TERLEBIH LAGI KITA PERLU MEMERCAYAI PENCIPTA PARA DOKTER

Bahan renungan:

Yesaya 26:4 Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.

Sebelum Anda berprangka buruk, saya perlu menjelaskan bahwa saya sama sekali tidak menentang profesi dokter atau saran dokter. Saya sangat kagum dengan para dokter, saya berteman dengan beberapa dokter hebat. Tanpa para dokter, tingkat orang sakit dan meninggal di dunia akan sangat tinggi sekali.

(Baca juga: IBLIS MENGGUNAKAN AYAT FIRMAN TUHAN UNTUK MEMUTAR KEBENARAN)

Saya hanya ingin menjelaskan kejanggalan yang saya temui dalam hidup beberapa orang. Sungguh disayangkan jika kita lebih memilih untuk percaya kepada yang kelihatan dibandingkan yang kekal.

Beberapa orang rela mengeluarkan banyak uang jika dokter sudah menganjurkan sesuatu, tetapi ketika kebenaran Firman Tuhan yang mengatakannya, mereka cenderung ragu dan berpikir panjang. Tidak sedikit yang malah berprasangka buruk jika sudah menyangkut uang.

Saya mengenal seseorang yang menghabiskan uang ratusan juta rupiah untuk berobat, sementara sang dokter sama sekali tidak pernah memberi jaminan kesembuhan kepadanya. Sang dokter hanya mengatakan sebaiknya dia dirawat di rumah sakit di luar negeri dan menggunakan obat tertentu yang harganya selangit. Tanpa ragu sedikitpun, orang tersebut mengiyakan. Sedangkan, ketika saya mengatakan kepadanya untuk menabur, membaca, dan merenungkan janji Tuhan, dan mengampuni orang yang dia benci, dia merespons, “Saya pikir-pikir dulu. Saya masih belum yakin dengan hal itu.”

(Baca juga: BERHENTILAH MENGUTUKI DIRI ANDA SENDIRI)

Teman, jika Anda percaya kepada dokter, tidak ada yang salah dengan hal tersebut, tetapi semestinya terlebih lagi Anda memercayai Tuhan yang menciptakan para dokter. Tuhan yang memiliki sebutan Sang Penyembuh telah mengatakan bahwa bilur-bilur-Nya telah menyembuhkan Anda, bahwa sehat adalah bagian Anda di dalam Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

APA BENAR AIDS, KANKER, DAN TUMOR BELUM ADA OBATNYA?

Bahan renungan:

Yohanes 8:44-45 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepadaKu.

Saya percaya Firman Tuhan adalah TUHAN sendiri. Ketika Firman Tuhan mengatakan sesuatu, sekeras apa pun, itu adalah kebenaran yang harus kita pegang untuk menjadi pelita dan terang bagi langkah kaki kita.

Mungkin banyak orang tidak suka jika saya mengatakan bahwa ketika seseorang tidak memilih percaya kepada kebenaran Firman Tuhan, itu artinya dia sedang memilih percaya kepada tipu daya iblis.

Saya teringat seorang teman lama yang selalu berdoa dan mencari suara TUHAN. Satu kali dia pernah berkata, “Tuhan, perdengarkanlah suaraMU? Aku merindukan Engkau.” Doa ini terkesan baik, namun masalahnya bukan TUHAN yang tidak berbicara kepada kita, karena DIA sudah berbicara kepada kita melalui FirmanNYA, masalahnya adalah kita yang tidak mau mendengarkan. Atau, sekalipun sudah mendengarkan, kita tidak mau percaya terhadap apa yang TUHAN katakan. Kita lebih mendengarkan apa yang iblis atau dunia katakan. Kita lebih percaya kepada ketakutan dan kekuatiran kita. Kita lebih memilih percaya kepada internet, dokter, fakta ilmiah, laporan dokter, televisi, koran, dan berita, dibanding Firman Tuhan.

Mungkin banyak di antara Anda yang pernah mendengar dan percaya bahwa sampai hari ini AIDS belum ada obatnya. Ya, menurut ilmu kedokteran memang penyakit ini belum ditemukan obatnya, tetapi menurut 1 Petrus 2:24, AIDS sudah disembuhkan. Dokter mungkin belum menemukan obatnya, tapi YESUS sudah menangung penyakit ini 2000 tahun yang lalu. Bagi dokter, penyakit AIDS, kanker, atau tumor adalah masalah yang sangat serius, tapi bagi TUHAN, penyakit-penyakit ini sama sekali bukan masalah.

Masalahnya kembali lagi, Anda lebih percaya kepada apa yang Firman Tuhan katakan atau yang lain. (penulis: @mistermuryadi)

DI DALAM DIA KITA HIDUP

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 17: 28a Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada …

Sebelum Anda membaca renungan hari ini, mari bersama Anda ucapkan kata-kata di atas, “Di dalam DIA saya hidup, saya bergerak, dan saya ada …” Ya, di dalam YESUS, saya hidup, Anda hidup. Kita tidak mati, sakit, atau miskin, tetapi kita HIDUP.

Teman, YESUS memberikan pengharapan bagi Anda yang sedang bergumul. Anda tidak sendirian. Anda bukan orang yang kalah atau gagal, Anda hidup.

Saya sering mengucapkan ini ketika doa berkat untuk menutup ibadah, “Hidup kita tidak seperti roda yang kadang di atas atau kadang di bawah, Firman Tuhan katakan hidup kita seperti burung rajawali yang terbang tinggi dan semakin tinggi. Anda adalah kepala, bukan ekor. Anda adalah garam dan terang dunia. Di dalam YESUS, Anda pasti berhasil. Amin.”

Jangan biarkan keputusasaan mengambil alih kehidupan Anda, jangan biarkan vonis dokter mengambil alih kesehatan Anda, dan jangan biarkan ketakutan dan kekuatiran Anda mengambil alih masa depan Anda, percayalah di dalam Kristus Anda hidup.

Katakan, “Saya tidak mati, di dalam Kristus saya hidup. Roh yang tinggal di dalam saya lebih besar dari segala roh di dalam dunia ini.”

Teman, jika bukan Anda yang mengucapkan janji TUHAN kepada diri Anda sendiri, siapa lagi? Ini yang Raja Daud katakan di tengah kesesakan, “Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar. Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa; sebab kasih-Mu besar mengatasi langit, dan setia-Mu sampai ke awan-awan.” (penulis: @mistermuryadi)

BERULANG-ULANG DIOBATI OLEH TABIB

Bahan renungan:

Markus 5:26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.

Hampir sebagian besar orang yang saya kenal, selalu berusaha mencari jalan keluar dengan caranya sendiri, sebelum akhirnya datang kepada TUHAN. Mungkin gambaran yang sama dengan kisah si wanita pendarahan di atas yang berulang-ulang mencari jawaban kepada tabib. Dan hasilnya tidak ada faedahnya sama sekali. Mungkin masalah Anda berhenti sementara ketika Anda mencari jawaban di luar YESUS, setelah itu masalahnya kembali datang dan bahkan memburuk.

Hal menarik terjadi ketika si wanita pendarahan ini bertemu dengan YESUS. Firman Tuhan katakan di ayat 29, “Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.” Oh, saya suka sekali bagaimana Markus menyatakannya, “Seketika …”

Setelah 12 tahun mencari jalan keluar di luar sana, menghabiskan uang, tenaga, dan waktu, ternyata ketika bertemu YESUS, seketika itu juga masalahnya selesai. Teman, apakah Anda sedang mencari jawaban untuk masalah Anda yang sudah menahun? Jika iya, mungkin ini saatnya Anda berhenti berobat berulang-ulang kepada tabib, dan mulai mengalihkan langkah Anda kepada YESUS. YESUS memiliki segudang jawaban untuk satu masalah Anda. (penulis: @mistermuryadi)