ANDA SANGAT DIKASIHI DAN DIINGINKAN OLEH TUHAN

Bahan renungan:

Yesaya 43:4 Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

Saya tidak memungkiri ada manusia yang dapat mengasihi orang lain tanpa syarat, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Yang sering kita temukan adalah kasih yang bersyarat. Itulah perbedaan mencolok antara kasih Tuhan dan manusia. Hari ini, saya hanya ingin kita menyadari bahwa kasih manusia terbatas, tetapi kasih Tuhan kepada kita tidak pernah berubah, dan tidak bersyarat.

(Baca juga: APAKAH ANDA TAHU BAHWA BAPA SANGAT MENGASIHI ANDA?)

Mungkin saja Anda sedang merasa dilupakan, ditinggalkan, atau dibuang oleh orang-orang yang Anda pikir mengasihi Anda selama ini, tetapi ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah melupakan, meninggalkan, dan membuang Anda.

(Baca juga: KEHANCURAN BUKAN AKHIR SEGALANYA SELAMA KITA PERCAYA TUHAN)

Mungkin juga Anda sedang merasa tidak layak, tidak pantas, dan tidak berhak untuk dikasihi karena hal-hal yang telah Anda perbuat. Jika demikian, ketahuilah bahwa Tuhan mengasihi Anda bukan karena Anda baik, berprestasi, setia melayani, atau rajin berdoa puasa, melainkan karena Anda adalah anak-Nya di dalam Kristus Yesus. Hanya itu alasannya, tidak ada yang lain. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

BETAPA LEBAR, PANJANG, TINGGI, DAN DALAM KASIH KRISTUS

Bahan renungan:

Yesaya 49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

Seorang pujangga mengatakan, “Kasih ibu sepanjang masa.” Saya percaya seorang ibu memiliki kasih yang sangat besar kepada anaknya. Tidak peduli sang anak berhasil ataupun gagal, sang ibu pasti akan mencintai anaknya dengan segenap hati. Tidak peduli penurut ataupun pembangkang, sang ibu akan memberikan segala yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Kita patut berterima kasih kepada para ibu yang menjaga dan memelihara kita.

(Baca juga: SUDAH SEJAUH MANA ANDA BERJALAN DI TAHUN INI?)

Saya pribadi begitu menyadari betapa besar kasih ibu saya kepada saya. Dia rela memberikan yang dia miliki demi saya. Saya tidak pernah meragukan kasih ibu saya.

Meski demikian, tidak sedikit anak-anak yang dijual oleh ibunya, ditinggalkan dan dibuang, diperlakukan semena-mena demi kepentingan ibunya. Alasan itulah yang membuat saya begitu tercengang membaca ayat renungan kita di atas.

Banyak orang menggambarkan kasih Tuhan seperti kasih orang tua kepada anaknya, terutama kasih ibu kepada anaknya. Namun, ayat di atas jelas mengatakan bahwa kasih Tuhan lebih besar dari kasih seorang ibu kepada anaknya.

Saya tidak sedang membandingkan kasih ibu kita dan kasih Tuhan. Perbandingan itu tidak adil. Saya hanya ingin kita menyadari betapa lebar, panjang, tinggi, dan dalam kasih Tuhan kepada kita. Ayat di atas mengatakan, “Sekalipun ibu kita melupakan, Tuhan tidak akan melupakan kita.” Haleluya!

(Baca juga: CARA BERDOA YANG ALKITABIAH UNTUK MENGUSIR SAKIT PENYAKIT)

Renungkanlah kasih-Nya hari ini. Luangkan waktu sejenak dan ingatlah kembali segala kebaikan Tuhan yang pernah Anda alami. Biarkan kesaksian-kesaksian dalam hidup Anda bersuara menyatakan bahwa Tuhan itu baik dan Dia sangat mengasihi Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

INGATLAH SELALU KARYA SALIB KRISTUS

Bahan renungan:

Ibrani 12:3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

Tidak dapat dipungkiri, seringkali situasi dan kondisi dapat membuat apa yang Anda yakini dan percayai berubah. Mungkin setelah mendengar khotbah panjang di Ibadah Minggu, hati Anda terbakar, dan Anda dapat dengan yakin mengatakan, “Saya pasti bisa”. Namun selang beberapa minggu, ketika masalah bertubi-tubi mulai menghantam, Anda mulai terpuruk dan kembali bertanya, “Tuhan, mengapa Engkau ijinkan hal ini terjadi di dalam hidup saya?”

(Baca juga: PERCAYA JANJI TUHAN ADALAH TEMPAT PERISTIRAHATAN KITA)

Satu kebenaran yang luar biasa yang tidak akan pernah berubah adalah Tuhan yang Anda sembah tidak pernah merancangkan hal buruk, melainkan masa depan yang indah dan penuh dengan harapan (Yeremia 29:11).

Saat Anda mulai meragukan kasih-Nya, meragukan rencana-Nya yang indah, Firman Tuhan mengingatkan Anda untuk, “Ingatlah selalu akan Dia …”

Apa yang perlu Anda ingat dari Kristus? Ingatlah terhadap apa yang telah Kristus lakukan bagi Anda di atas kayu salib. Pengorbanan-Nya merupakan bukti nyata bahwa Dia sangat mengasihi Anda.

(Baca juga: JANGAN PASRAH, BERTINDAKLAH!)

Kita dapat saja ragu terhadap kasih-Nya yang besar, tetapi hal ketika itu terjadi, ingatlah kembali salib-Nya, ingatlah pengorbanan-Nya. Saat Anda merenungkan penderitaan dan pengorbanan Yesus, hati Anda akan kembali dipenuhi kasih-Nya, iman Anda akan bangkit, harapan akan muncul, dan lutut Anda yang goyah akan dikuatkan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

PENTINGNYA MENGINGAT KEBAIKAN TUHAN

Bahan renungan:

Mazmur 103:2-5 Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

Memori kita tentang kebaikan Tuhan memegang peranan penting saat kita mengalami masalah. Rasul Petrus mengerti sekali apa dampak dari melupakan kebaikan dan kemurahan Tuhan. Sebentar saja dia melupakan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, dia menyangkal Yesus tiga kali.

(Baca juga: PERTANDINGAN IMAN)

Teman, jangan menyimpan pikiran yang buruk. Seseorang yang saya kenal menyimpan memori ketika ayah ibunya lupa membelikan hadiah ulang tahunnya yang ke-17. Dia membenci orang tuanya karena hal itu, tetapi melupakan betapa banyak kasih sayang yang ayah dan ibunya curahkan selama ini. Juga ada seorang istri menyimpan ingatan ketika suaminya membentak dalam sebuah konflik, dan akibat satu peristiwa itu, dia melupakan pengorbanan yang dilakukan sang suami selama bertahun-tahun.

Seringkali kita melupakan kasih dan kebaikan Tuhan selama bertahun-tahun hanya karena satu masalah baru yang muncul. Jika Tuhan sudah 1000 kali menyelamatkan kita, lalu ada satu masalah baru datang, kira-kira apakah Tuhan akan menyelamatkan kita lagi? Tentu saja

(Baca juga: APA BENAR ORANG-ORANG YAHUDI DICIPTAKAN LEBIH PINTAR?)

Jangan melupakan kebaikan Tuhan, dan kemudian mengeluh atau bersungut-sungut seperti orang yang tidak mengenal Tuhan. Luangkan waktu kita untuk selalu mengingat kebaikan-kebaikan yang Dia pernah lakukan bagi hidup kita. Jika Dia pernah melakukannya, Dia akan melakukannya lagi untuk kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

SELALU ADA ALASAN UNTUK MENGUCAP SYUKUR

Bahan renungan:

Mazmur 115: 18 … tetapi kita, kita akan memuji Tuhan, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!

Setiap hari dan setiap saat adalah waktu paling tepat untuk bersyukur. Kita tidak perlu menunggu masalah besar selesai untuk bersyukur. Kita dapat bersyukur saat ini juga. Bersyukurlah untuk segala kebaikan dan kemurahan-Nya di dalam hidup kita. Bersyukurlah karena Yesus telah menyelamatkan dan menebus kita.

(Baca juga: INI SAATNYA MENINGGALKAN MASA LALU DAN MELANGKAH KE MASA DEPAN)

Teman, jika kita mau menghitungnya, ada ratusan, bahkan ribuan, mukjizat yang pernah Tuhan lakukan untuk kita yang dapat kita syukuri. Namun, terkadang, kita tidak menganggapnya terlalu berarti, sehingga kita kesulitan untuk mensyukurinya.

(Baca juga: KESEMBUHAN TERJADI SAAT KITA MEMBACA DAN MERENUNGKAN JANJI TUHAN)

Jika saja kita mau duduk diam, merenungi kehidupan dan mengingat betapa baiknya Tuhan, saya percaya hati kita akan mengucap syukur, karena Dia selalu menganugrahkan kepada kita kasih dan kebaikan lebih dari yang pantas kita dapatkan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

JIKA KITA HILANG, TUHAN PASTI AKAN MENCARI KITA

Bahan renungan:

Lukas 15:4-6 “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.”

Sungguh tidak sulit mencerna perumpamaan mengenai domba yang hilang. Sang gembala menggambarkan Bapa, sementara domba yang hilang berbicara mengenai kita. Setiap kali membaca dan merenungkan ayat di atas, saya dapat merasakan hati Bapa Sorgawi yang begitu penuh dengan kasih.

(Baca juga: TUHAN BERKENAN TERHADAP KITA)

Saya membayangkannya begini. Entah karena satu atau dua hal, sang domba memutuskan pergi meninggalkan kawanannya, sehingga tersesat. Mungkin domba tersebut pergi karena tidak cocok dengan domba lain, atau mungkin sekadar ingin menghirup ” udara bebas” di luar sana. Apa pun alasannnya, si domba itu pergi, memilih menyendiri, dan akhirnya tersesat.

Secara logika, kehilangan satu domba dari seratus, bukanlah masalah besar. Tidak perlu seorang profesor untuk memutuskan membiarkan yang satu itu hilang dan menjaga kawanan yang lain. Jika kita ada di dalam posisi sang gembala, saya yakin tidak banyak di antara kita yang mau mengorbankan diri mencari yang hilang, dengan risiko kehilangan 99 lainnya. Namun, gembala dalam perumpamaan ini memiliki pemikiran yang berbeda. Dia pergi mencari yang hilang. Bahkan, ayat di atas menegaskan, dia pergi mencari sampai dia menemukannya.

Saya percaya, jika kita hilang, Tuhan, dengan berbagai cara, akan mencari jalan untuk menemukan kita. Tuhan akan menyampaikan isi hati-Nya kepada kita, bahwa Dia mengasihi kita, entah melalui perkataan dari orang yang tidak kita kenal, dari buku atau film yang kita lihat, atau bahkan dari tulisan di jalan yang tidak sengaja kita baca.

Seorang teman yang saya kenal sudah pergi sangat lama dan jauh dari kawanan domba. Namun, di tengah lembah kekelaman, ketika dirinya tersangkut di semak belukar, Tuhan kembali menemukan dirinya.

(Baca juga: ORANG YANG BERHARGA MELAKUKAN HAL-HAL YANG BERHARGA)

Tuhan tidak lelah mencari hidup kita. Dia ingin membawa kita ke tempat yang aman, ke padang yang berumput hijau. Dia ingin kita menikmati semua yang baik yang Dia telah sediakan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUHAN TIDAK MENUNTUT KITA UNTUK JADI ORANG YANG SEMPURNA

Bahan renungan:

Yohanes 14:1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia dirundung berbagai kelemahan dan kekurangan. Dosa telah membuat kita tidak sempurna. Meski demikian, Tuhan tetap mengasihi kita. Tuhan mengasihi kita bukan karena kita hebat atau berprestasi, melainkan semata-mata karena kita adalah anak-anak-Nya. Itu saja, tidak ada alasan lain.

(Baca juga: ANAK TUHAN HIDUP SESUAI CARA TUHAN)

Itu sebabnya Tuhan tidak pernah menuntut kita untuk hidup sempurna, tanpa cacat dan cela. Bapa tidak sedang memegang sebuah catatan kecil untuk memperhitungkan setiap kali perilaku atau keputusan kita yang buruk. Tuhan tahu kita memiliki banyak kelemahan dan kekurangan dalam hidup kita yang memerlukan proses dan waktu untuk memperbaikinya. Dan lagi-lagi, meski demikian, Tuhan tetap mengasihi kita.

Tuhan tidak mencari orang yang sempurna, Dia mencari orang yang mau percaya kepada-Nya. Jika Tuhan mencari orang yang sempurna atau mendekati sempurna, tentu Yesus tidak akan mendekatkan diri kepada para pendosa, pelacur, dan pemungut cukai.

Ada benang merah di antara para pendosa, pelacur, dan pemungut cukai yang Yesus hampiri, yaitu mereka bukanlah orang-orang yang sempurna, tetapi mereka memilih percaya kepada Yesus.

Teman, jika Anda merasa telah banyak berbuat kesalahan, dosa, atau kebodohan, jangan menjauh dari Tuhan. Mungkin Anda berpikir, “Saya bukanlah orang yang sempurna, Tuhan pasti tidak menerima saya.” Anda keliru. Tuhan tidak melihat kepada seberapa sempurnanya Anda, Dia melihat kepada seberapa percayanya Anda kepada-Nya.

(Baca juga: JANGAN BIARKAN IBLIS MERAMPAS DAMAI DAN SUKACITA ANDA)

Dalam 2 Tawarikh 16:9 dikatakan, “Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.” Kata “bersungguh hati” di situ bukanlah hidup tidak bercacat cela, tanpa dosa, dan sempurna. Dalam versi King James Inggris dicatat, ” … whose heart is perfect toward Him,” atau dengan lain, yang hati atau imannya sungguh-sungguh mengarah kepada-Nya. Pada saat kita mempersembahkan hati kita kepada Tuhan, jiwa dan tubuh kita dengan sendiri akan meninggalkan dari dosa, perlahan tapi pasti. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.