AYAT TERMANIS DI ALKITAB

Bahan renungan:

Lukas 19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Bagi saya, ayat di atas adalah ayat termanis yang ada Alkitab. Dalam sebuah kalimat yang pendek, Lukas 19:10 menceritakan kepada kita mengenai alasan mengapa Yesus datang ke dunia. Dia datang untuk sebuah tujuan dan pekerjaan, yaitu untuk mencari dan menyelamatkan setiap orang berdosa.
Yesus tidak datang untuk menghukum atau menghakimi orang berdosa, melainkan untuk memberikan kehidupan yang kekal.
Melalui ayat di atas, sungguh tidak sulit untuk mengerti dam memahami isi hati Tuhan. Hati-Nya hanya berisi Anda dan saya, orang-orang berdosa. Dan, adalah keinginan Tuhan untuk melihat anak-anak-Nya senantiasa dalam keadaan yang baik.
Jika mencari dan menyelamatkan orang berdosa menjadi misi utama Yesus, sebagai orang percaya, kita juga perlu menjadikan hal tersebut sebagai misi utama hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

JIKA KITA HILANG, TUHAN PASTI AKAN MENCARI KITA

Bahan renungan:

Lukas 15:4-6 “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.”

Sungguh tidak sulit mencerna perumpamaan mengenai domba yang hilang. Sang gembala menggambarkan Bapa, sementara domba yang hilang berbicara mengenai kita. Setiap kali membaca dan merenungkan ayat di atas, saya dapat merasakan hati Bapa Sorgawi yang begitu penuh dengan kasih.

(Baca juga: TUHAN BERKENAN TERHADAP KITA)

Saya membayangkannya begini. Entah karena satu atau dua hal, sang domba memutuskan pergi meninggalkan kawanannya, sehingga tersesat. Mungkin domba tersebut pergi karena tidak cocok dengan domba lain, atau mungkin sekadar ingin menghirup ” udara bebas” di luar sana. Apa pun alasannnya, si domba itu pergi, memilih menyendiri, dan akhirnya tersesat.

Secara logika, kehilangan satu domba dari seratus, bukanlah masalah besar. Tidak perlu seorang profesor untuk memutuskan membiarkan yang satu itu hilang dan menjaga kawanan yang lain. Jika kita ada di dalam posisi sang gembala, saya yakin tidak banyak di antara kita yang mau mengorbankan diri mencari yang hilang, dengan risiko kehilangan 99 lainnya. Namun, gembala dalam perumpamaan ini memiliki pemikiran yang berbeda. Dia pergi mencari yang hilang. Bahkan, ayat di atas menegaskan, dia pergi mencari sampai dia menemukannya.

Saya percaya, jika kita hilang, Tuhan, dengan berbagai cara, akan mencari jalan untuk menemukan kita. Tuhan akan menyampaikan isi hati-Nya kepada kita, bahwa Dia mengasihi kita, entah melalui perkataan dari orang yang tidak kita kenal, dari buku atau film yang kita lihat, atau bahkan dari tulisan di jalan yang tidak sengaja kita baca.

Seorang teman yang saya kenal sudah pergi sangat lama dan jauh dari kawanan domba. Namun, di tengah lembah kekelaman, ketika dirinya tersangkut di semak belukar, Tuhan kembali menemukan dirinya.

(Baca juga: ORANG YANG BERHARGA MELAKUKAN HAL-HAL YANG BERHARGA)

Tuhan tidak lelah mencari hidup kita. Dia ingin membawa kita ke tempat yang aman, ke padang yang berumput hijau. Dia ingin kita menikmati semua yang baik yang Dia telah sediakan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

MELAYANI MEREKA YANG MEMBUTUHKAN

Bahan renungan:

Markus 10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNYA menjadi tebusan bagi banyak orang.

Dalam renungan kemarin saya mengatakan bahwa setiap kita adalah pertolongan pertama bagi dunia ini. Ya, dan saya percaya ayat renungan kita hari ini adalah sesuatu yang perlu kita tiru dari YESUS, bahwa YESUS datang ke dunia untuk melayani orang-orang yang membutuhkan.

(Baca juga: KITA ADALAH PERTOLONGAN PERTAMA BAGI DUNIA)

Saya tidak bisa membayangkan kalau YESUS hanya menunggu secara pasif menantikan orang-orang sakit datang kepada-Nya dan orang-orang yang berdosa bertanya kepada-Nya. Saya yakin mungkin akan sangat sedikit sekali orang-orang yang dapat disembuhkan dan dilepaskan.

Teman, Anda perlu melayani orang-orang di sekitar Anda yang membutuhkan. Yang saya maksud melayani bukan menunggu mereka yang datang atau mencari Anda, tetapi Anda yang dengan aktif menghampiri mereka. Ketika Anda mendengar ada keluarga atau sahabat Anda yang sakit, bersegeralah mendatangi mereka, menceritakan kebenaran Firman Tuhan, dan mendoakan mereka.

(Baca juga: DOSA KITA YANG AKAN DATANG SUDAH DIAMPUNI)

YESUS sudah memberikan teladan yang sangat baik untuk kita. Adalah bagian kita saat ini, sebagai orang percaya, yang telah diberikan kuasa di dalam nama YESUS, untuk mencari mereka yang terhilang dan menceritakan kabar baik untuk mereka. (penulis: @mistermuryadi)

YESUS TIDAK PERNAH MENJAUHI ORANG BERDOSA

Bahan renungan:

Matius 11:19 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.

Sebuah kekeliruan besar jika kita berpikir Tuhan yang kudus tidak bisa dekat dengan manusia yang penuh dosa. YESUS bukan hanya dekat dengan para pendosa, YESUS bahkan bergaul dengan mereka. Tentu saja bukan karena YESUS menyetujui perbuatan para pendosa ini, melainkan YESUS ingin para pendosa ini menyadari bahwa Tuhan mengasihi dan mencintai mereka.

(Baca juga: DOSA TIDAK MEMBUAT TUHAN MENINGGALKAN KITA)

Dalam banyak kesempatan, YESUS makan dan minum, bahkan menginap di rumah para pendosa. Matius 9:36 menjelaskan bagaimana cara YESUS memandang para pendosa ini, “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.”

Ya, YESUS selalu memposisikan para pendosa ini sebagai domba yang perlu dibimbing dan dituntun, bukan sebagai serigala buas yang perlu dikucilkan.

Sungguh berbeda dengan pernyataan beberapa hamba Tuhan yang mengatakan YESUS membenci pendosa atau YESUS tidak akan mencurahkan berkat kepada pendosa. Yang Alkitab tulis justru sebaliknya.

(Baca juga: BABI-BABI INI TIDAK SUDI KERASUKAN SETAN)

Kasih yang begitu besar yang menggerakkan YESUS untuk selalu menerima para pendosa. Saya percaya tujuannya adalah supaya mereka berpindah dari gelap kepada terang, dari ekor menjadi kepala, dari penjahat menjadi garam dan terang dunia.

Apakah Anda merasa diri Anda kotor atau penuh dengan dosa?

Sungguh keliru jika Anda memilih menjauh dari Tuhan, justru mendekatlah kepadaNYA, DIA dengan sangat senang akan menerima Anda. DIA ingin Anda menikmati kasih dan kebaikanNYA. DIA ingin Anda menyadari bahwa Anda dicintai dan dikasihi olehNYA. (penulis: @mistermuryadi)

ARTI KATA MELIHAT MENURUT BAHASA IBRANI

Bahan renungan:

Matius 9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

Beberapa hari lalu kita membaca renungan dari ayat ini. Saya tertarik kembali mengangkat ayat ini untuk menjelaskan mengenai arti kata “melihat”.

Saya suka sekali terjemahan kata “melihat” menurut bahasa Ibrani. Dalam bahasa Ibrani, kata ini ditulis “ra’a” yang artinya memperhatikan, mempertimbangkan, fokus, menaruh perhatian lebih, dan melihat lebih jauh, bukan sekadarnya.

Dulu saya berpikir cara mendapatkan hati yang penuh belas kasihan adalah dengan berdoa memohon kepada TUHAN. Saya tidak katakan itu salah, tapi beban di hati YESUS tidak datang karena DIA berdoa, melainkan karena, “melihat orang banyak itu …”

Teman, mungkin banyak di antara kita yang tinggal bersama orang-orang yang kita kasihi, keluarga atau pun suami atau istri kita, namun kita tidak pernah benar-benar melihat mereka. Setelah 18 tahun tinggal bersama keluarga saya, saya baru mengerti masalah sesungguhnya yang terjadi di dalam keluarga saya.

Bukan karena setelah 18 tahun baru ketahuan masalahnya, melainkan setelah 18 tahun saya baru benar-benar memperhatikan hidup mereka.

Waktu SMP saya punya seorang teman yang sangat pendiam. Beberapa kali dia mencoba bercerita ke beberapa teman dan teman-teman menanggapinya sambil lalu, alias seadanya. Bahkan oleh anak-anak lain, dia sesekali diejek cengeng, kurang macho, dan sebagainya. Tidak lama setelah kenaikan kelas, saya mendengar kabar anak ini menjadi gila, lalu bunuh diri. Sampai hari ini saya cukup menyesali kejadian tersebut. Seandainya saya “melihat” anak ini.

Teman, saya ingin Anda mulai “melihat” kepada keluarga Anda, lalu sahabat Anda, lalu rekan bisnis atau teman sekolah Anda. Di luar sana, banyak orang membutuhkan jawaban, dan Anda memiliki YESUS di dalam hati Anda., Sang Sumber Jawaban. Bagian kita adalah pergi menceritakan YESUS, supaya setiap orang menemukan YESUS, karena ketika mereka menemukan YESUS, mereka menemukan jawaban untuk masalah-masalah mereka. (penulis: @mistermuryadi)

GEMBALA YANG AGUNG

Bahan renungan:

Lukas 15:4 “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?”

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah “tidak ada, kecuali YESUS”. Ya, tidak ada yang seperti YESUS, pergi meninggalkan kemuliaan Sorga demi menyelamatkan manusia yang berdosa. Meninggalkan kehidupanNYA yang terbaik di Sorga, demi mengambil rupa manusia dengan segala kelemahan dan kekurangannya.

Saya bisa meyakinkan Anda bahwa tidak ada Gembala seperti Tuhan kita, YESUS, yang merelakan kehidupanNYA demi Anda dan saya.

Lalu dalam ayat 5 dilanjutkan, “Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira.” Anda bisa merasakan sukacita TUHAN? Dia bergembira. Tuhan tidak melakukannya dengan hati yang panas atau marah, DIA melakukan semua itu karena sukacita.

Teman, hanya ada satu alasan kenapa seseorang melakukan hal-hal yang sulit dengan sukacita, yaitu karena CINTA. Saat ini di telinga saya terngiang lembut sebuah kalimat, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini …” SuaraNYA lembut terus mengingatkan betapa DIA mengasihi saya. Membuat hati saya yang gelisah menjadi tenang kembali, membuat hidup saya yang berantakan memiliki pengharapan kembali. (penulis: @mistermuryadi)

KASIH TUHAN MENCARI ANDA

Bahan renungan:

Lukas 19:10 “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Saya baru mengenal ayah mertua saya seumur pernikahan saya dan istri. Kemarin saya membesuk beliau di rumah sakit. Beliau sedang mengalami komplikasi dan terbaring di ruang ICU. Tubuhnya terlihat lemah, pancaran matanya tidak seperti biasa, dan napasnya sesak.

Setiap kali berbincang kepada beliau mengenai YESUS, ada satu kalimat yang sering dia ucapkan, dan itu sangat menarik perhatian saya. Beliau berkata, “KasihNYA mencari dan darahNYA menyucikan.”

Setiap mendengar kalimat tersebut, saya langsung teringat akan kata-kata YESUS dalam ayat renungan di atas. Bahwa YESUS datang untuk mencari yang terhilang, yaitu Anda dan saya. Hati saya seketika itu juga merasakan sukacita dan damai yang begitu indah. Menyadari betapa TUHAN mengasihi saya.

Teman, bukan Anda yang telah menemukan YESUS, tetapi DIA yang menemukan Anda. Ketika kita berada di tengah lembah yang gelap, di tengah topan badai, di tengah semak berduri, atau di tengah padang gurun, DIA datang mencari dan menemukan kita. KasihNYA memulihkan, mengangkat, menghibur, dan memberikan pengharapan kepada setiap hati yang remuk dan hancur. (penulis: @mistermuryadi)