CARA MENANG TERHADAP KRISIS

Bahan renungan:

1 Yohanes 4:17 mengatakan, “Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.”

Perhatikan kata “Hari Penghakiman” pada ayat di atas. Jika diterjemahkan dari bahasa aslinya, kata tersebut berarti krisis. Krisis yang kita hadapi dalam kehidupan bermacam-macam, mulai dari sakit penyakit, bisnis yang tidak berkembang, keluarga yang hancur, gaji yang kurang memuaskan, dan lain sebagainya.

(Baca juga: TERTANAM DAN BERTUMBUH DI SEBUAH GEREJA LOKAL)

Firman Tuhan mengatakan, jika kita memiliki kasih Bapa, atau dengan kata lain, kita menyadari bahwa kita sangat dikasihi oleh Bapa, kita akan memiliki keberanian menghadapi krisis. Kita tidak akan ketakutan atau kuatir terhadap segala perkara yang ada di hadapan kita, karena kita tahu pasti bahwa Tuhan senantiasa menyediakan yang terbaik bagi kita, dan kita aman di dalam perlindungan-Nya.

Supaya kita dapat menyadari bahwa kita dikasihi, penting bagi setiap kita untuk merenungkan kasih Tuhan. “Bagaimana cara merenungkan kasih Tuhan?” Caranya mudah, yaitu dengan merenungkan apa yang Tuhan telah kasih atau berikan kepada kita. Contoh, kita dapat merenungkan kesembuhan, kelimpahan, masa depan indah, pemulihan, kesehatan, atau pemeliharaan yang Dia berikan 2000 tahun lalu di atas kayu salib.

Jadi, jangan membaca Alkitab tanpa arah yang jelas. Baca dan renungkan janji yang Tuhan berikan bagi kita, sesuai kebutuhan kita. Jika kita sedang sakit, baca dan renungkan kisah-kisah kesembuhan, seperti kisah wanita pendarahan 12 tahun, kisah si buta dan si kusta yang disembuhkan oleh Yesus, dan lain sebagainya. Jika kita sedang mengalami masalah finansial, baca dan renungkan kisah-kisah seperti si janda miskin yang memberikan seluruh hartanya, Mazmur 23 tentang Gembala Yang Baik, atau Matius 6:25-34 mengenai Hal Kekuatiran.

(Baca juga: APA BENAR TUHAN MENGGUNAKAN MASALAH UNTUK MELATIH KITA?)

Dengan merenungkan janji Tuhan, hati dan pikiran kita akan tenang, dan jiwa kita akan menyadari bahwa Tuhan sangat mengasihi kita dan Dia setia terhadap janji-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

 

KEKUATAN SEBUAH KENANGAN INDAH

Bahan renungan:

Keluaran 13:8 Pada hari itu harus kauberitahukan kepada anakmu laki-laki: Ibadah ini adalah karena mengingat apa yang dibuat TUHAN kepadaku pada waktu aku keluar dari Mesir.

Ada sepasang suami istri, sebut saja Bob dan Jane, yang baru menikah. Dalam perjalanan bulan madu, mereka mengalami sebuah kecelakaan yang mengakibatkan Jane kehilangan ingatan tentang segala sesuatu yang terjadi selama satu tahun terakhir.

(Baca juga: JANGAN MELUPAKAN KASIH SETIA TUHAN)

Satu tahun terakhir adalah masa Bob dan Jane bertemu, lalu memutuskan untuk berpacaran, hingga akhirnya mereka menikah. Singkat cerita, Bob berusaha mengembalikan ingatan Jane dengan cara mengajaknya ke tempat-tempat mereka biasa menghabiskan waktu bersama. Pihak keluarga pun berusaha meyakinkan bahwa Jane pernah sangat mencintai Bob, sambil menunjukkan foto-foto pernikahan mereka.

Berbagai cara telah dilakukan, tetapi Jane tetap tidak mengingat kalau dia pernah mencintai Bob. Jane kehilangan seluruh memorinya bersama Bob. Hal tersebut mengakibat Jane kehilangan cintanya terhadap Bob. Akhirnya, mereka pun memutuskan untuk berpisah.

Menyambung renungan kemarin, hari ini, saya ingin kita menyadari pentingnya mengingat kenangan indah akan kebaikan Tuhan. Sama seperti kisah di atas, jika saja Jane dapat mengingat kenangan indah yang pernah dia lalui bersama Bob, perasaan cinta itu pasti akan muncul kembali.

(Baca juga: APA YANG ABRAHAM PIKIRKAN SAAT MEMPERSEMBAHKAN ISHAK?)

Di saat kita mengalami sesuatu yang sulit dan tidak mengenakan, berdiamlah sejenak, ingatlah kembali kenangan-kenangan indah kita bersama Tuhan. Sementara kita memejamkan mata mengingat kebaikan Tuhan, hati kita akan kembali diteguhkan, ketakutan akan mulai menyingkir, dan jiwa kita akan kembali menemukan damai sejahtera dan sukacita. (penulis: @mistermuryadi)

JANGAN MELUPAKAN KASIH SETIA TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 119:93 “Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku.”

Lupa terhadap janji Tuhan dapat mengakibatkan masalah besar dalam kehidupan orang percaya. Contohnya, kita mendoakan kesembuhan bagi orang sakit flu, demam, sakit pusing, batuk, tetapi saat bertemu dengan orang yang menderita AIDS, kanker stadium lanjut, tumor ganas, kita berpikir Tuhan tidak mampu menyembuhkan penyakit tingkat tinggi itu. Kita lupa bahwa bukan hanya penyakit ringan yang telah Yesus tanggung di atas kayu salib, tetapi juga penyakit-penyakit yang belum ditemukan obatnya.

(Baca juga: TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN DAN ORANG PERCAYA)

Teman, penting bagi setiap kita untuk menghitung kebaikan Tuhan dan mengingat kasih setia-Nya di dalam hidup kita. Supaya pada saat masalah datang, kita dapat tetap teguh, karena kita tahu bahwa jika Tuhan selamatkan kita dulu, besok pun Dia pasti selamatkan kita.

(Baca juga: APA BENAR MENABUR DAPAT MEMBUAT KITA HIDUP DALAM KELIMPAHAN?)

Raja Daud mengajarkan untuk senantiasa mengingatkan diri kita akan hal-hal ini, “Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali (Mazmur 103:2-5).” (penulis: @mistermuryadi)

YUSUF MENJADI PENGUASA ATAS ORANG NOMOR SATU DI MESIR

Bahan renungan:

Kejadian 45:8b … Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.

Yusuf memang bukan orang nomor satu di Mesir, tetapi Yusuf adalah orang yang menguasai orang nomor satu Mesir. Menurut Anda, mana yang lebih hebat di antara kedua jabatan tersebut?

(Baca juga: BERTUMBUHLAH DALAM KASIH KARUNIA DAN PENGENALAN AKAN YESUS)

Saya percaya tidak banyak di antara kita yang pernah mengalami seperti yang Yusuf alami. Yusuf dibuang oleh saudara-saudaranya, Yusuf menjadi budak, dan Yusuf dipenjara. Yusuf melewati semua proses tersebut bersama-sama dengan Tuhan.

Tunggu sebentar. Saya tidak ingin Anda berpikir bahwa Tuhan ingin memproses Yusuf, sehingga Tuhan membuat Yusuf menderita. Bukan, bukan Tuhan yang merencanakan hal tersebut terjadi dalam hidup Yusuf. Yusuf menderita akibat ulahnya sendiri. Akibat perkataan yang “terlalu tinggi”. Anda dapat membacanya di Kejadian 37:6-11 saat Yusuf mengatakan bahwa keluarganya akan sujud menyembah dia di waktu yang tidak tepat.

Meksi demikian, tidak sekalipun Tuhan meninggalkan Yusuf. Firman Tuhan katakan dalam Kejadian 39:21, “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya …” Yusuf menyadari hal tersebut bahwa Tuhan adalah sumber kehidupannya, dan dia pun perlahan mulai mengubah hidupnya.

Berikut adalah perubahan yang terjadi di dalam hidup Yusuf. Pertama kali Yusuf bermimpi dan menceritakan mimpi tersebut kepada keluarganya, tidak sekalipun Yusuf menyebut nama Tuhan. Saya berasumsi Yusuf menceritakan mimpi tersebut dengan dagu terangkat sambil tersenyum sinis merendahkan keluarganya. Belasan tahun setelah itu, Yusuf menyadari kesalahannya dan mengubah karakternya.

Dalam Kejadian 40:8, ketika menerangkan mimpi juru minuman dan juru roti, Yusuf mengatakan, “Allah yang menerangkan mimpi.” Juga dalam Kejadian 41:16, ketika mengartikan mimpi Firaun, Yusuf berkata, “Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah …”

Teman, mungkin hari ini Anda sedang mengalami penderitaan seperti Yusuf. Penderitaan yang Anda sebabkan sendiri. Namun jangan takut, saya ingin Anda tahu bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan Anda dan Tuhan tidak pernah menyerah terhadap Anda. Dia ingin mengangkat, memulihkan, dan memberkati Anda. Dia ingin mengubah yang buruk dalam hidup Anda menjadi indah.

(Baca juga: FIRMAN TUHAN ADALAH GPS TERBAIK)

Sama seperti Yusuf, maukah Anda menyadari kesalahan Anda, mengubah haluan hidup Anda, dan kembali kepada-Nya? Maukah Anda mulai melibatkan Tuhan dalam segala keputusan Anda? Maukah Anda mulai meninggalkan pergaulan yang buruk, berhenti mendengar informasi yang salah, dan mulai mengarahkan pandangan Anda kepada kebenaran Firman Tuhan? (penulis: @mistermuryadi)

TUHAN TAHU DOSA KITA, TETAPI DIA TETAP MENGASIHI KITA

Bahan renungan:

Ibrani 6:12 Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.

Mungkin tidak mudah menemukan saudara atau sahabat yang masih mau memperlakukan kita dengan baik, saat kita memperlakukan mereka dengan buruk. Juga, tidak banyak orang yang dapat mengingat kebaikan kita di antara ratusan keburukan kita.

(Baca juga: TIGA KATA INI SEHARUSNYA TIDAK DIUCAPKAN OLEH ORANG PERCAYA)

Namun, Tuhan yang kita sembah berbeda. Dia tahu seluruh dosa kita, tetapi Dia tetap memilih mengasihi kita. Dia tahu semua keburukan kita, tetapi Dia tetap memanggil kita, “Yang Kukasihi…”

Seseorang pernah bertanya, “Koh Zaldy, jika saya terus menerus melakukan dosa yang sama, kemudian minta ampun, lalu saya lakukan lagi dosa tersebut, apakah Tuhan masih mau menerima saya?” Banyak orang mengira kasih Tuhan kepada kita dibatasi oleh banyaknya dosa yang kita lakukan. Teman, itu sungguh keliru.

Jika Anda terus menerus melakukan kesalahan yang sama, mungkin orang-orang di sekitar Anda akan menjauhi Anda, tetapi Tuhan tidak. Tidak peduli seberapa dahsyat dosa yang Anda perbuat, Dia tetap mengasihi Anda, Dia tetap menganggap Anda kesayangan-Nya. Kasih-Nya kepada Anda tidak tergantung dari sedikit atau banyak dosa yang Anda lakukan, karena kasih-Nya tidak bersyarat.

Namun, adalah sebuah kebodohan untuk hidup di dalam dosa terus menerus. Tuhan menebus seluruh dosa kita supaya kita dapat terbebas dari kutuk dosa. Supaya kita menjadi orang yang merdeka. Banyak orang yang mengira berendam di kubangan dosa adalah hal yang menyenangkan. Teman, berbuat dosa sama dengan memberikan ijin kepada iblis untuk menghancurkan kehidupan indah yang Tuhan sediakan bagi kita.

(Baca juga: TUHAN SUDAH MENENTUKAN TAKDIR DAN NASIB MANUSIA)

Hari ini saya ingin Anda menyadari kasih-Nya. Benar Tuhan setia mengasihi kita, tetapi tidak berarti Tuhan setuju dengan segala dosa kita. Justru Dia setia mengasihi kita supaya kita berbalik dari dosa dan pelanggaran kita dan memilih untuk hidup dalam rencana-Nya yang indah. (penulis: @mistermuryadi)

DI TENGAH PENCOBAAN, TUHAN DATANGKAN KEBAIKAN

Bahan renungan:

Yakobus 1:2-3 “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.”

Kata “anggaplah” dalam ayat ini berarti hal tersebut bukan yang sebenarnya dirasakan. Anda pasti setuju bahwa tidak ada pencobaan atau penderitaan yang enak. Jadi, pada dasarnya ayat ini mengatakan, seandainya kita, karena satu dan lain hal, masuk ke dalam pencobaan, entah itu karena salah kita atau orang lain, anggaplah itu sebagai suatu kebahagiaan. Kenapa? Roma 8:28 katakan, “TUHAN turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA.” TUHAN tetap sanggup datangkan kebaikan sekalipun kita sedang dalam pencobaan.

(Baca juga: YESUS SELALU DAPAT MENEMUKAN YANG BAIK DARI KITA)

Misalnya: karena keputusan ayah Anda terhadap bisnisnya, Anda jadi hidup susah. Itu bukan salah Anda. Anda hanya terkena dampak dari keputusan ayah Anda. Firman Tuhan katakan, anggaplah itu sebagai suatu kebahagiaan. Bukan bahagia terhadap pencobaannya, tapi bahagia karena selalu ada hal-hal baik yang bisa TUHAN datangkan di dalam peristiwa tersebut. Seperti: ayah Anda bertobat dan berserah kepada YESUS, ayah Anda mau diajak ke persekutuan, dan lain sebagainya.

(Baca juga: KALAU TUHAN KATAKAN KITA BERHARGA, OPINI LAIN TIDAK PENTING)

Satu hal yang perlu Anda pahami, bahwa pencobaan bukan berasal dari TUHAN. Kita tahu TUHAN hanya memberikan yang terbaik kepada kita, anak-anakNYA. Kita telah belajar, manusia masuk ke dalam pencobaan karena keinginannya sendiri (Yakobus 1:13-15). Dan kabar sukacitanya, sekalipun kita terperosok ke dalam pencobaan, entah akibat ulah kita sendiri atau orang lain, TUHAN tetap setia dan DIA sanggup datangkan kebaikan kepada kita. Tidak ada alasan bagi kita untuk menyerah terhadap pencobaan, karena ada TUHAN yang setia bersama kita. (penulis: @mistermuryadi)

BANYAK ALASAN UNTUK BERSYUKUR KEPADA TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 136:1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNYA.

Ketika saya membaca seluruh Mazmur 136 saya bisa membayangkan Bangsa Israel berkumpul, saling bergandengan tangan, menari, dan menyanyi saling berbalasan untuk mengingat kebaikan Tuhan.

“Dengan tangan yang kuat dan dengan lengan yang teracung! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.”

” Kepada Dia yang memimpin umatNya melalui padang gurun! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”

“Dia yang memberikan roti kepada segala makhluk; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.”

Teman, saya hanya ingin mengatakan ada begitu banyak alasan bagi kita untuk bersyukur. Berhenti melihat segala sesuatu dari “kacamata” yang negatif yang akan membuat Anda stres, depresi, dan pesimis. Lihatlah kasih setia Tuhan di dalam hidup Anda dan bersyukurlah.

(Baca juga: Mengingat Kasih Tuhan)

Saya sering melakukan ini. Memutar musik, lalu bernyanyi, dan menari di ruang tamu rumah saya. Ya, saya memiliki masalah dan tekanan yang sama dengan Anda. Namun saya tidak mau membiarkan masalah-masalah tersebut mengambil sukacita dan damai di dalam hati saya. Saya tahu bahwa Tuhan memberikan saya kekuatan untuk menanggung segala sesuatu. Saya percaya Tuhan melakukan hal yang sama untuk Anda.

Teman, bersyukurlah. Lupakan sejenak masalah Anda yang besar, hari ini ingatlah bahwa Anda memiliki Tuhan yang besar. Ayo, bersyukurlah bersama dengan saya! Lupakan sejenak masalah keuangan, masalah keluarga, masalah pribadi, atau pun masalah hari esok Anda.

Saya percaya ada alasan mengapa Firman Tuhan katakan hati yang gembira adalah obat. Mari teman, bergembiralah hari ini! Di gereja, berikan respons ketika sang pemimpin pujian mengajak Anda mengangkat tangan, menari, atau melompat. Ya, bersukacitalah sebab Tuhan kita hebat dan besar. Bersukacitalah karena Tuhan sangat mengasihi Anda. (penulis: @mistermuryadi)