DI JALAN TUHAN ADA KEPASTIAN DAN JAMINAN

Bahan renungan:

Mazmur 68:7-8 Ya Allah, ketika Engkau maju berperang di depan umat-Mu, ketika Engkau melangkah di padang belantara, Sela. Bergoncanglah bumi, bahkan langit mencurahkan hujan di hadapan Allah; Sinai bergoyang di hadapan Allah, Allah Israel.

Sungguh saya sangat percaya bahwa tidak ada seorang pun dapat hidup tanpa Yesus. Jika kita tidak melibatkan Tuhan di dalam setiap keputusan yang kita ambil, saya dapat membayangkan betapa besarnya potensi untuk hidup dalam masalah.

(Baca juga: PERUBAHAN TERJADI KETIKA KITA PERCAYA DAN MERESPONS)

Tanpa Yesus, kita dapat hidup seolah tanpa masalah, tetapi pertanyaannya, sampai berapa lama? Saya yakin adalah harapan semua orang untuk selalu menang atas setiap masalah. Jika itu yang kita inginkan, kita membutuhkan Yesus dan tuntunan Firman-Nya setiap hari.

Banyak orang menjalani kehidupannya dengan cara trial and error, alias mencoba-coba. Baik dalam dalam berbisnis, mengatur rumah tangga, bekerja, atau mengurus anak. Cara tersebut dapat berhasil, dapat gagal. Tidak ada kepastian. Semuanya bersifat mudah-mudahan.

(Baca juga: PERTANDINGAN IMAN)

Sementara, kebenaran dan janji Tuhan memberikan kita kepastian dan jaminan. Firman Tuhan mengatakan, Tuhan maju berperang di depan kita. Dia terlebih dahulu melintasi jalan yang akan kita tempuh, dan Dia memastikan jalan itu aman bagi Anda. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

PUJI TUHAN, TUHAN TIDAK BEKERJA SESUAI CARA KITA

Bahan renungan:

Yesaya 55:8-9 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah Firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Saya percaya seorang ayah dan ibu yang baik tidak akan membiarkan anaknya terus menerus main dan makan permen. Ayah dan ibu yang baik tentu saja akan merencanakan hal-hal yang baik bagi anaknya, yang terkadang tidak sejalan dengan keinginan atau harapan sang anak.

(Baca juga: TANTANG DIRI ANDA UNTUK LEBIH DALAM BERSAMA TUHAN)

Tuhan sangat mengasihi kita, itu sebabnya Dia tidak bekerja sesuai cara dan pemikiran kita yang seringkali merugikan diri kita sendiri. Dia bukan Tuhan yang berdiam diri membiarkan kita terus menerus melakukan sesuatu yang menyebabkan penderitaan terhadap diri kita sendiri. Dia hidup, Dia akan mencari kita dengan kasih-Nya, menuntun kita kembali ke jalan yang benar, dan memulihkan kita.

Tuhan melihat segala sesuatu di depan yang belum kita lihat. Bagian kita adalah percaya kepada-Nya. Selama kita berjalan bersama Tuhan dan tinggal di dalam kebenaran-Nya, kita tidak perlu pusing terhadap apa yang ada di depan kita, percayakan kepada Tuhan. Dia jauh lebih tahu dan Dia telah persiapkan yang terbaik bagi kita.

(Baca juga: JANGAN LARI DARI MASALAH, HADAPI!)

Yang perlu kita pusingkan adalah apakah hari ini kita mengenal dan percaya kepada-Nya, apakah kita mengandalkan Dia dalam setiap keputusan kita, apakah kita tertanam di dalam kebenaran-Nya. Jika iya, tinggal tenanglah di dalam janji-Nya, biarkan Dia bekerja dengan cara-Nya, sementara bagian kita adalah percaya dan ikut ke mana pun Dia menuntun kita, dan hidupi kebenaran-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUHAN SETIA MEMBERIKAN KITA KESEMPATAN UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK

Bahan renungan:

Yoel 2:25-26 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.

Cara mengatasi akibat dari serangkaian pilihan yang buruk adalah melalui membuat serangkaian pilihan yang benar. Satu-satunya cara untuk menang dari penderitaan yang kita akibatkan sendiri adalah melakukan hal yang sesuai dengan Firman Tuhan. Tidak ada cara lain.

(Baca juga: JIKA KITA MENGETAHUI KEKURANGAN SESEORANG, DOAKAN!)

Saya percaya setiap orang pernah mengalami kesusahan di dalam hidupnya akibat dari serangkaian pilihan yang keliru yang mereka buat. Solusinya sederhana, berbaliklah ke jalan yang benar.

Kita tidak dapat membuat serangkaian pilihan yang buruk, lalu mengharapkan mendapatkan hal yang benar di dalam hidup kita. Bukan karena Tuhan yang tidak menganugerahkan kehidupan yang baik. Tuhan sudah menganugerahkannya kepada kita jauh sebelum kita ada di dunia ini. Namun, kita perlu menginginkannya, dan hal tersebut terlihat dari pilihan-pilihan yang kita buat dalam hidup kita.

Apa pun kesulitan yang sedang kita alami hari ini, kita masih bisa memiliki kehidupan yang diberkati. Ada harapan untuk kita di dalam Kristus. Mungkin saja kita menderita kerugian, atau mungkin kita telah kehilangan sesuatu yang berharga, kita tidak dapat berbuat banyak untuk sesuatu yang sudah berlalu. Namun, kita dapat berbuat banyak bagi masa yang akan datang. Kita dapat mengubah masa depan kita sekarang.

(Baca juga: BUATLAH KEPUTUSAN BERDASARKAN FIRMAN TUHAN)

Saya percaya Tuhan sanggup mendatangkan kebaikan dalam setiap keputusan kita yang buruk jika kita mau berbalik kepada-Nya. Tuhan tidak henti-hentinya memberikan kita kesempatan untuk kehidupan yang jauh lebih baik. Yang perlu kita lakukan hanyalah kembali kepada-Nya, ke jalan-Nya yang benar, dan Dia akan menuntun kita ke padang yang berumput hijau dan air yang tenang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN TIDAK PERNAH BERUBAH SETIA

Bahan renungan:

2 Timotius 2:13 Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.

Tuhan bukanlah masalah kita. Kita tidak perlu meragukan kesetiaan Tuhan dan janji Tuhan terhadap diri kita. Saat kita mengalami lahir baru, Dia tinggal selamanya di dalam hati kita. Dia akan selalu ada bersama-sama kita apa pun yang terjadi.

(Baca juga: TUHAN MENYEDIAKAN LEBIH BANYAK UNTUK KITA TAHUN INI)

Yang selalu jadi masalah adalah, apakah kita tinggal tetap di dalam Tuhan? Kitalah yang seringkali maju mundur, on and off, come and go di dalam Tuhan. Kita cenderung mencari Tuhan dan percaya kepada jalan-jalan-Nya hanya pada saat ada masalah yang berat, tetapi begitu masalah kita selesai, kita mulai asyik lagi dengan cara kita sendiri.

Tuhan tidak pernah berubah setia. Dia senantiasa mencurahkan kebaikan dan kemurahan-Nya bagi hidup kita. Jika kita merasakan berkat-berkat itu berhenti, percayalah hal tersebut terjadi bukan karena Tuhan yang berhenti mencurahkannya kepada kita, tetapi karena kita yang berhenti percaya kepada-Nya.

(Baca juga: IMAN TOMAS: MENGENAL YESUS, TETAPI TIDAK MEMPERCAYAI-NYA)

Mari, kita belajar untuk setia percaya kepada Tuhan. Belajar menyadari bahwa tidak ada yang lebih baik dari Tuhan di luar sana, karena segala yang terbaik hanya ada di dalam Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

HIDUP MENURUT ROH VERSUS HIDUP MENURUT DAGING

Bahan renungan:

Roma 8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

Sampai satu titik, kita perlu memutuskan kehidupan seperti apa yang ingin jalani. Kita tidak dapat berdiri satu kaki untuk Tuhan dan satu kaki lainnya untuk dunia. Kita perlu memilih mau melewati hari-hari kita dengan cara yang sesuai dengan Firman Tuhan atau tidak.

(Baca juga: BAGAIMANA CARA MENDENGAR SUARA TUHAN?)

Ayat renungan kita hari ini mengajarkan jika kita hidup menurut daging, kita akan mati, tetapi jika kita hidup menurut Roh, kita akan hidup. Perhatikan kata “akan” yang terdapat pada ayat di atas. Kata tersebut menyiratkan sebuah proses. Keputusan kita untuk hidup menurut daging tidak akan langsung membuat kita mati, tetapi perlahan-tapi-pasti hidup kita akan semakin jauh dari Tuhan dan pada akhirnya kita mengakhiri hidup kita dengan banyak air mata. Sebaliknya, ketika kita memutuskan hidup menurut Firman Tuhan, tidak serta merta kehidupan kita langsung baik. Semua ada prosesnya. Namun bagi saya, jauh lebih menyenangkan jika saya mengetahui bahwa ujung dari jalan yang saya tempuh adalah sesuatu yang baik.

(Baca juga: TUHAN MEMBERIKAN KITA JALAN KELUAR, BUKAN MENCOBAI KITA)

Teman, pilihlah dengan bijak kehidupan seperti apa yang ingin kita jalani. Pilihlah kehidupan yang menuntun kita kepada jalan-jalan yang sesuai Firman TUHAN, karena di jalan tersebut kita akan melihat banyak janji-janji Tuhan yang tergenapi bagi hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN INGIN KITA MENIKMATI KEHIDUPAN DI BUMI SEPERTI DI SORGA

Bahan renungan:

1 Petrus 4:15 Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.

Yesus datang ke dunia bukan hanya supaya kita masuk Sorga kelak, tetapi juga untuk memberikan kita kehidupan di Bumi seperti di Sorga. Dia menanggung setiap penderitaan, kesakitan, dan kepedihan, supaya kita dapat menikmati sukacita dan damai sejahtera.

(Baca juga: DUA CARA MENGECEK PERTUMBUHAN KITA DI DALAM KRISTUS)

Yesus menebus dosa kita, supaya kita menang atas dosa dan hidup di dalam janji-janji-Nya yang sempurna. Yesus membawa kita dari gelap kepada terang-Nya yang ajaib agar kita tidak lagi tinggal di dalam kegelapan.

“Upah dosa adalah maut, ” begitu kata Rasul Paulus dalam Roma 6:23. Dosa hanya mengerjakan yang jahat di dalam hidup kita. Dosa hanya mendatangkan penderitaan yang tidak seharusnya kita alami.

Si bungsu memilih jalannya sendiri dan hidupnya berakhir di kandang babi. Si wanita pendarahan memilih mengandalkan para tabib, sehingga penyakitnya bertambah buruk, dan dia menderita selama 12 tahun. Yudas memilih mengkhianati Yesus dan berakhir gantung diri.

Musa, sang mantan pangeran Mesir mengerti sekali akan hal tersebut. Sekalipun Musa dapat hidup dengan segala kekayaan Mesir, Musa memilih mengikut Tuhan. Musa tahu bahwa jalan-jalan Tuhan jauh lebih baik dari apa yang dapat dunia tawarkan.

Dalam Keluaran 3:17 Tuhan berfirman, “Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.” Tuhan menggambarkan kehidupan di Mesir sebagai kesengsaraan, sehingga Dia menyediakan Musa dan Bangsa Israel, dan juga setiap orang yang percaya, yaitu Anda dan saya, tanah yang berlimpah susu dan madu.

(Baca juga: MAHALNYA HARGA SEBUAH KEMALASAN)

Namun, keputusan untuk memilih kehidupan di Bumi seperti di Sorga ada di tangan Anda. Tuhan sudah menyediakan kehidupan demikian, tetapi Anda dapat menolaknya dan memilih jalan Anda sendiri yang berliku-liku dan penuh dengan penderitaan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JIKA ADA PRIBADI YANG PALING INGIN ANDA BERHASIL, ITU ADALAH TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 103:13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Jika ada Pribadi yang paling menginginkan bersekutu dengan Anda, itu adalah Bapa di Sorga. Jika ada Pribadi yang paling menginginkan Anda menikmati segala sesuatu yang baik dan berhasil dalam segala pekerjaan tangan Anda, itu adalah Bapa di Sorga.

(Baca juga: MENGAPA TUHAN YANG BAIK MENURUNKAN AIR BAH DAN MENGHANCURKAN SODOM GOMORA?)

Bapa Sorgawi adalah gembala yang baik, Pribadi yang paling repot memastikan agar Anda dalam keadaan baik-baik.

Anda tidak perlu menebak-nebak apa rencana Tuhan bagi hidup Anda. Firman Tuhan mengatakan Dia seperti seorang bapa yang sayang kepada anak-anaknya. Seorang bapa yang baik pasti mengusahakan segala yang terbaik untuk anak-anaknya.

Anda perlu berhenti mempertanyakan apakah Dia merancangkan hanya yang baik atau juga mengijinkan yang buruk? Bapa sudah menjawab pertanyaan tersebut ketika Dia mengaruniakan Yesus untuk menyelamatkan Anda.

Masalahnya, terkadang banyak orang lebih suka memilih jalannya sendiri, dan itu otomatis berarti mereka menolak jalan Tuhan. Mereka berpikir jalan mereka lebih baik dari jalan Tuhan. Mereka mengira mereka dapat memelihara dan menjaga diri mereka lebih baik dari Tuhan memelihara dan menjaga mereka. Apa tandanya? Sederhana, ketika mereka memilih tidak percaya kepada-Nya dan tidak turut perintah-Nya, ketika mereka memilih untuk menyimpang dari jalan-Nya, pergi, dan menjauh dari-Nya.

Ketika si bungsu pergi, dia memilih menolak penyediaan, penjagaan, pemeliharaan, dan perlindungan yang ditawarkan bapanya. Si bungsu mengira pilihannya lebih baik dari apa yang bapanya berikan. Ternyata si bungsu keliru, karena di luar rumah bapanya, si bungsu melarat dan menderita.

(Baca juga: CARA ANDA MUNGKIN BAIK, TETAPI CARA TUHAN PASTI JAUH LEBIH BAIK)

Bagaimana dengan Anda? Anda dapat memilih menjalani hidup seperti si bungsu, atau seperti Abraham yang meninggalkan segala sesuatunya karena percaya kepada Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.