BAGAIMANA CARA KITA HIDUP SANGAT PENTING

Bahan renungan:

1 Yohanes 2:4-5 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.

Setiap orang dapat mengklaim mendengar suara Tuhan, “Tuhan berbicara ini ke saya,” atau “Tuhan mengatakan hal itu kepada saya.” Saya tidak mengatakan hal tersebut salah. Namun, seringkali orang menggunakan kalimat, “Kata Tuhan …” atau “Tuhan berbicara kepada saya …” sebagai cara untuk membuktikan kepada orang lain bahwa mereka mengenal Tuhan dan memiliki hubungan yang intim dengan-Nya.

(Baca juga: KITA DILAYAKKAN MENDAPATKAN BAGIAN DALAM KERAJAAN TERANG)

Sementara, Alkitab mengajarkan kepada kita, bahwa seseorang yang mengenal Tuhan pasti hidup seturut Firman-Nya. Bukan hanya diukur dari apa yang diucapkan orang tersebut, tetapi dari bagaimana dia hidup di dunia ini, seperti cara dia bertanggung jawab atas keuangan, memperlakukan suami atau istri, mendidik anak-anak, membuat keputusan, memilih pekerjaan, atau memperlakukan atasan atau bawahan. Yesus menyimpulkannya demikian, “Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.”

Yesus mengajarkan kepada kita untuk hidup berdasarkan kasih. Yesus tidak memeras atau memanfaatkan orang lain demi keuntungan pribadi. Semua yang Yesus lakukan bertujuan untuk membangun orang lain. Yesus menghidupi segala sesuatu yang Dia ucapkan.

(Baca juga: CAMPUR TANGAN KITA MEMBUAT MASALAH MAKIN RUNYAM)

Jika kita percaya kepada-Nya dan menyadari bahwa kita adalah anak-anak-Nya, kita akan melakukan hal yang sama dengan-Nya. Kita menghidupi kebenaran yang kita percayai dan memperhatikan bagaimana cara kita hidup di dunia ini. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

BERAKAR DAN BERDASAR DI DALAM KASIH

Bahan renungan:

Efesus 3:16-17 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.

Jika iman kita tertuju kepada Kristus, kita akan berakar dan berdasar di dalam kasih. Kasih adalah satu-satunya hal yang secara signifikan dapat menunjukkan apakah Kristus ada di dalam hidup kita atau tidak, karena 1 Yohanes 4:7 dengan jelas mengatakan bahwa setiap orang yang mengasihi lahir dari Tuhan dan mengenal Tuhan.

(Baca juga: TUJUH AYAT INI MENUNJUKKAN BAHWA TUHAN SELALU BERSAMA KITA)

Kasih hanya dapat kita miliki dan salurkan kepada orang lain jika kita menjalin hubungan dengan Kristus. Yang saya maksud adalah, ketika hati kita sepenuhnya tertuju kepada perkataan-Nya, janji-Nya, dan perintah-Nya. Atau dengan kata lain, ketika kita mau merendahkan diri, mengesampingkan kekuatan dan cara pikir kita, dan menaruh Kristus dan kebenaran-Nya sebagai satu-satunya dasar kehidupan kita. Ayat 1 Yohanes 4:8 mengatakan bahwa Tuhan yang kita sembah adalah kasih. Jadi, kasih adalah hal yang pertama kali kita dapatkan ketika kita bergaul erat dengan-Nya.

(Baca juga: KITA TIDAK DICIPTAKAN UNTUK LARI DARI MASALAH)

Kasih adalah dasar utama dalam kehidupan seorang percaya. Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa tanpa kasih, sekalipun kita dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan malaikat, memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, atau menyerahkan diri untuk dibakar, sedikitpun hal tersebut tidak ada faedahnya. Penting bagi setiap kita berakar dan berdasar di dalam kasih, karena kasih adalah identitas Anda dan saya sebagai pengikut Yesus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUJUH AYAT INI MENUNJUKKAN BAHWA TUHAN SELALU BERSAMA KITA

Bahan renungan:

Yesaya 26:4 Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal.

Dalam situasi tertentu, terkadang kita sulit merasakan bahwa Tuhan senantiasa bersama kita, memperhatikan kita, dan menjaga hidup kita. Bukanlah hal yang bijak untuk membiarkan diri kita dituntun oleh perasaan kita. Bersandarlah kepada kebenaran Firman Tuhan, kepada apa yang Dia ucapkan, sekalipun terkadang perasaan kita mengatakan hal sebaliknya.

(Baca juga: JANGAN MENYIMPAN ATAU MEMBIARKAN MASALAH ANDA)

Berikut ini adalah tujuh ayat yang menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan atau membiarkan kita sendirian. Ayat-ayat ini ditulis dalam kurun waktu dan situasi yang berbeda-beda. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa Tuhan senantiasa menyertai orang percaya, yaitu Anda dan saya.

1. Yosua 1:9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

2. Yesaya 41:10 “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”

3. Ulangan 31:6 “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

4. Zefanya 3:17 Tuhan di Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai …

5. Matius 28:19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

6. Ibrani 13:5 “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

(Baca juga: TERLEBIH LAGI KITA PERLU MEMERCAYAI PENCIPTA PARA DOKTER)

7. Roma 8:38-39 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUHAN MENGASIHI KITA LEBIH DARI YANG LAYAK KITA TERIMA

Bahan renungan:

Efesus 2:4-5 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan–

Hari ini saya hanya ingin mengingatkan betapa besar kasih Bapa kepada kita. Penting bagi setiap kita menyadari hal itu selama kita hidup. Saat kita di atas gunung yang tinggi atau di dalam lembah yang kelam, penting kita mengetahui betapa panjang, dalam, tinggi, dan lebarnya kasih Bapa atas hidup kita.

(Baca juga: SATU-SATUNYA CARA AGAR KITA DAPAT MENERIMA JANJI TUHAN)

Kasih-Nya lebih besar dari segala kesalahan dan kegagalan yang kita lakukan. Kasih-Nya selalu menerima kita apa adanya, mengangkat, dan memulihkan kita. Kasih-Nya memberikan dan menyediakan lebih dari yang layak kita terima.

(Baca juga: HAL YANG BURUK TIDAK AKAN MENIMPA ORANG PERCAYA)

Kasih-Nya tanpa syarat. Kasih-Nya menghidupkan dan memberikan harapan bagi semangat yang patah. Kasih-Nya menerangi kegelapan dan menuntun dengan sabar. Kasih-Nya memerdekakan kita dari segala kekuatiran dan melenyapkan ketakutan. Kasih-Nya tidak terukur dan selalu baru setiap hari. Tidak ada kasih yang lebih besar dari kasih Bapa. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUJUAN HIDUP KITA LEBIH BESAR DARI SEKADAR HIDUP UNTUK DIRI SENDIRI

Bahan renungan:

Mazmur 73:28 Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan Allah, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.

Setiap orang yang lahir dari Tuhan, atau dengan kata lain, telah mengalami kelahiran baru, memiliki kuasa kebangkitan di dalam dirinya untuk melakukan perkara-perkara ajaib bagi Kerajaan Sorga. Firman Tuhan mengatakan, kita dipanggil dari gelap kepada terang-Nya yang ajaib untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar.

(Baca juga: “KUATKANLAH DAN TEGUHKANLAH HATIMU”)

Adalah sebuah fakta yang tidak dapat kita hindari bahwa kita, orang-orang yang percaya, adalah saluran kasih, kebenaran, berkat, dan kuasa Tuhan bagi dunia ini. Dunia melihat dan bertemu dengan kasih Yesus melalui kehidupan yang ditunjukkan oleh orang-orang percaya.

(Baca juga: ANDA ADALAH MUKJIZAT YANG TUHAN KIRIM UNTUK KELUARGA ANDA)

Itu adalah tujuan utama Tuhan menyelamatkan hidup kita. Kita dipulihkan untuk memulihkan dan kita diberkati untuk memberkati. Tuhan memberikan tujuan hidup yang baru bagi kita, yang lebih besar dari sekadar hanya hidup untuk diri sendiri. (penulis: @mistermuryadi)

KASIHILAH ORANG YANG TIDAK LAYAK ANDA KASIHI

Bahan renungan:

Matius 5:46-47 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

Albert Einstein, sang ilmuwan jenius, pernah mengatakan, definisi dari gila (insanity) adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang, tetapi mengharapkan hasil yang berbeda.

(Baca juga: KASIH MENUTUPI DOSA, BUKAN MENUTUP-NUTUPI DOSA)

Ada alasan yang sangat kuat mengapa pertengkaran, cekcok, perselisihan, atau perbedaan pendapat menjadi semakin melebar dan menimbulkan kepahitan dan kekecewaan. Salah satunya, karena kita mulai melupakan bahwa kita adalah anak-anak Tuhan yang semestinya saling mengasihi satu sama lain.

Kasih seharusnya menjadi dasar untuk setiap hubungan yang kita jalin dengan sesama. Itulah yang membuat kita berbeda dengan mereka yang tidak percaya Yesus. Jika kita hanya mengasihi orang yang mengasihi kita dan mengampuni saat orang lain meminta maaf terlebih dahulu, apa yang membuat kita berbeda dengan orang-orang yang tidak percaya Yesus?

Sebagai anak-anak terang, kita adalah “gudang” dan saluran kasih Tuhan untuk dunia ini. Yesus adalah sumber kasih (1 Yohanes 4:8) dan Dia tinggal di dalam hati kita. Jika benar demikian, kasih-Nya pasti mengalir dari hidup kita.

(Baca juga: APA BENAR ORANG PERCAYA MEMERLUKAN HUKUM TAURAT?)

Yesus mengajarkan kita untuk memberikan kasih bukan hanya kepada orang-orang yang mengasihi kita saja, tetapi juga kepada mereka yang menghina, bahkan menganiaya kita. Sama seperti kita yang tidak layak dikasihi oleh Yesus, tetapi dikasihi tanpa syarat, seperti itulah kita perlu mengasihi orang-orang yang tidak layak kita kasihi. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

KASIH MENUTUPI DOSA, BUKAN MENUTUP-NUTUPI DOSA

Bahan renungan:

1 Petrus 4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

Ada perbedaan sangat jelas antara menutupi dosa dengan menutup-nutupi dosa. Jangan mengira jika kita dan teman kita saling menutupi dosa satu sama lain itu artinya kita mengasihi dia. Bukan itu yang dimaksud oleh Rasul Petrus pada ayat renungan kita hari ini.

(Baca juga: BANGKITKAN KEMBALI KASIH ANDA TERHADAP ORANG YANG ANDA BENCI)

Secara sederhana, Rasul Petrus ingin mengatakan bahwa kasih membuat kita tidak fokus dosa, kekurangan, atau kesalahan seseorang, melainkan kepada pribadi dari orang tersebut. Cara pandang seperti itulah yang membuat kita dapat terus sabar dan setia menuntun seseorang untuk “belajar berdiri” atau “belajar berjalan” di dalam Kristus.

Teman, saya sangat percaya selalu ada hal positif yang dapat kita puji dari hidup seseorang. Jika kita fokus pada hal yang positif dari orang tersebut, kita akan lebih mudah mengasihinya. Dan, pada akhirnya, kasih yang kita tunjukkan kepadanya dapat mengubahkan hidup orang itu untuk selamanya.

Ada alasan yang kuat mengapa Rasul Petrus menulis ayat di atas. Petrus sempat menyangkal dan mengutuk Yesus menjelang peristiwa salib. Sesaat setelah Yesus bangkit, Yesus mencari Petrus yang telah kembali ke kehidupan lamanya, yaitu menjadi nelayan. Yesus menemui Petrus bukan untuk menudingnya, melainkan untuk menunjukkan bahwa Dia tetap mengasihi Petrus sekalipun Petrus meninggalkan-Nya. Kasih yang Yesus berikan kepada Petrus membuat Petrus kembali ke jalan Tuhan dan melayani Tuhan sampai akhir hidupnya.

(Baca juga: ANDA ADALAH MUKJIZAT YANG TUHAN KIRIM UNTUK KELUARGA ANDA)

Pengampunan yang Yesus berikan kepada Petrus menutupi atau menyelimuti banyak dosa yang mungkin saja dilakukan oleh Petrus jika Yesus membiarkan Petrus hidup dalam rasa bersalahnya. Saya percaya, Tuhan ingin kita melakukan hal yang sama terhadap orang-orang di sekeliling kita, yaitu supaya kita mengasihi dan mengampuni mereka. Sekalipun mereka terlihat lambat untuk berubah, percayalah kasih tidak pernah gagal untuk mengubah kehidupan seseorang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.