KEAJAIBAN TERJADI KETIKA KITA BERDOA

Bahan renungan:

Lukas 6:12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.

Yesus mengajarkan kita bukan hanya untuk membaca, merenungkan, dan melakukan Firman Tuhan, tetapi juga untuk berdoa. Dalam banyak kesempatan, Yesus mengasingkan diri dan berdoa semalam-malaman. Yesus adalah teladan terbaik kita dalam hal berdoa.

(Baca juga: MILIKI HATI DAN LIDAH SEORANG MURID)

Berdoa menunjukkan ketergantungan kita terhadap Tuhan. Berdoa menunjukkan bahwa sumber kekuatan kita bukanlah diri kita, melainkan Tuhan. Berdoa berarti merendahkan hati kita, mengesampingkan pemikiran kita, dan membuka diri terhadap apa yang ingin Tuhan sampaikan bagi hidup kita.

Di Alkitab, ada begitu banyak kisah supranatural yang terjadi seiring seseorang berdoa.

Dalam Lukas 3:21-22 dicatat ketika Yesus dibaptis dan sedang berdoa, langit terbuka dan Roh Kudus turun dalam rupa burung merpati. Dalam Lukas 9:29 diceritakan wajah dan pakaian Yesus berubah menjadi putih berkilau-kilauan ketika Dia sedang berdoa. Dalam Kisah Para Rasul 4:31, ketika para murid sedang berdoa, goyanglah tempat mereka, dan semua orang penuh dengan Roh Kudus. Dalam Kisah Para Rasul 9:40, ketika Petrus berlutut dan berdoa, Petrus membangkitkan seorang perempuan bernama Tabita. Dalam Kisah Para Rasul 16-25, Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan pujian, lalu terjadi gempa bumi dan semua pintu penjara terbuka. Masih ada banyak kisah lain yang luar biasa.

(Baca juga: KESEMBUHAN TERJADI SAAT KITA MEMBACA DAN MERENUNGKAN JANJI TUHAN)

Membaca kisah-kisah di atas, kita dapat mengharapkan sesuatu yang besar terjadi ketika kita berdoa. Saya berharap ketika Anda berdoa, terobosan dan pemulihan dinyatakan; mukjizat, keajaiban, dan berkat dicurahkan bagi hidup Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUHAN MENYEDIAKAN LEBIH BANYAK UNTUK KITA TAHUN INI

Bahan renungan:

Efesus 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.

Saya ingat, waktu masih kecil, ibu saya sering membelikan kue bulan. Pernah suatu kali, kue yang dibeli tidak terlalu banyak jumlahnya, dan ibu saya membatasi jatah kue yang saya, kakak, dan adik saya makan dengan sangat hati-hati. Saat saya meminta lebih banyak, ibu saya melarang.

(Baca juga: ADA SEBUAH TEMPAT BERNAMA “DI SANA”)

Berbeda dengan Tuhan. Tuhan memiliki stok berkat yang tidak terbatas. Dia ingin setiap orang percaya menerima sebanyak mungkin berkat yang Dia sediakan. Semakin banyak kita menerima hal tersebut, semakin Tuhan disenangkan. Dia adalah Bapa yang suka menyenangkan anak-anak-Nya .

Tuhan tidak hanya menginginkan kita sembuh setiap kali kita sakit. Tuhan ingin kita sehat selalu. Tuhan tidak hanya ingin kita percaya kepada-Nya, hidup menderita di Bumi, lalu meninggal masuk Sorga. Tuhan ingin kita menikmati kehidupan di Bumi seperti di Sorga, dan meninggal masuk Sorga. Tuhan tidak ingin hanya 1-2 proyek bisnis saja yang gol. Tuhan ingin setiap proyek yang kita pegang berhasil. Tuhan tidak ingin kita harap-harap cemas setiap kali melamar pekerjaan. Tuhan ingin ke mana pun kita melamar kerja, kita mendapatkan gaji, fasilitas, dan jabatan terbaik.

Masalahnya, seringkali kita membatasi berkat Tuhan melalui cara pikir kita yang salah. Kita takut berharap. Saat kita sakit migran, kanker, dan rematik, kita mengatakan, “Yang penting asal saya dapat sembuh dari kanker, ya Tuhan.” Saat kita memiliki masalah finansial, kita mengatakan, “Asal saya dapat makan dan minum, dan anak-anak dapat lulus SMU, itu sudah cukup.”

Saat Bangsa Israel merasa puas dengan manna, burung puyuh, dan mata air di padang gurun, Tuhan menyediakan mereka tanah yang berlimpah susu dan madu. Saat Petrus puas dengan hasil tangkapan ikannya, Tuhan menjadikan dia penjala manusia.

Banyak orang mengira stok berkat Tuhan terbatas, sehingga mereka tidak berani mengharapkan hal-hal yang lebih besar. Tuhan menyediakan hal yang jauh lebih banyak dan jauh lebih besar dari yang dapat kita pikirkan.

(Baca juga: DOA DAN NUBUAT BAGI KITA DI TAHUN 2018)

Teman, Tuhan ingin kita menerima lebih tahun ini. Harapkanlah hal yang besar. Dan, jangan lupa untuk menyelaraskan harapan-harapan kita dengan persiapan dan perencanaan yang matang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN MENGAWASI DAN MENJAGA KITA SEPANJANG TAHUN 2018

Bahan renungan:

Ulangan 11:10-12 Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur. Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit; suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.

Setiap tahun yang kita sudah lalui, atau akan kita lalui, selalu disertai dengan berbagai isu. Entah isu mengenai krisis, perang, politik, dan lain sebagainya. Situasi dan kondisi di sekitar kita selalu berubah-ubah. Namun, satu hal yang tidak pernah berubah, yaitu Tuhan. Kasih-Nya kepada Anda dan saya tetap sama dulu, sekarang, sampai selamanya.

(Baca juga: BERDIRILAH TEGUH, JANGAN GOYAH, DAN GIATLAH SELALU)

Itulah alasan kita pasti naik, bukan turun. Kita pasti berhasil, bukan gagal. Karena Tuhan yang menyertai kita tidak pernah berubah. Janji-Nya YA dan AMIN.

Sekalipun kita berada di padang gurun, di sana ada penyediaan manna, burung puyuh, dan mata air yang tidak pernah berhenti mengalir. Juga seandainya kita berada di tengah badai, kita tetap dapat tertidur nyenyak. Semata-mata karena Tuhan selalu ada bersama-sama dengan kita dan Dia tidak pernah meninggalkan kita sedetik pun.

Entah apa yang sudah kita lakukan di tahun 2017. Jika itu bagus, pertahankan dan kembangkan. Jika itu buruk, tinggalkan dan berubahlah. Tuhan sediakan hari-hari yang baik untuk kita di tahun 2018. Mari masuki tahun yang baru dengan pengharapan baru. Harapkan yang besar, karena Tuhan janjikan yang besar untuk setiap orang percaya.

Saya ingin sedikit mengubah ayat di atas. Mengganti kata “negeri” dengan “tahun 2018”. Saya ingin Anda membacanya dengan penuh keyakinan dan merenungkannya. Ayat ini untuk Anda.

Sebab tahun, ke mana kamu masuk untuk mendudukinya, bukanlah tahun seperti saat kamu di tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur. Tetapi tahun, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah tahun yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit; suatu tahun yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir.

Ya, Tuhan akan pelihara Anda dan saya sepanjang 2018. Dia akan mengawasi dan menjaga kita dari awal sampai akhir tahun untuk memastikan kita menikmati semua kebaikan dan kemurahan-Nya. Haleluya!

(Baca juga: TUHAN SEDIAKAN BERKAT TERBAIK, JANGAN PUAS DENGAN YANG KEDUA TERBAIK)

Selamat Tahun Baru! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JANGAN RAGU MENGHARAPKAN SESUATU YANG TUHAN JANJIKAN

Bahan renungan:

Lukas 11:9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Sebelum Anda mengharapkan sesuatu dari Tuhan, tentu saja Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang Dia janjikan. Bagaimana mungkin Anda mengharapkan janji Tuhan, sementara Anda hanya tahu janji tersebut dari kata orang? Anda perlu mencari tahu janji yang ada di dalam Firman Tuhan, lalu merenungkannya, memercayainya, barulah Anda dapat mengharapkannya.

(Baca juga: KEKUATAN SEBUAH KENANGAN INDAH)

Jika Anda sudah mengetahui janji Tuhan dan memercayainya, Anda tidak perlu lagi meragukan apakah janji Anda akan terwujud atau tidak.

Sama seperti si wanita pendarahan. Sambil mendekat kepada Yesus, dia berkata di dalam hatinya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Perhatikan, si wanita pendarahan itu tidak lagi berpikir apakah dia akan sembuh atau tidak. Dia tahu dan percaya bahwa Yesus adalah Sang Juruselamat yang sanggup memulihkan dirinya. Dia tahu pasti janji Tuhan atas hidupnya. Yang ada di dalam hatinya hanyalah, “Aku pasti sembuh.”

(Baca juga: “HAI ANAK-KU, JANGAN MENANGIS”)

Apa yang sedang Anda harapkan hari ini? Apakah Anda sedang mengharapkan pemulihan, kesembuhan, terobosan finansial, atau teman hidup? Jika iya, segera cari tahu apakah Tuhan menjanjikan hal tersebut dalam Firman-Nya. Ketika Anda menemukannya di dalam Firman Tuhan, renungkan dan pegang teguh janji tersebut. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.