MEMBERI ADALAH BUKTI DARI KASIH

Bahan renungan:

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Apakah tanda seseorang mengasihi pasangannya? Orang tersebut akan memberikan sesuatu untuk pasangannya. Semakin berharga nilai pasangannya, semakin besar hal yang diberikan. Ini bukan hanya mengenai uang, tetapi juga cinta, waktu, perhatian, tenaga, dan lain sebagainya. Ketika kita sedang jatuh cinta kepada seseorang, memberi sesuatu yang berharga bukanlah masalah, karena yang kita pikirkan adalah bagaimana cara menyenangkan orang tersebut.

(Baca juga: ABRAHAM KELUAR DARI ZONA NYAMAN KE TEMPAT YANG LEBIH NYAMAN)

Memberi merupakan tanda pertama ketika seseorang mengasihi. Itulah yang Tuhan lakukan terhadap Anda dan saya. Dia begitu mengasihi kita, karena di mata-Nya, kita sangatlah berharga, sehingga Dia rela memberikan yang paling berharga, yaitu Yesus, anak-Nya yang tunggal, untuk kita.

Hal yang sama bagi kita. Ketika kita mengatakan kita mengasihi Tuhan, memberi uang, waktu, tenaga, atau hidup kita kepada-Nya bukanlah hal yang berat, tetapi justru merupakan hal yang menyenangkan dan mendatangkan sukacita.

Teman, jika sampai hari ini Anda masih meragukan kasih Tuhan yang begitu besar bagi Anda, luangkanlah waktu untuk mengingat kembali apa yang telah Yesus lakukan dan lewati bagi Anda di atas kayu salib 2000 tahun lalu. Yesus menanggung segala yang terburuk, yaitu segala dosa, hukuman, kutuk, dan sakit penyakit kita, supaya kita dapat hidup dengan segala yang terbaik, dalam kesehatan, berkat, kesembuhan, dan kasih karunia yang melimpah.

(Baca juga: KETIKA KITA BERDOSA, YESUS DATANG MENYATAKAN KASIHNYA)

Saya percaya pengorbanan Yesus di kayu salib adalah bukti yang lebih dari cukup untuk menunjukkan betapa Tuhan sangat mengasihi kita. (penulis: @mistermuryadi)

PEMBERIAN MEREKA MEMBUAT YESUS SEMAKIN NYATA

Bahan renungan:

Lukas 21:2-3 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.

Menurut saya, empat kisah ini, selain kisah Bapa Sorgawi memberikan Yesus (Yohanes 3:16) dan Yesus memberikan nyawaNYA ganti kita (Yohanes 19:3), merupakan empat kisah terbaik yang ada di Alkitab mengenai memberi.

Anda mungkin punya daftar yang berbeda dengan saya, karena memang ada begitu banyak contoh dan teladan yang luar biasa mengenai memberi di Alkitab. Tetapi ini adalah empat kisah terbaik menurut saya: janda miskin di Sarfat yang memberikan minyak dan tepung (1 Raja-raja 17:1-16), janda miskin yang memberikan dua peser uang (Lukas 21:1-4), Abraham mempersembahkan Ishak (Kejadian 22:1-14), dan para Rasul yang martir demi Injil Kristus.

(Baca juga: JANJI TUHAN JAUH LEBIH NYATA DARI MASALAH ANDA)

Saya bersyukur dengan keempat kisah di atas. Entah berapa kali saya mengulang-ulang membaca dan merenungkan kisah mereka. Kalau Anda sedang takut dan kuatir dalam masalah memberi, saya sangat sarankan Anda juga membaca dan merenungkan kisah-kisah di atas sesering mungkin. Melalui kisah-kisah di atas, Anda akan semakin yakin bahwa Tuhan itu sangat nyata, begitu juga janji-janjiNYA.

Kalau Tuhan tidak nyata bagi mereka, saya sangat yakin janda miskin di Sarfat tidak akan memberikan minyak dan tepung terakhirnya untuk Elia, begitu juga Abraham tidak akan mau mempersembahkan Ishak yang sangat dia kasihi, dan para Rasul tidak akan pernah mengorbankan nyawanya demi Injil. Logikanya, untuk apa mereka berkorban demi sesuatu yang tidak nyata?

(Baca juga: KARENA MEMBURU UANG, ORANG MENINGGALKAN IMANNYA)

Bagaimana dengan Anda?

Apakah Tuhan dan janjiNYA nyata bagi Anda? Atau mungkin Anda menganggap ketakutan dan kekuatiran Anda yang lebih nyata? Jika Tuhan lebih nyata untuk Anda, lantas untuk apa takut dan kuatir menabur pemberian Anda? Bukankah DIA sudah berjanji untuk memberkati Anda sampai berkelimpahan dan melipatgandakan pemberian Anda menjadi 30, 60, bahkan 100 kali lipat? (penulis: @mistermuryadi)

TUHAN ADALAH PRIBADI YANG MAHA PENYAYANG

Bahan renungan:

Mazmur 103:8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Sejak kecil kita mungkin sering mendengar seseorang mengatakan, “Kalau kamu berbuat baik, Tuhan sayang kepadamu, namun kalau kamu jahat, Tuhan akan marah dan menghukum kamu.” Karena pemikiran ini akhirnya banyak orang percaya mulai hidup di dalam ketakutan terhadap TUHAN. Akibatnya, seringkali mereka datang ke gereja atau persekutuan namun tidak merasakan kebaikan dan kemurahan Tuhan (kesembuhan, berkat, pemulihan).

Saat ada sakit penyakit atau ada masalah, sering kali orang-orang ini berkata, “Sepertinya Tuhan sedang menghukum saya karena dosa masa lalu saya” atau yang paling umum, “Ya, sepertinya Tuhan memang mengijinkan ini untuk mengajarkan saya kerendahan hati.”

Jika pikiran di atas pernah timbul di hati anda, hardik sekarang juga! Teman, Tuhan adalah kasih. Bagaimana mungkin cara menyatakan kasih adalah dengan menghukum atau memberikan yang buruk? Kita saja tidak mungkin lakukan hal tersebut kepada anak kita, bukan?

Tuhan mengasihi kita tidak berdasarkan sikap atau perbuatan baik kita kepadaNYA. Dia mengasihi kita karena DIA MEMUTUSKAN untuk mengasihi kita, tidak peduli siapa kita, apa yang kita lakukan, atau bagaimana latar belakang kita. “Apa buktinya?” Buktinya adalah DIA memberikan YESUS untuk kita.

Teman, Tuhan adalah Pribadi yang maha penyayang dan pengasih, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia. Dan DIA mengasihi Anda karena Anda adalah anak-anak kesayanganNYA. (penulis: @mistermuryadi)