang benar”.

Teman, mari kita bersyukur kepada YESUS yang telah mengampuni dan menebus kehidupan kita yang sia-sia dan membuat kita mengerti betapa berharga hidup kita di mataNYA. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

 

PERJANJIAN YANG KEKAL

Bahan renungan:

Mazmur 89:34 Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.

Tuhan tidak pernah mengingkari apa yang dikatakanNYA. Ketika TUHAN berfirman atas sesuatu, FirmanNYA adalah kekal untuk selama-lamanya. Teman, ALKITAB adalah buku tentang janji TUHAN kepada manusia. Ada begitu banyak janji yang terdapat di dalam Firman TUHAN. Lebih dari 6000 janji yang dituliskan dalam Alkitab untuk Anda.

Antara lain mengenai kesembuhan, kesehatan, hidup yang berkemenangan, hidup dalam berkat yang melimpah, umur panjang, jaminan untuk masuk ke dalam sorga, kesetiaan TUHAN yang tidak akan meninggalkan kita, kuasa dan mujizat, kuasa dari perkataan, dan masih banyak lagi. Semua janji itu telah diucapkan TUHAN untuk Anda dan saya.

Namun yang selalu jadi masalah adalah banyak anak TUHAN yang tidak tahu janji-janji tersebut. Dan di saat itulah iblis mulai menipu banyak anak TUHAN. Ketika anak-anak TUHAN sakit, mereka lebih mempercayakan hidupnya kepada obat, bukan kepada kuasa yang TUHAN sudah berikan. Ketika mengalami kesulitan finansial, mereka lebih suka mencari jalan pintas daripada mengandalkan TUHAN untuk hari esok. Semua hal tersebut terjadi hanya karena kita tidak tahu bahwa TUHAN telah menjanjikan banyak hal untuk kita.

Hari ini bukalah Alkitab Anda kembali. Cari janji-janji TUHAN untuk kehidupan Anda, renungkan ayat-ayat itu, dan mulai perkatakan janji tersebut dengan iman. Jangan biarkan iblis lebih lama lagi menipu hidup Anda. Katakan, “Saya tahu saya diberkati karena YESUS sudah menanggung kutuk kemiskinan saya di atas kayu salib,” “Saya percaya tubuh saya sudah disembuhkan karena bilur-bilur darah YESUS,” “Saya percaya saya telah ditebus oleh darah YESUS dan hari ini saya layak menerima kebaikan dan kemurahan TUHAN,” dan lain sebagainya. (penulis: @mistermuryadi)

JANGAN BERI KESEMPATAN KEPADA IBLIS

Bahan renungan:

Efesus 4:27 … dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

Mungkin Anda akan terkejut jika saya mengatakan bahwa segala yang buruk terjadi di dalam hidup Anda karena Anda yang mengijinkannya terjadi. Ada dua alasan utama kenapa manusia mengalami yang buruk. Pertama, dia sengaja memutuskan keluar dari Firman Tuhan, yang artinya dengan sengaja membuka pintu bagi iblis masuk ke dalam hidupnya. Kedua, karena dia tidak mengetahui kebenaran, tidak mencari tahu kebenaran, atau masa bodo terhadap kebenaran (dengan kata lain membiarkan dirinya tidak mengetahui kebenaran), sehingga iblis terus menerus menipu hidupnya.

Dua hal inilah yang dimaksud “janganlah beri kesempatan kepada iblis” dalam ayat renungan kita di atas. Pada dasarnya kitalah yang mengijinkan iblis merusak hidup kita. Teman, ROH di dalam kita JAUH lebih besar dari iblis, yang artinya tidak mungkin iblis dapat menghancurkan kita, kecuali kita mengijinkannya. Sama seperti seorang ayah dan anaknya yang berusia 2 tahun. Tidak mungkin seorang ayah kalah bertarung dengan anaknya yang berusia 2 tahun, kecuali sang ayah membiarkan dirinya dikalahkan. Ini merupakan kabar gembira bagi kita semua. Karena artinya kita bisa menutup atau tidak memberikan iblis kesempatan untuk merusak atau mengganggu hidup kita.

TUHAN menciptakan derajat manusia lebih tinggi dari segala malaikat. Hari ini mari kita berhenti bekerjasama dengan iblis. Jangan berikan iblis kesempatan terus menerus untuk menghancurkan hidup Anda. Anda bisa memutuskan saat ini juga untuk lepas dari cengkramannya. ROH yang di dalam Anda jauh lebih berkuasa dari segala roh di dunia ini. (penulis: @mistermuryadi)