FIRMAN TUHAN MEMBERI KITA HIKMAT DAN MENUNTUN KITA

Bahan renungan:

2 Timotius 3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

Firman Tuhan adalah Tuhan sendiri, dan Firman Tuhan itu hidup. Salah satu ciri-ciri dari hidup adalah dapat berbicara dan bergerak. Itu sebabnya dalam ayat renungan kita kali ini dikatakan bahwa Firman Tuhan dapat memberikan hikmat dan dapat menuntun kehidupan kita.

(Baca juga: JANGAN MEMERCAYAI KEKUATIRAN ANDA)

Saat kita meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, maka Firman Tuhan itu akan hidup di dalam hati dan pikiran kita.

Hal pertama yang dihasilkan oleh kebenaran Firman Tuhan adalah hikmat. Alkitab menuliskan banyak istilah untuk menggambarkan kata “hikmat”, seperti jalan keluar, kekuatan, ketenangan, suara Tuhan, suara Roh Kudus, dan lain sebagainya. Intinya, kebenaran Firman Tuhan akan menghasilkan suara Tuhan di dalam hati dan pikiran kita.

Untuk menjelaskan hal di atas, pernahkah ketika dalam masalah, seperti ada suara atau kesan di hati kita yang berkata, “Jangan takut,” atau “Jangan kuatir.” Itu adalah suara Tuhan, suara Roh Kudus, atau Anda juga dapat menyebutnya hikmat. Hal tersebut terjadi akibat kita membaca dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Jadi, semakin sering kita melakukannya, kita akan semakin peka dengan suara Tuhan atau hikmat Tuhan.

Saat kita dalam masalah finansial, suara itu akan berkata, “Bukankah Yesus telah mati supaya kita yang miskin dapat berkata, “Kita kaya,”” Ketika kita sedang sakit, suara itu akan berbisik lembut, “Yesus sudah menanggung sakit penyakit kamu dan darah-Nya sudah menyembuhkan kamu 2000 tahun lalu. Jangan takut, kamu pasti sehat.”

Hal kedua yang dihasilkan dari membaca dan merenungkan Firman Tuhan adalah kita akan dituntun kepada Kristus. Ya, kebenaran akan selalu menuntun kita kepada Kristus.

Ada masa di dalam hidup, kita berada di sebuah persimpangan. Kita harus memilih atau membuat sebuah keputusan. Namun, jika kita “bergaul intim” dengan kebenaran, di saat kita bingung, kebenaran tersebut akan menuntun kita ke jalan yang benar, yaitu kepada Kristus. Atau dengan kata lain, kebenaran dapat membuat kita mengenali jebakan iblis yang selalu berusaha menjatuhkan atau memerdaya kita. Juga, dapat membuat kita membedakan antara suara Tuhan dengan suara pertimbangan kita yang mungkin terdengar bijak, tetapi sesungguhnya tidak menuntun kita kepada Kristus.

Saya berikan contoh. Suatu hari ada seorang pelayan Tuhan berkata kepada saya, “Koh Zaldy, Tuhan menyuruh saya berhenti dari pelayanan, agar saya dapat mengurus keluarga.” Suara itu terdengar bijak, tetapi saya percaya itu bukan suara Tuhan. Tuhan yang saya kenal tidak pernah menyuruh kita berhenti melakukan perbuatan yang baik. Benar kita perlu mengurus keluarga, saya setuju dengan itu. Namun, saya tidak percaya caranya adalah dengan berhenti melayani Tuhan. Hanya karena kita tidak mengerti cara mengatur waktu antara pelayanan dan keluarga, bukan berarti kita harus berhenti dari pelayanan. Faktanya, banyak orang yang terlibat pelayanan, tetapi berhasil mengurus keluarganya.

(Baca juga: MENJADI ORANG YANG LEMBUT TIDAK BERARTI LEMAH)

Perhatikan, jika kita tidak tahu kebenaran, suara yang terdengar baik seperti contoh di atas, dapat mengecoh dan menuntun kita ke jalan yang salah, dan akibatnya, kita semakin jauh dari kebenaran. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN MENJAGAI ORANG YANG HATINYA MELEKAT KEPADANYA (MAZMUR 91:14)

Bahan renungan:

Mazmur 91:14 Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Dalam renungan kemarin kita telah belajar bahwa kita, orang-orang yang percaya kepada Yesus, adalah pusat perhatian Tuhan. Tuhan memerintahkan para malaikat-Nya untuk menjaga segala jalan kita dan menatang kita supaya kaki kita tidak terantuk batu. Betapa spesial Anda dan saya di hadapan Tuhan.

(Baca juga: TUHAN PERINTAHKAN MALAIKATNYA MENJAGA KITA (MAZMUR 91:11-13))

Hari ini saya ingin mengajak Anda untuk melihat lebih dekat mengenai penyertaan Tuhan dalam hidup Anda. Membaca ayat di atas, seolah Tuhan baru akan meluputkan kita dari malapetaka dan membentengi kita dari tulah jika hati kita melekat kepada-Nya. Seolah Tuhan baru akan melakukan yang baik jika kita terlebih dahulu berbuat baik kepada-Nya.

Teman, Tuhan tidak seperti itu. Tuhan akan tetap baik kepada Anda sekalipun Anda jahat. Tuhan tetap setia sekalipun Anda tidak setia (2 Timotius 2:13).

Lalu, bagaimana dengan ayat di atas? Kata “melekat” dalam renungan kita hari ini diambil dari kata Ibrani “chashaq” yang berarti mengarahkan hatinya, jatuh cinta, dan menginginkan.

Untuk menjelaskan maksud dari ayat di atas mari kita melihat apa yang dikatakan Yesus dalam Lukas 11:23, “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”

Jadi, menurut Firman Tuhan hanya ada dua jenis orang di dunia ini: yang mengumpulkan dan yang menceraiberaikan. Yang mengarahkan hatinya kepada Tuhan dan yang mengarahkan hatinya untuk hal lain. Yang jatuh cinta kepada Tuhan dan yang jatuh cinta kepada hal selain Tuhan. Yang menginginkan Tuhan dan yang tidak menginginkan Tuhan.

Sederhananya, orang-orang yang hatinya tidak melekat kepada Tuhan berarti tidak menginginkan Tuhan. Mereka menolak Tuhan, mereka menolak penjagaan Tuhan. Bukan Tuhan yang tidak meluputkan mereka dari malapetaka atau tidak menjaga mereka dari yang jahat, melainkan mereka yang menolak penyertaan Tuhan.

(Baca juga: TUHAN MELINDUNGI KITA DARI MALAPETAKA DAN TULAH (MAZMUR 91:9-10))

Saya bisa saja membuka pintu rumah saya untuk mengundang semua orang datang, tetapi tidak semua orang mau datang ke dalam rumah saya. Tuhan pun demikian. Dia telah menunjukkan jalan-jalan kebenaran kepada dunia ini, tetapi tidak semua orang mau hidup di dalamnya. Ada orang-orang yang secara sadar memutuskan untuk menjauh dari jalan-jalan kebenaran. (penulis: @mistermuryadi)

TUHAN MELINDUNGI KITA DARI MALAPETAKA DAN TULAH (MAZMUR 91:9-10)

Bahan renungan:

Mazmur 91:9-10 Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu.

Banyak orang mengira Tuhan baru akan menjagai dan melindungi kita dari malapetaka ketika kita hidup benar dan sungguh-sungguh di dalam Dia. Jika tidak, Tuhan akan membiarkan iblis merusak dan menghancurkan hidup kita. Teman, pemikiran tersebut sungguh amat keliru.

(Baca juga: PENTING UNTUK MENYADARI BAHWA KITA DIKASIHI (MAZMUR 91:7-8))

Tuhan menjagai dan melindungi kita bukan karena kita hidup benar atau sungguh-sungguh di dalam Dia, tetapi karena kita adalah anak kesayangan-Nya. Sama seperti seorang ayah atau ibu, tidak peduli seberapa jahat anaknya, ketika sang anak diganggu oleh orang lain, ayah dan ibu tersebut pasti turun tangan.

Ketika kita memutuskan percaya kepada Yesus, di saat itu juga perlindungan dari Tuhan selamanya menjadi bagian Anda. Sama seperti halnya di hari pertama kita mengambil sebuah asuransi kesehatan, di hari itu juga biaya pengobatan dan perawatan kita dijamin oleh perusahaan asuransi tersebut.

Kita tidak perlu meragukan perlindungan Tuhan. Jika Tuhan yang melindungi kita, tidak ada satu pun yang dapat mengganggu kita.

Namun masalah yang sering terjadi adalah ketika kita memutuskan untuk keluar dari perlindungan Tuhan, yaitu ketika kita meninggalkan jalan-jalan kebenaran. Seperti si bungsu, di dalam rumah bapanya, dia mendapatkan perlindungan dan segala sesuatu yang dia perlukan, tetapi ketika dia memutuskan pergi meninggalkan bapanya, si bungsu mengalami penderitaan dan kelaparan.

(Baca juga: HIDUP DI BAWAH NAUNGAN YANG MAHATINGGI (MAZMUR 91:1-2))

Bukan Tuhan yang mendatangkan malapetaka atau tulah ke dalam hidup kita. Justru Tuhan ingin menjagai dan melindungi kita dari malapetaka dan tulah. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

SEPANJANG HARI TUHAN MENGULURKAN TANGAN. JANGAN MENOLAKNYA!

Bahan renungan:

Yesaya 65:1-2 Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku. Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada suku bangsa yang memberontak, yang menempuh jalan yang tidak baik dan mengikuti rancangannya sendiri.

Seandainya Anda hidup di zaman para nabi atau zaman Yesus, saya dapat mengerti kesulitan Anda untuk mencari jalan keluar dari masalah-masalah Anda. Pada saat itu, Firman Tuhan hanya dapat ditemukan di tempat-tempat tertentu, tidak sebebas seperti hari ini. Mungkin Anda masih dapat berdoa seperti Daud dalam Mazmur 119:58, “Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu,” atau seperti seorang kusta dalam Markus 1:40 yang berlutut dan memohon kesembuhan kepada Yesus.

(Baca juga: HATI-HATI TERHADAP ANTIKRISTUS)

Namun, bersyukurlah Anda tidak hidup di zaman itu. Anda hidup di zaman kasih karunia, zaman semua hal mengenai Bapa, Yesus, dan Roh Kudus sudah diwahyukan kepada Anda melalui Alkitab. Zaman semua hal tentang Tuhan sudah terang benderang. Zaman Anda tidak perlu menebak-nebak seperti apa sifat dan karakter Bapa di Sorga.

Melalui ayat di atas, salah satunya, kita tahu bahwa ternyata Tuhan sepanjang hari mengatakan, “Ini Aku, ini Aku,” mengulurkan tangan-Nya kepada kita, dan memberikan petunjuk sekalipun kita tidak bertanya. Masalahnya adalah kita mengabaikan-Nya. Begitu juga halnya Bangsa Israel pada zaman Yesaya. Mereka lebih suka menempuh jalan mereka sendiri, menyelesaikan segala sesuatu dengan cara dan kekuatan mereka sendiri.

(Baca juga: KALAU TUHAN KATAKAN KITA BERHARGA, OPINI LAIN TIDAK PENTING)

Teman, saya ingin mengingatkan bahwa Tuhan ingin Anda memiliki kehidupan yang penuh sukacita, damai, sukses, diberkati, panjang umur, dan bebas stres. Kita mengalami berbagai macam masalah karena kita menggenggam hal selain Tuhan. Itu sebabnya Dia menganugerahkan Alkitab untuk Anda, untuk menuntun Anda ke jalan yang benar dan penuh kemenangan. Tuhan yang sama mengulurkan tangan-Nya untuk Anda hari ini, Anda hanya perlu meraih tangan-Nya. (penulis: @mistermuryadi)