BAHU YESUS MENUTUPI MALU DAN MEMIKUL KESENGSARAAN KITA

Bahan renungan:

Yesaya 9:6 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Salib adalah lambang pemerintahan Yesus. Mungkin timbul dalam benak kita, mengapa bahu? Apa artinya?

Kata ”bahu” pertama kali muncul dalam Kejadian 9:23 saat Sem dan Yafet mengambil sehelai kain, membentangkannya pada bahu mereka berdua untuk menutupi aurat Nuh yang terekspos akibat mabuk oleh anggur.

(Baca juga: TUHAN TIDAK MISTERIUS BAGI KITA YANG MENGENALNYA)

Melalui peristiwa di atas, Tuhan ingin kita mengerti bahwa saat Yesus memikul salib di atas bahu-Nya, Dia sedang menutupi malu kita. Malu akibat dari dosa dan pelanggaran yang kita lakukan. Kita yang berdosa dan layak untuk dihukum, diberikan kehidupan dan diangkat menjadi anak kesayangan-Nya.

Hal yang sama juga Tuhan lakukan saat Dia menutupi Adam dan Hawa dengan kulit binatang dan memakaikan jubah kebenaran pada si Bungsu. Yesaya 43:25 mengatakan, “Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” Ya, Dia bukan Tuhan yang mengekspos atau mengingat-ingat dosa dan pelanggaran kita.

Kata “bahu” yang kedua yang saya ingin bahas ada di dalam Yesaya 53:4 saat Nabi Yesaya menubuatkan kematian Kristus, bahwa Kristus akan menanggung dan memikul sakit penyakit dan kesengsaraan kita.

(Baca juga: JANGAN PASRAH, BERTINDAKLAH!)

Ayat di atas menyatakan bahwa setiap orang percaya berhak untuk hidup sukacita dan sehat. Kita berhak karena Tuhan menjanjikannya demikian. Kristus telah menanggung semua yang buruk di atas kayu salib agar kita dapat menikmati segala yang baik yang Dia sediakan. Supaya kita dapat menikmati apa yang Dia telah sediakan, bagian kita adalah percaya kepada-Nya dan tinggal di dalam kebenaran-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ANDA SANGAT PENTING DI MATA TUHAN

Bahan renungan:

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Entah sudah berapa banyak renungan yang saya tulis menggunakan ayat di atas, selalu ada sesuatu yang baru yang dapat diungkap mengenai kasih Tuhan kepada kita.

(Baca juga: MAKNA MENGUCAPKAN “DI DALAM NAMA YESUS, AMIN” SAAT BERDOA)

Kali ini, melalui ayat di atas, saya ingin mengatakan bahwa kita sangat penting di mata Tuhan. Jika kita tidak penting, tentu Tuhan tidak akan mengaruniakan yang terbaik dari Sorga, yaitu Yesus. Ya, segala sesuatu tentang kita, sangat penting bagi Tuhan. Itu adalah kebenaran yang tidak dapat kita sangkal.

Lukas 12:7 mengatakan, bahkan rambut kepala kita, semuanya terhitung. Wow! Orang yang paling mengasihi kita saja belum tentu tahu jumlah rambut di kepala kita, tetapi Tuhan mengetahuinya. Itu semata-mata menandakan betapa kita adalah pusat perhatian Tuhan. Ada begitu banyak yang dapat Tuhan lakukan, tetapi Dia memilih untuk memperhatikan kehidupan kita, memastikan kita dalam keadaan yang baik.

(Baca juga: PENYAKIT-PENYAKIT INI DISEBABKAN OLEH GANGGUAN EMOSI)

Jadi, saya ingin kita menyadari bahwa kelahiran Yesus tidak hanya berbicara mengenai betapa besar kasih Bapa kepada kita, tetapi juga tentang betapa berharganya kita di mata Tuhan. Sadari hal itu. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

BACA INI JIKA ANDA MEMPERTANYAKAN KASIH YESUS

Bahan renungan:

2 Korintus 1:19 Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah “ya” dan “tidak”, tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada “ya”.

Sebelum kita terseret semakin dalam oleh tipu daya iblis dan memelihara pemikiran bahwa Tuhanlah yang mengijinkan masalah atau kecelakaan dalam hidup kita atau Tuhanlah yang mengijinkan pencobaan terjadi bagi keluarga kita, penting bagi kita untuk memahami fakta-fakta di bawah ini.

(Baca juga: JANGAN TAKUT TERHADAP TANTANGAN DAN MASALAH)

Sungguh, tidak dapat kita pungkiri bahwa Yesus selalu menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati, memberi makan mereka yang kelaparan, melepaskan mereka yang kerasukan setan, dan menenangkan topan badai.

Atau dengan kata lain, Yesus tidak ingin makhluk yang paling dikasihi-Nya itu mengalami sakit penyakit, kemiskinan, dan malapetaka. Dia ingin manusia sehat, memiliki hidup, berkelimpahan, dan terbebas dari belenggu setan.

Yang luar biasanya lagi, Yesus melakukan sebagian besar mukjizat-Nya untuk orang berdosa, seperti pelacur, pemungut cukai, dan orang kusta, yang secara Hukum Taurat tidak layak untuk menerimanya.

Saya percaya Yesus melakukan hal-hal di atas karena Dia sangat mengasihi manusia, yaitu Anda dan saya. Bahkan untuk menunjukkan kasih-Nya yang besar, Dia tidak hanya mengadakan mukjizat, tetapi juga menumpahkan darah-Nya yang mahal untuk menebus dosa kita, dan memberikan tubuh-Nya disalibkan untuk menggantikan kita.

(Baca juga: KAPAN WAKTU PALING TEPAT UNTUK BERDOA?)

Saya percaya, tidak akan ada, dan tidak akan pernah ada, pribadi yang mengorbankan dirinya seperti yang telah Yesus lakukan bagi kita. Di dalam Dia, hanya ada segala yang terbaik untuk setiap orang percaya. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JIKA KITA BERBUAT JAHAT, APAKAH TUHAN TETAP MENGASIHI KITA?

Bahan renungan:

Roma 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Tuhan mengasihi kita semata-mata karena kita adalah anak-Nya, bukan karena kita baik atau telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagi-Nya. Sama seperti bayi yang belum berjasa atau melakukan kebaikan apapun bagi kedua orangtuanya, tetapi orangtuanya sangat mencintainya. Semata-mata, hanya karena bayi tersebut adalah anak kesayangan mereka.

(Baca juga: JANGAN MENGANDALKAN MANUSIA)

Tuhan mengasihi kita bukan karena perbuatan kita, tetapi karena status kita sebagai anak-Nya. Banyak orang bertanya kepada saya, “Apakah ini berarti jika kita berbuat jahat Tuhan tetap mengasihi kita?” Jawabannya, YA, Dia akan tetap mengasihi kita sekalipun kita berbuat jahat.

Namun, kita perlu mengerti hal ini. Dia tetap mengasihi kita bukan karena Dia setuju dengan perbuatan jahat kita, melainkan supaya kita berhenti dan meninggalkan perbuatan jahat tersebut.

Apa yang terjadi pada Yudas Iskariot adalah satu satu contoh nyata apa yang saya maksud dengan pernyataan di atas.

Yesus tahu bahwa Yudas akan mengkhianati-Nya suatu hari nanti. Kalau saya menjadi Yesus, tentu saya tidak akan mengangkat orang yang akan membahayakan hidup saya menjadi salah satu murid. Namun Yesus memililiki pemikiran yang berbeda. Justru karena Yesus tahu Yudas akan mengkhianati-Nya, Yesus mengangkat Yudas menjadi salah satu murid-Nya. Selama tiga setengah tahun Yesus menunjukkan kasih, mukjizat, kasih, dan kebesaran-Nya kepada Yudas agar Yudas berubah dari seorang pengkhianat menjadi penjala manusia yang luar biasa.

Sama halnya dengan murid-murid Yesus yang lain. Jika kita perhatikan, sebagian besar murid Yesus adalah orang-orang yang terbuang, gagal, dan dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang pada saat itu. Namun Yesus mengangkat mereka menjadi murid-murid-Nya dan melatih mereka untuk menjadi penjala manusia.

(Baca juga: TIGA KATA INI SEHARUSNYA TIDAK DIUCAPKAN OLEH ORANG PERCAYA)

Yesus mengambil sebuah risiko besar untuk mengasihi para murid, terutama Yudas. Sama halnya Dia mengambil risiko untuk mengasihi kita, orang-orang yang berdosa dan sering memanfaatkan Dia. Yesus tahu bahwa ada kemungkinan besar kita tidak membalas kasih-Nya dan bahkan meninggalkan-Nya. Namun di sisi lain, Yesus melihat ada kemungkinan lain yang tidak kalah besarnya, yaitu kasih-Nya dapat mengubahkan hidup kita, dari seorang penjahat menjadi berkat bagi banyak orang. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JANGAN BIARKAN IBLIS BEROLEH KEUNTUNGAN DARI HIDUP ANDA

Bahan renungan:

2 Korintus 2:11 supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Iblis tahu jika kita berada di dekat Bapa, kita pasti dipulihkan, diberkati, dan dipelihara. Itu sebabnya, dengan berbagai cara, iblis ingin membuat kita jauh dari Bapa Sorgawi.

(Baca juga: WARISAN JANJI TUHAN DIBERIKAN PADA SAAT KITA HIDUP DI DUNIA)

Salah satu cara iblis yang perlu kita waspadai adalah dia mencoba membunuh karakter Bapa Sorgawi. Iblis ingin membuat anak-anak Tuhan berpikir bahwa Bapa Sorgawi tidak sepenuhnya baik, bahwa Bapa Sorgawi turut ambil bagian dalam hal-hal buruk yang terjadi pada hidup orang percaya.

Mungkin Anda pesan mendengar khotbah yang mengajarkan, “Tuhan lebih membutuhkan dia di Sorga,” ketika ada seseorang yang mati muda atau tidak wajar. Atau, mendengar, “Tuhan memang mengijinkan penyakit atau kemiskinan ini supaya kamu belajar rendah hati dan tidak berbuat dosa lagi.”

Tujuan iblis melakukan hal tersebut supaya orang percaya masuk ke kamarnya dan mulai mempertanyakan kebaikan Tuhan. Apakah Anda tahu siapa yang paling diuntungkan dalam peristiwa tersebut? Ya, tentu saja iblis. Dia berhasil membuat orang percaya meragukan kebaikan Tuhan. Akibatnya, orang percaya kecewa terhadap Tuhan dan hidup dalam tanda tanya yang besar akan rencana Tuhan.

Teman, saya ingin Anda tahu bahwa Tuhan hanya merancangkan yang baik bagi orang percaya. Yeremia 29:11 mengatakan rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan.

Tuhan sangat mengasihi Anda. Bagaimana mungkin Pribadi yang telah merelakan nyawa-Nya di kayu salib untuk menebus dan menyelamatkan Anda mengijinkan kecelakaan, sakit penyakit, dan kemiskinan terjadi dalam hidup Anda? Jangan termakan tipu daya iblis. Jangan biarkan iblis memeroleh keuntungan dari hidup Anda.

(Baca juga: TIGA ALASAN MENGAPA SAYA MENOLAK UNTUK MENYERAH)

Yohanes 10:10 memberi garis batas yang jelas antara Yesus dan iblis. Bahwa iblis datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan, sedangkan Yesus datang untuk memberi Anda hidup dan kelimpahan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

KASIH ADALAH BAHASA YANG DIMENGERTI OLEH SEMUA ORANG

Bahan renungan:

1 Korintus 13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Sekalipun kita menyerahkan tubuh kita untuk dibakar, jika kita tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya. Sebuah pernyataan mengenai kasih yang patut kita renungkan dari Rasul Paulus.

(Baca juga: JALAN HIDUP ORANG BENAR KIAN BERTAMBAH TERANG)

Teman, Bapa kita adalah sumber kasih. Satu-satunya tanda yang dapat membuktikan bahwa benar kita anak-anak-Nya hanyalah jika hidup kita memancarkan kasih. Hal senada ditulis oleh Rasul Yohanes dalam 1 Yohanes 4:7 mengatakan bahwa setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

Kasih bukanlah sesuatu yang kita simpan di dalam hati, sementara orang lain tidak dapat melihat atau merasakannya. Kasih memiliki bentuk. Ketika Bapa Sorgawi mengatakan bahwa Dia sangat mengasihi kita, Dia mengaruniakan Yesus kepada kita. Ketika Yesus mengatakan Dia sangat mengasihi kita, Dia memberikan nyawa-Nya untuk menebus dan menggantikan kita di atas kayu salib.

Saya pernah mendengar seorang anak berkata, “Meskipun saya pergi dari rumah, meninggalkan kedua orangtua saya, tidak pernah lagi menghubungi mereka, tetapi saya sangat mengasihi mereka.” Entah dengan Anda, tetapi saya tidak yakin anak itu benar-benar mengasihi kedua orangtuanya, karena kasih semestinya dapat disentuh, dirasakan, dan dilihat.

Bernard Meltzer, seorang penyiar radio asal Amerika yang mencintai Yesus, pernah berkata, kita dapat memberi sesuatu kepada seseorang tanpa mengasihinya, tetapi kita tidak dapat mengasihi seseorang tanpa memberi sesuatu kepadanya.

(Baca juga: “SAYA MENOLAK UNTUK MENYERAH KEPADA SITUASI”)

Kasih adalah bahasa yang mudah dimengerti dan diterima oleh semua orang. Tidak ada orang yang menolak untuk dikasihi. Yesus menunjukkan kasih-Nya kepada kita, supaya kita dapat menunjukkan kasih Yesus kepada sebanyak mungkin orang yang membutuhkan Yesus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN DAPAT MENGHUKUM KITA, TETAPI DIA MEMILIH MENGASIHI KITA

Bahan renungan:

Yohanes 8:11 Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Mungkin sampai kita tutup mata nanti kita tidak akan pernah benar-benar dapat memahami betapa panjang, dalam, lebar, dan tinggi kasih Tuhan untuk kita. Namun, melalui pengorbanan Yesus di atas kayu salib, kita dapat mengerti bahwa Tuhan sangat sangat sangat mengasihi kita.

(Baca juga: IMAN ADALAH PERCAYA KEPADA FIRMAN TUHAN, BUKAN KEPADA PERASAAN)

Beberapa kali, saat berkhotbah mengenai kasih Bapa, saya suka menyempatkan diri bertanya kepada para jemaat Tuhan, “Maukah bapak ibu mengorbankan salah satu anak bapak ibu jika hal tersebut dapat membebaskan semua tahanan yang ada di penjara?” Seratus persen mereka menjawab, “Tidak mau.”

Tahukah Anda bahwa Bapa di Sorga hanya memiliki Yesus seorang? Dan, Dia anugerahkan Yesus untuk kita. Kalau bukan karena kasih yang begitu besar kepada manusia dan karena manusia sangat berharga di mata Bapa, saya tidak tahu lagi apa yang dapat mendorong Bapa Sorgawi melakukan hal tersebut.

Teman, Tuhan yang kita sembah memiliki kuasa dan hak untuk menghukum kita, menghakimi kita, mencabut nyawa kita, dan membalaskan segala kejahatan yang kita lakukan, tetapi kabar sukacitanya, Dia memilih untuk mengasihi kita dan menjadikan kita anak kesayangan-Nya.

(Baca juga: TUHAN TAHU DOSA KITA, TETAPI DIA TETAP MENGASIHI KITA)

Bagi saya, tidak ada kabar yang lebih baik daripada mengetahui kebenaran bahwa Bapa Sorgawi ada di pihak saya dan sangat mengasihi saya. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.