MENYEMBUHKAN PIKIRAN YANG SAKIT

Bahan renungan:

Markus 16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Pemberitaan Injil sampai ke ujung dunia adalah amanat agung yang Yesus berikan kepada para murid dan setiap orang percaya. Dulu saya bertanya-tanya, mengapa amanat agung Yesus bukan mengusir setan, membuat mukjizat, atau melakukan hal-hal yang spektakuler? Apakah Anda tahu alasannya? Jawabannya sederhana, karena hanya Firman Tuhan yang dapat mengubahkan kehidupan seseorang secara permanen.

(Baca juga: PENCOBAAN YANG KITA ALAMI ADALAH PENCOBAAN BIASA)

Untuk menyembuhkan tubuh yang sakit itu sangat mudah. Dengan kemajuan dunia medis yang begitu pesat, banyak penyakit yang sudah ditemukan obatnya. Masalahnya, sekalipun tubuh kita sembuh setiap kali meminum obat, tetapi jika pikiran kita masih “sakit”, maka suatu saat di suatu waktu, kita akan kembali jatuh sakit. Obat hanya berjasa menyembuhkan tubuh kita, bukan pikiran kita. Namun, Firman Tuhan menyembuhkan pikiran kita, dan sebagai akibatnya, tubuh kita menjadi selalu sehat.

Jika kita hidup di dalam sebuah masalah atau penderitaan hari ini, saya sangat yakin hal tersebut disebabkan oleh pikiran kita yang “sakit”. Kita butuh mendengarkan kebenaran setiap hari, agar pikiran kita dimerdekakan dari setiap beban, ketakutan, kekuatiran, dan keterikatan. Ketika pikiran kita dimerdekakan, tubuh kita otomatis akan merdeka.

(Baca juga: TUHAN MENGAWASI DAN MENJAGA KITA SEPANJANG TAHUN 2018)

Amsal 4:20-22 mengatakan, “Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

BAGAIMANA CARA MENDENGAR SUARA TUHAN?

Bahan renungan:

Lukas 15:1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.

Saya percaya Tuhan yang kita sembah berbicara kepada semua orang, bukan hanya kepada orang tertentu saja. Beberapa orang berpikir bahwa Tuhan hanya berbicara kepada para pendeta, para pelayan Tuhan, dan kepada orang-orang yang hidup suci saja. Itu pernyataan yang sangat keliru.

(Baca juga: DI TANGAN TUHAN, ANDA ADALAH PAHLAWAN YANG GAGAH PERKASA)

Alkitab mencatat Tuhan berbicara kepada Kain, setelah dia membunuh Habel. Ketika Yesus hidup di dunia, Dia berbicara kepada semua orang yang Dia temui, terutama kepada mereka yang sakit, kerasukan setan, berbuat dosa, dan terbuang. Jadi, tidak benar jika ada pernyataan yang mengatakan Tuhan hanya bicara kepada orang tertentu saja.

Kalau Tuhan berbicara, bagaimana cara kita mendengar suara-Nya?

Teman, Firman Tuhan yang ada di rak buku kita adalah suara Tuhan sendiri. Ya, Dia berbicara melalui Firman-Nya. Yang menjadi masalah bukan apakah TUHAN berbicara atau tidak, melainkan apakah kita mau duduk diam mendengarkan suara Tuhan?

Banyak orang mengabaikan suara Tuhan dan lebih mendengarkan yang dunia ini katakan. Saat Firman Tuhan mengatakan, “Jangan takut untuk menabur persembahan atau persepuluhan, karena Akulah sumber berkatmu,” kita justru melakukan sebaliknya, kita tidak memberi. Begitu juga saat Tuhan mengatakan, “Pergilah, Aku telah memberikan kuasa untuk menyembuhkan keluargamu yang sakit,” kita malah memanggil hamba Tuhan untuk mendoakan keluarga kita.

(Baca juga: ORANG SETIA YANG AKAN MENIKMATI PERKARA BESAR)

Saya sangat yakin Tuhan berbicara kepada semua orang, tetapi hanya sedikit orang yang mau meluangkan waktu mendengarkan suara-Nya dan menaati apa yang Dia katakan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

FIRMAN TUHAN MEMBERI KITA HIKMAT DAN MENUNTUN KITA

Bahan renungan:

2 Timotius 3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

Firman Tuhan adalah Tuhan sendiri, dan Firman Tuhan itu hidup. Salah satu ciri-ciri dari hidup adalah dapat berbicara dan bergerak. Itu sebabnya dalam ayat renungan kita kali ini dikatakan bahwa Firman Tuhan dapat memberikan hikmat dan dapat menuntun kehidupan kita.

(Baca juga: JANGAN MEMERCAYAI KEKUATIRAN ANDA)

Saat kita meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, maka Firman Tuhan itu akan hidup di dalam hati dan pikiran kita.

Hal pertama yang dihasilkan oleh kebenaran Firman Tuhan adalah hikmat. Alkitab menuliskan banyak istilah untuk menggambarkan kata “hikmat”, seperti jalan keluar, kekuatan, ketenangan, suara Tuhan, suara Roh Kudus, dan lain sebagainya. Intinya, kebenaran Firman Tuhan akan menghasilkan suara Tuhan di dalam hati dan pikiran kita.

Untuk menjelaskan hal di atas, pernahkah ketika dalam masalah, seperti ada suara atau kesan di hati kita yang berkata, “Jangan takut,” atau “Jangan kuatir.” Itu adalah suara Tuhan, suara Roh Kudus, atau Anda juga dapat menyebutnya hikmat. Hal tersebut terjadi akibat kita membaca dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Jadi, semakin sering kita melakukannya, kita akan semakin peka dengan suara Tuhan atau hikmat Tuhan.

Saat kita dalam masalah finansial, suara itu akan berkata, “Bukankah Yesus telah mati supaya kita yang miskin dapat berkata, “Kita kaya,”” Ketika kita sedang sakit, suara itu akan berbisik lembut, “Yesus sudah menanggung sakit penyakit kamu dan darah-Nya sudah menyembuhkan kamu 2000 tahun lalu. Jangan takut, kamu pasti sehat.”

Hal kedua yang dihasilkan dari membaca dan merenungkan Firman Tuhan adalah kita akan dituntun kepada Kristus. Ya, kebenaran akan selalu menuntun kita kepada Kristus.

Ada masa di dalam hidup, kita berada di sebuah persimpangan. Kita harus memilih atau membuat sebuah keputusan. Namun, jika kita “bergaul intim” dengan kebenaran, di saat kita bingung, kebenaran tersebut akan menuntun kita ke jalan yang benar, yaitu kepada Kristus. Atau dengan kata lain, kebenaran dapat membuat kita mengenali jebakan iblis yang selalu berusaha menjatuhkan atau memerdaya kita. Juga, dapat membuat kita membedakan antara suara Tuhan dengan suara pertimbangan kita yang mungkin terdengar bijak, tetapi sesungguhnya tidak menuntun kita kepada Kristus.

Saya berikan contoh. Suatu hari ada seorang pelayan Tuhan berkata kepada saya, “Koh Zaldy, Tuhan menyuruh saya berhenti dari pelayanan, agar saya dapat mengurus keluarga.” Suara itu terdengar bijak, tetapi saya percaya itu bukan suara Tuhan. Tuhan yang saya kenal tidak pernah menyuruh kita berhenti melakukan perbuatan yang baik. Benar kita perlu mengurus keluarga, saya setuju dengan itu. Namun, saya tidak percaya caranya adalah dengan berhenti melayani Tuhan. Hanya karena kita tidak mengerti cara mengatur waktu antara pelayanan dan keluarga, bukan berarti kita harus berhenti dari pelayanan. Faktanya, banyak orang yang terlibat pelayanan, tetapi berhasil mengurus keluarganya.

(Baca juga: MENJADI ORANG YANG LEMBUT TIDAK BERARTI LEMAH)

Perhatikan, jika kita tidak tahu kebenaran, suara yang terdengar baik seperti contoh di atas, dapat mengecoh dan menuntun kita ke jalan yang salah, dan akibatnya, kita semakin jauh dari kebenaran. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

IBLIS MENGGUNAKAN AYAT FIRMAN TUHAN UNTUK MEMUTAR KEBENARAN

Bahan renungan:

Matius 4:5-6 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

Julukan iblis adalah raja penipu. Iblis tidak memiliki kekuatan untuk merusak atau menghancurkan kita, karena kuasanya sudah dilucuti 2000 tahun yang lalu oleh Yesus. Satu-satunya senjata yang dia miliki adalah tipu daya.

(Baca juga: MENGENALI BETAPA LEBAR, PANJANG, TINGGI, DAN DALAMNYA KASIH BAPA)

Cara kerja tipu daya bekerja adalah mempermainkan pikiran kita. Membuat kita memercayai bahwa yang benar itu salah, dan yang salah itu benar.

Banyak orang mengira iblis akan mencobai kita dengan hal-hal yang jahat, tidak beradab, dan najis. Jika iblis mencoba menipu kita dengan hal-hal demikian, tentu saja kita tidak akan tertipu. Saya berikan contoh. Jika iblis datang dan menunjukkan kepada kita sebuah patung yang dapat berbicara dan mengatakan bahwa kita perlu menyembah patung tersebut, saya percaya kita tidak ada satu orang pun di antara kita yang akan tertipu. Namun, jika dia datang membawakan kita seseorang yang dapat melakukan mukjizat dan menyembuhkan orang sakit, kemungkinan besar kita akan tertipu jika kita tidak mengetahui kebenaran Firman Tuhan.

Waktu iblis mencobai Yesus yang kedua kali, iblis mengutip ayat kitab Mazmur 91:12 mengenai malaikat yang akan menatang Yesus jika Dia jatuh. Apa tujuan iblis mengutip ayat tersebut? Iblis ingin mengubah motivasi Yesus dari rendah hati, menjadi hati yang ingin menunjukkan kekuasaan dan kekuatan. Iblis ingin menggeser Yesus dari tujuan mulia-Nya, yaitu melayani orang yang terhilang. Namun, Yesus, yang adalah Firman itu sendiri mengetahui tipu daya iblis dan Yesus membungkamnya dengan mengatakan, “Ada tertulis …”

Sebagai orang percaya, kita perlu tahu dan hidup dalam kebenaran. Kita perlu tahu apa yang Yesus ajarkan kepada kita supaya kita tidak terjerat tipu daya si jahat. Beberapa waktu lalu saya membahas mengenai sebuah keyakinan yang mengajarkan untuk meminum minyak sebagai metode agar disembuhkan Tuhan, padahal Alkitab tidak pernah mengajarkan atau mencontohkan hal tersebut. Ironisnya, banyak orang memercayai dan mengikuti ajaran tersebut.

(Baca juga: HARGAI DIRI ANDA, JIKA ANDA INGIN DIHARGAI ORANG LAIN)

Teman, berulang kali saya mengatakan dalam blog ini bahwa yang iblis tipu bukanlah orang bodoh, melainkan orang yang tidak tahu kebenaran Firman Tuhan. Buktinya, banyak orang bergelar profesor, doktor, atau ilmuwan yang terjerat dalam sekte atau aliran yang menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

TANPA TUHAN, KITA LEMAH DAN RAPUH

Bahan renungan:

2 Korintus 4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

Tanpa Tuhan, kekuatan, kesabaran, sukacita, dan damai kita terbatas. Tanpa Tuhan, kita seperti sekam yang ditiup angin. Seperti rumput liar yang hari ini ada dan besok rusak terinjak-injak.

(Baca juga: APA PUN YANG KITA ALAMI, TUHAN SENANTIASA MEMEGANG TANGAN KITA)

Tidak dapat kita pungkiri bahwa kita adalah makhluk yang sangat rapuh. Berbagai peristiwa yang menghiasi laman berita terkini membuktikan demikian. Sepasang kakak adik bunuh diri karena stres; hanya karena emosi sesaat, segerombolan orang seenaknya merenggut nyawa seseorang; seorang dokter muda ternama meninggal karena sakit, dan masih banyak lagi kisah pilu lainnya.

Saya percaya setiap kita butuh Tuhan. Kita butuh kekuatan yang lebih besar dari diri kita. Saat kita tinggal bersama Tuhan dan memegang teguh janji setia-Nya, kita dapat menang terhadap situasi-situasi mengerikan yang datang ke dalam hidup kita.

(Baca juga: HUKUM TAURAT BUKAN RENCANA TUHAN, TAPI KEINGINAN MANUSIA)

Teman, sekali lagi saya ingin mengatakan bahwa tanpa Tuhan kita lemah dan tidak berdaya. Tuhan adalah sumber kekuatan kita. Firman Tuhan, yang adalah Tuhan sendiri, memberikan kekuatan ketika kita sedang dalam tekanan, memberikan ketenangan di tengah badai pergumulan, dan memberikan jaminan pasti ketika kita berharap. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

“APA SAJA YANG DIPERBUATNYA BERHASIL”

Bahan renungan:

Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Kitab Mazmur dibuka dengan kebenaran yang sangat luar biasa mengenai keberhasilan. Adalah kehendak Tuhan agar Anda dan saya hidup di dalam keberhasilan.

(Baca juga: SEPERTI RUSA MERINDUKAN SUNGAI)

Menurut ayat di atas, keberhasilan merupakan buah dari dua hal: menjauhi sumber nasihat yang salah, dan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam. Lihat, cara untuk berhasil menurut Firman Tuhan bukan kerja keras, banting tulang, dan menghalalkan segala cara.

Ayat 1 membahas pentingnya kita memperhatikan sumber nasihat kita. Sumber nasihat yang salah dapat membawa kita ke tempat yang salah dan melakukan hal-hal yang salah. Orang-orang yang negatif pasti membawa pengaruh negatif di dalam kehidupan kita. Jangan mendengarkan nasihat mereka, apalagi bersahabat dengan mereka. Bergaul dengan orang-orang negatif hanya akan menguras hal-hal positif yang ada di dalam diri Anda.

Ayat 2 mengatakan tidak cukup hanya membaca Firman Tuhan sesekali. Kita perlu merenungkannya siang dan malam. Indikasi kita sukses merenungkan kebenaran Firman Tuhan adalah kita memikirkan, memperkatakan, dan mengambil keputusan berdasarkan kebenaran tersebut.

(Baca juga: KEHEBATAN LIDAH MANUSIA)

Ketika kita berkomitmen terhadap kedua hal di atas, Firman Tuhan katakan, ” … ia akan menghasilkan buah pada musimnya dan apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Haleluya. (penulis: @mistermuryadi)

JANJI TUHAN MANIS LEBIH MANIS DARI MADU

Bahan renungan:

Mazmur 119:103 Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.

Kalimat “Manis lebih dari pada madu” di atas berbicara banyak hal bagi saya pribadi. Berikut yang saya dapatkan mengenai ayat di atas:

  1. Madu memiliki rasa.
    Rasa berbicara mengenai realita. Bahwa janji Tuhan itu nyata, bukan hanya sebuah angan-angan, harapan palsu, atau sesuatu yang bersifat mudah-mudahan. Anda dapat merasakan janji Tuhan, atau dengan kata lain, Anda dapat menikmatinya di dalam hidup Anda senyata Anda menikmati mobil yang Anda kendarai, uang yang Anda pakai untuk berbelanja, dan kue yang Anda makan.
  2. Madu yang manis.
    Bagi saya, kata “manis” di atas mematahkan teologi yang selama ini mengajarkan bahwa Tuhan adalah Pribadi mengijinkan kecelakaan, sakit penyakit, mati muda, dan kemiskinan untuk melatih kehidupan anak-anak-Nya. Manis berbicara mengenai hal yang baik dan menyenangkan. Tuhan yang saya kenal di dalam nama Yesus, tidak pernah merancangkan yang jahat bagi anak-anak-Nya. Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan (Yeremia 29:11).

(Baca juga: ANDA INGIN BERUBAH? SEKARANGLAH WAKTUNYA!)

Saya suka sekali ayat di atas. Sangat menggambarkan betapa pasti dan luar biasa janji Tuhan bagi hidup kita yang percaya. Seperti saya pernah gambarkan bahwa janji Tuhan bagi anak-anak-Nya sepasti Matahari terbit dan terbenam setiap hari. (penulis: @mistermuryadi)