BERGAUL DENGAN ORANG YANG TEPAT DAPAT MENGUBAH HIDUP ANDA

Bahan renungan:

Amsal 18:24 Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.

Kita perlu memilih dan memilah orang yang kita jadikan teman atau sahabat, karena mereka memiliki peran penting dalam menentukan masa depan kita. Salah memilih teman atau sahabat mengakibatkan kita mengalami hal buruk yang tidak perlu kita alami, sebaliknya jika kita memilih teman atau sahabat yang tepat, hidup kita diuntungkan, dan dapat diubahkan.

(Baca juga: PERGUNAKANLAH KUASA YANG TUHAN SUDAH BERIKAN KEPADA ANDA)

Sebagai seorang pelayan, saya sering bertemu orang-orang yang awalnya rajin ke gereja, melayani Tuhan, dan aktif, tetapi tiba-tiba hilang ketika dia bertemu dengan teman-temannya yang baru. Umumnya, ketika mereka bertemu dengan pasangan mereka.

Sebaliknya, ada juga orang yang sebelumnya terlihat pasif, biasa-biasa saja, tidak pernah terlibat apa pun selain beribadah, tetapi ketika dia bergaul dengan seorang yang tepat, tiba-tiba dia mengambil keputusan yang radikal untuk terlibat dalam pelayanan dan aktif ke gereja atau persekutuan.

(Baca juga: CARA MELAWAN TIPU MUSLIHAT IBLIS)

Saya percaya, pergaulan kita memengaruhi hidup kita. Firman Tuhan dalam 1 Korintus 15:33 mengingatkan kita bahwa pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Itu artinya pergaulan yang baik akan menambah banyak kebiasaan baik dalam hidup kita yang dapat membawa kita kepada masa depan yang lebih baik. (penulis: @mistermuryadi)

JANGAN BIARKAN MASA LALU ANDA MENCURI MASA DEPAN ANDA

Bahan renungan:

Filipi 3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.

Satu-satunya alasan mengapa Paulus mengatakan, ” … tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku …” karena masa lalu Paulus kelam dan buruk. Dalam Filipi 3:8, Paulus menyebut masa lalu sebagai sampah.

(Baca juga: APA BENAR DI SORGA AKAN ADA LAYAR YANG MEMUTAR DOSA KITA?)

Anda perlu tahu bahwa Paulus menganggap masa lalunya sampah bukan karena dia adalah seorang pecandu atau penjahat. Paulus adalah orang yang berpendidikan tinggi, lahir dari keluarga yang memiliki reputasi baik, dan memiliki karir yang bagus. Namun dibandingkan dengan pengenalannya akan Kristus, dibandingkan dengan kebenaran yang dia percayai, Paulus menganggap masa lalunya sampah.

Begitu juga semestinya dengan Anda. Apalagi jika masa lalu Anda buruk, kelam, dan tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, segera lupakan dan tinggalkan. Anda hanya akan mengorbankan masa depan Anda jika hidup di masa lalu yang seperti itu.

Mungkin masa lalu Anda buruk, tetapi masa depan Anda tidak harus buruk. Ambillah pelajaran dari masa lalu dan segera beranjak dari sana. Tuhan telah menjadikan Anda ciptaan yang baru. Tinggalkan gaya hidup yang buruk, tinggalkan pasangan yang membuat Anda jauh dari Kristus, tinggalkan pergaulan yang merusak hidup Anda, tinggalkan cara berbisnis yang salah, tinggalkan kenangan yang hanya membuat Anda sedih dan menderita, dan tinggalkan kebiasaan buruk yang merugikan hidup Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

(Baca juga: BERHENTILAH MENGUTUKI DIRI ANDA SENDIRI)

Ingat, Tuhan menjanjikan kepada Anda masa depan yang indah dan penuh harapan (Yeremia 29:11). Jangan biarkan masa lalu Anda yang buruk mencuri masa depan Anda. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

HANYA DI RUMAH BAPA ADA KELIMPAHAN DAN KEAMANAN

Bahan renungan:

Lukas 15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

Saya pernah menonton sebuah film yang menceritakan seorang warga negara Amerika yang sedang diburu oleh polisi Inggris. Tanpa henti, orang tersebut terus berlari menuju kedutaan besar Amerika di Inggris. Sesampainya di depan kedutaan, tanpa menunggu pagar terbuka, dengan tangkas dia memanjat pagar kedutaan Amerika dan melompat masuk ke dalam kedutaan tersebut. Seketika, polisi Inggris menghentikan langkahnya dan tidak melanjutkan perburuan tersebut. Di dalam kedutaan itu, dia disuguhkan makanan dan dilayani dengan sangat baik.

(Baca juga: HARAPAN ANDA PENTING, TETAPI CARA MERAIHNYA JUGA PENTING)

Anda tahu alasannya? Meskipun gedung kedutaan Amerika tersebut terletak di Inggris, tetapi gedung itu mewakili negara Amerika. Jika polisi Inggris itu menyerang kedutaan Amerika, hal itu sama saja dengan menyerang negara Amerika, akibatnya akan terjadi perang antara kedua negara tersebut. Selama orang tersebut berada di dalam kedutaan Amerika, orang itu aman.

Begitu juga halnya dengan hidup kita. Mungkin saat ini Anda sedang diburu kemiskinan, hutang, sakit penyakit, ketakutan, kekuatiran, stres, dan depresi. Seperti kisah si bungsu dalam ayat renungan kita di atas, dia menyadari keadaannya, bahwa di luar rumah bapanya hanya ada penderitaan dan kelaparan. Si bungsu memutuskan untuk kembali ke rumah bapanya, karena dia tahu di rumah sang bapa ada kelimpahan, ketenangan, damai, sukacita, dan keamanan.

Seseorang pernah berkata kepada saya, “Tetapi, saya sudah Kristen dan saya rajin ke gereja.” Banyak orang tidak mengerti arti dari kembali ke rumah bapa tidak hanya bicara mengenai menjadi orang Kristen dan pergi ke gereja setiap minggu, melainkan bicara mengenai mengarahkan dan menyerahkan seluruh hidup kita kepada Bapa.

Seringkali, kita menaruh satu kaki di rumah bapa, sementara kaki satunya masih menjulur ke luar. Kita menaruh tubuh kita di rumah bapa, sementara hati dan pikiran kita masih tertinggal di kubangan babi.

(Baca juga: IBLIS BUKAN LAWAN YANG SEBANDING DENGAN ANDA)

Seperti si bungsu, mungkin ketika dia merantau, dia bertemu dengan sahabat baru, kebiasaan baru, dan lingkungan baru. Namun, ketika dia menyadari keadaannya, dikatakan dia pergi kembali kepada bapanya. Artinya, dia meninggalkan semua hal yang selama ini salah. Dia meninggalkan pergaulan, pekerjaan, sahabat, kebiasaan, dan komunitasnya yang salah, dan kembali ke rumah bapanya. (penulis: @mistermuryadi)

ANDA LAYAK HIDUP BAHAGIA!

Bahan renungan:

Amsal 11:17 Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.

Banyak orang menyiksa dirinya sendiri dengan berbagai macam kesusahan. Mereka mengalami sesuatu yang tidak seharusnya mereka alami. Saat seseorang memilih mengikuti jalannya sendiri, pada dasarnya dia sedang menyusahkan dirinya sendiri. Firman Tuhan jelas mengatakan cara dan kekuatan manusia hanya menuntun kepada penyesalan dan air mata. Hanya jalan-jalan Tuhan yang mendatangkan damai dan sukacita.

(Baca juga: LIMA TIPS SEBELUM ANDA MEMBUAT RESOLUSI TAHUN DEPAN)

Teman, saya ingin katakan bahwa Tuhan menyediakan yang terbaik bagi hidup kita. Keputusan kita yang salah atau mengikuti emosi belaka, sering membuat kita sengsara. Padahal kita layak untuk mendapatkan yang terbaik dalam kehidupan ini.

(Baca juga: JANGAN TERJEBAK DI KEHIDUPAN YANG LAMA)

Saya pernah bertemu dengan orang-orang yang menyiksa diri setiap hari dengan rokok dan obat-obatan terlarang. Juga, ada yang menyiksa diri dengan cara memelihara kebiasaan buruk atau hidup di bawah bayang-bayang masa lalu. Sungguh menyedihkan melihat bagaimana mereka melukai diri mereka sendiri dengan berbagai masalah. Mereka mengalami depresi, stres, dan ketakutan yang tidak seharusnya mereka alami. Teman, jangan perlakukan hidup Anda seperti itu. Anda layak untuk bahagia. Anda layak untuk hidup sehat. Anda layak untuk hidup dalam damai. Anda layak untuk mendapatkan yang terbaik. (penulis: @mistermuryadi)

KENDALIKAN KEMAMPUAN BERADAPTASI ANDA

Bahan renungan:

1 Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Masih dengan ayat yang sama. Namun sekarang saya ingin menjabarkan kepada Anda bahwa ada alasan yang sangat kuat mengapa Alkitab mengatakan pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Ya, karena manusia adalah makhkluk yang memiliki kemampuan adaptasi yang paling tinggi di antara semua makhkluk ciptaan Tuhan yang lainnya.

(Baca juga: ORANG TERDEKAT ANDA MENENTUKAN MASA DEPAN ANDA)

Hanya manusia yang dapat tinggal di kutub, padang gurun, hutan, atau pun di daerah tropis. Ya, manusia bisa beradaptasi dengan iklim, tempratur, lingkungan, aktivitas, dan orang-orang sekitar. Sehebat itulah Anda dan saya diciptakan oleh Tuhan. Berbeda dengan hewan dan tumbuhan. Tidak semua hewan dan tumbuhan bisa beradaptasi dengan iklim atau temperatur yang berbeda. Misalnya saja ikan air tawar tidak bisa hidup di air laut.

Bahkan saking hebatnya daya adaptasi manusia, ketika manusia beradaptasi dengan orang atau lingkungan sekitar, bukan hanya tingkah laku, pemikiran, atau keputusan kita saja yang berubah, tetapi juga bentuk tubuh, warna kulit, otot, dan suara kita berubah menyesuaikan dengan keadaan sekitar. Contohnya: otot yang terbentuk antara pelari dan petinju berbeda, warna kulit orang yang tinggal di daerah pegununan dan perkotaan berbeda, kelebatan rambut antara orang yang tinggal di hutan tropis dan kutub berbeda.

Semua manusia terlahir dengan kemampuan beradaptasi. Anda tidak dapat menonaktifkannya. Anda hanya bisa memilih dengan siapa Anda beradaptasi. Jika Anda mengerti cara mengendalikannya, daya adaptasi ini bisa membantu Anda meraih hal-hal yang Anda harapkan, sebaliknya jika Anda tidak mengendalikannya dengan benar, kemampuan adaptasi ini akan merusak harapan, dan bahkan seluruh kehidupan Anda.

(Baca juga: KOMUNITAS YANG SALAH MERUSAK KITA, PERLAHAN TAPI PASTI!)

Teman, saya ingin katakan bahwa betapa pentingnya setiap kita dapat memilih orang-orang yang tepat untuk berada di dekat kita. Pastikan mereka adalah orang-orang yang mengenal Tuhan dengan baik dan benar, supaya ketika Anda berada di dekat mereka, kehidupan Anda beradaptasi dengan sesuatu yang mengubahkan Anda ke arah yang jauh lebih baik. (penulis: @mistermuryadi)

PERGAULAN BURUK ITU MENULAR

Bahan renungan:

1 Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Tahukah Anda kalau pergaulan negatif itu menular? Hal itu seperti virus, yang tanpa Anda sadari Anda sudah terjangkit hal tersebut. Perilaku Anda yang negatif seringkali didahului dengan pergaulan Anda yang negatif dan hal itu tidak terjadi dalam semalam, melainkan melalui sebuah proses yang terus menerus.

Sewaktu seseorang bergabung dengan sebuah gank, awalnya dia adalah anak yang polos. Namun dalam gank tersebut ada yang pemabuk, pemarah, pembohong, dan lain sebagainya. Bertahun-tahun dia hidup bersama mereka, menghabiskan waktu bersama mereka, tidak heran bukan kalau dia semakin lama berperilaku seperti mereka. Itu sebabnya saya ingin katakan langkah pertama untuk memperbaiki perilaku yang buruk adalah menjauhi pergaulan yang buruk.

Jika Anda seorang perokok dan ingin berhenti merokok, langkah pertamanya adalah menjauhi teman-teman Anda yang merokok. Begitu juga dengan gosip. Jika Anda ingin menghilangkan kebiasaan bergosip, tinggalkan teman-teman Anda yang suka bergosip. Jangan bersahabat dengan mereka. Pastikan pergaulan Anda membuat Anda semakin dekat kepada Kristus, bukan sebaliknya. (penulis: @mistermuryadi)

CARA MENINGGALKAN KEBIASAAN BURUK ANDA

Bahan renungan:

Ibrani 11:15 Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang kesitu.

Ayat di atas berbicara mengenai Abraham yang tidak mengingat-ingat lagi tempat kelahirannya, melainkan memilih fokus kepada janji-janji Tuhan di dalam hidupnya.

Teman, tahukah Anda bahwa ketika kita memikirkan sesuatu, kita dapat tergoda untuk melakukannya? Anda tidak akan tergoda oleh sesuatu yang tidak pernah Anda pikirkan dan ketahui. Misalnya jika Anda tidak tahu bahwa di dunia ada benda bernama topi, maka Anda tidak akan tergoda untuk memilikinya. Anda juga tidak akan memikirkan hal yang berhubungan dengan topi dan tidak akan membutuhkan benda bernama topi. Sebaliknya, jika Anda tahu bahwa di dunia ini ada benda bernama topi, maka semakin akan memikirkan tentang topi, Anda semakin tertarik untuk memilikinya.

Ini yang ingin saya katakan. Ketika pikiran kita semakin terfokus pada Firman Kristus, kita akan semakin “tergoda” untuk melakukan apa yang tertulis di dalamnya. Sebaliknya, jika kita tidak memikirkan Firman Tuhan, kita otomatis memikirkan hal-hal lain yang dunia ini tawarkan. Akibatnya, Anda akan tergoda untuk melakukan apa yang dunia ajarkannya.

Banyak orang berusaha mengendalikan perbuatan mereka dengan mengatakan, “Saya tidak akan menonton film porno lagi” atau “Saya akan berhenti merokok.” Cara ini memiliki tingkat keberhasilan yang sangat rendah. Satu-satunya cara untuk mengubah perbuatan kita adalah dengan mengubah pikiran kita. Jika Anda ingin berhenti menonton film porno, mulailah mengisi pikiran Anda dengan Firman Tuhan dan tingkatkan intensitas bergaul dengan orang-orang yang mencintai TUHAN. Ketika kita memikirkan Firman Kristus, kita diubahkan, perlahan tapi pasti, menjadi seperti diriNYA. Otomatis, keinginan untuk menonton film porno akan berhenti. Sama halnya dengan kebiasaan buruk lainnya.

Ketika kita memikirkan YESUS dan merenungkan kebaikan dan kemurahanNYA, kita akan menyadari bahwa semua yang pernah kita anggap sebagai keuntungan ternyata tidak dapat dibandingkan dengan kasih Tuhan yang besar. (penulis: @mistermuryadi)