FIRMAN TUHAN ADALAH GPS TERBAIK

Bahan renungan:

Mazmur 86:11 Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.

Pernah satu kali saat mengendarai mobil, GPS mengarahkan saya ke jalan yang belum pernah saya lewati. Karena ragu, saya memutuskan melewati jalan yang biasa saya lewati. Ternyata, di jalan yang biasa saya lewati ada kemacetan sangat panjang, dan akibatnya, saya tertahan selama beberapa jam. Seandainya saya mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh GPS, saya tidak perlu mengalami kemacetan tersebut.

(Baca juga: JANGAN JADI ORANG BEBAL!)

Jika kita mengikuti jalan yang telah ditunjukkan oleh Firman Tuhan, kita tidak akan tersesat di dunia yang penuh tipu daya ini. 2 Timotius 3:16 mengatakan, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

Teman, kita butuh penunjuk arah agar kita tidak tersasar, dan Firman Tuhan adalah “GPS” terbaik yang kita miliki. Firman Tuhan dapat menghindarkan kita dari “jalan-jalan macet”, mengingatkan jika “kecepatan” kita melampaui batas, dan membantu kita menemukan jalan tercepat dan teraman bagi jiwa kita.

(Baca juga: CARA MELAWAN TIPU MUSLIHAT IBLIS)

Kalau Anda sedang mencari pekerjaan, teman hidup, atau gereja lokal, pastikan Anda mengikuti arah sesuai yang ditunjukkan oleh “GPS” Anda. Begitu juga jika Anda ingin memulai bisnis, belajar mengurus anak, atau menjalani pernikahan, pastikan Anda tidak menyimpang dari jalan yang ditunjukkan oleh “GPS” Anda. (penulis: @mistermuryadi)

JADIKAN YESUS SATU-SATUNYA IDOLA ANDA

Bahan renungan:

Yohanes 13:15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Mencari jati diri bukanlah bagian Anda dan saya di dalam Kristus. Kita tidak perlu lagi mencari jati diri, karena YESUS telah memberikan kita jati diri yang baru ketika kita menerima DIA sebagai Tuhan dan Juruselamat. Jati diri Anda adalah kepala bukan ekor, lebih dari pemenang, garam dan terang dunia, anak kesayangan Tuhan, saksi-saksi Kristus, dan orang-orang yang diberkati dan berhasil.

(Baca juga: MENGEJAR HATINYA TUHAN)

Begitu juga dengan idola, Anda dan saya tidak butuh idola lain, selain dari YESUS. Banyak orang menjadikan artis, penulis, penyanyi, musisi, dan lain sebagainya sebagai idola di dalam hidupnya. Sudah merupakan sebuah rahasia umum bahwa kita cenderung meniru orang yang kita idolakan. Ketika kita mengidolakan seorang penyanyi yang kehidupannya urakan, kita akan cenderung memiliki kehidupan yang urakan. Begitu juga ketika kita mengindolakan seorang artis yang gemar gonta-ganti pasangan, kita akan memiliki kencenderungan tersebut. Teman, pastikan idola Anda hanya YESUS seorang.

(Baca juga: TUHAN INGIN MATA ANDA TERTUJU KEPADA JANJINYA)

Saya teringat peristiwa kematian Curt Cobain, vokalis dari band Nirvana, di tahun 1994 silam. Sesaat setelah berita Curt memutuskan bunuh diri tersebar, beberapa orang fansnya melakukan hal yang sama. Sungguh mengerikan kehidupan orang-orang yang mengidolakan orang yang salah.

Teman, YESUS berbeda! DIA memberikan teladan yang sangat baik. Firman Tuhan katakan YESUS tidak pernah berbuat kesalahan sedikit pun. Anda tidak akan salah jalan ketika mengidolakan YESUS. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

SAAT TUHAN PERINTAHKAN ANDA “PERGI”, APA RESPONS ANDA?

Bahan renungan:

Kejadian 12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.”

Tidakkah ada yang janggal dengan perintah TUHAN di atas ini? Kalau Anda membaca Firman Tuhan terlalu cepat, saya yakin Anda dapat kehilangan beberapa “rasa” penting yang sebenarnya dapat Anda nikmati. Sama seperti jika Anda mengunyah makanan terlalu cepat, terkadang Anda jadi kurang menikmati kelezatan makanan.

Sebelum kita membahas ayat ini, saya ingin ceritakan terlebih dahulu latar belakang singkat kehidupan Abraham.

Abraham lahir di keluarga yang mapan dan terpandang. Ayahnya, bernama Terah, adalah pembuat patung yang terkenal di Ur-Kasdim. Saya bisa menyimpulkan Abraham hidup di keluarga yang berkecukupan dan memiliki reputasi yang baik.

Alasan saya menceritakan ini supaya Anda mengerti bahwa ketika TUHAN memerintahkan Abraham untuk pergi dari negerinya dan sanak saudaranya, Abraham bukan sedang disuruh pergi dari “neraka dunia”, tetapi dia diminta pergi dari sebuah kondisi dan situasi, yang dalam mata manusia, sudah baik.

Dan ini yang janggal, Anda tahu ke mana Tuhan memerintahkan Abraham pergi? Tuhan hanya mengatakan “ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” Wow, ini menarik! Abraham diminta pergi dari tempat yang sudah baik ke tempat yang misterius.

Saya ingin bertanya, seandainya perintah ini datang kepada Anda hari ini, kira-kira bagaimana respons Anda? Anda diminta pergi dari sebuah kehidupan yang sudah mapan ke tempat yang misterius.

Abraham memutuskan untuk lebih mendengarkan dan percaya kepada suara Tuhan, dan tanpa ada sedikit pun perlawanan, di ayat ke-4 kita membaca, “Lalu pergilah Abram, seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya …” Oh, respons Abraham ini sangat memberkati saya.

Anda tahu kenapa Abraham memutuskan untuk pergi?

Dugaan terkuat saya adalah karena dia mengenal pribadi TUHAN yang dia sembah. Abraham tahu bahwa Tuhan yang dia sembah tidak pernah merencanakan yang buruk bagi dia dan Abraham menyadari adalah keputusan terbaik untuk taat kepada Tuhan yang maha baik ini.

Teman, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sungguh-sungguh mengenal dan percaya Tuhan yang kita sembah dalam nama YESUS? Jika iya, mari kita belajar memberi respons seperti Abraham, setiap kali kita mendengar perintahNYA, tanpa ada perlawanan, kita dapat mengatakan, “Ya Tuhan, aku percaya bahwa jalan-jalanMU  dan rancanganMU adalah yang terbaik.” Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

IKUT YESUS ITU MUDAH DAN MENYENANGKAN

Bahan renungan:

Matius 28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.

Mungkin tidak banyak di antara Anda yang menandai ayat ini, apalagi menjadikannya ayat favorit. Ayat ini sangat memberkati saya dan ayat ini salah satu ayat favorit saya. Empat kata pertama dari ayat di atas, yaitu “Dan kesebelas murid itu … ” berbicara begitu kuat bagi kehidupan saya secara pribadi.

Saya sering mendengar orang mengatakan, “Mengikut YESUS itu sulit, tidak boleh ini, tidak boleh itu, tidak bisa ini, dan tidak bisa itu.” Ayat renungan kita hari ini membantah pernyataan di atas. Sebaliknya, justru menyatakan bahwa ikut YESUS itu mudah dan menyenangkan.

(Baca juga: ANDA “DIKUTUK” DENGAN BERKAT)

Baiklah mari kita membahasnya.

Saya sangat bersyukur Alkitab mencatat ada 11 murid yang berangkat ke Galilea dan hanya satu yang gagal. Meskipun ke-11 murid ini mengalami berbagai macam kemelut selama tiga setengah tahun mengikuti YESUS, tetapi mereka pada akhirnya menyadari bahwa satu-satunya jalan terbaik di dalam hidup ini adalah tetap berada di dalam YESUS.

Jika mengikut YESUS itu sulit, saya percaya Alkitab akan mencatat “Dan sisa satu murid yang berangkat ke Galilea.” Puji Tuhan tidak seperti itu kisah sesungguhnya.

Teman, jalan hidup termudah, tersingkat, dan terbaik yang bisa kita pilih di dalam kehidupan ini adalah berjalan di dalam YESUS. Seringkali kita berpikir mengikut YESUS terlalu berliku-liku, susah, sulit dan tidak bebas. Justru kita keliru. Ikut YESUS itu mudah dan sederhana, karena kita tidak perlu gambling, kita cukup mempercayai apa yang DIA katakan dan perintahkan, maka kita akan menerima apa yang DIA sediakan dan janjikan.

(Baca juga: SELALU KATAKAN “IYA” KEPADA TUHAN)

Ke-11 murid YESUS sudah membuktikannya sendiri. Mereka pernah memilih jalan hidup mereka sendiri dan pernah hidup bersama YESUS, namun pada akhirnya mereka memilih YESUS sebagai satu-satu jalan kehidupan. Saya percaya karena ke-11 murid ini menyadari bahwa hidup dengan cara sendiri jauh lebih sulit daripada hidup bersama YESUS yang tidak pernah gagal dan setia pada janjiNYA. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

JANJI TUHAN AKAN MASA DEPAN YANG INDAH

Bahan renungan:

Amsal 23:17-18 Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa. Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Kata “takut” di atas diambil dari bahasa Ibrani “yirah” yang artinya menatap dengan rasa terkagum atau terpesona. Teman, jangan melihat atau mencondongkan hati kita kepada jalan-jalan orang berdosa, tetapi arahkan pandangan kita kepada jalan-jalan Tuhan yang ajaib dan penuh kemenangan.

Firman Tuhan menjanjikan kepada Anda masa depan dan harapan dalam setiap kebenaranNYA yang Anda percayai dan hidupi.

Pernahkah seseorang bertanya kepada Anda, kira-kira 10 tahun dari sekarang apa yang Anda harapkan?

Saya bertemu dengan banyak sekali orang-orang yang kehabisan pengharapan dan orang-orang yang bahkan tidak berani berharap akan masa depannya. Bahkan mereka tidak berani untuk memikirkannya. Orang-orang ini biasanya hidup dengan mental “yang penting dapat hidup sudah bagus.” Tuhan tidak ingin kita hidup tanpa pengharapan. DIA ingin kita bergairah melewati hari-hari kita, karena kita menyadari ada masa depan yang indah bersama Kristus.

Itu sebabnya YESUS suatu hari mengatakan, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” Saya percaya YESUS hadir di dalam hidup kita untuk menuntun kita kepada kebaikan dan untuk memberikan kita kehidupan yang jauh lebih baik dari kehidupan yang kita jalani dengan cara kita. Ketika YESUS hidup, sering sekali DIA mengucapkan dua kata ini, “Ikutlah Aku,” namun sayangnya tidak semua orang merespons panggilan ini. (penulis: @mistermuryadi)

KAPAN SERIGALA MENYERANG DOMBA?

Bahan renungan:

Yohanes 10:11-12 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

Di dalam Yohanes pasal 10, Yesus berkali-kali menyatakan bahwa kita, sebagai domba, seharusnya hidup di dekat gembala. Sebagai hewan yang lemah, domba selalu membutuhkan gembalanya. Bahkan seekor domba yang masih kecil, jika dihalau terlalu cepat, dapat mati.

Tentu saja YESUS memiliki alasan yang kuat mengatakan hal di atas. Coba Anda perhatikan ayat renungan kita hari ini. Menurut Anda, kapan waktu yang paling ditunggu serigala untuk menyerang domba? Firman Tuhan katakan serigala melihat domba tersebut tidak di dalam penjagaan sang gembala. Di saat itulah serigala menerkam dan mencerai-beraikan.

Begitu juga halnya dengan Anda dan saya. Ketika kita berada jauh dari TUHAN, kita adalah sasaran empuk para serigala. Bukankah itu yang terjadi juga terhadap si bungsu? Ketika dia pergi dari rumah bapanya, dia mulai mengalami musibah dan kekurangan. Teman, saya ingin Anda mengerti bahwa tanpa nama YESUS yang berkuasa dan kebenaran FirmanNYA, Anda tidak mungkin menang melawan iblis dan segala tipu dayanya.

Hanya di dalam YESUS saja kita dapat kuat dan menjadi orang-orang yang lebih dari pemenang. Yesus katakan dalam Yohanes 15:5, “Di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (penulis: @mistermuryadi)

KEMAMPUAN MEMBEDAKAN SUARA GEMBALA DAN SUARA SERIGALA

Bahan renungan:

Yohanes 10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku.

Setiap orang percaya perlu memiliki kemampuan untuk membedakan antara suara gembala dan suara serigala. Karena gembala dan serigala memiliki dua kepentingan berbeda terhadap Anda.

Firman Tuhan katakan dalam Yohanes 10:10 bahwa serigala datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan, tetapi gembala datang untuk memberikan kehidupan dan kelimpahan.

(Baca juga: Jangan Penasaran Terhadap Hal Yang Salah)

Teman, betapa berbahayanya jika kita tidak mengenali suara Gembala Agung kita. Beberapa waktu lalu saya membaca berita, ada seorang remaja tega membunuh ibu dan adiknya dengan dalih ada “suara” yang menyuruhnya. Mengerikan!

Ditambah lagi, dunia kita sekarang segala sesuatunya semakin terbaik. Yang benar dianggap salah dan sebaliknya, yang salah dianggap benar. Dulu gereja menentang dosa homoseksual (bukan orangnya, tetapi dosanya), tetapi sekarang gereja di Amerika dianggap melanggar hak asasi manusia jika tidak bersedia menikahkan sesama jenis.

Jika Anda tidak memiliki kemampuan membedakan, Anda akan mudah untuk tertipu dan pada akhirnya Anda mengikuti suara serigala.

(Baca juga: Menjadi Domba Yang Baik)

Teman, hanya ada satu cara untuk mengenali suara Gembala Agung kita, yaitu dengan membaca dan merenungkan FirmanNYA. Hanya cara itu kita bisa mengenal isi hatiNYA, pikiranNYA, rencanaNYA, dan kehendakNYA. (penulis: @mistermuryadi)