ANDA PERLU MENDENGARKAN FIRMAN TUHAN JIKA INGIN BERUBAH

Bahan renungan:

Lukas 10:39-40 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”

Ada perbedaan besar antara mendengar dan mendengarkan. Di dalam bahasa Inggris, perbedaan kedua kata ini sangat jelas, yaitu hear (mendengar) dan listen (mendengarkan).

(Baca juga: ANDA SANGAT DIKASIHI DAN DIINGINKAN OLEH TUHAN)

Saya berikan contoh. Anda dapat mendengar musik sambil mengendarai motor, tapi jika Anda adalah seorang musisi dan ingin mendengarkan dentuman bass, distorsi gitar, atau detil musik lainnya, Anda tidak dapat mendengarkannya sambil mengendarai motor. Anda perlu mencari tempat tenang agar Anda dapat fokus sepenuhnya kepada musik tersebut.

Sama halnya ketika Anda berada di sebuah ibadah. Anda tidak dapat mendengarkan khotbah  sambil menulis status di Facebook atau mengunggah foto di Instagram Anda.

Saat Yesus datang ke rumah Maria dan Marta, Maria memilih untuk duduk diam mendengarkan Yesus, sedangkan Marta langsung pergi ke dapur untuk mengerjakan ini dan itu. Menurut Anda, apakah Marta dapat mendengar Yesus berbicara sambil menyiapkan makanan? Tentu saja dapat, tetapi hanya sebatas mendengar sambil lalu, sedangkan Maria memilih untuk fokus mendengarkan.

Tidak cukup Anda hanya mendengar kebenaran Firman Tuhan, Anda perlu mendengarkannya. Hanya mendengar Firman Tuhan sambil lalu tidak akan mengubahkan hidup Anda. Sebaliknya, saat Anda duduk diam mendengarkan kebenaran, mencurahkan sepenuhnya fokus Anda, Firman tersebut akan mengubah hidup Anda.

(Baca juga: TUHANLAH JAWABAN BAGI KESESAKAN KITA)

Untuk fokus mendengarkan sesuatu, tidak cukup hanya menggunakan kedua telinga, Anda butuh memberikan hati, fokus, dan kehendak Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

SUDAH SEJAUH MANA ANDA BERJALAN DI TAHUN INI?

Bahan renungan:

2 Samuel 16:13 Demikianlah Daud melanjutkan perjalanannya dengan orang-orangnya, sedang Simei berjalan terus di lereng gunung bertentangan dengan dia dan sambil berjalan ia mengutuk, melemparinya dengan batu dan menimbulkan debu.

Tidak terasa, kita sudah berada di pertengahan tahun 2018. Mungkin banyak yang telah terjadi di dalam kehidupan Anda selama enam bulan terakhir. Mungkin juga, belum ada satu hal pun yang terjadi, selain dari rutinitas yang Anda jalani sejak tahun-tahun sebelumnya.

(Baca juga: MENJADI ORANG YANG SADAR-KRISTUS)

Hari ini, ijinkan saya untuk mengingatkan resolusi yang telah Anda rencanakan awal tahun kemarin. Sudah sejauh mana Anda menjalaninya? Saya berharap Anda belum melupakan rencana-rencana luar biasa yang ingin Anda raih tahun ini. Jika Anda lupa, setidaknya Anda dapat memulainya hari ini. Masih ada enam bulan sebelum kita beralih ke tahun yang baru.

Saya belajar bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai sesuatu. Saya hanya ingin meneguhkan agar Anda tidak menunda lebih lama lagi. Mulailah sekarang. Entah itu keinginan untuk belajar keterampilan baru, membawa hubungan bersama pasangan ke jenjang yang lebih tinggi, melangkah keluar dari zona nyaman, melakukan lebih banyak untuk Tuhan, membuka sebuah bisnis, meminta maaf atau memaafkan seseorang, atau apa pun itu, selama Roh Kudus sudah memberikan “lampu hijau” di hati Anda, mulailah melangkah.

Bergeraklah mendekat kepada rencana-rencana yang telah Anda doakan awal tahun kemarin. Seleksi dan mulai singkirkan hal-hal yang membuat Anda semakin jauh dari tujuan hidup Anda. Bangkitlah dan kembali fokus kepada tujuan dan harapan Anda tahun ini.

(Baca juga: TIGA ALASAN MENGAPA SAYA MENOLAK UNTUK MENYERAH)

Mari, jadikan tahun 2018 menjadi tahun yang signifikan bagi perubahan hidup Anda. Jangan puas dengan kehidupan yang biasa-biasa. Jangan menyerah. Tuhan ciptakan Anda luar biasa dan Dia janjikan Anda hal-hal yang luar biasa. Lanjutkanlah lagi perjalanan Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUHAN MENJAWAB LIMA KERAGUAN MUSA (BAGIAN KEDUA)

Bahan renungan:

Keluaran 4:1-3 Lalu sahut Musa: “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?” TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.” Firman TUHAN: “Lemparkanlah itu ke tanah.” Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya.

Pada renungan kemarin, Tuhan sudah menjawab dua dan lima keraguan Musa terhadap dirinya. Berikut tiga keraguan Musa lainnya yang Tuhan jawab dengan luar biasa.

(Baca juga: TUHAN MENJAWAB LIMA KERAGUAN MUSA (BAGIAN PERTAMA))

Saya sungguh berharap Anda menemukan jawaban dari keraguan Anda dalam kedua renungan ini.

1. Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku? (Keluaran 4:1-3)
Kebiasaan menggunakan mata jasmani dan kekuatan sendiri membuat Musa lupa bahwa Tuhan yang menyertainya adalah Tuhan yang supranatural, “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: Tuhan tidak menampakkan diri kepadamu?” Tuhan menjawab, “Tuhan berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.” Firman Tuhan: “Lemparkanlah itu ke tanah.” Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya.”

Seringkali kita menaruh percaya kepada hal-hal yang jasmani lebih daripada kepada Tuhan. Kita lebih percaya kepada sesuatu yang dapat kita lihat, sentuh, hitung, dan perkirakan. Kita lupa bahwa kita memiliki Tuhan yang besar, yang tidak terikat kepada hal-hal yang natural. Dia sanggup berjalan di atas air, mengubah air menjadi anggur, dan memberi makan 5000 orang dengan lima roti dan dua ikan. Dia Tuhan yang tidak terbatas. Itu artinya Dia sanggup melakukan yang mustahil di dalam hidup kita. Bersandarlah dan percayalah pada fakta itu!

2. Saya tidak pandai bicara (Keluaran 4:10-12)
Sebagai manusia, kita sama seperti Musa, cenderung melihat kepada kekurangan dan kelemahan kita, bukan kepada kebesaran Tuhan yang menciptakan kita. Akibat salah fokus, Musa meragukan kemampuan dirinya, “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.” Namun Tuhan dengan sabar menjawabnya, “Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni Tuhan? Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan.”

3. Utuslah orang lain (Keluaran 4:13-15)
Entah penolakan ini didasari karena perasaan rendah diri, rendah hati, takut, atau tidak layak, yang jelas membuat Musa tidak ingin mengemban tugas tersebut. Katanya, ““Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus.”

Saya suka cara Tuhan menjawab hal yang satu ini. Lagi-lagi Tuhan tidak merespons secara langsung keraguan Musa. Tuhan mengirimkan Harun sebagai rekan sekerja Musa sebagai jawaban dari keraguan Musa, “Bukankah di situ Harun, orang Lewi itu, kakakmu? Aku tahu, bahwa ia pandai bicara; lagipula ia telah berangkat menjumpai engkau, dan apabila ia melihat engkau, ia akan bersukacita dalam hatinya. Maka engkau harus berbicara kepadanya dan menaruh perkataan itu ke dalam mulutnya; Aku akan menyertai lidahmu dan lidahnya dan mengajarkan kepada kamu apa yang harus kamu lakukan.”

(Baca juga: PENTINGNYA MENGHAFAL MAZMUR 23 DAN 91)

Saya belajar, terkadang Tuhan tidak membahas panjang lebar keraguan kita, juga tidak menjawab pertanyaan yang kita ajukan. Bukan karena Dia tidak mampu melakukannya, melainkan karena Dia tidak ingin kita fokus kepada keraguan atau pertanyaan kita. Tuhan ingin kita fokus dan percaya kepada apa yang Dia ucapkan dan janjikan bagi kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

JANGAN BIARKAN SATU MASALAH MERAMPAS SUKACITA DI HATI ANDA

Bahan renungan:

Filipi 3:1 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.

Jika Anda mengetik kata “sukacita” pada Alkitab elektronik Anda, akan muncul banyak alasan orang-orang bersukacita di Alkitab. Ada yang bersukacita karena upah mereka besar di Sorga. Ada yang bersukacita karena diselamatkan dan disembuhkan oleh Yesus. Ada yang bersukacita karena mendapatkan pertolongan dari saudara seiman. Ada yang bersukacita karena kebaikan dan kemurahan Tuhan.

(Baca juga: MERDEKA DARI KETAKUTAN)

Mungkin hari ini Anda memiliki sebuah masalah atau pergumulan yang besar, dan akibatnya, Anda sedang merasa depresi, stres, atau kecewa. Anda kehilangan sukacita dan damai sejahtera Anda. Teman, jangan biarkan iblis menipu Anda.

Anda mungkin saja memiliki satu alasan yang dapat membuat marah, sedih, dan kecewa, tetapi ini kabar gembiranya, Anda memiliki lebih banyak alasan untuk bersukacita hari ini.

Kitab Filipi adalah kitab yang banyak dihiasi dengan kata sukacita. Ketika menuliskan ayat di atas, Paulus sedang di dalam penjara, nyawanya sedang terancam. Meski demikian, dia mengatakan, menuliskan lagi hal mengenai sukacita tidaklah berat baginya. Paulus tahu dirinya sedang diperhadapkan pada sebuah masalah besar, tetapi dia pun menyadari ada begitu banyak hal lain yang dapat membuat dirinya tetap bersukacita. Luar biasa!

Iblis selalu ingin membuat kita fokus kepada satu masalah yang sedang kita hadapi. Masih ingat kisah di Eden? Iblis berhasil membuat Adam dan Hawa mempermasalahkan satu pohon yang Tuhan larang, sementara ada jutaan pohon lain yang dapat dinikmati buahnya.

(Baca juga: MENGELUH MERUGIKAN HIDUP ANDA)

Teman, jangan biarkan hati dan pikiran Anda tertuju kepada masalah. Pandanglah janji Tuhan, ingatlah segala kebaikan dan kemurahan-Nya, dan renungkanlah kasih-Nya yang besar untuk Anda. Ingat, Anda memiliki banyak alasan untuk bersukacita hari ini. Jangan biarkan satu masalah merampas sukacita di hati Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

CARA MENGATASI KRISIS: JANGAN TAKUT (bagian 01)

Bahan renungan:

Keluaran 14:13 Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.

Selama empat hari ke depan, saya akan membahas mengenai cara mengatasi krisis. Saya percaya saat Anda membaca keempat renungan tersebut Tuhan akan menyatakan sesuatu bagi Anda.

(Baca juga: CARA MENANG DARI TUDUHAN DAN DAKWAAN IBLIS)

Saya mengambil sepenggal peristiwa sesaat setelah Bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir. Saat itu situasi yang mereka alami sangat mencekam, membuat jantung berdebar. Bangsa Israel diburu para prajurit Mesir untuk dibunuh, sementara langkah mereka untuk berjalan maju terhalang Laut Merah.

Bangsa Israel mulai ketakutan dan mulai bersungut-sungut (Keluaran 14:10-11). Mereka mengatakan, “Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.” Bangsa Israel ingin memilih untuk menyerah dan kembali menjadi budak.

Lalu, melalui Musa, Tuhan menyampaikan tiga hal: Janganlah Takut, Bedirilah Tetap, dan Lihatlah, yang menurut saya merupakan kunci yang sangat penting untuk mengatasi krisis ketika kita diperhadapkan dengan ‘Laut Merah’.

Di bagian pertama, saya akan membahas mengenai: Jangan Takut.

Teman, ketakutan tidak pernah menghasilkan sesuatu yang baik dalam hidup kita. Saat seseorang dalam ketakutan, pada dasarnya dia sedang memilih untuk lebih percaya kepada situasi dan kondisi daripada janji Tuhan. Atau dengan kata lain, orang tersebut mulai melupakan atau menomorduakan janji Tuhan, sehingga ketakutan mulai datang.

Tuhan bukan hanya memberikan janji untuk membawa Bangsa Israel keluar dari Mesir, tapi juga untuk membawa mereka masuk ke Tanah Perjanjian yang berlimpah susu madu. Lihat, saat kita fokus kepada masalah, kita cenderung lupa dan mengabaikan janji Tuhan. Di saat itulah kita akan mulai ketakutan.

Teman, jangan berpegang kepada sesuatu atau seseorang lebih erat daripada Anda berpegang kepada Tuhan. Firman Tuhan katakan dalam Matius 24:35, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu.” Jika Anda menyandarkan diri dan percaya sepenuhnya kepada janji Tuhan, Anda tidak akan ketakutan.

(Baca juga: MENGUNGKAP KATA KASIH DI DALAM BAHASA IBRANI)

Ini langkah pertama yang perlu Anda lakukan di saat krisis: Ingat kembali janji Tuhan dan berpeganglah pada hal itu, bukan kepada situasi, karena janji-Nya tidak pernah gagal. Ayat 1 Yohanes 4:18a mengatakan, “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan …” Ingatlah kembali betapa besar kasih Bapa bagi Anda dan ingatlah bahwa Anda adalah anak-anak kesayangan-Nya. Semakin Anda menyadari bahwa Bapa mengasihi Anda, semakin ketakutan dalam hati Anda lenyap, dan yang muncul adalah IMAN dan PENGHARAPAN. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

CARA MENGECEK KONDISI HATI MELALUI PENGELUARAN KITA

Bahan renungan:

Matius 6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Kadang, di depan umum, banyak orang mudah berkata, “Saya mencintai Tuhan. Saya mengasihi Yesus.” Namun, apakah benar demikian? Firman Tuhan hari ini memberitahukan kepada kita salah satu cara untuk mendeteksi apakah benar hati kita tertuju kepada Tuhan.

(Baca juga: TUHAN PERCAYA KEPADA ANDA. ITU YANG TERPENTING!)

Firman Tuhan katakan, di mana harta kita berada, di situ juga hati kita berada. Atau dengan kata lain, ke mana paling banyak kita “mengalirkan” uang kita, di sanalah sesungguhnya hati kita berada.

Saya berikan ilustasi kepada Anda. Jika Anda memiliki pendapatan sebesar 5 juta rupiah per bulan dan Anda menghabiskan 3 juta rupiah setiap bulan untuk makan, nonton, dan jalan-jalan, 1 juta rupiah untuk kebutuhan sehari-hari, 700 ribu rupiah untuk tabungan, dan 300 ribu rupiah untuk persembahan, mudah sekali untuk menebaknya bahwa bagi Anda, makan dan jalan-jalan, adalah hal terpenting dibandingkan hal lainnya.

Saya tidak katakan salah untuk menggunakan uang Anda untuk makan, jalan, belanja, atau nonton. Saya percaya Tuhan ingin Anda menikmati berkat yang Dia curahkan untuk Anda. Namun, saya percaya ada yang salah dengan hati kita kalau sampai uang makan, nonton, atau shopping kita lebih besar dari persembahan kita. Beberapa orang yang saya kenal rela mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah untuk sekali makan dan nonton di bioskop, jutaan rupiah untuk jalan-jalan, sementara memberi persembahan hanya dua puluh ribu rupiah dan hampir tidak pernah memberi persepuluhan.

(Baca juga: BAPA SORGAWI TERLANJUR TERGILA-GILA KEPADA ANDA)

Ternyata, ke mana kita paling banyak menghabiskan harta kita menunjukkan fokus hati kita. Ya, sesekali kita perlu merinci pengeluaran, supaya kita tahu di mana hati kita berada selama ini. Jika kita benar mengasihi Tuhan, semestinya harta kita paling banyak mengalir ke hal-hal yang berhubungan dengan Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

JANGAN KEHILANGAN FOKUS!

Bahan renungan:

Yohanes 6:15 Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

Setiap orang terlahir ke dunia dengan sebuah tujuan. Saking unik tujuan hidup seseorang, tidak ada seorang pun yang dapat menyelesaikan tujuan tersebut selain orang itu. Namun sayangnya, banyak orang meninggalkan dunia tanpa pernah mengetahui tujuan hidupnya.

(Baca juga: TUHAN MEMBERIKAN KITA JALAN KELUAR, BUKAN MENCOBAI KITA)

Salah satu alasan kita tidak sampai ke tujuan hidup yang Tuhan tetapkan adalah karena kita kehilangan fokus. Dunia dan iblis selalu berusaha mengalihkan perhatian kita dari panggilan ilahi tersebut. Akhirnya, kita melakukan hal-hal lain yang tidak seharusnya kita lakukan. Kita masuk ke perangkap iblis.

Yesus pun tidak terkecuali. Saat hidup di Bumi, banyak hal yang mencoba menggeser tujuan hidup-Nya. Di satu kesempatan, banyak orang begitu terpesona dengan Yesus, dan mereka ingin mengangkat Yesus menjadi raja. Sungguh terlihat seperti kesempatan yang sangat baik. Namun, Yesus tahu benar bahwa tujuan-Nya datang ke dunia adalah untuk naik ke atas kayu salib dan mengorbankan diri, bukan menjadi raja. Yesus memilih fokus dengan tujuannya.

(Baca juga: SANG SUMBER KEBERHASILAN ADA DI PIHAK ANDA)

Saya tidak dapat membayangkan seandainya Yesus tergoda akan tawaran tersebut dan meninggalkan tujuan hidup-Nya. Teman, mari kembali kepada tujuan hidup kita. Tuhan memanggil Anda untuk sebuah hal yang luar biasa. Jangan hilang fokus! (penulis: @mistermuryadi)