PENTING UNTUK MENYADARI BAHWA KITA DIKASIHI (MAZMUR 91:7-8)

Bahan renungan:

Mazmur 91:7-8 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.

Anda spesial di mata Tuhan, apakah Anda menyadari akan hal itu? Anda adalah makhluk ciptaan-Nya yang paling dikasihi dan dicintai. Di mata Tuhan, tidak ada makhluk yang memiliki nilai sebesar Anda, sehingga Dia rela memberikan Diri-Nya di kayu salib untuk menggantikan Anda.

(Baca juga: JANGAN TAKUT, TUHAN SELALU BERSAMA ANDA (MAZMUR 91:5-6))

Tuhan ingin Anda tinggal dalam kebenaran di atas, bahwa Anda menyadari Anda sangat dikasihi. Kebenaran itulah yang membuat Anda dapat tinggal tenang penuh dengan sukacita menjalani kehidupan ini. Yang membuat sekalipun ribuan ribu orang rebah di sisi Anda, meninggalkan jalan-jalan kebenaran, tetapi Anda dapat tetap berdiri tegak. Yang membuat Anda tidak penuh amarah ketika hidup Anda dicurangi atau dijahati orang lain. Semata-mata karena Anda tahu bahwa Tuhan mengasihi Anda dan Dia memiliki rencana yang indah untuk hidup Anda.

(Baca juga: TUHAN MELEPASKAN KITA DARI JERAT (MAZMUR 91:3-4))

Teman, kalau kita mengenal Tuhan dengan benar, kita akan memiliki reaksi yang benar untuk segala perkara. Kita tidak terburu-buru memberikan respons yang negatif seperti meninggalkan Tuhan, pelayanan, atau gereja. Juga, kita tidak terburu-buru merespons marah, kecewa, kepahitan, dan sakit hati. Dengan demikian hal-hal buruk tidak akan menimpa kita. Kita akan tetap berdiri tegak dan menjadi saksi hidup bahwa Tuhan itu baik dalam segala jalan di hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ANDA DIKASIHI BEGITU HEBAT

Bahan renungan:

Efesus 1:5-6 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda dengan cinta. Ada yang memiliki pengalaman indah, ada juga yang buruk. Akibatnya, respons tiap-tiap orang berbeda ketika berbicara mengenai cinta. Namun, hari ini, mari kita kesampingkan terlebih dahulu pengalaman cinta kita, karena cinta yang Tuhan berikan kepada Anda tidak seperti cinta yang Anda pernah terima di dunia ini. Bahkan, pengalaman cinta terindah Anda, tidak sedikit pun mendekati hebatnya cinta Tuhan untuk Anda.

(Baca juga: JANGAN KERASKAN HATI ANDA TERHADAP KEBENARAN)

Dulu saya pikir cinta terhebat di dunia adalah cinta seorang ibu kepada anaknya. Bukan saya bermaksud mengecilkan cinta seorang ibu, tetapi saya hanya ingin mengatakan bahwa cinta Tuhan jauh lebih besar dari cinta seorang ibu kepada anaknya.

Yesaya 49:15 mengatakan, “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.”

Teman, Yesus mengasihi Anda dengan cara memberikan Diri-Nya sebagai ganti nyawa Anda di kayu salib. Dia menerima semua yang buruk, supaya Anda menikmati segala yang terbaik. Dia dihukum, supaya Anda merdeka. Yesus mengasihi Anda meski Dia tahu ada kemungkinan cinta-Nya bertepuk sebelah tangan. Salib adalah bentuk pengorbanan terbesar dari seseorang yang sedang jatuh cinta. Ya, Anda dikasihi begitu hebat oleh Tuhan.

(Baca juga: HUKUM TAURAT BUKAN RENCANA TUHAN, TAPI KEINGINAN MANUSIA)

Jika demikian besar kasih-Nya kepada kita, menurut Anda mungkinkah Tuhan merencanakan hal yang jahat terhadap Anda seperti yang dikatakan oleh beberapa orang? Tentu saja tidak. Rancangan-Nya terhadap Anda adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan (Yeremia 29:11). (penulis: @mistermuryadi)

MENGENAL MEFIBOSET SI TIMPANG

Bahan renungan:

2 Samuel 9:13 Demikianlah Mefiboset diam di Yerusalem, sebab ia tetap makan sehidangan dengan raja. Adapun kedua kakinya timpang.

Siapakah Mefiboset? Mefiboset adalah anak dari Yonatan dan sekaligus cucu dari Raja Saul. Daud menjadi raja atas Israel melalui pertumpahan darah yang sangat dahsyat. Adalah sebuah kebiasaan raja-raja pada zaman dahulu, ketika seseorang mengambil alih kerajaan, mereka membasmi semua garis keturunan raja sebelumnya. Namun, demi persahabatan dengan Yonatan, Daud membiarkan keturunan Saul hidup.

(Baca juga: BUATLAH KEPUTUSAN BERDASARKAN FIRMAN TUHAN)

Suatu hari, Daud bertanya kepada para panglimanya, “Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul (2 Samuel 9:1a)?” Ternyata masih ada, namanya Mefiboset. Secara fisik, Mefiboset bukanlah orang yang sempurna. Kedua kakinya timpang (2 Samuel 4:4).

Mari kita melihat sisi rohani kisah di atas. Daud melambangkan Bapa Sorgawi yang penuh kasih. Yonatan melambangkan Yesus. Dan, Mefiboset melambangkan Anda dan saya, manusia yang tidak sempurna. Melalui kisah Mefiboset, saya ingin kita mengerti bahwa Bapa Sorgawi mengasihi kita bukan karena kita sempurna.

Perhatikan. Dalam 2 Samuel 9:1b, Daud berkata, ” … aku akan menunjukkan kasihku kepadanya …” Seharusnya Mefiboset dibunuh oleh Daud, karena Mefiboset berpotensi melakukan kudeta dan mengklaim kursi raja. Namun, Daud menunjukkan kasihnya kepada Mefiboset karena perjanjian yang dia lakukan dengan Yonatan (2 Samuel 9:7). Sama seperti Bapa. Dia menunjukkan kasih-Nya kita, karena Yesus telah menanggung segala dosa dan pelanggaran kita di kayu salib.

Mefiboset, si timpang, akhirnya makan sehidangan dengan Raja Daud. Bukan hanya itu, Mefiboset juga tinggal di istana yang sama dengan Daud, menikmati segala yang Daud miliki, bahkan Daud mengembalikan segala kepunyaan Saul kepada Mefiboset (2 Samuel 9:7).

Tidakkah kisah ini berbicara sesuatu yang luar biasa mengenai kasih Bapa?

(Baca juga: KITA YANG DIUNTUNGKAN KETIKA IKUT PERINTAH TUHAN)

Teman, kita tidak perlu menjadi orang yang sempurna untuk menikmati kebaikan dan kemurahan Bapa. Karena kebenarannya, tidak ada satu pun manusia yang sempurna. Bapa tidak memberkati kita karena kita sempurna, Dia memberkati kita karena apa yang telah Yesus lakukan bagi kita di atas kayu salib. Kita dipandang layak bukan karena perbuatan kita, melainkan karena darah Yesus yang senantiasa membasuh kita. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

TUHAN TIDAK PERNAH MENYERAH TERHADAP ANDA

Bahan renungan:

Yosua 1:5 … seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.

Pada 7 Desember 1998 lalu terjadi gempa dengan kekuatan 6,9 skala richter di bagian utara Armenia. Gempa tersebut menghancurkan sebuah gedung sekolah. Di tengah suasana haru, seorang ayah berlari kencang menuju ke sekolah tersebut untuk mencari anaknya. Sambil berlari, sang ayah terus teringat janji yang sering dia ucapkan kepada anaknya, “Anakku, apa pun yang terjadi, papa akan selalu bersamamu!”

(Baca juga: YESUS DICAMBUK DAN DISALIB MENGGANTIKAN KITA)

Sesampainya di sekolah tersebut, sang ayah hanya mendapati tumpukan reruntuhan gedung sekolah! Sang ayah mulai menangis, tetapi sesaat kemudian sang ayah bergegas ke bagian sekolah yang dia yakini adalah kelas anaknya. Sang ayah mulai menggali reruntuhan tersebut menggunakan kedua tangannya, satu demi satu batu diangkatnya. Seseorang menegurnya, “Pak, sudah tidak ada gunanya lagi. Mereka semua pasti sudah mati.”

Ayah itu menjawab, “Kamu dapat diam saja di sana, atau kamu dapat membantu saya mengangkat batu-batu ini!” Beberapa orang lain memutuskan ikut menolong, tetapi setelah beberapa jam mereka capek, dan menyerah. Sang ayah terus menggali, sekalipun beberapa bagian tangannya sudah mengeluarkan darah.

Lima jam berlalu, sepuluh jam, tigabelas jam, sampai delapan belas jam. Sang ayah kehabisan tenaga, tetapi dia terus teringat janji yang telah dia ucapkan. Lalu, sayup-sayup terdengar suara. Sang ayah berteriak keras, “Armando!”, dan terdengarlah suara kecil, “Papa!”. Ada 14 anak yang selamat dari reruntuhan tersebut berkat kegigihan seorang ayah.

(Baca juga: DERAJAT MANUSIA DAN MALAIKAT DI MATA TUHAN)

Teman, saya ingin Anda tahu bahwa sekalipun Anda menyerah terhadap diri Anda, Tuhan pernah menyerah terhadap Anda. Sedalam apa pun Anda terjatuh, kasih-Nya tidak pernah berhenti mencari hidup Anda. Dia ada untuk mengangkat, memulihkan, dan memberkati Anda. Juga, sejauh apa pun Anda pergi, tangan-Nya senantiasa terbuka lebar menanti Anda kembali. Dia telah berjanji untuk tidak pernah meninggalkan Anda dan Dia pasti menepatinya sampai kesudahan zaman. (penulis: @mistermuryadi)

YESUS DICAMBUK DAN DISALIB MENGGANTIKAN KITA

Bahan renungan:

Yesaya 53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

Dulu, ada seorang panglima perang Rusia bernama Shamila. Shamila dan pasukannya mengalami krisis makanan di padang gurun. Mereka harus menghemat makanan, supaya seluruh pasukan dan keluarganya dapat bertahan hidup.

(Baca juga: SELESAIKAN PERTANDINGAN HIDUP ANDA!)

Di tengah situasi itu, salah satu prajurit melaporkan ada sekarung besar yang hilang. Shamila marah dan mengeluarkan ultimatum kepada seluruh pasukan, bahwa jika terjadi lagi pencurian, yang mencuri beras akan dihukum cambuk 50 kali. Selang satu minggu, sekarung beras hilang lagi. Shamila sangat marah. Dia memerintahkan pasukannya untuk menggeledah seluruh tenda dan menyiapkan seorang algojo untuk menghukum sang pencuri.

Dalam waktu 15 menit, pasukannya membawa kabar gembira kepada Shamila, “Panglima, pencurinya sudah tertangkap.” “Bagus,” jawab Shamila. “Segera bawa ke ruang hukuman.”

“Namun, ada kabar buruk Panglima,” ujar salah satu tentara. “Yang mencuri adalah ibu Panglima.”

Shamila terdiam bingung, karena ibunya sudah lanjut usia. Jangankan 50 cambukan, dua kali cambukan saja dapat membuat ibunya meninggal. Akhirnya Shamila mengatakan, “Keputusan ditunda sampai besok pagi.”

Semalaman penuh Shamila tidak dapat tidur memikirkan apa yang harus dia lakukan. Seluruh pasukan pun menantikan keputusan tersebut. Ada yang merasa tidak tega untuk menghukum seorang ibu tua, ada juga yang bersikeras untuk menghukum sang pencuri.

Keesokan paginya seluruh pasukan berkumpul dan semua mata menatap Shamila. Shamila mengatakan, hukuman telah ditetapkan, sang pencuri harus tetap dihukum, bawa pencurinya ke depan.

Algojo bersiap dan saat hukuman hendak dilakukan, Shamila mendekati ibunya dan berkata, “Ibu, saya sangat mengasihi ibu, tetapi hukuman telah ditetapkan, harus ada yang yang dihukum untuk pelanggaran ini.” Shamila memeluk ibunya erat sambil berbisik lembut, “Ibu jangan mencuri lagi,” dan membawa ibunya ke pinggir. “Algojo, silakan cambuk saya 100 kali.”

(Baca juga: BERLATIH UNTUK MEMIKIRKAN YANG BAIK)

Teman, itulah yang Yesus lakukan untuk Anda dan saya. Dia menanggung semua hukuman yang seharusnya kita terima. Saya percaya Yesus menggantikan kita supaya kita menggunakan kesempatan tersebut untuk memiliki kehidupan yang lebih baik, bukan kesempatan untuk berbuat dosa lebih banyak. (penulis: @mistermuryadi)

KETIKA CINTA YESUS DITOLAK

Bahan renungan:

Lukas 23:34 Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Berhubung hari ini adalah Hari Kasih Sayang, saya ingin membahas mengenai cinta. Teman, apakah cinta Anda pernah ditolak oleh seseorang? Apa yang Anda rasakan dan lakukan setelah Anda ditolak? Menurut pengalaman pribadi teman-teman saya, ada beragam respons orang ketika cintanya ditolak. Ada yang biasa saja dan tetap berteman, ada juga yang menjaga jarak, marah, kecewa, sakit hati, menyebar fitnah, bahkan membenci.

(Baca juga: KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ADALAH MERASA DIKASIHI)

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya seperti apa respons yang sesuai Firman Tuhan seandainya cinta kita ditolak?

Saya percaya Pribadi yang paling tepat untuk dijadikan teladan dalam hal ini adalah Yesus. Yesus pernah ditolak habis-habisan, lebih dari semua pria dan wanita di muka Bumi ini. Yesus bukan hanya mengalami penolakan yang dahsyat, Dia juga pernah diduakan, bahkan ditigakan, oleh makhluk yang sangat Dia cintai. Oh, sungguh menyakitkan.

Bagi saya, respons Yesus sungguh menarik. Kita dapat mempelajarinya, supaya ketika hal yang sama terjadi di dalam hidup kita, kita dapat merespons dengan benar.

Setidaknya ada empat penolakan besar yang pernah Yesus alami:
1. Yesus ditolak di kampung halaman-Nya sendiri.
2. Yesus ditolak oleh Yudas Iskariot, murid yang Dia percayakan memegang keuangan pelayanan-Nya.
3. Yesus ditolak oleh Petrus, karena Petrus takut mengakui hubungan mereka yang sangat dekat.
4. Yesus ditolak, dihina, disiksa, difitnah, bahkan disalibkan oleh orang Farisi, Saduki, para Ahli Taurat, dan tentara Romawi.

(Baca juga: APA BENAR TUHAN SUKA MENUNDA BERKATNYA?)

Meski menghadapi penolakan bertubi-tubi dari orang-orang yang dikasihi, orang-orang yang Dia ciptakan dengan tangan-Nya sendiri, dan orang-orang terdekat-Nya, Yesus memilih untuk tidak sakit hati, kecewa, pahit, atau pun marah. Sebaliknya, Yesus justru mendoakan dan mengucapkan berkat bagi mereka. Anda tahu alasannya? Karena hati Yesus penuh dengan kasih. Kasih selalu ingin membuat orang lain bahagia, sekalipun itu berarti penderitaan bagi diri-Nya. (penulis: @mistermuryadi)

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ADALAH MERASA DIKASIHI

Bahan renungan:

1 Yohanes 4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan …

Sejak peristiwa di Taman Eden, iblis sudah menggunakan ketakutan sebagai senjata untuk menjatuhkan manusia. Di Eden, iblis menipu pikiran Adam dan Hawa, sehingga mereka berpikir ada yang Tuhan sembunyikan dari mereka. Pemikiran itu membuat Adam dan Hawa merasa Tuhan tidak benar-benar mengasihi mereka.

(Baca juga: MENGAPA YESUS MENGUNGKAP DOSA SI WANITA SAMARIA?)

Apa dampak hal tersebut bagi Adam dan Hawa? Sangat besar. Adam dan Hawa jadi ketakutan, merasa dibuang, ditinggalkan, sehingga dengan mudahnya terjebak ke dalam perangkap iblis dan jatuh ke dalam dosa. Lebih jauh lagi, Adam dan Hawa jadi menjauh dari Tuhan. Mereka bersembunyi dari Tuhan mengira Tuhan akan menghukum mereka.

Teman, manusia adalah makhluk kasih. Manusia tidak dapat hidup tanpa kasih. Manusia butuh dikasihi dan mengasihi. Ada bahaya sangat besar mengancam saat seseorang berpikir tidak ada lagi yang mengasihi dirinya dan tidak ada lagi yang dapat dia kasihi. Manusia akan membuat keputusan dan tindakan yang buruk terkait dengan hal itu.

Itu sebabnya, di antara banyaknya identitas yang luar biasa, Tuhan memilih menyatakan diri-Nya sebagai kasih (1 Yohanes 4:8). Tuhan tahu sekali kebutuhan dasar terbesar manusia adalah merasa dikasihi dan diinginkan. Itu sebabnya berkali-kali Yesus menyatakan kasih yang tidak bersyarat kepada para pendosa. Untuk menyakinkan mereka bahwa tidak ada dosa atau pun pelanggaran mereka yang dapat memisahkan mereka dari kasih Tuhan yang besar.

(Baca juga: ORANG BAIK MATI MUDA, APAKAH TUHAN YANG MERENCANAKANNYA?)

Ketika manusia menyadari diri-Nya dikasihi oleh Tuhan, lenyaplah segala ketakutan di dalam dirinya. Akibatnya, manusia menjadi berani menjalani hidup, bebenah diri melakukan hal yang benar, dan percaya diri menghadapi segala kesukaran. Kasih Tuhan yang sempurna membuat manusia kuat menanggung banyak perkara dan memulihkan kehidupan manusia yang rusak akibat dosa. (penulis: @mistermuryadi)