HIDUP DI BAWAH NAUNGAN YANG MAHATINGGI (MAZMUR 91:1-2)

Bahan renungan:

Mazmur 91:1-2 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Beberapa hari ke depan saya akan menyajikan seluruh ayat dari Mazmur 91 sebagai bahan renungan kita. Saya percaya Tuhan sedang ingin menyampaikan sesuatu yang luar biasa kepada kita semua melalui pasal ini.

(Baca juga: JANGAN HABISKAN ENERGI ANDA UNTUK MELADENI ORANG NEGATIF)

Tinggal dalam kebenaran Firman Tuhan adalah tempat perlindungan teraman bagi setiap orang percaya. Kebenaran melindungi kita dari tipu daya iblis yang menghancurkan. Kebenaran memberikan garis batas yang jelas supaya hati dan pikiran kita dapat membedakan antara yang benar dan yang salah. Kebenaran mengganjar kehidupan kita dengan damai, sukacita, dan ketenangan.

(Baca juga: KEJARLAH TUHAN, ANDA AKAN MENDAPATKAN IMPIAN ANDA)

Apakah Anda sedang merasa diserang, entah oleh masalah finansial, sakit penyakit, konflik, ketakutan, atau kekuatiran? Jika iya, kebenaran Firman Tuhan adalah kubu pertahanan terbaik yang Anda miliki. Efesus 6:6 mengatakan, “Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

FIRMAN TUHAN ITU JALAN KELUAR ATAU BEBAN?

Bahan renungan:

Yesaya 65:1-2 Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku. Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada suku bangsa yang memberontak, yang menempuh jalan yang tidak baik dan mengikuti rancangannya sendiri.

Setiap kali mendengar Firman Tuhan, kita selalu memiliki dua sikap ini, “Firman Tuhan adalah beban bagi saya” atau “Firman Tuhan adalah jalan keluar bagi saya.” Ya, banyak orang merasa Firman Tuhan itu adalah beban, bukan jalan keluar. Firman Tuhan menjadi beban karena tidak mendukung atau tidak sesuai seperti yang mereka pikirkan atau inginkan.

(Baca juga: CUKUP SATU BATU UNTUK SATU RAKSASA)

Teman, setiap kebenaran, janji, dan perintah Tuhan yang Anda baca adalah jalan keluar untuk masalah-masalah Anda. Bagian Anda dan saya adalah mempercayai Firman Tuhan. Untuk alasan itulah kita disebut sebagai orang percaya, karena kita mempercayai sesuatu.

Melalui ayat di atas kita mengerti bahwa ternyata Tuhan senantiasa mengulurkan tangan-Nya kepada kita untuk memulihkan, memberkati, dan mengangkat hidup kita. Kebenarannya, bukan kita yang sedang menantikan Tuhan menolong kita, tetapi Tuhanlah yang sedang menantikan kita untuk percaya kepada-Nya.

(Baca juga: BERHENTILAH BERGAUL DENGAN ANAK AYAM)

Saya sangat percaya 24 jam sehari Tuhan senantiasa berbicara kepada kita mengenai apa yang perlu kita lakukan, ke mana kita harus melangkah, dan keputusan apa yang perlu kita ambil. Tuhan ingin membaringkan kita di padang rumput yang hijau. Namun kesibukan dan ketidakpedulian kita sering menjadi alasan utama hidup kita terus menerus dapat masalah. Bukan karena Tuhan tidak memberikan jalan keluar, tetapi karena kita mengabaikan-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

SUARA MAYORITAS BELUM TENTU YANG PALING BENAR

Bahan renungan:

Yohanes 19:15 Maka berteriaklah mereka: “Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka: “Haruskah aku menyalibkan rajamu?” Jawab imam-imam kepala: “Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!”

Vox Populi Vox Dei, Suara Rakyat Suara Tuhan. Saya ingat sekali bagaimana kalimat ini bergaung keras di Bumi Nusantara saat runtuhnya rezim Orde Baru pada tahun 1998. Dalam kalimat itu tersirat bahwa pendapat umum selalu benar. Terus terang saya tidak setuju. Tidak semua pendapat umum pasti benar. Kita perlu sebuah panduan yang teruji untuk menyatakan apakah sesuatu itu benar atau salah, bukan berdasarkan suara terbanyak.

(Baca juga: MINUM MINYAK URAPAN? OH, COME ON!)

Saya teringat peristiwa ketika Yesus akan disalibkan. Jika berdasarkan suara mayoritas atau pendapat umum, yang pada saat itu didominasi oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Yahudi, Yesus bersalah dan harus dihukum mati. Namun apakah Yesus benar-benar bersalah? Menurut enam pengadilan yang dijalani Yesus, tidak ditemukan satupun kesalahan di dalam Diri-Nya. Kendati demikian, guruh riuh suara rakyat menggema, “Salibkan Dia, Salibkan Dia.”

Juga, saya ingat mengenai adat istiadat di dalam keluarga saya. Salah satunya, saya tidak diperbolehkan melihat penutupan peti mati jika shio (zodiak cina) saya bertabrakan (chiong) dengan shio orang yang meninggal. Meskipun pada saat itu 95% keluarga besar saya mempercayai hal tersebut, saya tahu sekali hal itu tidak benar menurut Firman Kristus, dan saya menolak mempercayainya.

Satu contoh lagi. Sebagai orang percaya, terkadang pertahanan kita luluh ketika melihat atau mendengar bahwa yang melakukan hal tersebut adalah seorang hamba Tuhan yang besar. Salah satunya adalah seperti yang saya contohkan dalam renungan kemarin, meminum minyak urapan dan menginjili orang mati. Kita jadi berpikir bahwa hal tersebut sudah pasti benar. Teman, Anda perlu cek terlebih dahulu kebenarannya dalam Firman Kristus.

Teman, saya ingin mengatakan suara mayoritas belum tentu benar. Hanya karena banyak orang yang melakukannya, belum tentu hal tersebut benar. Hanya karena sahabat atau orang terdekat kita melakukannya, belum tentu hal tersebut benar. Hanya karena banyak tokoh hebat, berdarah bangsawan, orang terkemuka, atau orang yang dituakan yang melakukannya, belum tentu hal tersebut benar.

(Baca juga: ANDA DITEBUS DENGAN HARGA YANG MAHAL)

Jangan melakukan sesuatu di dalam hidup kita hanya karena banyak orang melakukan hal tersebut. Kita, sebagai orang percaya, perlu berpegang pada kebenaran Firman Tuhan. Itu sebabnya, Anda perlu tahu kebenaran Firman Kristus. Lakukanlah segala sesuatu yang tertulis dalam kebenaran Firman Kristus, sekalipun tidak ada seorang pun di dunia ini yang melakukannya. (penulis: @mistermuryadi)

APA BENAR ORANG-ORANG YAHUDI DICIPTAKAN LEBIH PINTAR?

Bahan renungan:

Ulangan 11:22-23 Sebab jika kamu sungguh-sungguh berpegang pada perintah yang kusampaikan kepadamu untuk dilakukan, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan berpaut pada-Nya, maka TUHAN akan menghalau segala bangsa ini dari hadapanmu, sehingga kamu menduduki daerah bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu.

“Tidak heran dia genius, karena dia keturunan Yahudi.” Anda mungkin pernah mendengar atau mengucapkan kalimat di atas. Dulu, saya pun berpikir demikian, sampai suatu hari saya mengerti bahwa Tuhan yang saya sembah tidak pernah menciptakan produk gagal.

(Baca juga: CIRI-CIRI ANDA BERTUMBUH DI DALAM KRISTUS)

Ya, semua manusia adalah maha karya Tuhan. Semuanya spesial, berharga, dan tidak ada duanya. Jika demikian, apa yang membuat orang-orang Yahudi begitu sukses? Apa yang membedakan mereka dengan kita?

Saya berikan sedikit ilustrasi. Waktu kecil, kita diajarkan sejarah, mitos, legenda, dan cerita rakyat. Di kursi sekolah kita diajarkan, “Ini ibu Budi. Ibu Budi pergi ke pasar,” cerita mengenai Sangkuriang, Buto Ijo, G30S PKI, dan lain sebagainya. Sedangkan, orang-orang Yahudi diajarkan cerita mengenai Musa yang membelah Laut Merah, Daud yang mengalahkan raksasa, Elia menurunkan api dari langit, dan lain sebagainya. Anda lihat perbedaannya?

Perbedaan kita dengan bangsa Yahudi tidak terletak dalam hal genetika, melainkan cara berpikir. Cerita-cerita yang kita pelajari di sekolah selalu menyertakan unsur gagal, kesalahan, dan kelemahan. Kita tumbuh dengan pemikiran, “Hidup seperti roda, kadang di bawah, kadang di atas. Suatu saat saya ada kemungkinan gagal.” Namun, anak-anak Yahudi belajar mengenai Tuhan yang tidak pernah gagal dan lalai akan janji-Nya. Mereka diajarkan, selama berpegang pada Firman Tuhan, mereka tidak akan gagal, karena Tuhan menjanjikan hanya kebajikan dan kemurahan belaka yang akan mengikuti sepanjang hidup mereka (Mazmur 23:6).

(Baca juga: BAGIAN ANDA PERCAYA, BUKAN MEMIKIRKAN CARANYA)

Pemahaman mereka mengenai Firman Tuhanlah yang membuat orang Yahudi berbeda dengan banyak bangsa lain. Di dalam pikiran kebanyakan orang Yahudi, tidak ada sedikit pun tempat untuk gagal atau kalah. Mereka mengerti bahwa ketika Tuhan ada bersama-sama dengan mereka, mereka pasti berhasil. Teman, jika Anda memahami dan percaya kebenaran Firman Tuhan, hidup Anda pasti beranjak dari satu keberhasilan kepada keberhasilan yang lebih besar. (penulis: @mistermuryadi)

PENTINGNYA MENGHAFAL MAZMUR 23 DAN 91

Bahan renungan: Mazmur 23 dan 91

Beberapa hari belakangan, di tengah banyaknya teror, ketakutan, dan kecelakaan, Tuhan berbicara secara spesifik di dalam hati saya mengenai dua pasal di atas, Mazmur 23 dan Mazmur 91. Supaya setiap kita membaca, merenungkan, dan menghafalkannya. Perhatikan, bukan hanya membaca saja, tetapi MENGHAFALKANNYA.

(Baca juga: CAMPER, QUITTER, DAN CLIMBER)

Dua pasal di atas menuliskan mengenai janji Tuhan yang sangat luar biasa bagi setiap orang percaya. Mazmur 23 bercerita mengenai Gembala Yang Baik, yang menjaga, memelihara, dan menuntun kita, domba-domba-Nya. Sementara, Mazmur 91 menceritakan mengenai penjagaan dan penyertaan Tuhan bagi kita di tengah bahaya dan kegelapan.

Tuhan ingin kita tidak takut dan gentar, karena Dia senantiasa bersama-sama dengan kita. Di tengah masalah, Tuhan ingin kita memandang kepada janji setia-Nya. Jadikan dua pasal ini doa Anda setiap hari, pagi saat bangun tidur (Mazmur 23) dan malam sebelum tidur (Mazmur 91). Membaca dua pasal ini tidak lama, hanya memakan waktu Anda sekitar 3-5 menit saja.

Jika Anda sudah berkeluarga, bacalah dua pasal ini bersama keluarga Anda. Kalau anak Anda masih terlalu kecil untuk membaca, bacakanlah untuk mereka setiap hari. Saat Anda membacanya, Anda dapat mengganti kata “aku”, “engkau”, atau “kamu” pada setiap ayat dengan nama Anda.

Melalui pembacaan dua pasal di atas, Tuhan ingin Anda juga mengingat bahwa Anda tidak sendiri, ada Tuhan yang tidak pernah meninggalkan Anda.

(Baca juga: STRES DAN DEPRESI ADALAH INDIKASI DARI SESUATU YANG BERBAHAYA)

Jangan isi pikiran kita dengan hal-hal negatif. Isilah dengan kebenaran Firman Tuhan yang memerdekakan. Sementara Anda membaca, merenungkan, menghafal, dan mempercayai dua pasal di atas, saya percaya terobosan besar terjadi dalam kehidupan Anda. Terobosan karir, bisnis, finansial, keluarga, studi, pelayanan, kesehatan, dan lain sebagainya. (penulis: @mistermuryadi)

TUHAN INGIN ANDA MENJADI KEPALA, BUKAN EKOR

Bahan renungan:

Ulangan 28:13a TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun …

Menjadi kepala adalah bagian kita di dalam Kristus. Tuhan ingin Anda menjadi yang terbaik dalam segala hal. Bukan nomor dua atau tiga, tetapi menjadi yang pertama. Tuhan ingin Anda menjadi kepala dalam segala hal yang Anda kerjakan. Dia ingin mengangkat Anda setinggi mungkin.

(Baca juga: SEPANJANG HARI TUHAN MENGULURKAN TANGAN. JANGAN MENOLAKNYA!)

Itu sebabnya, Tuhan menyediakan jalan yang paling aman dan paling cepat bagi Anda untuk menjadi kepala, yaitu jalan-jalan-Nya. Saat Anda memilih jalan-jalan yang dunia tunjukkan, mungkin seolah terlihat cepat, tetapi Firman Tuhan katakan ujungnya adalah kebinasaan.

Memiliki iman kepada Kristus, sama artinya kita memilih untuk hidup dalam jalan-jalan Tuhan dan meninggalkan jalan hidup kita yang salah. Dalam Alkitab, setiap kali orang memilih percaya kepada Kristus, dalam sekejap hidup mereka diubahkan.

Salah satunya wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun (Markus 5:25-29). Selama 12 tahun, dia mencoba berbagai tabib untuk sembuh, tetapi keadaannya semakin memburuk. Namun, di saat dia memegang mendekat kepada Yesus dan jumbai jubah-Nya, seketika itu juga dia sembuh. Haleluya.

Teman, jalan-jalan Tuhan adalah jalan terbaik bagi setiap orang percaya. Tuhan ingin Anda menjadi kepala, garam dan terang dunia, dan berkelimpahan, tetapi dengan cara-Nya, bukan cara dunia. Ini artinya kita perlu menjadi kebenaran Firman Tuhan sebagai dasar untuk mengambil setiap keputusan dalam hidup kita. Setiap ada tawaran atau kesempatan akan sesuatu, Anda perlu terlebih dahulu melihat kepada kebenaran. Jika hal tersebut sesuai dengan kebenaran, lakukan; tetapi jika tidak, tinggalkan.

(Baca juga: IBLIS BUKAN LAWAN YANG SEBANDING DENGAN ANDA)

Saya berikan contoh. Anda ditawari sebuah pekerjaan dengan gaji sangat besar dan fasilitas bagus. Namun, jika Anda bekerja di situ, Anda tidak memiliki waktu lagi untuk pergi ke gereja dan persekutuan. Berdasarkan Ibrani 10:25, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita …” sebaiknya Anda tolak tawaran tersebut. (penulis: @mistermuryadi)

PENYAKIT-PENYAKIT INI DISEBABKAN OLEH GANGGUAN EMOSI

Bahan renungan:

Yeremia 4:18a Tingkah langkahmu dan perbuatanmu telah menyebabkan semuanya ini kepadamu. 

Ochsner Medical Center di New Orleans menerbitkan laporan yang menyatakan bahwa dari 500 pasien yang dirawat di klinik mereka 74 persennya menderita penyakit karena gangguan emosi. Departemen Medis Universitas Yale yang menangani pasien berobat jalan juga melaporkan hal yang sama, bahwa 76% dari pasien yang datang ke klinik mereka terbukti menderita penyakit karena dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan negatif.

(Baca juga: INILAH SATU-SATUNYA DOSA YANG DIHUKUM PADA AKHIR ZAMAN)

Hal di atas menunjukkan pentingnya kita memiliki pikiran dan perasaan yang benar, karena pikiran dan perasaan Anda memiliki pengaruh signifikan terhadap metabolisme tubuh kita. Saya berikan contoh. Jika Anda sedang makan siang, lalu tiba-tiba seseorang menginformasikan anak Anda meninggal akibat kecelakaan. Kemungkinan besar Anda tidak dapat melanjutkan makan siangnya. Tubuh Anda akan segera bereaksi, napas terhambat, selera makan hilang, dan otot, serta saraf Anda menjadi tegang. Pada kondisi tertentu, akan diikuti dengan naiknya tekanan darah yang dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah tertentu, terkadang juga diikuti dengan rasa mulas pada bagian perut.

Menurut penelitian di Ochsner Medical Center, ada beberapa penyakit fisik yang muncul seiring dengan gangguan emosi, antara lain: nyeri di leher, radang tenggorokan, gatal dan luka pada kulit, kesemutan dan bengkak, pandangan mata kabur, sakit kepala, sembelit, diare, gangguan lambung, dan keletihan. Gangguan emosi juga berpotensi memicu penyakit ganas seperti tumor dan kanker. Menangani gangguan penyakit fisik yang disebabkan gangguan emosi tidak cukup hanya dengan mengobati tubuhnya, tetapi juga perlu mengobati emosinya.

Teman, marah, benci, kesal, kepahitan, kecewa, sedih, murung, panik, dan gelisah, sepenuhnya adalah keputusan Anda. Bagi saya, fakta di atas semata-mata menunjukkan betapa kita sangat membutuhkan kebenaran. Betapa kita butuh mengenal Pribadi Bapa Sorgawi yang penuh kasih dan pengampunan. Firman Tuhan katakan dalam 2 Petrus 1:2, damai dan kasih karunia melimpah atas kita oleh karena pengenalan kita akan Bapa Sorgawi. Juga, Yesaya 32:17 mengatakan, “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Kita perlu kebenaran dan janji Tuhan supaya ketika masalah dan tekanan datang menghimpit, pikiran dan perasaan kita senantiasa dalam kondisi tenang, damai, dan sukacita. Amsal 17:22 mengatakan hati yang gembira adalah obat yang manjur untuk seluruh sakit penyakit dan penderitaan Anda.

(Baca juga: PUTUSKAN UNTUK MENGIKUTI APA KATA YESUS)

Mari, saya mengajak kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus, yang adalah sumber kehidupan. Luangkan waktu Anda secara rutin untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, datang ke persekutuan atau ibadah yang menceritakan kabar baik, dan bergaul dengan orang-orang yang hidup dalam kebenaran. (penulis: @mistermuryadi)