JANGAN MEMERCAYAI KEKUATIRAN ANDA

Bahan renungan:

Ayub 3:25 Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.

Apakah Anda masih ingat renungan kita beberapa waktu lalu, bahwa ada kekuatan yang sangat luar biasa dari iman percaya Anda? Jika Anda memercayai janji Tuhan, Anda akan menerima janji Tuhan tersebut.

(Baca juga: HIDUP DALAM KEKUATIRAN ITU MELELAHKAN)

Hal yang sama akan terjadi ketika Anda memercayai apa yang Anda kuatirkan dan takutkan. Anda akan menerima sesuatu yang Anda percayai. Jika Anda memercayai bahwa bulan depan Anda kesulitan untuk membayar tagihan dan membeli kebutuhan Anda, itulah hal yang akan terjadi. Jika Anda memercayai bahwa penyakit Anda sulit untuk disembuhkan, itulah yang akan menimpa hidup Anda.

Ayub memercayai ketakutannya dan hal yang ditakutkan itulah yang terjadi di dalam kehidupan Ayub. Ya, Anda hanya menerima apa yang Anda percayai.

Seperti yang saya katakan dalam renungan kemarin. Seringkali, banyak di antara kita tidak tahu harus melakukan atau mengucapkan apa ketika masalah datang, akibatnya kita ketakutan dan kuatir. Karena, hanya itu respons yang kita ketahui dan biasa kita lihat di sekitar. Padahal, kalau kita tahu janji Tuhan, kita dapat mengucapkan janji Tuhan tersebut dan mengharapkan hal itu terjadi di dalam hidup kita, sekalipun situasi yang kita lihat buruk.

(Baca juga: KETAKUTAN ADALAH CARA IBLIS MENGHAMBAT HIDUP ANDA)

Sekali lagi saya ingin katakan bahwa penting bagi setiap Anda mengetahui janji Tuhan dan kebenaran Firman Tuhan. Supaya ketika masalah datang, Anda dapat berpegang teguh pada Firman Tuhan dan tidak menjadi lemah. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

DUA CARA MENGECEK PERTUMBUHAN KITA DI DALAM KRISTUS

Bahan renungan:

2 Petrus 1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.

Saya yakin Anda setuju dengan saya bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus perlu semakin bertumbuh di dalam Yesus. Kita perlu semakin mengenal, percaya, dan bergantung kepada-Nya.

(Baca juga: JANGAN TAKUT MENDEKLARASIKAN IMAN KITA)

Namun, bagaimana cara mengenalinya? Bagaimana cara kita mengetahui apakah selama ini kita semakin bertumbuh atau tidak?

Setidaknya ada dua cara yang dapat saya berikan untuk membantu mengenali pertumbuhan diri kita.

Cara pertama, perhatikan masalah-masalah yang kita hadapi. Jika kita masih menghadapi masalah yang sama dengan lima tahun lalu, artinya kita tidak sedang bergerak naik. Kita tidak sedang semakin percaya kepada Tuhan.

Saya berikan contoh. Misalnya, lima tahun lalu pergumulan kita adalah takut dan kuatir untuk memberikan persembahan dan persepuluhan. Lalu, setelah lima tahun, masalah kita masih sama. Padahal, kita sudah bekerja, memiliki gaji lebih besar, mengalami banyak pertolongan Tuhan, tetapi kita tetap masih takut dan kuatir memberikan persembahan dan persepuluhan. Saya dapat pastikan kita tidak sedang bertumbuh di dalam pengenalan akan Kristus.

Begitu halnya jika selama lima tahun kita selalu bingung memutuskan antara pergi ke gereja atau tidak. Saya dapat pastikan kondisi tersebut menunjukkan kita tidak sedang bertumbuh di dalam Kristus.

Cara kedua, cek yang semakin mendominasi hati dan pikiran kita itu ketakutan dan kekuatiran, atau kasih karunia dan damai sejahtera.

Orang yang semakin bertumbuh di dalam Kristus semestinya semakin memancarkan damai sejahtera, sukacita, ketenangan, dan kekuatan dari dalam hidupnya. Amsal 4:18 mengatakan jalan hidup orang benar seperti cahaya fajar, yang semakin hari semakin bertambah terang.

Saya tidak mengatakan hal di atas untuk membuat Anda merasa tertuduh, melainkan supaya Anda tahu kondisi Anda saat ini, sehingga Anda dapat memperbaiki yang salah, dan kembali mendekat kepada Tuhan.

Solusi dari hidup kita yang berantakan, pernikahan yang bermasalah, bisnis yang sepi, keluarga yang tidak bahagia hanyalah Kristus, tidak ada jalan lain. Dan, satu-satunya cara untuk semakin mengenal Kristus adalah melalui membaca dan merenungkan Firman-Nya setiap hari.

(Baca juga: INI KATA ALKITAB TENTANG PENYAKIT YANG TIDAK ADA OBATNYA)

Lingkupi diri kita dan isi waktu-waktu kita dengan hal-hal yang berhubungan dengan kebenaran Firman Tuhan, entah itu melalui membaca website seperti hagahtoday.com, buku-buku rohani, menonton video atau rekaman khotbah di Youtube, tulisan-tulisan yang membangun di Instagram atau Facebook, atau cara lain yang menurut kita efektif. Yang pasti, kita perlu semakin bertumbuh di dalam pengenalan akan Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

IBLIS TIDAK INGIN ANDA MENIKMATI JANJI TUHAN

Bahan renungan:

Markus 12:7-8 Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu.

Sejak dulu sampai hari ini tujuan iblis hanya satu, dia ingin agar Anda dan saya, orang-orang yang percaya kepada Yesus, terpisah dari Bapa Sorgawi. Iblis tahu sekali bahwa ketika kita berada di dekat Bapa, kita dipulihkan, disembuhkan, dan diberkati.

(Baca juga: MENGAPA TUHAN YANG BAIK MENURUNKAN AIR BAH DAN MENGHANCURKAN SODOM GOMORA?)

Yohanes 10:10 memberikan garis batas yang jelas antara iblis dan Yesus. Iblis datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; tetapi Yesus datang, supaya kita mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Dengan berbagai tipu daya, iblis ingin agar kita tidak menikmati warisan janji Tuhan. Cara yang paling sering iblis lakukan adalah membuat kita merasa tidak dikasihi. Membuat kita meragukan kasih Bapa kepada kita. Ketika kita merasa tidak dikasihi Tuhan, kita cenderung akan menjauhi Tuhan dan berprasangka buruk terhadap Tuhan. Akibatnya, ketakutan dan kekuatiran akan mendominasi kehidupan kita, dan hidup kita terisolasi oleh perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran yang negatif.

(Baca juga: PELAYANAN ADALAH TEMPAT TERBAIK UNTUK MELATIH KARAKTER KITA)

Kita perlu sering mendengar kabar baik mengenai Yesus. Yohanes 8:32 mengatakan, “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Kebenaran Firman Tuhan membuat kita mengenali tipu daya si jahat. Kebenaran Firman Tuhan menuntun kita ke jalan yang benar. (penulis: @mistermuryadi)

BIARKAN TUHAN MENYAKINKAN ANDA SEKALI LAGI

Bahan renungan:

Yesaya 43:1-2 Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.”

Saya tidak bosan membaca ayat di atas berulang-ulang. Ayat itu sangat menenangkan dan menguatkan saya. Seolah Tuhan berbicara meyakinkan saya, “Anak-Ku janganlah takut, Aku senantiasa bersama-sama dengan Engkau. Tidak akan ada satu hal pun yang dapat mencelakai engkau.” Anda perlu tandai ayat di atas, supaya sewaktu-waktu Anda membutuhkannya, Anda dapat dengan mudah mendapatkannya.

(Baca juga: KITA HEBAT, KARENA YANG MENCIPTAKAN KITA SANGAT HEBAT)

Supaya saat masalah atau pergumulan datang bagai topan badai yang mengerikan, saat ketakutan atau kekuatiran menyerbu dan menghantui pikiran, Anda tidak membiarkan hal-hal buruk tersebut menyakinkan hati Anda bahwa Anda akan kalah, gagal, atau tenggelam.

Saya percaya, melalui kebenaran dan janji-Nya, Tuhan senantiasa berusaha menyakinkan kita bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita dalam keadaan apa pun. Entah kita sedang dalam lembah kekelaman, kekecewaan yang amat sangat, kepedihan yang mendalam, atau ketakutan yang mencekam, Dia tidak pernah sekalipun membiarkan kita sendirian.

(Baca juga: PENTINGNYA MENGHAFAL MAZMUR 23 DAN 91)

Jika Anda sedang dalam beban yang berat hari ini, luangkan sedikit waktu untuk kembali merenungkan Firman dan janji-Nya. Berikan Tuhan kesempatan sekali lagi untuk menyakinkan hati Anda bahwa janji-Nya YA dan AMIN dan bahwa Anda sangat berharga di mata-Nya, sebelum Anda memutuskan untuk marah, kecewa, menyalahkan ataupun meninggalkan Dia. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

PERGUNAKANLAH PERISAI IMAN SETIAP WAKTU

Bahan renungan:

Efesus 6:16 Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.

Panah api si jahat yang dimaksud pada ayat di atas adalah tipu muslihat dan dakwaan iblis terhadap hidup kita siang dan malam. Akibat dari ditipu dan didakwa iblis, kita jadi hidup di dalam ketakutan.

(Baca juga: PATUTKAH KITA MENSYUKURI SAKIT PENYAKIT KITA?)

Ketakutan akan mematahkan semangat kita dan semangat yang patah mengeringkan tulang (Amsal 17:22). Ketika kita sakit parah, kita merasa tidak ada harapan untuk sembuh; ketika bisnis sedang surut, kita merasa akan bangkrut; ketika anak-anak kita sedang bermasalah, kita merasa masa depan mereka akan berantakan. Padahal, Tuhan melalui karya salib Yesus, memberikan 1260 janji yang kekal bagi setiap orang percaya.

Ayat renungan kita hari ini mengatakan bahwa cara memadamkan serangan panah api si jahat adalah dengan mempergunakan perisai iman, yaitu kebenaran Firman Kristus.

Teman, kita tidak dapat bertahan terhadap serangan iblis jika kita hanya diam saja. Kita perlu mengambil tindakan. Kita perlu tunduk kepada Allah dan mulai melawan iblis (Yakobus 4:7). Tunduk yang Alkitab maksud adalah membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Ya, hanya itu satu-satunya cara kita dapat menang atas tipu muslihat dan dakwaan iblis. Tidak ada cara lain.

Kita telah belajar bahwa iman hanya timbul dari pendengaran akan Firman Kristus (Roma 10:17). Artinya, semakin sering kita mendengar kebenaran mengenai Kristus dan karya salib-Nya, semakin kita memiliki kekuatan untuk melawan tipu muslihat dan dakwaan iblis.

(Baca juga: HIDUP SESUAI CARA YESUS PASTI BERHASIL DAN BERUNTUNG)

Yohanes 8:32 mengatakan kebenaran akan memerdekakan hidup kita. Memerdekakan kita dari apa? Dari ketakutan, kekuatiran, sakit penyakit, kemiskinan, dan kehancuran. Jika kita mengerti kebenaran dan janji Tuhan, kita tidak dapat ditipu dan didakwa oleh iblis. Setiap kali iblis datang untuk menipu dan mendakwa, kita dapat dengan segera menjawab, “Ada tertulis …” (penulis: @mistermuryadi)

MUNGKIN MASA LALU ANDA BURUK, TETAPI TIDAK MASA DEPAN ANDA

Bahan renungan:

Amsal 24:13-14 Anakku, makanlah madu, sebab itu baik; dan tetesan madu manis untuk langit-langit mulutmu. Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.

Tidak ada istilah “terlanjur rusak” atau “terlanjur basah” di dalam Tuhan. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang tidak pernah berhenti memberikan kesempatan demi kesempatan. Masa lalu Anda mungkin saja buruk, tetapi tidak harus demikian dengan masa depan Anda. Di dalam Kristus, ada janji akan masa depan yang indah bagi Anda.

(Baca juga: JANGAN INGAT LAGI MASA LALU YANG BURUK!)

Kitab Amsal di atas mengatakan, “Makanlah madu, sebab itu baik …” dan dilanjutkan, “Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan …” Apakah Anda mengerti apa yang dimaksud oleh ayat itu?

Madu adalah cara Bangsa Israel menggambarkan manisnya Firman Tuhan dan janji Tuhan kepada anak-anak mereka. Pertama kali mereka mengajarkan Torah (Kitab Agama Yudaisme) kepada anak-anak mereka yang masih kecil, mereka selalu meneteskan madu ke langit-langit mulut anak-anak mereka, lalu mengatakan, “Hukum, perintah, dan janji Tuhan manis seperti madu.”

Namun kita mengenal madu bukan lagi dalam wujud Torah, atau yang dikenal dengan Hukum Taurat, melainkan dalam nama Yesus Kristus. Hari ini saya ingin mengatakan kepada Anda bahwa janji dan kebenaran yang diberikan Tuhan Yesus bagi kita manis seperti madu. Ketika kita hidup di dalam janji dan kebenaran tersebut, masa depan kita pasti berubah. Kebenaran-kebenaran yang kita baca dan renungi akan memberikan kita hikmat yang dapat menuntun kita membuat keputusan-keputusan yang benar, sehingga masa depan kita menjadi indah.

Mungkin beberapa di antara Anda berpikir akibat kesalahan, keputusan, atau perbuatan di masa lalu, maka masa depan Anda akan kacau dan berantakan. Jika Anda tidak berjalan bersama Yesus, sekalipun masa lalu Anda indah, saya berani menjamin masa depan Anda pasti berantakan. Apalagi jika masa lalu Anda buruk dan Anda tetap melanjutkan berjalan tanpa Yesus.

(Baca juga: KE MANA MATA ANDA MELIHAT KETIKA ADA MASALAH?)

Teman, saya tidak mengerti seburuk apa masa lalu Anda, saya juga tidak tahu penderitaan yang Anda alami setelahnya, tetapi yang saya tahu adalah ketika Anda mendekat kepada Yesus, hidup di dalam janji dan kebenaran-Nya, Dia pasti memulihkan Anda. Dia akan membawa Anda kepada masa depan yang indah dan penuh harapan. (penulis: @mistermuryadi)

MINUM MINYAK URAPAN? OH, COME ON!

Bahan renungan:

Imamat 8:12 Kemudian dituangkannya sedikit dari minyak urapan itu ke atas kepala Harun dan diurapinyalah dia untuk menguduskannya.

Saya tidak mengerti mengapa beberapa orang percaya mengembangkan sebuah kebiasaan yang tidak tertulis di dalam kebenaran Firman Tuhan. Misalnya seperti meminum minyak urapan, menginjili orang yang sudah meninggal, atau mengenakan pakaian tertentu untuk memuji dan menyembah Tuhan.

(Baca juga: JAWABAN SEMUA MASALAH ANDA ADA DI DALAM YESUS)

Hari ini saya ingin membahas mengenai minyak urapan terlebih dahulu. Di dalam seluruh kebenaran Firman Tuhan, tidak ada satu pun ayat yang pernah memerintahkan atau pun menceritakan mengenai meminum minyak urapan.

Seperti ayat yang saya tuliskan di atas, minyak urapan dioleskan, bukan diminum seperti yang dilakukan oleh beberapa orang.

“Tetapi, saat saya meminumnya, saya sembuh dan dibebaskan.”

Teman, Anda sembuh karena iman Anda kepada Yesus, bukan karena meminum minyak. Yesus yang mengatakan hal tersebut setiap kali Dia menyembuhkan orang sakit. Anda dapat membaca pernyataan Yesus dalam Markus 5:34, Markus 10:52, Lukas 7:50, Lukas 17:19, dan Lukas 18:42. Yesus sama sekali tidak pernah mengatakan, “Benda inilah (minyak, batu, atau lainnya) yang telah menyembuhkan dan menyelamatkan engkau.”

Saya mengenal seseorang yang mengalami sakit parah lalu meminum minyak urapan. Setelah dua atau tiga kali meminumnya, orang tersebut meninggal. Rekan-rekannya mengatakan, “Karena imannya kurang besar.” Lihat, bahkan rekan-rekannya pun setuju bahwa yang menyembuhkan bukan minyak tersebut, melainkan imannya.

Teman, jangan mau dibodoh-bodohi dengan sesuatu yang tidak benar. Kalau patokan Anda mengikuti atau melakukan sesuatu semata karena terjadi mukjizat, saya ingat dulu ada dukun cilik bernama Ponari yang dapat menyembuhkan penyakit menggunakan batu ajaib. Mungkin Anda katakan, “Si Ponari ini menyembuhkan dengan kuasa kegelapan dan dia bukan orang percaya, tetapi kalau saya minum minyak urapan karena seorang hamba Tuhan yang mengatakannya.”

Rasul Paulus pernah berurusan dengan hal yang sama dan inilah sikapnya, “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia (Galatia 1:8).” Paulus mengatakan sekalipun ada rasul, murid Yesus, pengikut Kristus, atau malaikat Sorga yang memberitakan sesuatu yang berbeda dengan Injil Kristus, terkutuklah dia. Wow, sebuah pernyataan yang sangat tegas!

(Baca juga: TIGA KEUNTUNGAN DARI MENGETAHUI JANJI-JANJI TUHAN)

Teman, gunakanlah kebenaran Firman Tuhan sebagai acuan saat Anda menyikapi sesuatu, supaya Anda tidak terjebak tipu muslihat si jahat. (penulis: @mistermuryadi)