TANTANG DIRI ANDA UNTUK LEBIH DALAM BERSAMA TUHAN

Bahan renungan:

2 Korintus 11:23a Apakah mereka pelayan Kristus? –aku berkata seperti orang gila– aku lebih lagi! 

Tidak tahu dengan Anda, tetapi tahun ini saya menantang diri saya untuk hal-hal yang besar, hal-hal yang saya anggap mustahil. Hal-hal besar yang saya maksud bukan hanya berbicara mengenai hal yang besar saja, tetapi juga mengenai menerobos zona-zona nyaman di dalam hidup saya.

(Baca juga: KEHIDUPAN YANG BURUK DAPAT MENJADI BERKAT)

Harus saya akui, masih banyak area ketakutan dan kekuatiran di dalam hidup saya. Namun, saya tidak mau berdiam diri dan pasrah terhadap hal itu. Tuhan janjikan saya, juga Anda, kehidupan yang luar biasa, yang bebas dari rasa takut dan kuatir, dan saya ingin menikmati kehidupan seperti itu.

Saya percaya Tuhan ciptakan kita untuk perkara-perkara ajaib dan Dia memanggil kita untuk memuliakan nama-Nya.

Mari, saya mengajak kita semua untuk menantang diri kita untuk selangkah, atau dua langkah, lebih maju tahun ini. Jika Anda belum pernah berdoa untuk orang yang sakit, lakukan. Jika Anda belum pernah membaca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu, lakukan. Jika Anda belum pernah memberi persepuluhan secara rutin, lakukan. Jika Anda ingin membuat persekutuan di rumah, lakukan. Jika Anda belum memiliki waktu khusus untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, buatlah waktu khusus. Intinya, lakukan sesuatu yang radikal bersama Tuhan tahun ini. Lakukan hal-hal yang di luar zona nyaman Anda. Buat terobosan terhadap hal-hal yang selama ini takut Anda lakukan.

Juga, jika Anda belum pernah memeluk kedua orangtua Anda atau mencium mereka, lakukan. Jika Anda belum pernah memakai warna baju yang cerah, lakukan. Jika Anda belum pernah memiliki potongan rambut tertentu dan Anda ingin mencobanya, lakukan.

(Baca juga: JAWABAN DOA ANDA SELALU “YA” DARI TUHAN)

Tantang diri Anda keluar dari zona nyaman. Jangan biarkan ketakutan dan kekuatiran membatasi jiwa dan pikiran Anda. Saya percaya Anda akan belajar sesuatu yang berharga pada saat Anda melakukannya.(penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

TUHAN SELALU PUNYA JAWABAN UNTUK ANDA

Bahan renungan:

Yeremia 33:3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.

Pertanyaan terbesar dalam hidup kebanyakan manusia adalah mengenai masa depan. Tentang hal-hal yang akan datang. “Bagaimana dengan kehidupan saya nanti?” “Apakah bisnis yang saya geluti ini akan sukses?” “Apakah anak-anak saya dapat menjadi orang yang berhasil?” “Mungkinkah saya menemukan pasangan yang tepat?” dan lain sebagainya.

(Baca juga: “WAKTU AKU TAKUT, AKU PERCAYA KEPADAMU”)

Seringkali untuk mendapatkan jawaban-jawaban atas pertanyaan di atas, banyak orang mencarinya ke orang pintar, dukun, ramalan, atau melalui peristiwa-peristiwa supranatural. Padahal, yang memiliki jawaban mengenai masa depan dan seluruh pertanyaan hidup kita hanyalah Tuhan.

Tuhan yang menciptakan kita. Dia maha mengetahui segala sesuatu mengenai kehidupan kita. Dia tahu awal dan akhir kita. Dan, Dia telah menuliskan semua hal tersebut di dalam Firman-Nya. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita diciptakan dahsyat dan ajaib (Mazmur 139:14), masa depan kita indah dan penuh dengan harapan (Yeremia 29:11), kita dikasihi (Efesus 1:6) dan dipelihara (1 Petrus 5:7), dan Dia menyertai kita sampai kesudahan zaman (Matius 28:20). Sungguh luar biasa!

(Baca juga: CAMPUR TANGAN KITA MEMBUAT MASALAH MAKIN RUNYAM)

Saya percaya, hati dan pikiran kita akan dipuaskan dari segala keraguan pada saat kita menjadikan Tuhan dan kebenaran-Nya sebagai satu-satunya sumber jawaban dari segala pertanyaan hidup kita. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

MELANGKAH KELUAR DARI KETAKUTAN DAN KEKUATIRAN KITA

Bahan renungan:

1 Raja-raja 17:15-16 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Saya sangat terenyuh dengan kisah janda di Sarfat ini. Di tengah situasi yang begitu genting, antara hidup dan mati, dia memilih untuk percaya kepada janji Tuhan.

(Baca juga: DOA DAN NUBUAT BAGI KITA DI TAHUN 2018)

Si janda itu hanya memiliki segenggam gandum dan sedikit minyak, yang menurut hitung-hitungan manusia, akan mengakibatkan dia dan anaknya mati lebih cepat jika dia berikan kepada Nabi Elia. Ya, cepat atau lambat, si janda itu dan anaknya pasti mati jika bergantung kepada segenggam gandum dan sedikit minyak.

Nabi Elia memberikan solusi ampuh kepada janda tersebut, yaitu dengan cara memberikan yang sedikit itu kepadanya. Atau dengan kata lain, Nabi Elia ingin si janda tersebut “melangkah keluar” dari ketakutan dan kekuatirannya dengan cara menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada Tuhan (1 Petrus 5:7).

Hasilnya, dalam ayat 16 tertulis, “Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.” Haleluya.

Apa pesan penting yang Tuhan ingin sampaikan melalui cerita di atas?

Setiap kita memiliki ketakutan dan kekuatiran masing-masing terhadap sesuatu. Satu-satunya cara agar terbebas dari hal itu adalah melangkah keluar dari sana. Tinggalkan ketakutan dan kekuatiran kita, tinggalkan pikiran yang salah dengan cara beralih dan berpegang pada janji Tuhan dan bertindak sesuai apa yang Firman Tuhan katakan.

Terhadap keuangan kita, Firman Tuhan katakan menaburlah, agar kita dapat menuai. Terhadap hubungan kita, Firman Tuhan katakan saling mengasihi dan mengampunilah satu sama lain. Terhadap bisnis atau pekerjaan kita, Firman Tuhan katakan jalanilah dengan cara yang benar dan jujur.

(Baca juga: TUHAN MENGUBAH HIDUP MANTAN PEDAGANG NARKOBA CILIK)

Dengan berpegang kepada janji Tuhan dan bertindak sesuai yang Firman Tuhan katakan, kita tidak perlu lagi takut atau kuatir, karena janji Tuhan YA dan AMIN. Jika kita percaya yang benar, kita akan melakukan yang benar, dan akibatnya, kita pasti mendapatkan hasil yang benar. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JANGAN TERPESONA ATAU TERPIKAT DENGAN MASALAH

Bahan renungan:

Amsal 23:31-33 Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya, dan mengilau dalam cawan, yang mengalir masuk dengan nikmat, tetapi kemudian memagut seperti ular, dan menyemburkan bisa seperti beludak. Lalu matamu akan melihat hal-hal yang aneh, dan hatimu mengucapkan kata-kata yang kacau.

Suatu hari, ketika sedang mengendarai vespanya, kakek dan nenek saya terlibat sebuah pembicaraan yang menyebabkan kakek saya marah besar. Dalam perjalanan pulang, mereka berhenti di pintu rel kereta menanti kereta melintas tanpa mengucapkan sepatah kata pun satu sama lain. Ketika sampai di rumah, saat turun dari motor, kakek saya baru sadar kalau nenek saya sudah tidak ada di kursi belakang. Nenek saya hilang!

(Baca juga: JADIKAN JANJI TUHAN BAGIAN PENTING DARI HIDUP ANDA)

Ternyata, saat rel kereta api tertutup, nenek saya turun dari motor untuk memungut barangnya yang terjatuh. Entah bagaimana kakek saya tidak menyadari hal tersebut, mungkin karena hatinya sedang panas, sehingga saat rel kereta terbuka lagi, kakek saya segera memacu motornya, dan nenek saya tertinggal.

Amarah membuat kakek saya lupa bahwa dia sedang bersama-sama nenek saya. Atau dengan kata lain, amarah menjadi lebih menarik bagi kakek saya pada saat itu, sehingga dia “terpesona” kepadanya, dan melupakan keberadaan nenek saya, bahkan meninggalkannya.

Hal yang sama seringkali terjadi di dalam kehidupan pribadi kita. Kadang, masalah, tekanan, sakit penyakit, kemiskinan, kesulitan, dan tantangan, membuat kita “terpesona” sehingga kita melupakan janji Tuhan yang YA dan AMIN bagi hidup kita.

Bukan tanpa alasan Alkitab menggambarkan masalah atau tantangan sebagai sesuatu yang besar, seperti badai, topan, gunung, raksasa, dewa mamon, singa yang mengaum, dan lain sebagainya. Jika kita tidak memandang hal tersebut dengan benar, hati dan pikiran kita dapat “terpesona” terhadap yang besar itu dan beralih dari janji Tuhan.

Alkitab menggambarkan masalah sebagai sesuatu yang besar supaya setiap orang percaya menyadari bahwa mereka diciptakan Tuhan untuk menaklukkan perkara-perkara besar. Bahwa yang menyertai mereka jauh lebih besar dari badai, topan, gunung, para dewa, atau raksasa.

Misalnya, jika suatu hari dokter yang menangani kita menyatakan bahwa penyakit kita tidak dapat disembuhkan, jangan lekas panik. Jangan “terpesona” atau terpikat dengan perkataan dokter tersebut. Ingat, bahwa kita diciptakan untuk menaklukkan yang besar dan menyertai kita jauh lebih besar dari sakit penyakit kita. Jika kita memiliki cara pikir demikian, kita tidak akan takluk terhadap penyakit.

Saat Daniel dikepung singa di sebuah kandang, Daniel tidak “terpesona” dengan situasi itu. Bagi Daniel, janji Tuhan jauh lebih menarik auman singa. Saat Musa dihadang Laut Merah, Musa tidak “terpesona” dengan laut tersebut dan meratapi keadaannya. Bagi Musa, Tuhan yang bersamanya jauh lebih besar dari Laut Merah.

(Baca juga: MENGELUH MERUGIKAN HIDUP ANDA)

Pandanglah Tuhan, andalkan Dia dalam segala hal yang kita hadapi, karena Dia tidak pernah gagal. Jika Tuhan sanggup membawa dua juta Bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir, Dia pasti sanggup membawa kita keluar dari segala permasalahan kita. Berpeganglah pada janji-Nya dan hidupilah kebenaran-Nya, karena tidak ada yang lebih memesona daripada Dia yang turun dari Sorga, memberikan nyawa ganti kita, dan mengasihi kita tanpa syarat. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JANGAN MEMERCAYAI KEKUATIRAN ANDA

Bahan renungan:

Ayub 3:25 Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.

Apakah Anda masih ingat renungan kita beberapa waktu lalu, bahwa ada kekuatan yang sangat luar biasa dari iman percaya Anda? Jika Anda memercayai janji Tuhan, Anda akan menerima janji Tuhan tersebut.

(Baca juga: HIDUP DALAM KEKUATIRAN ITU MELELAHKAN)

Hal yang sama akan terjadi ketika Anda memercayai apa yang Anda kuatirkan dan takutkan. Anda akan menerima sesuatu yang Anda percayai. Jika Anda memercayai bahwa bulan depan Anda kesulitan untuk membayar tagihan dan membeli kebutuhan Anda, itulah hal yang akan terjadi. Jika Anda memercayai bahwa penyakit Anda sulit untuk disembuhkan, itulah yang akan menimpa hidup Anda.

Ayub memercayai ketakutannya dan hal yang ditakutkan itulah yang terjadi di dalam kehidupan Ayub. Ya, Anda hanya menerima apa yang Anda percayai.

Seperti yang saya katakan dalam renungan kemarin. Seringkali, banyak di antara kita tidak tahu harus melakukan atau mengucapkan apa ketika masalah datang, akibatnya kita ketakutan dan kuatir. Karena, hanya itu respons yang kita ketahui dan biasa kita lihat di sekitar. Padahal, kalau kita tahu janji Tuhan, kita dapat mengucapkan janji Tuhan tersebut dan mengharapkan hal itu terjadi di dalam hidup kita, sekalipun situasi yang kita lihat buruk.

(Baca juga: KETAKUTAN ADALAH CARA IBLIS MENGHAMBAT HIDUP ANDA)

Sekali lagi saya ingin katakan bahwa penting bagi setiap Anda mengetahui janji Tuhan dan kebenaran Firman Tuhan. Supaya ketika masalah datang, Anda dapat berpegang teguh pada Firman Tuhan dan tidak menjadi lemah. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

DUA CARA MENGECEK PERTUMBUHAN KITA DI DALAM KRISTUS

Bahan renungan:

2 Petrus 1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.

Saya yakin Anda setuju dengan saya bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus perlu semakin bertumbuh di dalam Yesus. Kita perlu semakin mengenal, percaya, dan bergantung kepada-Nya.

(Baca juga: JANGAN TAKUT MENDEKLARASIKAN IMAN KITA)

Namun, bagaimana cara mengenalinya? Bagaimana cara kita mengetahui apakah selama ini kita semakin bertumbuh atau tidak?

Setidaknya ada dua cara yang dapat saya berikan untuk membantu mengenali pertumbuhan diri kita.

Cara pertama, perhatikan masalah-masalah yang kita hadapi. Jika kita masih menghadapi masalah yang sama dengan lima tahun lalu, artinya kita tidak sedang bergerak naik. Kita tidak sedang semakin percaya kepada Tuhan.

Saya berikan contoh. Misalnya, lima tahun lalu pergumulan kita adalah takut dan kuatir untuk memberikan persembahan dan persepuluhan. Lalu, setelah lima tahun, masalah kita masih sama. Padahal, kita sudah bekerja, memiliki gaji lebih besar, mengalami banyak pertolongan Tuhan, tetapi kita tetap masih takut dan kuatir memberikan persembahan dan persepuluhan. Saya dapat pastikan kita tidak sedang bertumbuh di dalam pengenalan akan Kristus.

Begitu halnya jika selama lima tahun kita selalu bingung memutuskan antara pergi ke gereja atau tidak. Saya dapat pastikan kondisi tersebut menunjukkan kita tidak sedang bertumbuh di dalam Kristus.

Cara kedua, cek yang semakin mendominasi hati dan pikiran kita itu ketakutan dan kekuatiran, atau kasih karunia dan damai sejahtera.

Orang yang semakin bertumbuh di dalam Kristus semestinya semakin memancarkan damai sejahtera, sukacita, ketenangan, dan kekuatan dari dalam hidupnya. Amsal 4:18 mengatakan jalan hidup orang benar seperti cahaya fajar, yang semakin hari semakin bertambah terang.

Saya tidak mengatakan hal di atas untuk membuat Anda merasa tertuduh, melainkan supaya Anda tahu kondisi Anda saat ini, sehingga Anda dapat memperbaiki yang salah, dan kembali mendekat kepada Tuhan.

Solusi dari hidup kita yang berantakan, pernikahan yang bermasalah, bisnis yang sepi, keluarga yang tidak bahagia hanyalah Kristus, tidak ada jalan lain. Dan, satu-satunya cara untuk semakin mengenal Kristus adalah melalui membaca dan merenungkan Firman-Nya setiap hari.

(Baca juga: INI KATA ALKITAB TENTANG PENYAKIT YANG TIDAK ADA OBATNYA)

Lingkupi diri kita dan isi waktu-waktu kita dengan hal-hal yang berhubungan dengan kebenaran Firman Tuhan, entah itu melalui membaca website seperti hagahtoday.com, buku-buku rohani, menonton video atau rekaman khotbah di Youtube, tulisan-tulisan yang membangun di Instagram atau Facebook, atau cara lain yang menurut kita efektif. Yang pasti, kita perlu semakin bertumbuh di dalam pengenalan akan Kristus. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MEMBERI ADALAH MASALAH PERCAYA ATAU TIDAK KEPADA TUHAN

Bahan renungan:

1 Petrus 5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Memberi adalah masalah kita percaya atau tidak kepada Tuhan, bukan masalah kita memiliki uang atau tidak. Faktanya, si janda miskin berani memberi dari kekurangannya, yaitu seluruh nafkahnya (Lukas 21:1-4). Sebaliknya, ada orang yang memiliki uang jauh lebih banyak dari si janda miskin di atas, tetapi takut memberi.

(Baca juga: BERISTIRAHATLAH SEJENAK DARI KESIBUKAN ANDA)

Saya berikan ilustrasi. Anggaplah ada seorang kaya, misalnya Bill Gates, yang sangat dekat dengan Anda dan dia berjanji untuk selalu menyediakan uang pada saat Anda membutuhkannya. Saya yakin Anda tidak akan takut sedikit pun untuk memberi persembahan atau persepuluhan. Bahkan, kemungkinan besar Anda akan memberi jauh lebih banyak dari biasanya.

Permasalahannya adalah yang menjamin untuk memelihara Anda adalah Tuhan yang tidak kelihatan, bukan Bill Gates yang kelihatan. Kebanyakan orang cenderung lebih mudah memercayai jika yang memberi jaminan dapat dilihat dan disentuh, seperti saudara, rekan bisnis, bos, pinjaman bank, atau sahabat.

Jika Anda tidak terlalu mengenal Tuhan dan memilih lebih memercayai yang kelihatan, sudah pasti Anda akan kesulitan untuk percaya kepada janji Tuhan. Akibatnya, Anda takut dan kuatir. Matius 6:32 dengan sangat jelas mengatakan bahwa orang yang kuatir adalah orang yang tidak mengenal Tuhan, atau dengan kata lain, tidak percaya kepada Tuhan.

Hari ini saya ingin Anda tahu sesuatu mengenai Tuhan. Tuhan yang menjamin masa depan Anda indah dan penuh harapan adalah Tuhan yang menciptakan Bill Gates dan semua orang kaya yang ada di dunia. Tuhan yang berjanji untuk memelihara Anda adalah Tuhan yang menciptakan dan memiliki alam semesta. Tuhan yang menjaga Anda adalah Tuhan yang merelakan Anak-Nya yang tunggal demi menebus dan menyelamatkan Anda.

(Baca juga: MENJADI ORANG YANG LEMBUT TIDAK BERARTI LEMAH)

Jika Anda mengenal Tuhan yang Alkitab maksud di atas, Anda tidak akan pernah takut atau kuatir soal uang dan memberi. Justru Anda bergairah, karena Anda percaya bahwa janji-Nya mengenai pelipatgandaan, pemeliharaan, penjagaan, dan masa depan Anda tidak akan gagal. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.