BEGINI CARA TUHAN MENGUBAH HIDUP ANDA

Bahan renungan:

Efesus 4:21-24 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Mungkin Anda pernah memanjatkan doa seperti ini, “Tuhan, ubah hatiku, ubah hidupku,” “Pakai hidupku, ya, Tuhan menjadi berkat bagi banyak orang.”

(Baca juga: KASIH SESEORANG TERPANCAR MELALUI PENGORBANANNYA)

Menurut Anda, bagaimana Tuhan mengubah hidup Anda? Banyak orang Kristen mengira bahwa ketika mereka terbangun di pagi hari, Tuhan akan secara tiba-tiba akan membuat diri mereka menjadi sabar, baik hati, lemah lembut, dan penuh penguasaan diri. Sementara, ada juga orang Kristen yang percaya bahwa Tuhan memakai masalah untuk mengubah kehidupan mereka.

Ayat 2 Timotius 3:16 mengatakan, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Kebenaran Firman Tuhan adalah cara Tuhan mengubah hati dan hidup Anda.

Beberapa waktu lalu, saya membahas mengenai masalah di Instagram @hagahtoday. Saya mengatakan bahwa selama hidup di dunia, Anda dan saya pasti akan menghadapi masalah. Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, percaya atau tidak percaya, masalah adalah bagian dari hidup Anda selama ada di dunia ini. Bukan Tuhan yang menyebabkan masalah di dalam hidup Anda. Masalah muncul karena Anda yang menyebabkannya, dan terkadang, orang di sekitar Anda yang menyebabkannya. Jadi, yang menjadi masalah bukanlah masalah-masalah tersebut, karena masalah-masalah itu akan selalu ada. Yang menjadi masalah adalah respons Anda terhadap masalah.

Pada saat Anda membaca dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan, biarkan benih kebenaran itu tertanam dan bertumbuh di dalam hati Anda, berpeganglah pada hal tersebut, sehingga saat masalah datang, respons Anda terhadap masalah tidak lagi sama seperti sebelumnya. Itulah cara Tuhan mengubah hati dan hidup Anda.

(Baca juga: JANGAN MAU DIPERBUDAK OLEH UANG)

Jadi, bukan Tuhan yang mengubah-ubah kapan masalah datang dan pergi dalam hidup Anda, Tuhan mengubah Anda! Melalui kebenaran-Nya, Dia mengubah cara Anda memandang dan merespons masalah. Membuat Anda menjadi lebih besar dari masalah yang Anda hadapi. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

BARANGSIAPA MEMERHATIKAN FIRMAN AKAN MENDAPATKAN KEBAIKAN

Bahan renungan:

Amsal 16:20 Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.

Membicarakan mengenai tinggal di dalam Firman memang tidak ada habisnya. Ada begitu banyak alasan untuk menjadikan tinggal dalam kebenaran Firman Tuhan itu penting bagi kita. Membuat kita menyadari bahwa hidup kita sebagai orang percaya tidak dapat terpisah dari membaca dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan.

(Baca juga: MUKJIZAT DARI MENGATAKAN HAL-HAL YANG BAIK)

Salah satu lagi alasan untuk tinggal dalam Firman menurut kitab Amsal adalah, supaya kita mendapatkan kebaikan.

Saya percaya kita menerima kebaikan Tuhan bukan karena kita rajin membaca atau merenungkan Firman Tuhan. Beberapa pengajaran mengatakan jika kita tidak rajin dan tekun dalam Firman, Tuhan akan berhenti memberkati kita. Saya percaya Tuhan tidak seperti itu. Tuhan tidak pernah berhenti memberkati kita, mengejar kita dengan kasih dan kebaikan-Nya. Kitalah yang berhenti memercayai-Nya. Itu alasan utama mengapa kita berhenti menerima kebaikan Tuhan.

Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa satu-satunya cara agar kita dapat menerima apa yang telah Tuhan sediakan adalah melalui iman. Berkali-kali Yesus menyatakan hal ini di dalam pelayanan-Nya, “Imanmu telah menyelamatkanmu.” Atau dengan kata lain, “Imanmu yang telah membuat kamu menerima kebaikan dan kemurahan yang telah Kusediakan bagi kamu.”

Membaca dan merenungkan, atau mengutip kata dari ayat di atas, memperhatikan Firman, membuat kita percaya kepada kebenaran. Di saat kita percaya, kita akan menerima dan menikmati kebaikan Tuhan.

Sungguh, kita tidak dapat memercayai seseorang yang kita tidak tahu atau kenal orang tersebut, akibatnya kita dapat menerima kebaikan dari orang tersebut. Sama halnya dengan Tuhan. Tuhan sangatlah baik dan penuh kasih. Adalah keinginan Tuhan untuk memberkati kita. Namun, bagaimana kita dapat percaya kepada-Nya, yang merupakan kunci untuk menerima kebaikan-Nya, jika kita tidak mengenal dan tidak tahu janji-janji-Nya?

Juga dikatakan oleh ayat di atas, orang-orang yang memerhatikan kebenaran, pasti akan menerima kebaikan-Nya. Dan, semua orang yang menerima kebaikan-Nya pasti akan bahagia. Itu artinya tidak ada hal yang buruk yang Tuhan berikan, hanya yang baik. Jika buruk, tentu saja orang yang menerimanya tidak akan berbahagia.

(Baca juga: JANGAN INGAT LAGI MASA LALU YANG BURUK!)

Tuhan ingin kita bahagia dan menikmati kebaikan-Nya. Jika kita menginginkan hal tersebut, kita perlu memulainya dengan memerhatikan Firman-Nya, menjadikan kebenaran-Nya sebagai tolok ukur dalam memutuskan sesuatu. Semenarik apa pun pemikiran dan perasaan kita, kita perlu menaruh Firman Tuhan di atas semua itu. (penulis: @mistermuryadi)

INI YANG SAYA TAHU PASTI MENGENAI TUHAN

Bahan renungan:

Ayub 19:25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.

Segala sesuatu yang kita tahu pasti mengenai Tuhan sangat penting. Hal tersebut yang membuat kita kuat ketika ada goncangan atau masalah datang.

(Baca juga: BUATLAH PAGAR UNTUK MEMBATASI HIDUP ANDA DENGAN DUNIA INI)

Ijinkan hari ini saya memberitahukan kepada kita semua apa yang saya tahu pasti mengenai Tuhan. Saya percaya hal itu akan meneguhkan dan memberikan ketenangan ketika kita sedang lemah atau takut.

Saya tahu pasti bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus adalah anak kesayangan Tuhan, bukan lagi hamba. Kita dipanggil, diangkat, dan diurapi untuk menyatakan kebesaran dan kemuliaan Tuhan. Adalah takdir kita untuk berhasil dan menang di dalam kehidupan ini. Kita sudah memiliki segala sesuatu yang kita butuhkan, seperti berkat, masa depan yang indah, kesehatan, kesembuhan, kuasa, kebenaran, kekudusan, kesucian, damai, sukacita, kasih, di hari kita percaya bahwa Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita sudah diampuni dari segala dosa dan pelanggaran kita sekali untuk selamanya dan nama kita yang telah percaya Yesus tercatat di Buku Kehidupan selamanya.

Saya juga tahu pasti bahwa Tuhan mengasihi kita tanpa syarat dan kasih-Nya tidak pernah berkesudahan atas kita. Bersama dengan-Nya, kita kuat menanggung segala perkara. Tuhan tidak pernah mengijinkan hal-hal yang buruk bagi semua anak-anak-Nya. Tuhan tidak pernah mencobai kita, melainkan memberikan kepada kita jalan keluar ketika kita ada di dalam pencobaan. Tuhan mengajar dan mendidik kita dengan kasih dan kebenaran, bukan dengan kecelakaan atau hal-hal yang buruk.

(Baca juga: SEPANJANG HARI TUHAN MENGULURKAN TANGAN. JANGAN MENOLAKNYA!)

Itu sebagian yang saya tahu pasti mengenai Tuhan. Atas dasar hal-hal di ataslah saya membangun iman dan seluruh kehidupan saya. Bagaimana dengan Anda? (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

DUA HAL INI DAPAT MENGUNGKAP SIAPA ANDA SESUNGGUHNYA

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 15:8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita …

Satu hal penting ini perlu kita tahu bahwa Tuhan mengenal hati manusia. Dia tahu siapa kita yang sesungguhnya. Dia tahu apa yang kita lakukan di saat tidak ada seorang pun yang melihat. Puji Tuhan, Dia tetap memilih untuk mengasihi kita terlepas dari segala sesuatu yang kita perbuat.

(Baca juga: TUHAN SETIA MEMBERIKAN KITA KESEMPATAN UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK)

Hari ini saya ingin membahas mengenai dua hal yang dapat mengungkapkan karakter kita dan hubungan kita dengan Tuhan. Yang pertama adalah cara kita memperlakukan orang lain, dan yang kedua, adalah keinginan hati kita.

Di depan orang lain, kita dapat memuji diri kita setinggi langit, kita dapat menceritakan kepada sebanyak mungkin orang mengenai kehebatan yang pernah kita lakukan, agar membuat orang lain terkesan. Namun, siapa kita yang sesungguhnya dapat terlihat dari cara kita memperlakukan orang lain dan dari keinginan-keinginan kita, bukan dari hal-hal yang kita ceritakan kepada orang lain.

Saya pernah bertemu seorang pemimpin gereja yang pandai berkhotbah, tetapi sangat buruk memperlakukan pelayan di rumahnya. Saya juga pernah bertemu dengan seorang pelayan gereja yang sangat aktif, tetapi keluarganya mengenal dirinya sebagai orang yang sangat materialistis. Bagaimana mungkin demikian?

Yesus adalah Pribadi yang sama, baik ketika Dia sedang sendiri ataupun di keramaian. Kita dapat mengatakan Yesus sangat baik bukan hanya dari apa yang Dia telah lakukan bagi kita, tetapi juga dari apa yang Dia inginkan dan harapkan bagi kita.

Saya menulis hal di atas bukan untuk menuduh atau menyudutkan, melainkan agar kita tahu di mana kita berada sekarang, dan ke mana kita harus melangkah selanjutnya.

Bagi saya, jika kita tahu bahwa diri kita dalam kondisi yang tidak benar atau tidak baik, adalah hal yang baik bagi kita jika kita mengubahnya. Perlahan, tapi pasti. Kitalah yang akan paling diuntungkan ketika kita berubah semakin serupa dengan Kristus.

(Baca juga: ANDA TIDAK HARUS TAKUT SAAT MENGHADAPI MASALAH)

Saya percaya Tuhan ingin hidup kita selaras dengan kebenaran-Nya. Kebenaran-Nya jangan hanya sebatas kita ucapkan melalui mulut kita, tetapi kita hidupi, sehingga menjadi satu bagian dengan diri kita. Agar ketika orang lain mengenal kita, mereka melihat Kristus nyata di dalam kehidupan kita, sehingga mereka dapat merasakan kasih Tuhan dan diberkati melalui hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

TUHAN SENANG JIKA KITA BERGANTUNG KEPADANYA

Bahan renungan:

Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

Saat kita berkata, “Saya dapat mengatasi masalah saya sendiri,” Tuhan akan mengatakan, “Oke, silakan lakukan.” Namun, saat kita berkata, “Tuhan, tolong saya. Saya tidak dapat melakukannya sendiri. Saya memerlukan Engkau,” Tuhan akan menjawab, “Baiklah, Aku sudah lama menantikan kamu mengatakan hal itu.” Tuhan senang jika kita bergantung kepada-Nya dan tidak kepada hal lain.

(Baca juga: KITA PERLU BELAJAR AGAR SEMAKIN BERKEMBANG)

Jika kita mengatakan, “Saya punya cara dan jalan sendiri,” itu artinya kita tidak memerlukan Tuhan. Tuhan tidak dapat membantu kita jika kita tidak mau dibantu. Namun, saat kita mengarahkan pandangan kita kepada-Nya, berserah kepada-Nya, Dia akan mengangkat dan memelihara kehidupan kita.

Teman, kita dapat kuat hanya jika kita tinggal di dalam Yesus dan kebenaran-Nya. Firman Tuhan memberikan kekuatan bagi jiwa yang lemah, hati yang patah, dan semangat yang padam.

(Baca juga: JANGAN TARUH PERASAAN ANDA DI ATAS KEBENARAN FIRMAN TUHAN)

Suatu hari Yosafat berhadapan dengan musuh yang sangat banyak. Jika mengandalkan kekuatan sendiri, Yosafat pasti kalah. Namun 2 Tawarikh 20:12 mencatat suatu hal yang menjadi kunci kemenangan Yosafat, ” … Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.” Haleluya! Saat mata kita tertuju kepada Tuhan, iman kita akan bangkit, jiwa kita akan menyala-nyala, dan kemenangan ada di tangan kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MENYEMBUHKAN PIKIRAN YANG SAKIT

Bahan renungan:

Markus 16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Pemberitaan Injil sampai ke ujung dunia adalah amanat agung yang Yesus berikan kepada para murid dan setiap orang percaya. Dulu saya bertanya-tanya, mengapa amanat agung Yesus bukan mengusir setan, membuat mukjizat, atau melakukan hal-hal yang spektakuler? Apakah Anda tahu alasannya? Jawabannya sederhana, karena hanya Firman Tuhan yang dapat mengubahkan kehidupan seseorang secara permanen.

(Baca juga: PENCOBAAN YANG KITA ALAMI ADALAH PENCOBAAN BIASA)

Untuk menyembuhkan tubuh yang sakit itu sangat mudah. Dengan kemajuan dunia medis yang begitu pesat, banyak penyakit yang sudah ditemukan obatnya. Masalahnya, sekalipun tubuh kita sembuh setiap kali meminum obat, tetapi jika pikiran kita masih “sakit”, maka suatu saat di suatu waktu, kita akan kembali jatuh sakit. Obat hanya berjasa menyembuhkan tubuh kita, bukan pikiran kita. Namun, Firman Tuhan menyembuhkan pikiran kita, dan sebagai akibatnya, tubuh kita menjadi selalu sehat.

Jika kita hidup di dalam sebuah masalah atau penderitaan hari ini, saya sangat yakin hal tersebut disebabkan oleh pikiran kita yang “sakit”. Kita butuh mendengarkan kebenaran setiap hari, agar pikiran kita dimerdekakan dari setiap beban, ketakutan, kekuatiran, dan keterikatan. Ketika pikiran kita dimerdekakan, tubuh kita otomatis akan merdeka.

(Baca juga: TUHAN MENGAWASI DAN MENJAGA KITA SEPANJANG TAHUN 2018)

Amsal 4:20-22 mengatakan, “Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

FIRMAN TUHAN MEMBERI KITA HIKMAT DAN MENUNTUN KITA

Bahan renungan:

2 Timotius 3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

Firman Tuhan adalah Tuhan sendiri, dan Firman Tuhan itu hidup. Salah satu ciri-ciri dari hidup adalah dapat berbicara dan bergerak. Itu sebabnya dalam ayat renungan kita kali ini dikatakan bahwa Firman Tuhan dapat memberikan hikmat dan dapat menuntun kehidupan kita.

(Baca juga: JANGAN MEMERCAYAI KEKUATIRAN ANDA)

Saat kita meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, maka Firman Tuhan itu akan hidup di dalam hati dan pikiran kita.

Hal pertama yang dihasilkan oleh kebenaran Firman Tuhan adalah hikmat. Alkitab menuliskan banyak istilah untuk menggambarkan kata “hikmat”, seperti jalan keluar, kekuatan, ketenangan, suara Tuhan, suara Roh Kudus, dan lain sebagainya. Intinya, kebenaran Firman Tuhan akan menghasilkan suara Tuhan di dalam hati dan pikiran kita.

Untuk menjelaskan hal di atas, pernahkah ketika dalam masalah, seperti ada suara atau kesan di hati kita yang berkata, “Jangan takut,” atau “Jangan kuatir.” Itu adalah suara Tuhan, suara Roh Kudus, atau Anda juga dapat menyebutnya hikmat. Hal tersebut terjadi akibat kita membaca dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Jadi, semakin sering kita melakukannya, kita akan semakin peka dengan suara Tuhan atau hikmat Tuhan.

Saat kita dalam masalah finansial, suara itu akan berkata, “Bukankah Yesus telah mati supaya kita yang miskin dapat berkata, “Kita kaya,”” Ketika kita sedang sakit, suara itu akan berbisik lembut, “Yesus sudah menanggung sakit penyakit kamu dan darah-Nya sudah menyembuhkan kamu 2000 tahun lalu. Jangan takut, kamu pasti sehat.”

Hal kedua yang dihasilkan dari membaca dan merenungkan Firman Tuhan adalah kita akan dituntun kepada Kristus. Ya, kebenaran akan selalu menuntun kita kepada Kristus.

Ada masa di dalam hidup, kita berada di sebuah persimpangan. Kita harus memilih atau membuat sebuah keputusan. Namun, jika kita “bergaul intim” dengan kebenaran, di saat kita bingung, kebenaran tersebut akan menuntun kita ke jalan yang benar, yaitu kepada Kristus. Atau dengan kata lain, kebenaran dapat membuat kita mengenali jebakan iblis yang selalu berusaha menjatuhkan atau memerdaya kita. Juga, dapat membuat kita membedakan antara suara Tuhan dengan suara pertimbangan kita yang mungkin terdengar bijak, tetapi sesungguhnya tidak menuntun kita kepada Kristus.

Saya berikan contoh. Suatu hari ada seorang pelayan Tuhan berkata kepada saya, “Koh Zaldy, Tuhan menyuruh saya berhenti dari pelayanan, agar saya dapat mengurus keluarga.” Suara itu terdengar bijak, tetapi saya percaya itu bukan suara Tuhan. Tuhan yang saya kenal tidak pernah menyuruh kita berhenti melakukan perbuatan yang baik. Benar kita perlu mengurus keluarga, saya setuju dengan itu. Namun, saya tidak percaya caranya adalah dengan berhenti melayani Tuhan. Hanya karena kita tidak mengerti cara mengatur waktu antara pelayanan dan keluarga, bukan berarti kita harus berhenti dari pelayanan. Faktanya, banyak orang yang terlibat pelayanan, tetapi berhasil mengurus keluarganya.

(Baca juga: MENJADI ORANG YANG LEMBUT TIDAK BERARTI LEMAH)

Perhatikan, jika kita tidak tahu kebenaran, suara yang terdengar baik seperti contoh di atas, dapat mengecoh dan menuntun kita ke jalan yang salah, dan akibatnya, kita semakin jauh dari kebenaran. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.