HIDUPLAH UNTUK SESUATU YANG BESAR DAN BERHARGA

Bahan renungan:

Yeremia 1:4-5 Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

Setiap kita hidup untuk sesuatu. Beberapa orang yang saya kenal hidup untuk keluarganya, beberapa untuk Tuhan, dan beberapa untuk dirinya sendiri. Saya tidak ingin membahas mengenai mana yang benar atau salah hari ini. Saya hanya ingin mengatakan kepada kita semua agar kita hidup untuk suatu tujuan yang besar dan berharga, karena untuk itulah kita diciptakan.

(Baca juga: BAGAIMANA CARA KITA HIDUP SANGAT PENTING)

Seperti yang Tuhan ucapkan kepada Yeremia. Tuhan telah mengenal Yeremia, menguduskannya, dan menetapkannya untuk sesuatu yang luar biasa. Demikian juga kita. Tuhan telah mengenal kita sebelum kita ada di dalam kandungan ibu kita, menguduskan kita, dan menetapkan kita untuk sesuatu yang besar dan berharga.

Saya tidak tahu apa rencana Tuhan bagi setiap kita. Yang saya tahu Tuhan telah menetapkan sesuatu yang besar dan berharga untuk hidup kita. Dia panggil kita ke dalam Kerajaan-Nya untuk sebuah tujuan mulia. Hiduplah untuk hal tersebut. Sehingga, setiap kali kita bangun pagi, kita bergairah untuk melakukan sesuatu yang kita sedang kerjakan; dan setiap kali kita tidur, kita terlelap dalam ucapan syukur dan mengharapkan sesuatu yang besar terjadi esok hari.

(Baca juga: MENGELUH MERUGIKAN HIDUP ANDA)

Jangan hanya hidup untuk hari ini. Juga, jangan hanya hidup untuk mengejar uang, karir, atau keuntungan diri sendiri. Hiduplah untuk sesuatu yang besar dan berharga, yaitu sesuatu yang memuliakan Bapa di Sorga. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

LUPAKAN UCAPAN KUTUK DAN TERIMALAH UCAPAN BERKAT

Bahan renungan:

Amsal 3:33 Kutuk Tuhan ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.

Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam hidup Anda. Ketika menulis renungan hari ini, Tuhan berbicara di hati saya bahwa ada beberapa orang antara Anda yang sedang putus asa, kehilangan pengharapan, atau patah semangat, terutama yang disebabkan oleh ucapan-ucapan buruk dari seseorang yang Anda kenal dekat.

(Baca juga: PENTINGNYA MENGINGAT KEBAIKAN TUHAN)

Lupakan perkataan-perkataan kutuk itu dengan cara melepaskan pengampunan bagi mereka. Doakan orang-orang yang memperlakukan Anda tidak baik. Lebih jauh lagi, lakukan tindakan kasih terhadap mereka.

Hari ini, ijinkan saya bernubuat dan melepaskan ucapan berkat atas hidup Anda.

Saya percaya, Anda akan sukses di tahun ini. Anda akan mengalami hal-hal yang luar biasa di dalam pekerjaan, bisnis, studi, pelayanan, dan keluarga Anda. Pintu-pintu yang selama ini tertutup akan terbuka lebar untuk Anda. Hal-hal luar biasa yang tidak Anda pernah pikirkan, bahkan yang tidak pernah timbul dalam hati Anda, akan Anda nikmati. Terobosan pasti terjadi dalam hidup Anda.

(Baca juga: ANDA ADALAH ORANG BENAR YANG DIMAKSUD OLEH ALKITAB)

Namun, saya juga perlu mengingatkan bahwa bagian Anda adalah mengejar Sang Empunya janji. Mendekatlah kepada-Nya. Tinggallah dalam kebenaran-Nya. Ketika Anda sepenuhnya bersandar kepada Tuhan, hal-hal yang saya nubuatkan di atas, tanpa Anda sadari, akan ditambahkan ke dalam hidup Anda. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

“SELAIN ENGKAU TIDAK ADA YANG KUINGINI DI BUMI”

Bahan renungan:

Mazmur 73: 25-26 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di Bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Tuhan selama-lamanya.

Icha sangat menyukai Eric. Sudah tiga tahun mereka bekerja bersama dan Icha tetap memendam perasaan tersebut. Suatu hari Eric mengajak Icha makan siang bersama. Hati Icha berbunga-bunga. Di meja makan, Eric bertanya, “Icha, kamu kan teman dekatnya Sarah. Menurut kamu, apa hadiah ulang tahun paling cocok untuk dia?” Saya percaya hati Icha sedih mendengar pertanyaan tersebut.

(Baca juga: ADA SAATNYA HANYA TUHAN YANG DAPAT MENOLONG KITA)

Kadang hal yang sama terjadi dalam hubungan kita dengan Tuhan. Ketika berdoa, kita mengucapkan, “Saya percaya Tuhan menyediakan kesembuhan bagi saya. Saya percaya bisnis saya pasti diberkati. Saya percaya keluarga saya dipulihkan.” Tidak ada yang salah dengan doa tersebut. Tentu saja Tuhan ingin kita sehat, diberkati, dan pulih. Hanya saja, terkadang, kebanyakan orang berhenti berdoa usai mereka membacakan daftar harapan mereka.

Seperti kisah Icha dan Eric di atas. Icha berpikir yang diinginkan Eric adalah dirinya, tetapi ternyata Eric menginginkan orang lain.

Saya percaya, Tuhan senantiasa menantikan kita. Namun seringkali, kita mencari-Nya bukan karena ingin bertemu Pribadi-Nya, melainkan mencari apa yang dapat Dia berikan kepada kita. Sekali lagi, tidak ada yang salah mengharapkan janji yang Tuhan sediakan, hanya saja jangan berhenti di situ, inginkan juga Pribadi Tuhan.

(Baca juga: TUHANLAH JAWABAN BAGI KESESAKAN KITA)

Seperti yang Daud ucapkan dalam kitab Mazmur, “Selain Engkau tidak ada yang kuingini di Bumi.” Sungguh sebuah pernyataan yang luar biasa. Daud menginginkan Pribadi Tuhan melebihi apapun. Daud memahami sekali apa yang dikatakan oleh Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

“APA BENAR YANG DISELAMATKAN HANYA 144 RIBU ORANG?”

Bahan renungan:

Wahyu 7:4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.

Teman, tidak benar jika hanya 144 ribu orang saja yang diselamatkan. Bahkan saya mendengar seorang hamba TUHAN berkata dari 1000 orang hanya satu saja yang diselamatkan. Firman Tuhan katakan jumlah di atas adalah untuk suku keturunan Israel. Anda dan saya bukan ketururan Israel. Jadi, untuk apa kita memikirkannya. Saya percaya TUHAN memiliki perjanjiannya sendiri dengan Bangsa Israel.

Nah, ayat berikut ini untuk Anda. Wahyu 7:9, “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.”

Badan sensus dunia menghitung jumlah penduduk dunia saat ini sekitar 7 milyar orang, tapi Firman Tuhan katakan yang akan diselamatkan nanti tidak terhitung jumlahnya. Ya, Anda dan saya pasti termasuk di dalamnya. Dikatakan, ” … dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa.” Jadi, sangat tidak benar jika hanya 144 ribu orang saja yang diselamatkan.

Anda tidak perlu takut, ketika Anda percaya kepada YESUS, DIA akan menyambut Anda kelak di Sorga kekal. DIA yang menjanjikan Kerajaan Sorga kepada Anda tidak pernah lalai terhadap janjiNYA. Haleluya. (penulis: @mistermuryadi)