MELANGKAH KELUAR DARI KETAKUTAN DAN KEKUATIRAN KITA

Bahan renungan:

1 Raja-raja 17:15-16 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Saya sangat terenyuh dengan kisah janda di Sarfat ini. Di tengah situasi yang begitu genting, antara hidup dan mati, dia memilih untuk percaya kepada janji Tuhan.

(Baca juga: DOA DAN NUBUAT BAGI KITA DI TAHUN 2018)

Si janda itu hanya memiliki segenggam gandum dan sedikit minyak, yang menurut hitung-hitungan manusia, akan mengakibatkan dia dan anaknya mati lebih cepat jika dia berikan kepada Nabi Elia. Ya, cepat atau lambat, si janda itu dan anaknya pasti mati jika bergantung kepada segenggam gandum dan sedikit minyak.

Nabi Elia memberikan solusi ampuh kepada janda tersebut, yaitu dengan cara memberikan yang sedikit itu kepadanya. Atau dengan kata lain, Nabi Elia ingin si janda tersebut “melangkah keluar” dari ketakutan dan kekuatirannya dengan cara menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada Tuhan (1 Petrus 5:7).

Hasilnya, dalam ayat 16 tertulis, “Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.” Haleluya.

Apa pesan penting yang Tuhan ingin sampaikan melalui cerita di atas?

Setiap kita memiliki ketakutan dan kekuatiran masing-masing terhadap sesuatu. Satu-satunya cara agar terbebas dari hal itu adalah melangkah keluar dari sana. Tinggalkan ketakutan dan kekuatiran kita, tinggalkan pikiran yang salah dengan cara beralih dan berpegang pada janji Tuhan dan bertindak sesuai apa yang Firman Tuhan katakan.

Terhadap keuangan kita, Firman Tuhan katakan menaburlah, agar kita dapat menuai. Terhadap hubungan kita, Firman Tuhan katakan saling mengasihi dan mengampunilah satu sama lain. Terhadap bisnis atau pekerjaan kita, Firman Tuhan katakan jalanilah dengan cara yang benar dan jujur.

(Baca juga: TUHAN MENGUBAH HIDUP MANTAN PEDAGANG NARKOBA CILIK)

Dengan berpegang kepada janji Tuhan dan bertindak sesuai yang Firman Tuhan katakan, kita tidak perlu lagi takut atau kuatir, karena janji Tuhan YA dan AMIN. Jika kita percaya yang benar, kita akan melakukan yang benar, dan akibatnya, kita pasti mendapatkan hasil yang benar. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MEMBERI YANG TERBAIK DALAM KEKURANGAN

Bahan renungan:

2 Korintus 8:2-3 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.

Saya mau melanjutkan renungan kemarin mengenai empat kisah terbaik dalam hal memberi. Ada kisah mengenai janda miskin di Sarfat (1 Raja-raja 17:1-16), janda miskin yang memberikan dua peser uang (Lukas 21:1-4), Abraham yang tidak segan-segan mempersembahkan Ishak (Kejadian 22:1-14), dan para Rasul yang rela menderita dan martir demi Injil Kristus.

(Baca juga: MENURUT ANDA, SIAPAKAH YESUS?)

Saya bulatkan jadi lima kisah dengan kisah tambahan dari ayat renungan kita di atas yang bercerita mengenai jemaat di Makedonia yang Paulus katakan, “Mereka memberi di dalam kemiskinan dan mereka memberi melampaui kemampuan mereka.” Sungguh menyenangkan mengajar jemaat yang menyadari bahwa janji Tuhan jauh lebih nyata dari ketakutan dan kekuatiran mereka akan kekurangan.

Kelima kisah di atas ditulis dalam zaman yang berbeda, setidaknya dalam waktu yang berbeda. Namun, apakah Anda tahu apa persamaan dari kelima kisah tersebut?

Mudah, mereka sama-sama tidak memiliki banyak, kendati demikian mereka memberikan yang terbaik kepada Tuhan. Saya percaya mereka melakukan hal tersebut karena mereka begitu mencintai Tuhan, Pribadi yang terlebih dahulu mengasihi mereka.

Setiap kisah di atas sangat menggetarkan hati saya. Saya tidak pernah membayangkan ada orang-orang yang memiliki sikap hidup seperti ini di dunia, yang berani memberi di dalam kekurangannya.

(Baca juga: PEMBERIAN MEREKA MEMBUAT YESUS SEMAKIN NYATA)

Saat seseorang memiliki uang ratusan miliar rupiah, tidak heran jika kemudian dia menyumbangkan satu miliar rupiah untuk yatim piatu atau pun yayasan. Semua orang bisa melakukan hal tersebut, memberi di dalam kelebihan. Tidak perlu IMAN untuk memberi di dalam kelebihan, hanya butuh alasan yang tepat untuk memberi.

Tetapi, untuk memberi di dalam kekurangan, Anda butuh IMAN. Anda perlu percaya kepada janji Tuhan, Anda perlu menyadari bahwa janjiNYA nyata. Teman, percayalah, ketika Anda menabur benih dengan IMAN, Anda pasti menuai dengan sorak sorai. Firman Tuhan yang menjaminnya. (penulis: @mistermuryadi)

PEMBERIAN MEREKA MEMBUAT YESUS SEMAKIN NYATA

Bahan renungan:

Lukas 21:2-3 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.

Menurut saya, empat kisah ini, selain kisah Bapa Sorgawi memberikan Yesus (Yohanes 3:16) dan Yesus memberikan nyawaNYA ganti kita (Yohanes 19:3), merupakan empat kisah terbaik yang ada di Alkitab mengenai memberi.

Anda mungkin punya daftar yang berbeda dengan saya, karena memang ada begitu banyak contoh dan teladan yang luar biasa mengenai memberi di Alkitab. Tetapi ini adalah empat kisah terbaik menurut saya: janda miskin di Sarfat yang memberikan minyak dan tepung (1 Raja-raja 17:1-16), janda miskin yang memberikan dua peser uang (Lukas 21:1-4), Abraham mempersembahkan Ishak (Kejadian 22:1-14), dan para Rasul yang martir demi Injil Kristus.

(Baca juga: JANJI TUHAN JAUH LEBIH NYATA DARI MASALAH ANDA)

Saya bersyukur dengan keempat kisah di atas. Entah berapa kali saya mengulang-ulang membaca dan merenungkan kisah mereka. Kalau Anda sedang takut dan kuatir dalam masalah memberi, saya sangat sarankan Anda juga membaca dan merenungkan kisah-kisah di atas sesering mungkin. Melalui kisah-kisah di atas, Anda akan semakin yakin bahwa Tuhan itu sangat nyata, begitu juga janji-janjiNYA.

Kalau Tuhan tidak nyata bagi mereka, saya sangat yakin janda miskin di Sarfat tidak akan memberikan minyak dan tepung terakhirnya untuk Elia, begitu juga Abraham tidak akan mau mempersembahkan Ishak yang sangat dia kasihi, dan para Rasul tidak akan pernah mengorbankan nyawanya demi Injil. Logikanya, untuk apa mereka berkorban demi sesuatu yang tidak nyata?

(Baca juga: KARENA MEMBURU UANG, ORANG MENINGGALKAN IMANNYA)

Bagaimana dengan Anda?

Apakah Tuhan dan janjiNYA nyata bagi Anda? Atau mungkin Anda menganggap ketakutan dan kekuatiran Anda yang lebih nyata? Jika Tuhan lebih nyata untuk Anda, lantas untuk apa takut dan kuatir menabur pemberian Anda? Bukankah DIA sudah berjanji untuk memberkati Anda sampai berkelimpahan dan melipatgandakan pemberian Anda menjadi 30, 60, bahkan 100 kali lipat? (penulis: @mistermuryadi)