BAPA TERLALU MENGASIHI ANDA

Bahan renungan:

Lukas 12:6-7 Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit.

Saat Anda mencintai seseorang, Anda pasti memberikan perhatian yang berlebihan kepada orang tersebut. Anda akan memperhatikan cara dia berjalan, cara dia tersenyum, makanan kesukaannya, bahkan kata-kata yang sering dia ucapkan. Hal-hal tentang dirinya yang tidak menarik bagi orang lain, menjadi sangat menarik buat Anda.

(Baca juga: HARAPKAN YANG TERBAIK, UCAPKAN YANG TERBAIK)

Juga, saat Anda jatuh cinta kepada seseorang, Anda selalu ingin menyenangkan orang tersebut. Namun, saya belum pernah mendengar tentang pria dan wanita yang saling jatuh cinta dan mengetahui jumlah rambut mereka masing-masing.

Luar biasanya, ada Pribadi yang terlalu mencintai Anda dan saya, sampai-sampai Dia mengetahui jumlah rambut kita dengan pasti. Tuhan mengetahui kebiasaan tidur Anda, cara Anda makan, betapa takutnya Anda terhadap kecoa, seberapa bau napas Anda saat bangun tidur, karena Dia begitu tergila-gila terhadap Anda.

Itu sebabnya saya terkadang heran ketika ada seorang percaya yang merasa kesepian, tertolak, dan pahit hati. Tidakkah mereka tahu bahwa ada Yesus yang sangat mengasihi mereka?

(Baca juga: JANGAN MELUPAKAN KASIH SETIA TUHAN)

Teman, penuhi pikiran dan hati Anda dengan kebenaran ini. Anda tidak sendirian. Dia selalu ada bersama-sama Anda, memelihara, menjaga, dan memberkati Anda. Haleluya! (penulis:@mistermuryadi)

SAAT SITUASI TIDAK SEPERTI YANG KITA HARAPKAN

Bahan renungan:

Kejadian 39:20-21 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana. Tetapi Tuhan menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.

Saya dapat membayangkan, mungkin Yusuf mengharapkan sesuatu yang baik terjadi di dalam hidupnya setelah perbuatan mulia yang dia lakukan, seperti tertera pada ayat di atas. Namun, kenyataannya, Yusuf malah dijebloskan ke penjara dengan tuduhan memperkosa istri dari majikannya. Sungguh tuduhan yang sangat berat. Yusuf semakin jauh dari panggilan hidupnya.

(Baca juga: HARGA UNTUK MENGIKUT YESUS)

Hari ini saya ingin Anda merenungkan kisah Yusuf. Yusuf tidak menyerah meski situasi memburuk. Yusuf tahu pasti bahwa Tuhan menyertainya, dan tidak pernah meninggalkannya. Bukan hanya Yusuf yang menyadari Tuhan menyertainya, bahkan kepala penjara dapat merasakan bahwa ada hal yang berbeda dari hidup Yusuf

Tidak diceritakan apa yang membuat sang kepala penjara dapat begitu mengasihi Yusuf. Namun, jika saya menjadi sang kepala penjara, satu-satunya yang memungkinkan saya dapat mengasihi Yusuf adalah sikapnya yang positif, penuh kasih, dan bertanggung jawab.

Saya meyakini, meski masalah demi masalah datang ke dalam hidupnya, Yusuf tidak menyimpan dendam, marah, atau kepahitan. Justru sebaliknya, Yusuf mengucapkan berkat dan mendoakan orang-orang yang menyakiti dirinya.

Mungkin hal yang sama sedang terjadi di dalam hidup Anda hari ini. Mungkin Anda sedang merasa semakin jauh dari harapan-harapan dan mimpi Anda. Mungkin Anda tergoda untuk menyerah dan mundur dari segala sesuatu yang sedang Anda kerjakan.

(Baca juga: HATI-HATI TERHADAP PERSAHABATAN YANG SALAH)

Seperti Yusuf, jangan menyerah atau parah semangat. Jalani hidup Anda dengan sebuah keyakinan bahwa janji Tuhan tidak mungkin gagal. Bersyukurlah dan ucapkan berkat bagi masa depan Anda. Yusuf tahu pasti, jika dia terus mengandalkan Tuhan, cepat atau lambat, hidupnya pasti berubah, semakin naik dan berkembang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

BANGKITKAN KEMBALI KASIH ANDA TERHADAP ORANG YANG ANDA BENCI

Bahan renungan:

Ibrani 13:1 Peliharalah kasih persaudaraan!

Meskipun singkat, ayat di atas sangat menarik. Saya tidak sedang membahas kasih antara kita dengan Tuhan, melainkan kasih antar sesama. Kasih atau cinta tidak datang dan pergi tiba-tiba jika kita mengerti cara memeliharanya. Mungkin kita berpikir, “Mengapa saya sulit mengasihi dia seperti dulu, terutama sejak peristiwa itu.” Kasih atau cinta bukanlah sekadar perasaan, melainkan sebuah tindakan dan komitmen.

(Baca juga: BERDOALAH, DENGARKAN TUHAN BERBICARA KEPADA KITA)

Cara termudah memelihara kasih adalah dengan mengingat yang baik, yang manis, dan yang sedap didengar (Filipi 4:8) yang pernah orang tersebut lakukan terhadap kita. Sebaliknya, kita mulai kehilangan cinta atau kasih terhadap pasangan atau sahabatnya ketika kita mulai memikirkan yang tidak baik, seperti kekurangan, kesalahan, kelemahan, keburukan, dan kegagalan, dari pasangan atau sahabatnya kita.

Perlu kita sadari bahwa orang yang paling berpotensi membenci kita atau kita benci adalah orang yang dekat dengan kita. Kita tidak mungkin membenci orang yang baru kita temui di jalan. Pada umumnya, kita membenci keluarga, pasangan, sahabat, atau teman kita. Maksud saya mengatakan itu adalah orang-orang yang kita benci biasanya adalah orang-orang yang berharga bagi kita.

Ketidaktahuan anak-anak Tuhan dalam memelihara kasih seringkali dimanfaatkan iblis untuk menghancurkan hubungan antara keluarga, atau suami dan istri.

Jika hari ini kita membenci seseorang, mulailah praktekkan cara di atas. Yang iblis inginkan adalah kita mengingat segala yang jahat, yang salah, yang buruk dari seseorang, supaya semakin hari hati kita semakin pahit. Sehingga, suatu hari kebencian dan kepahitan itu menghancurkan hidup kita dan orang-orang yang kita sayangi. Jangan terjebak dengan tipu daya iblis. Ambil alih pikiran kita hari ini!

(Baca juga: APA BENAR DI SORGA AKAN ADA LAYAR YANG MEMUTAR DOSA KITA?)

Bangkitkan kembali kenangan-kenangan yang manis dan indah bersama orang tersebut. Percayalah, jika kita memikirkan kenangan yang baik, hati kita akan merasakan yang baik. Sebaliknya, jika kita mengingat-ingat yang buruk, kebencian dan kepahitan yang akan muncul. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

KITA PERLU CEPAT MENGAMPUNI KESALAHAN ORANG LAIN

Bahan renungan:

1 Korintus 13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Ada begitu banyak hal penting mengenai kasih, tetapi hari ini saya ingin membahas bahwa kasih itu mengampuni dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

(Baca juga: TUHAN MENJAWAB LIMA KERAGUAN MUSA (BAGIAN KEDUA))

Setiap hari, kita memiliki banyak kesempatan untuk tersinggung, marah, dan kecewa, tetapi kita perlu membuat pilihan yang tepat. Sangat sulit membangun hubungan dengan orang-orang yang terluka perasaannya.

Jika kita tidak cepat dalam mengampuni kesalahan orang lain, melainkan malah mengingat-ingat salah mereka, cepat atau lambat, daftar kesalahan orang tersebut akan menjadi sangat panjang di pikiran kita, sehingga kita kesulitan membangun hubungan lagi dengan orang itu, bahkan dengan orang lainnya.

Menyimpan kesalahan orang lain merupakan salah satu penyebab retaknya hubungan, baik itu hubungan suami-istri, orangtua-anak, atau sahabat.

Pada dasarnya, kita sedang menyelamatkan diri kita sendiri ketika kita cepat mengampuni orang lain. Sebaliknya, mengingat atau menyimpan kesalahan orang lain ibarat kita, secara sadar, meminum racun, yang perlahan tapi pasti akan membunuh diri kita sendiri.

(Baca juga: TUHAN MENJAWAB LIMA KERAGUAN MUSA (BAGIAN PERTAMA))

Bukan tanpa alasan Firman Tuhan mengingatkan kita agar tidak menyimpan kesalahan orang lain. Saya percaya, itu untuk tujuan menjaga kita dari akar pahit dan dari hal-hal yang akan membahayakan kehidupan kita kelak. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

RESPONS ANDA ADALAH TANGGUNG JAWAB ANDA

Bahan renungan:

Mazmur 119:30 Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.

Setiap kita selalu memiliki pilihan untuk hidup benar dan bersikap positif terhadap situasi dan keadaan yang terjadi. Yesus membuktikan hal tersebut. Apa pun situasi yang Dia hadapi, Dia selalu merespons dengan kasih dan pengampunan. Yesus bisa saja bersikap kasar atau sinis terhadap orang-orang yang menyakiti hati-Nya, tetapi Dia memilih untuk mengasihi mereka.

(Baca juga: JANGAN RAGU MENGHARAPKAN SESUATU YANG TUHAN JANJIKAN)

Seringkali, kita menyalahkan situasi dan kondisi untuk sikap negatif yang kita keluarkan. Padahal, kita tidak harus bersikap negatif di saat situasi dan kondisinya buruk. Kita dapat memilih untuk bersikap positif dan hidup benar.

Situasi dan kondisi yang terjadi di dalam hidup kita tidak selalu sepenuhnya berada di dalam kendali kita, tetapi respons kita terhadap situasi dan kondisi tersebut, sepenuhnya ada di dalam kendali kita. Kita bertanggung jawab 100% atas semua respons dan keputusan kita.

Ada seorang pelayan Tuhan yang saya kenal di Kalimantan. Suatu hari, saat sedang pergi melayani, istrinya dibunuh secara sadis di depan anaknya yang berusia dua tahun. Rekan saya sangat berduka atas peristiwa tersebut. Dia melaporkan peristiwa itu ke pihak berwajib, dan mengatakan kepada pihak keluarga dan gereja, bahwa dia mengampuni sang pembunuh. Sungguh sebuah respons kasih yang luar biasa.

Jika kita mengalami sakit hati, kepahitan, kecewa, marah, atau cemburu pada hari ini, itu sepenuhnya karena keputusan dan pilihan kita.

(Baca juga: TETAPLAH BERSYUKUR SEKALIPUN KITA DIRUNDUNG PENDERITAAN)

Mungkin kita mengatakan, “Tetapi, saya bersikap negatif seperti ini akibat kesalahan orang lain.” Teman, berhentilah menyalahkan orang lain. Orang lain dapat melakukan apa saja terhadap hidup kita, itu pilihan dan keputusan mereka, tetapi respons kita terhadap mereka sepenuhnya pilihan dan keputusan kita. Sama seperti Yesus, kita selalu dapat memilih unutk merespons dengan kasih. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

ANDALAH YANG PALING DIUNTUNGKAN SAAT ANDA MENGAMPUNI

Bahan renungan:

Lukas 23:34 Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Kalimat di atas diambil dari sebuah peristiwa pengampunan terbesar dalam sejarah dunia. Kalau ada Pribadi yang paling berhak untuk marah, sakit hati, dan kepahitan akibat diperlakukan buruk atau tidak adil, itu adalah Yesus. Yesus dikhianati oleh mahkluk yang Dia ciptakan sendiri dan oleh mahkluk yang paling Dia kasihi. Namun, Yesus memilih untuk mengampuni dan mengasihi mereka.

(Baca juga: GAYA HIDUP ANAK TUHAN VERSUS ANAK DUNIA)

Mungkin akibat perlakukan seseorang terhadap Anda, Anda merasa berhak untuk marah, sakit hati, dan pahit terhadap seseorang. Ya, mungkin saja Anda berhak, tetapi sama seperti Yesus, Anda dapat memilih untuk mengampuni dan mengasihi mereka. Marah, benci, atau sakit hati bukanlah satu-satunya pilihan.

Sesungguhnya, Andalah yang paling diuntungkan ketika mengampuni orang yang bersalah kepada Anda atau orang yang Anda benci. Mengampuni ibarat membuang beban yang berat dari hati Anda. Mengampuni melepaskan Anda dari ikatan yang membelenggu. Mengampuni mencegah tumbuhnya akar pahit dalam hati Anda.

(Baca juga: TUHAN MELINDUNGI KITA DARI MALAPETAKA DAN TULAH (MAZMUR 91:9-10))

Teman, ampunilah orang-orang yang berbuat salah kepada Anda, sekalipun mereka tidak meminta maaf. Anda mengampuni bukan karena mereka meminta maaf kepada Anda, melainkan karena Firman Tuhan mengajarkan setiap orang percaya untuk menjadi orang-orang yang mudah mengampuni dan mengasihi, seperti Bapa di Sorga. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

JANGAN INGAT LAGI MASA LALU YANG BURUK!

Bahan renungan:

Mazmur 98:3 Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

Sebagian besar orang yang saya kenal memiliki masa lalu yang buruk. Ya, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Semua manusia telah jatuh ke dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Tuhan. Namun puji Tuhan, kita mengenal Yesus. Dia mengangkat kita dari kehidupan yang sia-sia menjadi kesayangan dan kemuliaan-Nya.

(Baca juga: LIMA KISAH KESEMBUHAN BAGI ANDA YANG SEDANG TERBARING SAKIT)

Jika Anda pernah memiliki atau mengalami hal yang buruk di masa lalu, lupakan dan tinggalkanlah masa lalu Anda. Tidak ada gunanya melangkah ke masa depan sambil membawa “sampah” dari masa lalu.

“Saya sudah mencoba, tetapi saya tetap tidak dapat melupakan masa lalu saya.”

Jika masa lalu Anda yang buruk berwujud manusia, berhentilah memikirkan atau mencari tahu tentang orang tersebut. Berhentilah mengintip sosial media orang tersebut. Lepaskan pengampunan baginya dan beranjaklah dari masa lalu Anda. Yang sudah terjadi di masa lalu tidak dapat Anda ubah, ambil pelajarannya supaya Anda dapat membangun masa depan yang lebih baik.

(Baca juga: FOLLOW AKUN SOSIAL MEDIA YANG MEMBANGUN HIDUP ANDA)

Jika masa lalu Anda berupa sebuah peristiwa pahit yang menimbulkan trauma, datanglah kepada Tuhan. Mendekatlah kepada Dia yang sanggup menyembuhkan dan memulihkan setiap hati yang terluka (Mazmur 147:3). Anda mungkin tidak dapat melupakan peristiwa buruk yang telah terjadi, tetapi Anda dapat mengisi pikiran Anda dengan lebih banyak peristiwa yang indah dan baik. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda bisa memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.