BERHENTILAH BERGAUL DENGAN ANAK AYAM

Bahan renungan:

Mazmur 78:11 Mereka melupakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, yang telah diperlihatkan-Nya kepada mereka.

Pergaulan kita dengan dunia ini seringkali membuat kita lupa identitas kita sebenarnya di dalam Kristus. Bahwa kita adalah ciptaan baru, garam dan terang dunia, kepala bukan ekor, dan lebih dari pemenang. Firman Tuhan dalam 1 Korintus 15:33 mengatakan, “Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”

(Baca juga: KLIK DAN DAPATKAN E-BOOK #PENGHARAPAN GRATIS!)

Anda akan menjadi seperti orang-orang terdekat dengan Anda. Jika Anda mengharapkan memiliki kehidupan yang benar, cinta Tuhan, dan berbuah lebat, Anda perlu bergaul dengan orang-orang demikian. Anda tidak dapat bergaul dengan orang yang negatif, tetapi berharap memiliki kehidupan yang positif.

(Baca juga: KITA PERLU MELEPASKAN KASIH DAN KUASA BAGI DUNIA INI)

Berhentilah bergaul dengan anak ayam, supaya pikiran, perkataan, dan tingkah laku Anda tidak seperti anak ayam. Ingat, di dalam Kristus, Anda adalah burung rajawali. Pergaulan Anda dengan anak ayam dapat membuat Anda lupa bahwa Anda dapat terbang tinggi dan sanggup menari di dalam badai. (penulis: @mistermuryadi)

KOMUNITAS YANG SALAH MERUSAK KITA, PERLAHAN TAPI PASTI!

Bahan renungan:

1 Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Saya masih ingin menggunakan ayat yang sama dengan renungan kita kemarin. Saya ingin kita benar-benar mengerti betapa pentingnya memiliki komunitas yang sehat dan membawa kita semakin dekat dengan Kristus.

(Baca juga: SELEKTIF MEMILIH KOMUNITAS DAN SAHABAT ANDA)

Teman, tidak ada orang yang hidupnya berantakan secara tiba-tiba. Semuanya pasti melewati proses yang terus menerus. Saya mengibaratkannya dengan “menabrak ratusan lampu merah”.

Saya percaya setiap kita dilahirkan dalam keadaan yang baik, diajar untuk melakukan hal yang baik, dilatih untuk memiliki kebiasaan yang baik, tetapi sesaat setelah kita bertemu dan bergaul dengan orang-orang yang salah, perlahan tapi pasti, kehidupan dan kebaikan di dalam diri kita terkikis. Ya, semua hanya akibat Anda terlalu sering melihat dan mendengar yang salah.

Suatu hari ada seorang teman saya sedang mengalami masalah di dalam rumah tangganya dan mereka hendak bercerai. Lalu, teman saya berkonsultasi kepada sahabatnya yang telah bercerai tiga tahun. Anda tentu tahu nasihat yang diberikan oleh sahabatnya ini, bukan? Ya, sahabatnya katakan begini, “Tenang, nggak akan seberat itu, kok. Saya saja bisa melaluinya, apalagi kamu, kamu pasti sanggup.” Sungguh menyesatkan! Nasihat busuk seperti ini tidak akan pernah Anda dengar keluar dari mulut orang-orang yang mengasihi YESUS dan hidup dalam kebenaran Firman Tuhan.

(Baca juga: AYUB (bagian 02) – APA DAN SIAPA YANG SEBABKAN PENDERITAANNYA?)

Teman, pastikan orang-orang yang mendengar curahan hati Anda, yang Anda mintai nasihat, yang menjadi sahabat Anda, dan yang menghabiskan waktu bersama-sama dengan Anda adalah orang-orang yang hidup dalam kebenaran Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

YANG LEBIH SERING KITA DENGAR MENENTUKAN RESPONS KITA

Bahan renungan:

Lukas 6:45 Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.

Suatu kali YESUS berkata kepada perempuan Samaria (Yohanes 4:14), “Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Teman, hati kita ibarat spons. Jika selembar spons menyerap air putih, saat spons itu diperas yang keluar adalah air putih. Begitu juga saat spons menyerap air jeruk, saat Anda memerasnya yang akan keluar adalah air jeruk. Tidak mungkin spons menyerap air putih, namun keluar air jeruk. Firman Tuhan katakan dari dalam hati kita (seharusnya) mengalir air kehidupan. Hanya ada satu cara untuk memastikan hati kita mengeluarkan air kehidupan saat “diperas”, yaitu hati kita harus menyerap air kehidupan.

Kenapa saya katakan “diperas”, karena dalam kondisi baik-baik semua orang dapat bertingkah laku lebih anggun dari malaikat. Di dalam situasi tertekanlah akan terlihat isi hati kita yang sebenarnya.

Mungkin Anda berpikir, “Saya sudah sering “menyerap” Firman Tuhan, tapi kenapa yang keluar tetap hal-hal buruk?” Yang Anda butuhkan bukan sering mendengar, tetapi LEBIH sering mendengar.  Banyak orang sering mendengar kebenaran, tapi masih kalah jika dibandingkan dengan menonton film, hangout, dan membaca novel? Masalahnya bukan, “Saya sering mendengar Firman TUHAN,” tetapi “Apakah saya LEBIH sering mendengar Firman TUHAN dibandingkan yang lain?”

Jika kita LEBIH banyak melihat dan mendengar hal-hal yang membawa “kematian”, jangan heran jika segala hal yang berbau “kematian” yang keluar dari mulut dan hati kita. Sebaliknya, jika kita LEBIH banyak melihat dan mendengar kabar mengenai YESUS dan FirmanNYA, maka yang akan terpancar dari mulut dan hati kita adalah hal-hal yang memberikan semangat, kasih, dan pengharapan. (penulis: @mistermuryadi)