PERGUNAKANLAH PERISAI IMAN SETIAP WAKTU

Bahan renungan:

Efesus 6:16 Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.

Panah api si jahat yang dimaksud pada ayat di atas adalah tipu muslihat dan dakwaan iblis terhadap hidup kita siang dan malam. Akibat dari ditipu dan didakwa iblis, kita jadi hidup di dalam ketakutan.

(Baca juga: PATUTKAH KITA MENSYUKURI SAKIT PENYAKIT KITA?)

Ketakutan akan mematahkan semangat kita dan semangat yang patah mengeringkan tulang (Amsal 17:22). Ketika kita sakit parah, kita merasa tidak ada harapan untuk sembuh; ketika bisnis sedang surut, kita merasa akan bangkrut; ketika anak-anak kita sedang bermasalah, kita merasa masa depan mereka akan berantakan. Padahal, Tuhan melalui karya salib Yesus, memberikan 1260 janji yang kekal bagi setiap orang percaya.

Ayat renungan kita hari ini mengatakan bahwa cara memadamkan serangan panah api si jahat adalah dengan mempergunakan perisai iman, yaitu kebenaran Firman Kristus.

Teman, kita tidak dapat bertahan terhadap serangan iblis jika kita hanya diam saja. Kita perlu mengambil tindakan. Kita perlu tunduk kepada Allah dan mulai melawan iblis (Yakobus 4:7). Tunduk yang Alkitab maksud adalah membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Ya, hanya itu satu-satunya cara kita dapat menang atas tipu muslihat dan dakwaan iblis. Tidak ada cara lain.

Kita telah belajar bahwa iman hanya timbul dari pendengaran akan Firman Kristus (Roma 10:17). Artinya, semakin sering kita mendengar kebenaran mengenai Kristus dan karya salib-Nya, semakin kita memiliki kekuatan untuk melawan tipu muslihat dan dakwaan iblis.

(Baca juga: HIDUP SESUAI CARA YESUS PASTI BERHASIL DAN BERUNTUNG)

Yohanes 8:32 mengatakan kebenaran akan memerdekakan hidup kita. Memerdekakan kita dari apa? Dari ketakutan, kekuatiran, sakit penyakit, kemiskinan, dan kehancuran. Jika kita mengerti kebenaran dan janji Tuhan, kita tidak dapat ditipu dan didakwa oleh iblis. Setiap kali iblis datang untuk menipu dan mendakwa, kita dapat dengan segera menjawab, “Ada tertulis …” (penulis: @mistermuryadi)

“APA SAJA YANG DIPERBUATNYA BERHASIL”

Bahan renungan:

Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Kitab Mazmur dibuka dengan kebenaran yang sangat luar biasa mengenai keberhasilan. Adalah kehendak Tuhan agar Anda dan saya hidup di dalam keberhasilan.

(Baca juga: SEPERTI RUSA MERINDUKAN SUNGAI)

Menurut ayat di atas, keberhasilan merupakan buah dari dua hal: menjauhi sumber nasihat yang salah, dan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam. Lihat, cara untuk berhasil menurut Firman Tuhan bukan kerja keras, banting tulang, dan menghalalkan segala cara.

Ayat 1 membahas pentingnya kita memperhatikan sumber nasihat kita. Sumber nasihat yang salah dapat membawa kita ke tempat yang salah dan melakukan hal-hal yang salah. Orang-orang yang negatif pasti membawa pengaruh negatif di dalam kehidupan kita. Jangan mendengarkan nasihat mereka, apalagi bersahabat dengan mereka. Bergaul dengan orang-orang negatif hanya akan menguras hal-hal positif yang ada di dalam diri Anda.

Ayat 2 mengatakan tidak cukup hanya membaca Firman Tuhan sesekali. Kita perlu merenungkannya siang dan malam. Indikasi kita sukses merenungkan kebenaran Firman Tuhan adalah kita memikirkan, memperkatakan, dan mengambil keputusan berdasarkan kebenaran tersebut.

(Baca juga: KEHEBATAN LIDAH MANUSIA)

Ketika kita berkomitmen terhadap kedua hal di atas, Firman Tuhan katakan, ” … ia akan menghasilkan buah pada musimnya dan apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Haleluya. (penulis: @mistermuryadi)

HATI-HATI TERHADAP “AJARAN YESUS” YANG TIDAK ADA DASARNYA

Bahan renungan:

Lukas 17:1 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.”

Yesus memperingati setiap orang percaya untuk berhati-hati terhadap penyesatan 2000 tahun yang lalu. Anggaplah penyesatan dimulai tepat pada zaman Yesus. Jika demikian, setelah 2000 tahun kemudian, para penyesat tersebut pasti sudah semakin pintar. Anda perlu berhati-hati.

(Baca juga: YESUS DATANG UNTUK MENYAMPAIKAN KABAR BAIK BAGI ORANG MISKIN)

Jika Anda disesatkan untuk menyembah patung atau sebuah pohon keramat, Anda pasti dengan mudah menolaknya. Namun, bagaimana jika penyesat tersebut juga pergi ke gereja, mengenakan kalung salib, dan menggunakan ayat Firman Tuhan? Sangat mungkin Anda disesatkan jika Anda tidak tahu kebenaran Firman Tuhan.

Ciri dari para pengajar sesat adalah apa yang mereka ajarkan tidak berdasarkan apa yang telah Yesus lakukan di atas kayu salib. Saya berikan contoh. Yesus mati untuk menanggung setiap sakit penyakit kita. Jika ada yang mengatakan kepada Anda bahwa Tuhan mengijinkan sakit penyakit untuk melatih kesetiaan kita, Anda perlu berhati-hati terhadap mereka.

Begitu juga mengenai berkat dan kemiskinan. Yesus mati untuk menebus kemiskinan kita. Supaya kita yang miskin dapat hidup di dalam kelimpahan. Jika ada yang mengatakan kepada Anda bahwa mengharapkan kelimpahan itu salah, Anda perlu berhati-hati terhadap mereka.

(Baca juga: ADAKAH HARAPAN BAGI HIDUP KITA YANG SUDAH TERLANJUR RUSAK?)

Sulit mengenali para penyesat jika Anda tidak mengenal kebenaran dengan baik. Anda perlu mempelajari kebenaran mengenai Yesus dan karya penebusan-Nya, supaya Anda tidak tersesat. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JANJI TUHAN MANIS LEBIH MANIS DARI MADU

Bahan renungan:

Mazmur 119:103 Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.

Kalimat “Manis lebih dari pada madu” di atas berbicara banyak hal bagi saya pribadi. Berikut yang saya dapatkan mengenai ayat di atas:

  1. Madu memiliki rasa.
    Rasa berbicara mengenai realita. Bahwa janji Tuhan itu nyata, bukan hanya sebuah angan-angan, harapan palsu, atau sesuatu yang bersifat mudah-mudahan. Anda dapat merasakan janji Tuhan, atau dengan kata lain, Anda dapat menikmatinya di dalam hidup Anda senyata Anda menikmati mobil yang Anda kendarai, uang yang Anda pakai untuk berbelanja, dan kue yang Anda makan.
  2. Madu yang manis.
    Bagi saya, kata “manis” di atas mematahkan teologi yang selama ini mengajarkan bahwa Tuhan adalah Pribadi mengijinkan kecelakaan, sakit penyakit, mati muda, dan kemiskinan untuk melatih kehidupan anak-anak-Nya. Manis berbicara mengenai hal yang baik dan menyenangkan. Tuhan yang saya kenal di dalam nama Yesus, tidak pernah merancangkan yang jahat bagi anak-anak-Nya. Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan (Yeremia 29:11).

(Baca juga: ANDA INGIN BERUBAH? SEKARANGLAH WAKTUNYA!)

Saya suka sekali ayat di atas. Sangat menggambarkan betapa pasti dan luar biasa janji Tuhan bagi hidup kita yang percaya. Seperti saya pernah gambarkan bahwa janji Tuhan bagi anak-anak-Nya sepasti Matahari terbit dan terbenam setiap hari. (penulis: @mistermuryadi)

TIDAK SEMUA HAL YANG JAHAT BERASAL DARI IBLIS

Bahan renungan:

Yakobus 1:14-15 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Kebangkitan Kristus adalah bukti bahwa iblis dan maut telah dikalahkan. Itu artinya iblis sudah tidak dapat lagi melakukan hal-hal buruk di dalam hidup orang percaya, kecuali orang percaya tersebut mengijinkannya.

(Baca juga: APAKAH SALAH JIKA KITA MENGHARAPKAN BERKAT DARI TUHAN?)

Banyak gereja terlalu mengagungkan kekuatan iblis. Mereka mengatakan, “Iblis dapat memaksa kita melakukan sesuatu yang kita tidak inginkan, iblis dapat menyerang kita, iblis dapat merusak hidup kita,” seolah iblis masih memiliki kuasa.

Iblis dapat melakukan hal-hal di atas hanya jika Anda mengijinkannya, dengan cara Anda mempercayai sesuatu yang salah, seperti: “Saya ini hanya manusia biasa,” “Tubuh saya memang mudah sakit sejak kecil,” “Saya tidak boleh telat makan, nanti sakit maag saya pasti kambuh,” “Saya sulit menjadi orang berhasil, karena sekolah saya tidak tinggi.”

Ketika Anda percaya kepada hal-hal salah di atas, pada dasarnya Anda sedang memberikan otoritas kepada iblis untuk menghancurkan hidup Anda.

Lihat, tidak semua yang jahat berasal dari iblis. Seringkali kitalah yang bertanggung jawab atas hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup kita. Iblis hanya memanfaatkan ketidakpedulian Anda akan kebenaran. Iblis ingin Anda mempercayai hal-hal yang salah. Akibatnya, Anda merusak dan melakukan yang jahat terhadap diri sendiri.

“Lalu, apa yang harus saya lakukan untuk mengubah hal tersebut?”

Mulailah mengisi pikiran dan hati Anda dengan kebenaran. Ayat di atas mengatakan bahwa hal-hal buruk datang ke dalam hidup Anda akibat keinginan-keinginan yang keliru. Anda dipikat dan diseret oleh keinginan-keinginan tersebut. Keinginan yang salah timbul karena Anda mempercayai sesuatu yang salah, karena Anda mengisi hati dan pikiran Anda dengan hal-hal yang salah. Contohnya, keinginan cepat kaya dengan menghalalkan segala cara atau keinginan melakukan hawa napsu.

(Baca juga: MEMILIH PERCAYA TUHAN VS. MEMILIH JALAN SENDIRI (MAZMUR 91:15))

Namun jika Anda mengisi pikiran dan hati Anda dengan kebenaran, Anda akan menginginkan hal-hal yang benar juga, sebagai akibatnya, Anda akan “dipikat” dan “diseret” kepada hal-hal yang mendatangkan kebaikan untuk hidup Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

HIDUP DI BAWAH NAUNGAN YANG MAHATINGGI (MAZMUR 91:1-2)

Bahan renungan:

Mazmur 91:1-2 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Beberapa hari ke depan saya akan menyajikan seluruh ayat dari Mazmur 91 sebagai bahan renungan kita. Saya percaya Tuhan sedang ingin menyampaikan sesuatu yang luar biasa kepada kita semua melalui pasal ini.

(Baca juga: JANGAN HABISKAN ENERGI ANDA UNTUK MELADENI ORANG NEGATIF)

Tinggal dalam kebenaran Firman Tuhan adalah tempat perlindungan teraman bagi setiap orang percaya. Kebenaran melindungi kita dari tipu daya iblis yang menghancurkan. Kebenaran memberikan garis batas yang jelas supaya hati dan pikiran kita dapat membedakan antara yang benar dan yang salah. Kebenaran mengganjar kehidupan kita dengan damai, sukacita, dan ketenangan.

(Baca juga: KEJARLAH TUHAN, ANDA AKAN MENDAPATKAN IMPIAN ANDA)

Apakah Anda sedang merasa diserang, entah oleh masalah finansial, sakit penyakit, konflik, ketakutan, atau kekuatiran? Jika iya, kebenaran Firman Tuhan adalah kubu pertahanan terbaik yang Anda miliki. Efesus 6:6 mengatakan, “Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

APA BENAR TUHAN MASIH MENAMPUNG AIR MATA KITA DI KIRBATNYA?

Bahan renungan:

Mazmur 56:8 Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?

Belum lama, saya membaca seorang hamba Tuhan menuliskan di sosial medianya bahwa Tuhan menampung air mata kita di kirbat-Nya terlebih dahulu. Setelah penuh, barulah Dia akan menjawab doa dan permohonan kita.

(Baca juga: ANDA DIKASIHI BEGITU HEBAT)

Saya yakin pemikiran tersebut diambil dari kitab Mazmur yang ditulis oleh Raja Daud seperti tercantum dalam renungan kita di atas. Namun, apakah hal tersebut masih relevan di zaman anugerah Perjanjian Baru? Apakah Tuhan masih menunggu kirbat-Nya penuh dengan air mata kita, kemudian Dia baru menjawab doa dan permohonan kita? Mari kita lihat kebenaran-Nya.

Dalam Matius 6:32, Yesus mengatakan bahwa Bapa Sorgawi tahu segala keperluan kita sebelum kita meminta kepada-Nya. Lalu, Rasul Paulus menuliskan dalam Efesus 1:3, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.”

Jika kita menggabungkan kedua ayat di atas, kita menemukan sebuah kebenaran bahwa Tuhan sudah mengetahui doa dan permohonan kita jauh sebelum kita meminta kepada-Nya. Dan, melalui pengorbanan Yesus di kayu salib, Tuhan sudah memberikan segala berkat rohani, atau dengan kata lain, sudah memberikan jawaban untuk setiap doa dan permohonan kita.

Teman, Tuhan menyediakan jawaban bagi semua masalah Anda dengan cara menganugerahkan Yesus dan kebenaran-Nya kepada Anda. Jadi, yang Anda perlu lakukan bukan lagi mengisi kirbat Tuhan dengan air mata, melainkan percaya kepada Yesus dan kebenaran-Nya.

(Baca juga: MASALAH ANDA ADALAH MASALAH YANG BIASA)

Bagaimana mungkin Anda meminta atau memohon sesuatu yang Tuhan sudah berikan kepada Anda?

Di dalam Yesus, ada semua hal yang Anda perlukan, yaitu berkat, kesehatan, keselamatan, pengampunan, pemulihan, mukjizat, umur panjang, dan kesembuhan. Bagian Anda adalah percaya kepada Yesus dan kebenaran-Nya, dan semua yang Anda perlukan akan ditambahkan kepada Anda (Matius 6:33). (penulis: @mistermuryadi)