MENJADI ORANG YANG DIPERCAYA

Bahan renungan:

Ezra 7:10 Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.

Di usia muda, Ezra rajin belajar untuk menjadi seorang ahli Taurat. Dia mendapatkan hormat dari banyak orang, termasuk pemimpin politik di negeri pembuangannya, Raja Artahasta. Dia membangun hubungan dan pengaruhnya selama itu – suatu langkah penting untuk membangun kembali Yerusalem.

(Baca juga: TANGGALKAN BEBAN YANG MERINTANGI)

Sebagai akibat melakukan hal yang benar secara konsisten selama bertahun-tahun, sang raja akhirnya mempercayai Ezra dengan kekuasaan dan sumber yang besar. Dengan kata lain, sang raja mengakui kualitas karakter Ezra. Sang raja memberikan semua yang dibutuhkan Ezra untuk menyelesaikan tugasnya.

Ezra memimpin Bangsa Israel kembali ke Yerusalem selama masa perbaikan ini. Sebagai seorang pemimpin, Ezra telah memberikan teladan yang sangat baik, serta pintar membangun hubungan dengan banyak orang Yahudi, dan yang terpenting karena pengaruh dan teladannya ini, Ezra membuat banyak orang mengikutinya ke Yerusalem.

Ezra tidak menggunakan kuasa, kepandaian, dan pengaruhnya untuk keuntungan pribadi, tetapi untuk memperbaiki Yerusalem, atau dengan kata lain untuk membangun hidup orang lain dengan cara menjadi teladan bagi mereka.

(Baca juga: MAKNA MENGUCAPKAN “DI DALAM NAMA YESUS, AMIN” SAAT BERDOA)

Selama hidupnya Ezra menunjukkan integritasnya dengan penuh semangat dan ketekunan. Integritas dan teladan itulah yang membuat Anda dan saya dihormati oleh orang-orang yang mengenal kita, maupun yang berada di sekitar kita. (penulis:@mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

YESUS BERANI MELAWAN ARUS

Bahan renungan:

Yohanes 18:20 Jawab Yesus kepadanya: “Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.”

Ketika hidup di antara Bangsa Israel, Yesus membawa gaya hidup yang baru, yaitu KASIH. Pada saat itu, Bangsa Israel sangat didominasi oleh gaya hidup Hukum Taurat, di mana ketika seseorang berbuat salah, mereka dijatuhi hukuman.

(Baca juga: WARISAN PALING BERHARGA BAGI ANAK CUCU KITA)

Meski membawa pesan yang melawan arus, Yesus tidak pernah takut atau gentar sedikit pun. Yesus tidak pernah sembunyi-sembunyi menceritakan tentang Bapa yang baik dan penuh kasih. Yesus tidak takut ditinggalkan oleh banyak orang ketika memberitakan kebenaran. Bahkan, dalam satu peristiwa, usai mengajar, orang banyak meninggalkan-Nya, kemudian Dia bertanya kepada murid-murid-Nya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” (Yohanes 6:66-67).

Berbeda sekali dengan cara hidup sebagian orang di zaman ini, yang suka melakukan sesuatu sembunyi-sembunyi. Anehnya lagi, ada juga yang sembunyi-sembunyi karena melakukan sesuatu yang benar.

(Baca juga: APAKAH SALAH JIKA KITA MENGHARAPKAN BERKAT DARI TUHAN?)

Mari kita mencontoh Yesus. Ketika Dia berkata-kata atau berbuat sesuatu, Dia berani mempertanggungjawabkannya di hadapan banyak orang. Dia tidak pernah mengatakan “A” di depan banyak orang, lalu mengucapkan “B” di belakangnya. Yesus pun tidak pernah melakukan hal yang berbeda dari yang Dia ucapkan. Sungguh mengagumkan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

ALASAN YUSUF MENOLAK GODAAN ISTRI POTIFAR

Bahan renungan:

Kejadian 39:9 “Bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”

Setelah melewati berbagai lika-liku hidup, mulai dibuang oleh saudaranya, lalu dijual sebagai budak, Yusuf dipercayakan seluruh isi rumah Potifar, sang kepala pengawal raja. Untuk memersingkat cerita, suatu hari Yusuf digoda oleh istri Potifar. Tidak seperti kebanyakan orang yang “lari di tempat” ketika godaan datang, Yusuf memilih “melarikan diri” dari godaan tersebut.

(Baca juga: CARA MUDAH MENGENAL BAPA SORGAWI)

Saya begitu terenyuh ketika membaca alasan yang melatarbelakangi respons Yusuf, “Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”

Melalui pernyataan di atas, kita dapat mengerti bahwa alasan Yusuf menolak dosa bukan karena takut ketahuan oleh Potifar, melainkan karena dia tidak ingin mengecewakan Pribadi yang begitu mengasihi dirinya.

Jika boleh, saya ingin sedikit mendramatisasi hal di atas. Alasan Yusuf menolak istri Potifar adalah karena Yusuf tahu bahwa melakukan perbuatan tersebut bukanlah identitas dirinya di dalam Tuhan. Yusuf sangat menyadari bahwa Tuhan senantiasa menyertainya bukan untuk melakukan hal itu.

Saya menemukan fakta di atas sedikit berbeda dengan kehidupan zaman ini, di mana beberapa orang enggan melakukan kejahatan karena takut ketahuan dan belum ada kesempatan. Contoh. Seseorang memilih tidak korupsi karena takut ketahuan, tidak selingkuh karena belum ada yang mau, dan lain sebagainya.

Beberapa orang lainnya tidak akan berpikir dua kali untuk meng-iya-kan godaan iblis, terutama akibat didasari pikiran bahwa tidak ada seorang pun yang tahu atau melihat. Ada satu kutipan yang menarik mengenai hal itu, “Jika Anda tidak ingin ketahuan orang lain, jangan lakukan. Saat Anda melakukan, suatu saat, cepat atau lambat, orang lain akan mengetahuinya.”

(Baca juga: CARA MENGATASI KRISIS: TUHAN TANGGUNG BAGIAN TERBERATNYA)

Yusuf adalah sosok orang yang memiliki integritas sangat tinggi. Ketika tidak ada seorang pun yang melihatnya, dia tetap memegang teguh kebenaran Firman Tuhan. Sungguh menakjubkan kekuatan yang memancar dari seseorang yang menyadari bahwa dirinya sangat dicintai oleh Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

BUATLAH PAGAR UNTUK MEMBATASI HIDUP ANDA DENGAN DUNIA INI

Bahan renungan:

Yosua 15:1 Bagian yang diundikan kepada suku bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka adalah sampai ke batas tanah Edom, sampai ke padang gurun Zin ke selatan, di ujung selatan.

Bagi saya, ayat di atas berbicara mengenai batasan antara hidup kita dengan dunia ini. Ya, sebagai orang percaya, kita perlu memiliki batasan-batasan yang jelas, itu yang membuat hidup kita berbeda dengan mereka yang tidak percaya. Ada nilai-nilai dari Firman Tuhan yang perlu kita junjung tinggi dan tidak kita kompromikan dengan apa pun. Baik pada saat kita berbisnis, bergaul, berumahtangga, atau bekerja.

(Baca juga: DUA HAL INI DAPAT MENGUNGKAP SIAPA ANDA SESUNGGUHNYA)

Tentu saja untuk membuat batasan tersebut terlihat jelas di mata orang lain, kita perlu hidup sesuai dengan nilai-nilai Firman Tuhan dengan konsisten.

Seandainya, suatu hari ada seseorang tidak dikenal masuk ke teras rumah kita tanpa ijin, dan kemudian orang itu bersantai, menggunakan barang-barang kita, tentu saja kita akan mengusirnya. Kita tidak suka jika ada orang lain yang melanggar batasan rumah kita. Prinsip yang sama semestinya juga diberlakukan bagi kehidupan kita. Jangan berdiam diri saat klien kita mengajak kita bersepakat untuk korupsi, teman kita mengajak melakukan sesuatu yang buruk, atau bos kita memerintahkan kita mengerjakan sesuatu yang melanggar hukum.

Teman, kita perlu memberitahu atau menyatakan kepada orang-orang yang kita kenal jika mereka melanggar batasan nilai-nilai kebenaran Firman Tuhan yang kita pegang.

(Baca juga: HAL YANG BURUK TIDAK AKAN MENIMPA ORANG PERCAYA)

Jika kita membiarkan orang lain terus menerus melanggar batasan nilai hidup kita, suatu saat mereka akan mengambil keuntungan dari kita. Orang lain tidak akan mengambil keuntungan dari kita, kecuali kita mengijinkannya. Hal tersebut selalu diawali dengan melanggar batasan hidup kita. Jika kita biarkan, mereka akan mulai memanfaatkan atau merendahkan hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

DUA HAL INI DAPAT MENGUNGKAP SIAPA ANDA SESUNGGUHNYA

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 15:8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita …

Satu hal penting ini perlu kita tahu bahwa Tuhan mengenal hati manusia. Dia tahu siapa kita yang sesungguhnya. Dia tahu apa yang kita lakukan di saat tidak ada seorang pun yang melihat. Puji Tuhan, Dia tetap memilih untuk mengasihi kita terlepas dari segala sesuatu yang kita perbuat.

(Baca juga: TUHAN SETIA MEMBERIKAN KITA KESEMPATAN UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK)

Hari ini saya ingin membahas mengenai dua hal yang dapat mengungkapkan karakter kita dan hubungan kita dengan Tuhan. Yang pertama adalah cara kita memperlakukan orang lain, dan yang kedua, adalah keinginan hati kita.

Di depan orang lain, kita dapat memuji diri kita setinggi langit, kita dapat menceritakan kepada sebanyak mungkin orang mengenai kehebatan yang pernah kita lakukan, agar membuat orang lain terkesan. Namun, siapa kita yang sesungguhnya dapat terlihat dari cara kita memperlakukan orang lain dan dari keinginan-keinginan kita, bukan dari hal-hal yang kita ceritakan kepada orang lain.

Saya pernah bertemu seorang pemimpin gereja yang pandai berkhotbah, tetapi sangat buruk memperlakukan pelayan di rumahnya. Saya juga pernah bertemu dengan seorang pelayan gereja yang sangat aktif, tetapi keluarganya mengenal dirinya sebagai orang yang sangat materialistis. Bagaimana mungkin demikian?

Yesus adalah Pribadi yang sama, baik ketika Dia sedang sendiri ataupun di keramaian. Kita dapat mengatakan Yesus sangat baik bukan hanya dari apa yang Dia telah lakukan bagi kita, tetapi juga dari apa yang Dia inginkan dan harapkan bagi kita.

Saya menulis hal di atas bukan untuk menuduh atau menyudutkan, melainkan agar kita tahu di mana kita berada sekarang, dan ke mana kita harus melangkah selanjutnya.

Bagi saya, jika kita tahu bahwa diri kita dalam kondisi yang tidak benar atau tidak baik, adalah hal yang baik bagi kita jika kita mengubahnya. Perlahan, tapi pasti. Kitalah yang akan paling diuntungkan ketika kita berubah semakin serupa dengan Kristus.

(Baca juga: ANDA TIDAK HARUS TAKUT SAAT MENGHADAPI MASALAH)

Saya percaya Tuhan ingin hidup kita selaras dengan kebenaran-Nya. Kebenaran-Nya jangan hanya sebatas kita ucapkan melalui mulut kita, tetapi kita hidupi, sehingga menjadi satu bagian dengan diri kita. Agar ketika orang lain mengenal kita, mereka melihat Kristus nyata di dalam kehidupan kita, sehingga mereka dapat merasakan kasih Tuhan dan diberkati melalui hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

BERBISNISLAH DENGAN JUJUR

Bahan renungan:

Amsal 16:17 Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya.

Uang adalah magnet yang sangat kuat bagi kehidupan manusia. Hanya karena ingin mendapatkan uang, manusia merelakan segala cara, bahkan mengorbankan integritasnya sebagai anak TUHAN. Firman Tuhan dalam Lukas 9:25 mengatakan, “Apa gunanya seorang memeroleh seluruh, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?”

(Baca juga: CIRI-CIRI SAHABAT YANG BAIK)

Teman, saya ingin berbicara kepada Anda yang memiliki bisnis. Jalanilah bisnis Anda dengan jujur. Jauhilah cara-cara atau jalan-jalan yang dilakukan oleh dunia ini. Firman Tuhan katakan orang jujur memelihara nyawanya. Bukan hanya nyawa Anda, tetapi juga nyawa keluarga Anda.

Tunjukkan integritas Anda sebagai anak TUHAN. Jika ada seorang klien yang mengajak Anda berbuat jahat, percayalah berkat Anda tidak hanya datang dari orang tersebut, TUHANlah sumber berkat bagi kita, DIA akan sediakan jalan lain bagi Anda.

Saya percaya orang-orang yang menjalani bisnisnya dengan cara yang salah adalah orang-orang yang tidak percaya bahwa TUHAN sanggup memberkati kehidupan mereka.

(Baca juga: KITA YANG DIUNTUNGKAN KETIKA IKUT PERINTAH TUHAN)

Kalau bukan dari anak TUHAN, dari mana lagi dunia ini bisa melihat terang TUHAN dalam dunia bisnis? Mari, sebagai anak TUHAN, kita perlu menunjukkan cara berbisnis yang jujur. Dunia ini perlu teladan yang benar dalam dunia bisnis. (penulis: @mistermuryadi)

JANGAN IRI TERHADAP KEBERHASILAN ORANG FASIK

Bahan renungan:

Amsal 4:18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Pernahkah Anda merasa iri dengan jalan orang yang tidak benar? Mungkin Anda berpikir sudah berusaha setengah mati, tapi kenapa hasil yang Anda dapatkan tidak seperti mereka yang melakukannya dengan cara curang. Teman, jangan pernah merasa iri dengan jalan orang fasik. Justru berbangga hatilah jika  Anda hidup dengan integritas sesuai Firman Tuhan.

Mari saya mengajak Anda melihat jauh ke depan. Seringkali kita hanya melihat keberhasilan orang fasik hanya dari yang terlihat di depan mata saja. Kita pikir mereka hidup baik-baik saja. Saya ingin menyakinkan Anda bahwa hidup dengan cara yang salah hanyalah membawa masalah di kemudian hari. Orang yang melakukan korupsi, mungkin terlihat seolah tidak ada masalah, namun jika Anda hidup bersamanya setiap hari, Anda pasti bisa merasakan ketakutan dan kekuatiran setiap hari. Mereka takut ketahuan, takut tertangkap, dan takut dipenjara. Hari-hari mereka dilalui dengan penderitaan yang panjang.

Ayat renungan kita hari ini mengatakan bahwa jalan orang benar seperti cahaya fajar, yang semakin terang. Oh, indah sekali.

Teman, tahukah Anda bahwa matahari selalu terbit setiap pagi. Sekalipun malam sebelumnya hari begitu pekat dan gelap, Anda tidak perlu meragukan terbitnya matahari esok hari. Seperti itulah kehidupan orang di dalam TUHAN. JanjiNYA tidak pernah gagal dan pasti terbit seperti fajar pagi. Hidup dengan cara TUHAN adalah kehidupan yang paling aman, indah, dan menyenangkan. (penulis: @mistermuryadi)