TERNYATA BUKAN TUHAN YANG MENUNDA JALAN KELUAR BAGI HIDUP KITA

Bahan renungan:

Mazmur 121:2 Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Saya tidak tahu bagaimana dengan Anda, tetapi berdasarkan pengalaman, saya menemukan banyak orang mengira menantikan pertolongan Tuhan berarti menunggu, tanpa perlu berbuat apa-apa. Saya percaya hal tersebut keliru.

(Baca juga: SAAT MARTA SEPAKAT DENGAN YESUS, LAZARUS BANGKIT!)

Menantikan pertolongan Tuhan bukan berarti Anda pasif menunggu. Justru sebaliknya, Anda perlu bertindak. Bertindak yang saya maksud adalah bertindak berdasarkan janji Tuhan yang Anda percayai. Misalnya Anda percaya Tuhan memberkati pekerjaan tangan Anda, seperti yang tertera dalam Ulangan 2:7, Anda tidak dapat diam, tidak berbuat apa-apa, lalu mengharapkan Tuhan memberkati hidup Anda.

Begitu juga jika Anda ingin hidup dalam kasih karunia dan damai sejahtera seperti yang dijanjikan dalam 2 Petrus 1:2. Anda tidak dapat diam dan tidak berbuat apa-apa, Firman Tuhan mengatakan Anda perlu semakin mengenal Tuhan Yesus. Itu artinya, Anda perlu luangkan waktu Anda untuk membaca dan merenungkan Firman, dan mengalokasikan sebagian uang Anda untuk membeli buku rohani atau rekaman khotbah yang Anda membantu Anda semakin mengenal Tuhan Yesus.

Satu contoh lagi. Jika Anda mengharapkan hubungan pernikahan yang indah dan mesra, Anda tidak dapat berdiam diri, dan menunggu pasangan Anda berubah. Firman Tuhan dalam Efesus 5:22 dan 24 mengatakan, para istri perlu tunduk kepada suami seperti kepada Kristus, dan para suami perlu mengasihi istri seperti Kristus mengasihi jemaat. Siapa yang perlu melakukan terlebih dahulu, suami atau istri? Bagi saya, yang perlu melakukan terlebih dahulu adalah Anda yang benar-benar mengharapkan hubungan pernikahan yang indah dan mesra.

(Baca juga: DOA ORANG PERCAYA TIDAK BERTELE-TELE)

Jika Anda renungkan, ternyata bukan Tuhan yang menunda jalan keluar bagi hidup kita. Seringkali, kita tidak menemukan jalan keluar karena kita hanya diam dan menunda untuk bertindak berdasarkan apa yang Firman Tuhan katakan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUJUAN DARI TUBUH YANG DIPECAHKAN DAN DARAH YANG DITUMPAHKAN

Bahan renungan:

Kolose 1:21-22 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Selain menebus dan menyelamatkan hidup kita, salah satu tujuan dari kematian Kristus di hari Jumat Agung adalah untuk memperdamaikan kita dengan Bapa di Sorga. Tubuh Yesus yang dipecahkan dan darah-Nya yang ditumpahkan membuat segala sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Kita, yang sebelumnya tidak layak, dilayakkan. Kita, yang sebelumnya jauh dari Tuhan akibat dosa, sekarang dipersatukan dalam sebuah persekutuan kasih. Kita, yang tidak benar dan tidak kudus, kini dipandang benar dan kudus oleh Bapa Sorgawi.

(Baca juga: MENGAPA YESUS INGIN KITA MEMERINGATI JUMAT AGUNG?)

Hari ini saya ingin mengajak kita memperhatikan satu kalimat menarik dari ayat renungan kita di atas. Rasul Paulus menjelaskan maksud dari pendamaian antara Bapa dengan manusia, yaitu melalui kematian Kristus, kini kita dipandang kudus, tidak bercela, dan tidak bercacat di hadapan Bapa Sorgawi.

Itu sebuah kebenaran yang sangat dahsyat. Ketika kita mengakui tubuh dan darah Yesus, atau dengan kata lain, ketika kita percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat, saat itu juga kita ditempatkan atau dipandang kudus dan tidak bercacat cela di hadapan Bapa Sorgawi. Bapa tidak lagi memandang kita sebagai orang berdosa, melainkan sebagai anak kesayangan-Nya. Bapa tidak lagi melihat kita sebagai seteru-Nya, melainkan sebagai rekan sekerja-Nya.

Penting kita mengerti dan menyadari kebenaran tersebut, karena segala janji yang Tuhan ucapkan hanya disediakan untuk orang-orang yang kudus dan tidak bercacat cela, atau dengan kata lain, orang benar. Tubuh Yesus yang dipecahkan dan darah-Nya yang ditumpahkan telah membuat kita yang percaya menjadi orang benar, atau kita juga dapat menyebut diri kita sebagai orang kudus yang tidak bercacat cela.

(Baca juga: ANDA ADALAH ORANG BENAR YANG DIMAKSUD OLEH ALKITAB)

Jadi, setiap kali membaca mengenai hidup kudus dan tidak bercacat cela, seperti yang kita temukan dalam 1 Timotius 6:14, hal tersebut tidak hanya berbicara mengenai melakukan perbuatan yang benar, tetapi juga berbicara mengenai fakta bahwa ketika kita percaya kepada Yesus, kita dianggap benar dan kudus oleh Bapa Sorgawi. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

MAKNA KATA HAGAH

Bahan renungan:

Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Hari ini saya ingin membahas makna dari kata hagah, yang merupakan alasan utama saya menamakan blog ini hagahtoday.com.

(Baca juga: MAKSUD DARI JADILAH PETANG, JADILAH PAGI)

Kata “hagah” dalam bahasa Ibrani berarti meditasi atau merenungkan. Juga, sering diartikan dengan mengucapkan kata-kata sambil bergumam. Kata “hagah” terdiri dari tiga huruf Ibrani, yaitu He, Gimel, dan He (Anda dapat melihat bentuk hurufnya di sini).

Huruf He merupakan huruf kelima dalam alfabet Ibrani, yang memiliki bentuk seperti jendela. Orang Israel sering mengartikan jendela itu sebagai pewahyuan dari Tuhan. Namun, huruf He juga sering diartikan sebagai kasih karunia. Sedangkan, huruf Gimel di zaman Israel kuno memiliki bentuk seperti onta (hewan yang dijadikan alat transportasi pada zaman itu).

Jadi, jika kita jabarkan, kata “HAGAH” melukiskan KASIH KARUNIA – ONTA (alat transportasi) – KASIH KARUNIA.

Ada maksud yang sangat dahsyat di dalam kata tesebut. Alkitab merupakan Injil Kasih Karunia (Kisah Para Rasul 20:24) yang jika kita renungkan dan perkatakan siang dan malam (hagah), maka Kasih Karunia tersebut akan mengalir, berpindah, atau dibawa ke dalam kehidupan kita, sehingga hidup kita jadi berlimpah dengan Kasih Karunia Tuhan seperti yang dijanjikan dalam 2 Petrus 1:2.

(Baca juga: BERTUMBUHLAH DALAM KASIH KARUNIA DAN PENGENALAN AKAN YESUS)

Kasih karunia Tuhan mencakup keselamatan, jaminan masuk ke sorga, penjagaan, pemeliharaan, kesembuhan, kesehatan, berkat, kelimpahan, pembebasan dari kutuk, kuasa, dan mukjizat. Haleluya!(penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MAKAN SEHIDANGAN DENGAN SANG RAJA

Bahan renungan:

2 Samuel 9:7 Kemudian berkatalah Daud kepadanya: “Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.”

Kisah di atas adalah mengenai Mefiboset, cucu dari Raja Saul yang timpang kedua kakinya. Karena perjanjian yang pernah dibuat oleh Daud dan Yonatan, Mefiboset yang seharusnya ditumpas, diampuni oleh Daud, dan bahkan diperlakukan sebagai anak raja (2 Samuel 9:11).

(Baca juga: TUHAN LAYAK MENERIMA WAKTU-WAKTU TERBAIK KITA)

Pada zaman itu, jika seorang raja kalah, keturunannya harus ditumpas habis supaya menghindari kudeta di kemudian hari. Namun Daud, yang merupakan gambaran dari Bapa Sorgawi, mengampuni Mefiboset dan mengembalikan seluruh kepunyaan Raja Saul kepadanya (2 Samuel 9:9-10).

Namun hari ini saya bukan ingin membahas mengenai Mefiboset, Daud, ataupun Yonatan. Saya ingin membahas mengenai makan sehidangan dengan raja.

Mefiboset adalah gambaran dari kita. Orang-orang yang “timpang” hidupnya, tetapi menerima kasih dan kebaikan Bapa Sorgawi. Bapa tidak lagi melihat kekurangan atau kelemahan kita, karena apa yang telah Yesus lakukan bagi kita di atas kayu salib.

(Baca juga: KETAKUTAN ADALAH CARA IBLIS MENGHAMBAT HIDUP ANDA)

Kita dilayakkan makan sehidangan dengan Sang Raja. Apa maksudnya? Makan sehidangan berarti kita makan apa yang raja makan, atau dengan kata lain, kita memiliki yang raja miliki. Itu adalah sebuah kebenaran yang luar biasa. Jika Yesus sehat, itu artinya sehat adalah bagian kita. Jika Yesus penuh dengan berkat, itu artinya kita pun demikian. Jika hidup Yesus diikuti dengan mukjizat dan tanda-tanda ajaib, demikianlah hidup kita. Jika Yesus dikasihi Bapa Sorgawi, kita pun demikian. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JADIKAN JANJI TUHAN BAGIAN PENTING DARI HIDUP ANDA

Bahan renungan:

Mazmur 23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Daud dapat mengatakan bahwa Tuhan adalah gembala yang baik, tetapi Daud memiliki mengatakan Tuhan adalah gembalaku. Dengan mengatakan demikian, Daud sedang memberikan sebuah pernyataan bahwa Tuhan adalah bagian dari dirinya.

(Baca juga: CARA BERBUAH 30, 60, 100 KALI LIPAT)

Banyak orang menjadikan Tuhan dan kebenaran-Nya sesuatu yang bersifat “suplemen” atau tambahan. Sesuatu yang mereka cari hanya ketika mereka membutuhkannya, ketika mereka ada di dalam situasi yang genting. Mereka tidak menjadikan Tuhan dan kebenaran-Nya sebagai sesuatu yang bersifat pribadi.

Saat kita lahir baru, kita bukan hanya mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, tetapi mengakui Yesus sebagai Tuhanku dan Juruselamatku satu-satunya. Tidak ada yang lain.

Kita perlu sampai di satu titik bahwa kita menjadikan janji Tuhan sebagai bagian penting dari kehidupan kita. Kita perlu menyadari bahwa janji Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Yesus telah memeteraikan setiap janji tersebut dengan darah-Nya yang kudus bagi kita. Mazmur 23:6 mengatakan bahwa kebajikan dan kemurahan belaka mengikuti hidup kita. Ya, rencana Tuhan adalah memastikan setiap orang percaya hidup menikmati segala yang terbaik yang Dia sediakan bagi kita.

Dengan demikian, kita dapat mengerti hak-hak kita sebagai ahli waris Kerajaan Sorga seperti yang tertulis di dalam Galatia 4:7, “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.”

(Baca juga: INILAH PENYEBAB UTAMA KITA DEPRESI)

Teman, setiap kita yang percaya kepada Yesus berhak untuk hidup sehat, panjang umur, sukacita, berkelimpahan, tenang, dan damai sejahtera. Kita berhak menikmati hal tersebut karena Yesus menjanjikannya bagi kita, anak-anak kesayangan-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KITA PERLU MEMPRIORITASKAN KEBENARAN

Bahan renungan:

Matius 8:24-25 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”

Petrus adalah nelayan handal. Dia tahu jenis-jenis angin yang berbahaya. Suatu hari, saat ada angin ribut mengamuk, Petrus dan para murid lain ketakutan. Mereka tahu angin tersebut dapat menghancurkan kapal mereka. Layaknya paduan suara, mereka kompak berteriak, “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Sementara, Yesus tertidur dengan lelap.

(Baca juga: RUMAH DI ATAS BATU VS. RUMAH DI ATAS PASIR)

Sangat kontras sekali respons Yesus dan para murid saat berhadapan dengan badai. Sangat kontras respons orang yang mendirikan rumah di atas batu dengan orang yang mendirikan rumah di atas pasir.

Teman, kapan terakhir kali Anda merespons badai kehidupan dalam hidup Anda dengan tenang dan dalam keadaan damai sejahtera?

2 Petrus 1:2 mengatakan kasih karunia dan damai sejahtera melimpah atas kita oleh karena pengenalan akan Kristus.

Banyak di antara kita ingin hidup melimpah dalam kasih karunia dan damai sejahtera, tetapi sangat sedikit sekali yang mau meluangkan waktu untuk mengenal Kristus.

Kita dapat tidur subuh demi menonton sepakbola, sementara paginya bekerja. Kita rela lembur sampai larut malam demi karir dan bisnis. Kita dapat menghabiskan waktu berjam-jam dari satu rapat ke rapat berikutnya tanpa mengantuk sedikit pun. Sementara, pada saat membaca Alkitab atau mendengarkan khotbah, kita berkata, “Tuhan pasti mengerti kalau saya sedang capek.”

(Baca juga: MERDEKA DARI KETAKUTAN)

Jika kita pertahankan sikap seperti di atas, jangan heran setiap kali datang hujan, banjir, dan badai, kita selalu ketakutan. Mari kita ubah sikap kita memperlakukan kebenaran. Kita perlu memprioritaskan kebenaran dalam hidup kita. Lebih penting dari semua rapat kita, lebih berharga dari semua klien kita, dan lebih utama dari semua kegiatan kita. (penulis: @mistermuryadi)

HARGAI HIDUP ANDA, KARENA ANDA DITEBUS DENGAN HARGA YANG MAHAL

Bahan renungan:

1 Petrus 1:18-19 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Tuhan sudah membayar Anda dengan darah Yesus yang mahal. Jika Anda menyadari dan menghargai besarnya pengorbanan Yesus di kayu salib, Anda tidak akan hidup sembarangan. Anda pasti akan menghargai kehidupan yang Tuhan sudah anugerahkan kepada Anda.

(Baca juga: SEMUA BERKAT YANG KITA MILIKI BERASAL DARI TUHAN)

Saya berikan ilustasi. Jika Anda melihat, bahkan membantu orangtua Anda mati-matian bekerja demi membiayai sekolah Anda, bahkan mereka rela pinjam uang sana sini demi Anda lulus, apakah Anda akan mengabaikan sekolah Anda? Apakah Anda akan seenaknya bolos dari sekolah? Saya yakin Anda tidak akan sia-siakan sekolah Anda, karena Anda tahu jika Anda tinggal kelas, harganya adalah orangtua Anda perlu semakin susah payah membanting tulang.

(Baca juga: BERGAUL DENGAN ORANG YANG TEPAT DAPAT MENGUBAH HIDUP ANDA)

Hal yang sama terhadap apa yang telah Yesus lakukan bagi Anda 2000 tahun lalu. Dia sudah mengorbankan nyawa-Nya dan menanggung semua yang buruk agar Anda dapat hidup dalam anugerah. Jika Anda menyadari hal tersebut, Anda tidak akan buang sedikit pun waktu untuk hal yang tidak berguna dan negatif. Anda pasti akan menghargai kehidupan yang Tuhan sudah anugerahkan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.