JANGAN HIDUP DI DUA ALAM

Bahan renungan:

Amsal 8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Manusia bukanlah makhluk yang bisa tinggal di dua alam layaknya makhluk amfibi. Ada seorang teman saya yang bertobat dari narkoba. Dia katakan kesulitan untuk meninggalkan teman-teman narkobanya. Enam bulan pertama dia kuat mengatasi ajakan-ajakan temannya untuk kembali menggunakan narkoba, namun menjelang bulan ketujuh, dia sudah kembali menggunakan narkoba dan dia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Ironis!

Renungan kita hari ini mengatatakan jika kita takut akan TUHAN, kita membenci kejahatan. Takut akan TUHAN di sini dapat diartikan sebagai menghormati, menghargai, atau meninggikan. Kita tidak bisa dalam satu waktu yang sama menghormati TUHAN, sekaligus mencintai kejahatan.

Anda harus memilih di sisi siapa Anda berdiri.

Jika benar Anda mencintai Tuhan, Anda akan mencintai yang DIA cintai dan membenci yang DIA benci. Jangan sampai pengertian Anda terbalik menjadi membenci yang DIA cintai dan mencintai yang DIA benci. (penulis: @mistermuryadi)

NIAT BAIK ANDA TIDAK ADA GUNANYA

Bahan renungan:

Filipi 4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang.

“Sebenarnya saya sudah merencanakan dalam hati untuk membantunya,” “Padahal hari ini rencananya saya mau mendoakannya.” Pasti Anda pernah mendengar kalimat-kalimat sejenis ini. Setiap kali saya mendengar orang hanya menyatakan niatnya semata namun tidak melakukannya, saya suka becanda dengan mereka, “Apa keyakinanmu? Karena di dalam ke-Kristenan niat baik tidak dihitung.

Perbuatan baik bukan hanya untuk diniatkan, tapi untuk dilakukan. Kalau niat jahat, nah itu baru dihitung. Firman Tuhan katakan, “Jika kamu mengingini wanita dalam hatimu, kamu sudah berzinah.”

Teman, Firman Tuhan kita hari ini mengatakan supaya kebaikan hati kita diketahui semua orang. Bagaimana caranya? Tentu saja tidak bisa dengan cara disimpan dalam hati, melainkan dengan melakukannya. Bahkan kebaikan tidak bisa dilihat dan dirasakan orang jika hanya berhenti di mulut, Anda perlu mengaplikasikannya ke dalam bentuk perbuatan.

Ijinkan saya mengatakan, “Jangan menunda untuk berbuat baik.”  Setiap hari dunia kehilangan orang-orang yang melakukan perbuatan baik. Ini saatnya anak-anak TUHAN menunjukkan kepada dunia bahwa kita berbeda. TUHAN kita sangat baik, itu sebabnya sebagai anak-anakNYA, sudah seharusnya kita pun berbuat baik. Tujuannya sederhana, supaya dunia dapat melihat bahwa YESUS melalui kebaikan kita. Saya sangat percaya kebaikan yang kita lakukan dengan tulus dapat menuntun seseorang kepada YESUS dan pertobatan. (penulis: @mistermuryadi)

LAWAN KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN

Bahan renungan:

Roma 12: 17 dan 21 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

“Bagaimana kalau orang tersebut sangat keterlaluan, apakah saya masih perlu berbuat baik kepadanya?” Teman, saya ingin katakan, ketika Firman Tuhan memberikan Anda sebuah ‘resep’, ‘resep’ tersebut tidak mungkin salah.

Saya teringat, 4-5 tahun lalu, ketika saya masih pergi ke dokter, di akhir pemeriksaan, dokter memberikan resep, lalu sang dokter akan mengatakan, “Jika gejala tersebut muncul lagi atau sakitnya tidak membaik, kembali lagi ke sini.” Dokter tidak pernah memberikan jaminan kalau kita tidak akan terjangkit lagi penyakit tersebut selamanya. Selalu ada kemungkinan untuk kambuh.

Pernahkah Anda memikirkan hal ini. Jika kekerasan bisa menyelesaikan masalah, kenapa masih ada perang sampai hari ini? Saya yakin kekerasan tidak pernah bisa menyelesaikan masalah atau memenangkan pertandingan. Kalau iya, sifatnya hanya sementara waktu saja. Kasih atau kebaikanlah yang dapat menyelesaikan masalah dan memenangkan pertandingan. KASIH adalah kekuatan yang lebih besar dari kejahatan.

Mungkin Anda bertanya, “Wah, enak sekali pihak yang berbuat jahat kalau saya berbuat baik kepada mereka?”

Anggaplah Anda memutuskan untuk berubah terlebih dahulu dan lawan Anda masih tetap di dalam kepahitannya, saya ingin bertanya, kira-kira siapa yang diuntungkan, Anda atau lawan Anda? Jelas Anda yang paling diuntungkan. Karena hidup Anda tidak lagi di dalam kepahitan, Anda dapat bernapas lega, Anda dapat tidur nyenyak tanpa merasa kesal, dan tidak ada yang mengganggu pikiran Anda siang malam. Saya ingin meyakinkan Anda bahwa hanya ada satu cara mengalahkan kejahatan, yaitu kebaikan (kasih). (penulis: @mistermuryadi)

TERIMA KEBAIKAN TUHAN DI TENGAH MASALAH

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 16:25-26 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Dalam kamusnya TUHAN, DIA tidak mengenal istilah jalan buntu. Kita yang mengenal istilah tersebut. Ini berita sukacitanya. Ketika Anda dan saya berjalan bersama TUHAN, kita tidak akan menemui jalan buntu. Selalu ada jalan keluar dalam setiap permasalahan kita.

Anda ingat beberapa saat ketika YESUS lahir? Herodes memberi perintah untuk membunuh semua anak yang baru lahir. Di tengah situasi mencekam itu, Yusuf mendapatkan mimpi untuk membawa Maria dan YESUS ke Mesir (Matius 2:13). Ya, selalu ada jalan keluar di dalam TUHAN.

Kita telah belajar bahwa bukan TUHAN yang mencobai manusia (Yakobus 1:13). Bukan Tuhan yang merancangkan hal-hal jahat di dalam hidup kita, justru sebaliknya, TUHAN merancangkan masa depan yang indah dan penuh harapan untuk kita (Yeremia 29:11).

Namun kita tinggal di dunia yang rusak, dunia yang penuh dosa, itu sebabnya sangat mungkin kita menemui masalah di dalam kehidupan kita. Tapi, jangan kuatir. Tuhan selalu ada bersama Anda, menjaga dan memelihara Anda. Di tengah situasi sulit, tetap gantungkan pengharapan Anda kepada TUHAN, DIA pasti menyediakan jalan keluar bagi Anda.

Bagi kita, orang percaya, situasi buruk bukanlah akhir dari segalanya. Tuhan sanggup membuka jalan di tengah jalan buntu. Tuhan sanggup mengadakan mata air di tengah padang gurun. Bagian Anda dan saya adalah tetap berpegang teguh pada pengharapan kita, sebab DIA, yang menjanjikannya, setia (Ibrani 10:23). (penulis: @mistermuryadi)

SATU-SATUNYA CARA MEMBANGKITKAN IMAN ANDA

Bahan renungan:

Roma 10: 17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Saya menyarankan Anda membaca tiga renungan sebelumnya terlebih dahulu supaya Anda mengerti sepenuhnya apa yang akan saya bicarakan.

Firman Tuhan dengan jelas katakan bahwa iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus. Ini sebuah pernyataan Paulus yang sangat spesifik. Anda tidak mungkin kesulitan untuk mengertinya. Namun pada prakteknya, banyak orang tidak mengerti. Banyak orang mengira bahwa iman dapat timbul melalui berdoa, berpuasa, atau pun hal lainnya. Bukan itu yang Firman Tuhan katakan. Sekali lagi, saya tidak menentang berdoa dan berpuasa, saya pribadi masih melakukan kedua hal tersebut sampai detik ini, hanya saja bukan itu yang Firman Tuhan katakan.

Teman, iman Anda adalah satu-satunya jalan untuk menerima semua kasih karunia yang TUHAN telah berikan (Roma 5:2). Dan tidak ada cara lain untuk membangkitkan iman Anda selain dengan membaca dan merenungkan Firman Kristus siang dan malam. Perlu Anda mengerti bahwa tujuan kita membaca dan merenungkan Firman Tuhan bukan supaya TUHAN memberikan kebaikan dan kemurahannya, karena DIA telah memberikannya, melainkan supaya kita semakin hari semakin percaya bahwa TUHAN telah mengaruniakan segala yang baik bagi kita. Saat kita percaya, maka kita akan menerima apa yang telah DIA berikan.

Saya berikan sebuah ilustasi.

Misalnya saya membelikan Anda mobil dan mobil tersebut saya parkir di sebuah mal, lalu saya meminta Anda datang ke mal itu untuk mengambil mobilnya, kira-kira apakah Anda akan datang? Tergantung. Tergantung apakah Anda percaya kepada saya atau tidak. Kalau Anda percaya kepada saya, Anda akan datang ke mal tersebut untuk mengambil mobil yang telah saya beli untuk Anda. Sebaliknya, jika Anda tidak percaya kepada saya, mungkin Anda berkata dalam hati, “Ah siapa dia, mana mungkin baru kenal sudah langsung membelikan mobil,” sekalipun mobil tersebut sudah ada di mal, Anda tidak akan pernah datang ke mal itu untuk mengambilnya. Lihat, Anda tidak menerima mobil tersebut bukan karena saya belum membelikannya, Anda tidak menerimanya karena Anda tidak percaya kepada saya. Anda mengerti maksud saya?

Tuhan telah mencurahkan segala berkat untuk Anda. Masalah orang Kristen hanya satu, mereka tidak percaya bahwa TUHAN telah memberikannya. Perhatikan cara sebagian orang Kristen berdoa. Mereka berdoa dengan cara memohon-mohon seolah TUHAN belum memberikannya. Tentu Anda pernah mendengar doa-doa seperti ini, “Tuhan, hadirlah di tempat ini, jangan tinggalkan kami,” atau mungkin, “Tuhan, kiranya Engkau mau memberkati atau menyembuhkan penyakit ini.” Membaca dan merenungkan Firman Kristus akan membuat Anda semakin hari semakin percaya bahwa janji TUHAN ya dan amin. Di saat Anda percaya, Anda pasti menerimanya. (penulis: @mistermuryadi)

CARA MENERIMA DARI TUHAN

Bahan renungan:

Roma 5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

Apa yang dimaksud kasih karunia dalam ayat ini? Seperti yang telah kita bahas sejak dua hari lalu, kasih karunia adalah segala sesuatu yang telah TUHAN berikan cuma-cuma melalui pengorbanan YESUS di atas kayu salib, yaitu kesembuhan, keselamatan, kesehatan, kuasa, Roh Kudus, damai, sukacita, Anda bisa sebutkan lagi yang lainnya. Anda bisa membaca lebih detil dalam artikel ini: SUDAH SELESAI

Sekarang perhatikan.

Pada saat kita menerima sesuatu dari seseorang, ada dua hal yang terjadi, yaitu ada orang yang memberikan, kemudian ada menerimanya. Artinya, bisa jadi seseorang telah memberikan, namun kita tidak atau belum menerimanya. Jadi, saat Anda tidak menerima, belum tentu karena orang itu belum memberikannya. Anda mengerti maksud saya? Saya berikan contoh. Saya mengirim dendeng via pos kepada Anda, namun karena salah alamat, setelah lewat dua minggu, Anda belum juga menerimanya. Apakah saya sudah mengirim? Tentu saja sudah, tapi karena salah alamat, Anda belum menerimanya.

TUHAN sudah memberikan segalanya kepada Anda, jika hari ini Anda belum menerimanya, itu bukan salah TUHAN. Sayangnya, ketika seseorang belum menerima dari TUHAN, yang seringkali orang tersebut salahkan adalah TUHAN. Mereka berpikir TUHAN belum memberikan.

Firman TUHAN di atas katakan, “Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini.” Anda butuh IMAN untuk menerima segala kasih karunia yang telah TUHAN berikan. Contoh: Yohanes 1:29 katakan, “YESUS menebus dunia,” dan 2 Petrus 3:9 katakan, TUHAN ingin jangan ada yang binasa, melainkan semua orang berbalik dan bertobat. Pertanyaan saya, kalau YESUS benar-benar sudah menebus dosa dunia dan menghendaki semua orang diselamatkan, kenapa ada yang masuk neraka? Jawabannya sederhana, karena Firman Tuhan katakan dalam Roma 10:9-10 mereka harus percaya kepada YESUS untuk menerima keselamatan. TUHAN sudah memberikan keselamatan itu 2000 tahun lalu, namun untuk menerima keselamatan itu Anda perlu menaruh IMAN Anda kepada YESUS. Sama halnya dengan kesembuhan, kesehatan, berkat, kuasa, dan mukjizat, TUHAN sudah memberikannya, namun untuk menerimanya Anda perlu menaruh IMAN Anda kepada YESUS.

Anda ingin menerima semua kasih karunia yang telah TUHAN berikan kepada Anda? Tidak ada cara lain selain melalui IMAN, bukan dengan cara mengusahakannya. Kita akan membahas mengenai IMAN besok. (penulis: @mistermuryadi)

IBLIS INGIN ANDA SELALU MENGUSAHAKANNYA

Bahan renungan:

Efesus 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

Melanjutkan renungan kemarin, bahwa TUHAN telah memberikan segala sesuatu kepada Anda ketika DIA memberikan YESUS kepada dunia ini. Kematian Kristus adalah sebuah tanda bahwa semua yang terbaik telah Tuhan berikan kepada manusia. TUHAN bukan hanya telah memberikan keselamatan atau penebusan dosa, tetapi juga kesembuhan, kesehatan, berkat, pemulihan, dan masa depan yang indah. Paulus dalam Roma 8:32 menegaskan hal ini, “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” Apa yang Paulus maksud dengan segala sesuatu? Segala sesuatu artinya adalah segala sesuatu, seperti yang telah saya sebutkan di atas.

Sekarang saya butuh perhatian lebih dari Anda.

Teman, jauh lebih mudah mempertahankan apa yang telah Anda miliki, daripada mengambil atau mengharapkan sesuatu yang tidak Anda miliki. Kebenarannya, TUHAN telah memberikan segala sesuatu yang terbaik kepada Anda, namun iblis ingin Anda terus berpikir bahwa TUHAN belum memberikannya. Jika Anda berpikir TUHAN belum memberikannya, maka Anda sedang masuk ke dalam perangkap iblis, yaitu Anda jadi terus menerus mengusahakannya. Jika Anda berpikir bahwa TUHAN belum menyembuhkan Anda, Anda akan mengusahakan kesembuhan itu.

Tidak heran banyak orang percaya yang mati-matian berdoa, berpuasa, atau menjaga kekudusan dengan motivasi supaya TUHAN memberikan kesembuhan kepadanya. Saya tidak menentang Anda berdoa, berpuasa, dan menjaga kekudusan, saya pribadi masih melakukan semuanya itu. Hanya saja jika motivasi Anda berdoa, berpuasa, dan menjaga kekudusan supaya TUHAN memberikan sesuatu kepada Anda, Anda keliru, karena DIA telah memberikannya kepada Anda ketika DIA memberikan YESUS 2000 tahun lalu.

Bagian Anda bukan lagi mengusahakan kebaikan dan kemurahan TUHAN, melainkan menerima kebaikan dan kemurahan yang telah TUHAN berikan melalui pengorbanan YESUS. Besok saya akan membahas cara yang Firman Tuhan ajarkan untuk menerima segala sesuatu yang telah DIA berikan. (penulis: @mistermuryadi)