MENGAPA TUHAN YANG BAIK MENURUNKAN AIR BAH DAN MENGHANCURKAN SODOM GOMORA?

Kita telah belajar bahwa Tuhan adalah kasih dan kasih-Nya kepada Anda dan saya tidak pernah berubah. Sejak awal dunia diciptakan sampai hari ini, Dia telah memutuskan untuk mengasihi Anda dan saya. Tuhan memiliki segala kuasa dan hak untuk menghukum kita, tetapi Dia memilih untuk mengasihi kita dan menjadikan kita kesayangan-Nya.

(Baca juga: APA KATA YESUS TENTANG HUKUM TAURAT?)

Meski demikian, di zaman Hukum Taurat, tepat setelah Musa turun dari Gunung Sinai membawa dua loh batu, Tuhan seolah berubah menjadi kejam dan jahat. Tuhan mulai melepaskan tulah, menurunkan bara api, mengutuk Bangsa Israel dengan sakit penyakit setiap kali mereka melanggar perintah-Nya. Kalau benar Tuhan adalah kasih, mengapa Dia melakukan hal tersebut? Saya sudah pernah menjawab pertanyaan itu dalam artikel-artikel sebelumnya. Jika Anda belum mengetahui jawabannya, saya sangat menyarankan Anda membacanya terlebih dahulu sebelum melanjutkan membaca artikel ini. Anda tinggal ketik kata “Hukum Taurat” di kolom search yang tersedia di pojok kanan atas.

Tidak lama setelah saya merilis tulisan-tulisan mengenai Hukum Taurat, saya menerima banyak surel yang menanyakan penjelasan mengenai peristiwa air bah pada zaman Nuh dan peristiwa hancurnya Sodom dan Gomora. Mengapa demikian? Karena, kedua peristiwa tersebut terjadi pada zaman sebelum Hukum Taurat, zaman di mana Tuhan mengabulkan doa Kain, si pembunuh pertama di muka Bumi; dan menyebut Abraham, yang meniduri Hagar dan menjual istrinya, sebagai bapak semua orang percaya.

Di dalam zaman Hukum Taurat, jelas bahwa seseorang dihukum ketika mereka melanggar hukum tersebut. Namun, bagaimana dengan zaman sebelum Hukum Taurat dan zaman setelah Hukum Taurat?

Bagi Anda yang baru membaca blog ini, Anda perlu mengerti bahwa zaman sebelum Taurat berlangsung selama 3000 tahun. Dimulai dari zaman Adam dan Hawa sampai peristiwa Musa naik ke atas Gunung Sinai. Turunnya Musa dari Gunung Sinai menandakan dimulainya zaman Hukum Taurat. Hal tersebut berlangsung selama 1000 tahun sampai kematian Yesus di atas kayu salib yang membatalkan segala perintah dan ketentuan Hukum Taurat (Efesus 2:15). Sejak kematian dan kebangkitan Yesus, kita memasuki zaman baru, yaitu zaman anugerah, di mana segala sesuatu yang Anda butuhkan seperti keselamatan, kesembuhan, kesehatan, berkat, kelimpahan, kuasa, Roh Kudus, mukjizat, pemulihan, umur panjang, dan masa depan yang indah telah dianugerahkan secara sempurna bagi kita yang percaya kepada Yesus.

Roma 5:13 mengatakan bahwa dosa sudah ada sebelum zaman Hukum Taurat, tetapi dosa tersebut tidak diperhitungkan karena belum ada Hukum Taurat. Mungkin gambarannya seperti ini. Pada saat belum ada peraturan bahwa semua pengendara mobil harus menggunakan sabuk pengaman, polisi tidak dapat menganggap hal tersebut sebagai pelanggaran, dan akibatnya, tidak ada hukuman yang dapat dijatuhi terhadap orang yang tidak menggunakan sabuk pengaman. Namun, setelah peraturannya keluar, semua pengemudi yang tidak menggunakan sabuk pengaman dijatuhkan sanksi.

Jadi, dosa sudah ada pada zaman sebelum Hukum Taurat, tetapi dosa tersebut tidak diperhitungkan. Atau dengan kata lain, Tuhan tidak menghukum manusia berdasarkan perbuatan dosa yang mereka lakukan. Hal tersebut menjelaskan mengapa Tuhan tidak menghukum Kain sang pembunuh, Abraham yang menjual istrinya, Yakub sang penipu, dan lain sebagainya.

Begitu juga halnya dengan zaman setelah Hukum Taurat. Ketika Yesus memberikan nyawa-Nya di atas kayu salib, Dia menanggung dan menebus setiap dosa dan pelanggaran kita. Yesus yang tidak berdosa, dihukum, menggantikan kita yang berdosa. Dia mengambil semua yang buruk dari kita agar kita dapat menerima semua yang baik yang Bapa sediakan. Bersamaan dengan itu, kehidupan Yesus telah menggenapi seluruh Hukum Taurat (Matius 5:17) dan kematian-Nya telah membatalkan Hukum Taurat (Efesus 2:15).

Roma 8:1 menegaskan bahwa tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang percaya kepada Yesus Kristus. Garisbawahi, bagi mereka yang percaya kepada Yesus Kristus. Jadi, sama seperti zaman sebelum Hukum Taurat, perbuatan dosa masih tetap ada, tetapi Tuhan tidak lagi menghukum manusia berdasarkan perbuatan dosa mereka.

Saya tidak mengatakan tidak masalah berbuat dosa. Dosa tetap sesuatu yang jahat di mata Tuhan. Dosa telah menghancurkan banyak kehidupan manusia dan menjadi penghalang hubungan antara manusia dengan Tuhan. Pahami ini, Tuhan membenci dosa, tetapi dia mengasihi orang berdosa. Itu sebabnya Yesus datang menebus setiap dosa kita dan memberikan kita kuasa Roh Kudus agar kita dapat menang atas dosa.

Mari kita kembali ke masalah air bah dan Sodom Gomora.

Lalu, mengapa Tuhan menurunkan air bah dan menghancurkan Sodom dan Gomora? Jawaban dari pertanyaan tersebut sebenarnya sama dengan alasan mengapa Yesus menghukum mereka yang tidak percaya kepada-Nya di hari kedatangan-Nya yang kedua.

Ya, satu-satunya dosa yang dihukum di zaman sebelum dan setelah Hukum Taurat adalah dosa tidak percaya kepada nama Tuhan (pada zaman sebelum Hukum Taurat) atau nama Yesus (pada zaman anugerah). Itulah alasan mengapa Tuhan menurunkan air bah dan menghancurkan Sodom Gomora pada zaman sebelum Hukum Taurat, dan menghukum setiap orang yang tidak percaya kepada Yesus pada akhir zaman nanti.

Saya ingin mengajak Anda melihat lebih dekat lagi.

Dalam Kejadian 6:5 tertulis, “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan (ra’ah) manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata.” Lalu, dalam Kejadian 13:13, mengenai Sodom dan Gomora, dikatakan, “Adapun orang Sodom sangat jahat (ra’ah) dan berdosa terhadap Tuhan. Perhatikan kata di dalam kurung. Dalam bahasa Ibrani, kata “kejahatan” pada kedua ayat ditulis ra’ah. Terjemahan dari ra’ah bukanlah perbuatan dosa, melainkan tidak setuju atau menolak Tuhan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa akibat seseorang menolak, meninggalkan, atau menjauh dari Tuhan, mereka akan jatuh dalam berbagai macam dosa dan kejahatan. Contohnya adalah cerita si Bungsu yang pergi dari rumah ayahnya, cerita Kain setelah meninggalkan hadirat Tuhan, Lot yang tinggal di Sodom dan Gomora, dan lain sebagainya.

Di dalam Perjanjian Baru, kita mengenal istilah menolak atau meninggalkan Yesus dengan sebutan Anti-Kristus, dosa menghujat Roh Kudus (Markus 3:29, Lukas 12:10), atau dosa yang tidak dapat diampuni (Ibrani 10:26-35). Tidak percaya kepada Tuhan atau Yesus adalah satu-satunya dosa yang dihukum pada zaman sebelum Hukum Taurat dan pada hari kedatangan Yesus kedua kalinya nanti.

Perhatikan, yang dihukum bukan orang berdosa, melainkan orang yang menolak dan meninggalkan Dia. Hukuman terhadap perbuatan dosa hanya dilakukan pada zaman Hukum Taurat. Harus saya tegaskan sekali lagi bahwa ketika kita menolak atau meninggalkan Yesus, kecenderungan kita adalah berbuat dosa. Yesus mengingatkan kita dalam Yohanes 15:5 bahwa di luar Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Kita tidak akan menang terhadap godaan untuk berbuat dosa, juga terhadap sakit penyakit dan kemiskinan. Hanya di dalam Yesus ada kemenangan atas dosa, ada hidup sehat, dan hidup dalam kelimpahan, karena Dia telah mengalahkan maut untuk selamanya.

Zaman Nuh hanyalah berjarak 10 generasi setelah Kain. Ketika Kain pergi meninggalkan Tuhan (Kejadian 4:16), Kain memilih jalannya sendiri dan memutuskan melawan Tuhan. Apa buktinya? Kejadian 4:17 mencatat bahwa Kain mendirikan sebuah kota supaya orang berkumpul. Sementara perintah Tuhan adalah supaya manusia memenuhi dan menaklukkan Bumi (Kejadian 1:28).

Perlahan tapi pasti, Kain mulai melahirkan keturunan-keturunan yang menentang dan melawan Tuhan. Apakah Tuhan berdiam diri melihat hal tersebut? Tentu tidak. Tuhan sangat mengasihi manusia. Tuhan melakukan segala macam cara agar manusia berbalik kepada-Nya. Salah satunya adalah melalui Nuh.

Kejadian 6:8 menuliskan, “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.” Di dalam terjemahan bahasa Inggris-nya dikatakan, “But Noah found grace in the eyes of the Lord.” Jika kita membaca versi bahasa Indonesia seolah tersirat Tuhan memilih Nuh untuk diselamatkan. Banyak orang kemudian menerjemahkan Tuhan menyelamatkan Nuh karena Nuh hidup benar, tidak berdosa, dan berkenan di hadapan Tuhan. Namun, jika Anda membaca ayat itu dalam versi bahasa Inggris, dikatakan bahwa Nuh diselamatkan karena Nuh merespons terhadap keselamatan yang Tuhan anugerahkan.

Tuhan menebarkan kasih karunia-Nya kepada semua orang pada saat itu dan hanya Nuh yang memberikan respons. Tuhan ingin semua orang selamat, tetapi hanya Nuh yang mengatakan “iya” kepada Tuhan. Bagaimana dengan yang orang lainnya? Sampai akhir bahtera itu selesai dibangun, mereka tetap memilih jalan sendiri dan memutuskan tidak percaya kepada Tuhan.

Pintu pertobatan Tuhan tidak hanya datang satu kali dalam satu waktu, tetapi berkali-kali selama bertahun-tahun. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun bahtera di atas sebuah gunung. Bahtera sebesar enam kali lapangan sepakbola itu bukan untuk hanya untuk menampung hewan dan keluarga Nuh, tetapi semua orang yang hidup pada zaman itu. Saya membayangkan setiap hari, selama bertahun-tahun, Nuh dan keluarganya mengajak mereka untuk percaya kepada Tuhan agar diselamatkan. Namun, hasilnya nihil, manusia tetap memilih jalannya sendiri, bahkan sangat mungkin Nuh dan keluarganya diejek pada saat itu karena memercayai Tuhan.

(Baca juga: AYUB (bagian 02) – APA DAN SIAPA YANG SEBABKAN PENDERITAANNYA?)

Sebelum air bah itu turun, Tuhan mengucapkan satu kalimat ini dalam Kejadian 7:1, “Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: “Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini.” Kata “benar” di situ diambil dari bahasa Ibrani tsadaq yang berarti memilih yang benar. Jadi, kehendak Tuhan adalah menyelamatkan semua orang, tetapi hanya keluarga Nuh yang memutuskan untuk percaya. Ibrani 11:7 mengatakan Nuh diselamatkan karena iman. Sederhananya, iman berarti memilih untuk memihak dan percaya kepada Tuhan.

Hal yang sama terjadi pada kota Sodom dan Gomora. Jika Anda membaca literatur mengenai kota itu, Anda akan tahu bahwa kota Sodom dan Gomora adalah kota tempat pelarian pada penjahat. Atau dengan kata lain, tempat berkumpulnya orang-orang yang memutuskan untuk hidup meninggalkan Tuhan.

Sekali lagi, perlu saya katakan bahwa bukan dosa yang membuat Tuhan marah, melainkan ketidakpercayaan kepada Tuhan. Ketika melayani di dunia, Yesus selalu bereaksi terhadap iman dan ketidakpercayaan seseorang. Terhadap iman, Yesus memuji; tetapi terhadap ketidakpercayaan, Yesus menghardik.

Satu hal mengenai ketidakpercayaan. Hal tersebut menjalar seperti kanker. Seseorang yang tidak percaya kepada Yesus dapat memengaruhi kehidupan orang yang percaya kepada Yesus. Nabi Yesaya menjelaskan hal tersebut dalam Yesaya 1:9, “Seandainya TUHAN semesta alam tidak meninggalkan pada kita sedikit orang yang terlepas, kita sudah menjadi seperti Sodom, dan sama seperti Gomora.” Atau dengan kata lain, jika Sodom dan Gomora tidak dihancurkan pada saat itu, mungkin semua orang sudah akan meninggalkan Tuhan dan jatuh ke dalam berbagai dosa dan kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang Sodom dan Gomora.

Yesus dalam Matius 24:22 mengatakan, “Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.”

Saya ingin memberikan sebuah ilustrasi mengenai hal di atas. Ada seseorang yang saya kenal harus menjalani proses amputasi kaki akibat terserang diabetes. Langkah amputasi ini harus dilakukan bukan karena para dokter yang merawat itu jahat dan menginginkan yang buruk terjadi terhadap pasien. Justru langkah amputasi ini dilakukan untuk menyelamatkan bagian tubuh lain agar tidak mengalami pembusukan serupa. Atau dengan kata lain, proses amputasi tersebut adalah tindakan kasih untuk menyelamatkan bagian tubuh yang masih sehat.

Saya percaya Tuhan sangat mengasihi Anda dan saya, dan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Firman Tuhan katakan, kita adalah anak-anak yang dikasihi-Nya. Tuhan adalah Bapa yang melakukan segala yang terbaik demi menyelamatkan, menjaga, melindungi, dan memelihara kita. Hal tersebut dibuktikan melalui pengorbanan Yesus di atas kayu salib.

Perlu Anda pahami bahwa menurunkan air bah dan menghancurkan Sodom dan Gomora bukanlah rencana awal Tuhan. Hal tersebut tidak ada di dalam cetak biru-Nya. Saya percaya tindakan Tuhan menyapu bersih dunia dengan air bah dan menurunkan api ke kota Sodom dan Gomora merupakan tindakan kasih untuk menyelamatkan mereka yang memutuskan percaya kepada-Nya.

Nehemia 9:17 menggambarkan kasih Tuhan dengan manis, “Mereka menolak untuk patuh dan tidak mengingat perbuatan-perbuatan yang ajaib yang telah Kaubuat di antara mereka. Mereka bersitegang leher malah berkeras kepala untuk kembali ke perbudakan di Mesir. Tetapi Engkaulah Allah yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Engkau tidak meninggalkan mereka.” Berkali-kali dalam kitab Mazmur, Daud menuliskan, “Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia.”

(Baca juga: TUHAN ADALAH BAPA YANG SANGAT BAIK)

Akhir kata. Jika Anda adalah seorang percaya, Anda tidak perlu takut terhadap Tuhan. Dia adalah Bapa yang baik. Suatu hari kelak Dia akan datang menjemput Anda sebagai mempelai-Nya. Itu akan menjadi hari terindah dalam hidup Anda. Namun, jika Anda adalah seorang yang tidak percaya kepada Yesus, Anda perlu takut terhadap Hari Kedatangan Yesus yang kedua kali. Akan datang bagi Anda hari yang lebih mengerikan dari peristiwa air bah dan turunnya api yang menghanguskan Sodom Gomora. Selama hari tersebut belum tiba, kesempatan untuk percaya kepada Yesus masih terbuka lebar bagi setiap orang. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

HARUSKAH KITA TAKUT MENGHADAPI KIAMAT ATAU PENGANGKATAN?

Bahan renungan:

Yohanes 3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

Topik hari ini masih menyambung dari dua renungan terakhir mengenai akhir zaman dan pengangkatan.

Jawaban dari pertanyaan di atas sangat bergantung pada keputusan apakah Anda memercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, atau tidak? Jika Anda percaya kepada Yesus, Anda tidak perlu takut, karena kedatangan Yesus yang kedua kali bertujuan untuk menjemput para mempelai-Nya, yaitu setiap orang yang percaya kepada Yesus.

(Baca juga: SIAPAKAH YANG AKAN DISELAMATKAN ATAU DIANGKAT PADA HARI KIAMAT?)

Belum pernah ada seorang mempelai wanita yang menyambut mempelai pria dalam ketakutan. Suasana pada hari itu pasti penuh sukacita dan tawa untuk mereka yang percaya. Hari kiamat atau pengangkatan bukanlah hari menakutkan bagi kita yang percaya kepada Yesus, melainkan hari yang melimpah dengan sukacita dan damai, karena kita bertemu muka dengan Sang Pencipta dan kekasih jiwa kita.

Wahyu 19:7 menggambarkan suasana penuh sukacita para hari tersebut, “Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.”

Namun, jika Anda memutuskan untuk tidak percaya atau menolak Yesus, Anda perlu takut dan gemetar menyambut Hari Kedatangan Yesus yang kedua. Karena Firman Tuhan mengatakan, Dia akan datang untuk memisahkan domba dari kambing, dan menghukum semua orang yang tidak percaya kepada-Nya (Matius 25:31-46).

(Baca juga: BENARKAH HARI INI AKAN TERJADI KIAMAT ATAU PENGANGKATAN?)

Jadi, jika Anda sudah percaya kepada Yesus, Anda tidak perlu takut. Nantikanlah hari kedatangan Yesus dengan penuh pengharapan, karena Yesus akan datang di awan-awan untuk menjemput semua orang percaya pulang ke rumah yang telah Dia sediakan. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

SIAPAKAH YANG AKAN DISELAMATKAN ATAU DIANGKAT PADA HARI KIAMAT?

Bahan renungan:

Roma 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Pertanyaan paling sering diajukan tekait dengan akhir zaman adalah “Siapakah yang akan diselamatkan atau diangkat saat Yesus datang kedua kali?” Mumpung masih hangat terkait prediksi gagal mengenai hari kiamat pada 23 September 2017 kemarin.

(Baca juga: BENARKAH HARI INI AKAN TERJADI KIAMAT ATAU PENGANGKATAN?)

Ada seorang hamba Tuhan mengatakan orang yang diselamatkan hanya satu saja dari tiap gereja. Ada hamba Tuhan lain mengatakan jumlah orang yang diselamatkan hanya 144.000 orang saja. Ada juga yang mengatakan orang yang diselamatkan hanya orang yang hidup kudus, suci, dan berkenan di hadapan Tuhan.

Sayangnya, tidak ada satupun dari pengajaran di atas yang sejalan dengan kebenaran Firman Tuhan. Anda dapat bernapas lega sekarang.

Mengenai pengajaran pertama, bahwa yang diselamatkan hanya satu orang dari tiap gereja, saya sama sekali tidak tahu dari mana asal usul pemikiran menyesatkan seperti itu. Alkitab tidak pernah mencatat hal tersebut, jadi kita tidak perlu bahas.

Mengenai pengajaran kedua, bahwa yang diselamatkan hanya 144.000 orang, saya yakin pernyataan itu diambil dari kitab Wahyu 7:4 dah Wahyu 14:1. Yang keliru dari pengajaran tersebut adalah jumlah 144.000 orang bukanlah jumlah semua orang percaya yang ada di dunia, melainkan jumlah Bangsa Israel yang percaya kepada Yesus. Jika Anda mau mengetahui berapa jumlah semua orang yang percaya kepada Yesus, Anda perlu membaca Wahyu 7:9. Dikatakan ada sekumpulan besar orang yang tidak terhitung jumlahnya dari segala suku, kaum, dan bahasa yang berdiri di hadapan Bapa dengan jubah putih. Saya percaya, setiap kita yang percaya kepada Yesus, akan berada di kumpulan besar orang yang tidak terhitung jumlahnya itu. Haleluya!

Mengenai pengajaran ketiga yang mengatakan Tuhan hanya menyelamatkan orang yang hidup kudus, suci, dan berkenan sama sekali salah penafsiran. Pada ayat renungan kita di atas, dan beberapa ayat lain, seperti di Yohanes 3:15-16, Yohanes 3:36, Yohanes 5:24, 1 Yohanes 5:11, Roma 5:8-9, Roma 5:10, dan Roma 10:9-10, Anda dapat membacanya satu per satu, tidak ada satupun indikasi yang menyatakan bahwa orang yang diselamatkan adalah orang yang hidup kudus, suci, dan berkenan di hadapan Tuhan.

Ayat-ayat di atas mengatakan yang diselamatkan adalah orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Jika Anda masih ragu, bacalah kembali kisah penjahat yang disalibkan di sebelah Yesus. Ketika dia memutuskan percaya kepada Yesus, dia tidak sempat hidup kudus, suci, dan berkenan, bahkan dia tidak sempat melakukan ritual memberi persepuluhan, berdoa, dan berpuasa, tetapi Yesus selamatkan dia pada hari itu juga.

Sebelum saya dituduh melegalkan dosa, saya ingin mengatakan bahwa Tuhan sangat membenci dosa, tetapi Dia sangat mencintai orang berdosa. Dosa adalah sesuatu yang jahat di mata Tuhan dari dulu hingga sekarang. Namun, yang menentukan Anda masuk Sorga atau tidak bukanlah sedikit atau banyaknya dosa yang Anda lakukan. Yang menentukan adalah apakah Anda percaya kepada Yesus atau tidak. Artinya, sekalipun Anda hidup kudus dan suci, tetapi tidak percaya kepada Yesus, Anda tidak akan diselamatkan.

(Baca juga: TUHAN TIDAK LAGI MENGHUKUM ORANG PERCAYA)

Saya menentang dosa, sama seperti Anda, tetapi yang sedang kita bicarakan adalah siapa yang akan diselamatkan atau diangkat pada hari kiamat. Syarat diselamatkan atau diangkat bukanlah hidup bersih dari dosa, melainkan percaya kepada Yesus. Tentu saja saya sangat setuju bahwa, setelah kita percaya kepada Yesus, kita perlu meninggalkan dosa-dosa kita, hidup sebagai ciptaan baru, dan hidup seturut dengan kebenaran Firman Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

BENARKAH HARI INI AKAN TERJADI KIAMAT ATAU PENGANGKATAN?

Bahan renungan:

Matius 24:35-36 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.”

Jika Anda membaca renungan ini, itu artinya kiamat ataupun pengangkatan tidak terjadi pada hari ini seperti yang digembar-gemborkan oleh banyak orang beberapa bulan belakangan. Bagi Anda yang mungkin bingung, silakan Anda ketik kata “23 September 2017” di internet. Anda akan menemukan ada begitu banyak orang mengaitkan tanggal hari ini dengan kiamat dan pengangkatan.

(Baca juga: CARA MENGUBAH SIFAT DAN PERILAKU JAHAT BUKAN DENGAN PELEPASAN)

Berita di atas menjadi begitu heboh, salah satunya disebabkan karena mudahnya menerima dan membagikan informasi melalui internet. Sebenarnya, prediksi mengenai hari kiamat atau pengangkatan sudah banyak sekali diberitakan sejak zaman Yesus sampai hari ini. Namun nyatanya, tidak ada satupun yang terbukti benar.

Beberapa bulan terakhir, ada beberapa orang yang berteori bahwa akan ada Planet Nibiru, yang besarnya 10 kali lipat Bumi, menghantam Bumi dan menyebabkan kehancuran total. Beberapa lainnya mengatakan Tuhan Yesus akan datang kedua kali dan terjadi pengangkatan.

Sekali lagi, jika Anda membaca renungan ini, berarti sudah jelas kedua teori di atas salah dan tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

Mengenai teori pertama, NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat) sudah membantah dan menyebut berita tersebut sebagai hoax. Juga, Alkitab tidak pernah menyebutkan bahwa kesudahan Bumi akan terjadi akibat tabrakan antar planet ataupun kutub es yang mencair.

Mengenai teori kedua. Alkitab tidak pernah mengatakan kapan hari dan waktunya Tuhan Yesus akan datang untuk mengangkat orang benar. Juga, Alkitab tidak pernah menyarankan kita untuk mencari tahu mengenai hari dan waktunya. Alkitab hanya mengingatkan kita untuk mempersiapkan diri menjelang hari kedatangan Yesus kedua kali, bukan memecahkan teka-teki hari kedatangan Yesus.

Jadi, pertanyaan yang tepat untuk diajukan bukan “Benarkah Hari Ini Akan Terjadi Kiamat atau Pengangkatan?”, melainkan “Apakah Kita Sudah Mempersiapkan Diri Menjelang Hari Kedatangan Yesus?”

Meskipun tidak ada yang tahu kapan hari kesudahan segala sesuatu, Alkitab memberitahukan kepada orang percaya tanda-tandanya. Mulai dari bulan menjadi darah, bencana alam yang semakin hebat, kerajaan melawan kerajaan, kabar mengenai perang, kasih yang semakin dingin, banyaknya mesias palsu, sampai orang percaya dibenci karena nama Yesus. Semua itu sudah diungkapkan sejak 2000 tahun lalu dan sedang terjadi saat pada ini. Tujuan Tuhan memberitahu tanda-tanda tersebut supaya kita mempersiapkan diri.

(Baca juga: APAKAH ROH KUDUS AKAN PERGI KALAU KITA HUJAT?)

Mari, pergunakanlah waktu yang ada untuk menceritakan kabar baik mengenai Yesus kepada orang-orang terdekat kita dan sebanyak mungkin orang yang lain, karena hanya ada satu jalan keselamatan, yaitu melalui percaya kepada Yesus. Waktunya sudah semakin dekat! (penulis: @mistermuryadi)

RAMALAN HARI KIAMAT

Bahan renungan:

Matius 24:14 “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

Tahun 2004-2005 lalu seorang ilmuwan di Inggris mengatakan 2/3 populasi dunia akan mati akibat flu burung dalam kurun waktu 1-2 tahun. Tidak lama kemudian kita mendengar banyak unggas yang dibakar dan ketakutan meneror hampir di seluruh dunia. Satu dua tahun kemudian para reporter kembali menyambangi ilmuwan tersebut dan menanyakan berapa jumlah korban yang sudah meninggal akibat flu burung. Anda tahu berapa jumlahnya? Ternyata tidak lebih dari 20 orang.

(Baca juga: DOSA TIDAK MEMBUAT TUHAN MENINGGALKAN KITA)

Ada lagi ramalan suku Maya, zaman es, global warming, dan lain sebagainya yang meramalkan dunia akan kiamat. Ditambah lagi ramalan aliran saksi Yehovah yang lebih dari lima kali meleset memprediksi kedatangan TUHAN. Manusia tidak henti-hentinya berusaha memprediksi kapan dunia ini akan berakhir. Tetapi, tidak ada satu pun yang mendekati kebenaran Firman Tuhan.

Firman Tuhan katakan kesudahan zaman ditentukan oleh apakah INJIL Kerajaan Sorga sudah diberitakan ke seluruh dunia atau tidak. Beberapa tanda lainnya yang Alkitab katakan dalam Matius 24 adalah gempa bumi, perang, kerajaan bangkit melawan kerajaan, bulan menjadi darah, dan lain sebagainya. Semua itu adalah tanda dari kesudahan zaman.

(Baca juga: YESUS TIDAK PERNAH MENJAUHI ORANG BERDOSA)

Dunia kita tidak akan hancur karena ramalan suku Maya, zaman es, atau apa pun yang tidak jelas asal usulnya. Teman, berpeganglah pada Firman Tuhan supaya kita tidak mudah diombang-ambingkan oleh dunia ini. Tidak ada seorang pun tahu kapan waktunya akhir zaman tiba, namun Firman Tuhan katakan orang percaya dapat melihat tanda-tandanya.

Lagipula, anak-anak TUHAN seharusnya tidak perlu takut atau kuatir akan datangnya hari kiamat. Itu akan menjadi hari yang sangat menyenangkan, karena kita akan bertemu dengan Pencipta kita, menikmati indahnya Sorga, dan hidup di dalam sukacita dan damai untuk selamanya. (penulis: @mistermuryadi)

YESUS DATANG UNTUK MENYELAMATKAN, BUKAN MENGHAKIMI

Bahan renungan:

Yohanes 3:17 Sebab Allah mengutus AnakNYA ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Saya selalu mengucap syukur setiap kali membaca ayat ini. YESUS datang ke dunia supaya Anda dan saya diselamatkan. Ini adalah ayat yang sangat indah. TUHAN bukan hanya mengatakan bahwa DIA mengasihi kita, tapi TUHAN membuktikan betapa besar kasihNYA melalui pengorbanan YESUS di atas kayu salib.

Kedatangan YESUS yang pertama, 2000 tahun lalu, bertujuan untuk menyelamatkan semua orang di dunia ini dan kedatangan YESUS yang kedua nanti bertujuan untuk menghakimi orang-orang menolak dan meninggalkan DIA. Dengan kata lain, setiap orang yang percaya kepada YESUS sebagai TUHAN dan Juruselamat tidak akan dihakimi di akhir zaman nanti.

Anda tidak perlu kuatir atau takut akan akhir zaman. Bahkan saya selalu berharap hari itu datang lebih cepat. Karena itu akan menjadi saat-saat yang sangat menyenangkan bagi setiap orang yang percaya kepada YESUS. Kita akan bertemu muka dengan muka dengan Pencipta Agung kita dan kita akan hidup untuk selama-lamanya di Sorga kekal, di rumah Bapa kita.

Lalu siapa yang akan YESUS hakimi? Penghakiman itu hanyalah untuk orang-orang yang menolak atau meninggalkan YESUS atau yang kita kenal dengan sebutan anti-christ. Penghakiman dan penghukuman di akhir zaman bukan untuk kita, anak-anak kesayangan TUHAN. Haleluya! (penulis: @mistermuryadi)

“JIKA SAYA BERDOSA, APAKAH SAYA AKAN DISELAMATKAN?”

Bahan renungan:

Roma 5:9-10 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

Akhir zaman adalah topik yang seru dan menarik untuk dibahas. Namun ada satu pertanyaan yang paling sering diajukan kepada saya sehubungan dengan akhir zaman, yaitu: jika YESUS datang kedua kali dan kita sedang berbuat dosa, kira-kira apakah kita akan diselamatkan atau tidak?

Biasanya saya mengajak si penanya untuk membaca ayat di atas dan Roma 10:9. Dengan sangat jelas dikatakan jika kita percaya YESUS, kita pasti diselamatkan. Perhatikan, bukan tidak berbuat dosa yang akan menyelamatkan Anda, melainkan percaya kepada YESUS.

Setelah membacakan ayat di atas biasanya saya balik bertanya, “Gimana, kamu sudah yakin bahwa kamu pasti diselamatkan?” Sebagian besar mereka tetap menggelengkan kepala. Anda bisa melihat permasalahannya di sini? Permasalahannya berada tepat di dalam pikiran Anda.

Saya sangat menyarankan Anda membaca renungan berjudul HAL YANG TIDAK ANDA HARAPKAN, MENGAPA ANDA PIKIRKAN dan CARA MENGENDALIKAN PIKIRAN ANDA, sebelum Anda melanjutkan membaca ke bawah.

Teman, jika Anda adalah salah satu orang yang suka mengajukan pertanyaan di atas, saya menyarankan Anda menghentikannya. Ijinkan saya bertanya, apakah Anda mengharapkan ketika YESUS datang Anda sedang berbuat dosa? Tentu saja tidak, bukan? Jika demikian, untuk apa Anda memikirkannya? Untuk apa Anda memikirkan sesuatu yang tidak Anda harapkan terjadi?

Ini bahayanya pemikiran di atas. Semakin Anda memikirkannya, semakin besar kemungkinan hal tersebut Anda lakukan. Saya sudah lama sekali meninggalkan pikiran seperti ini. Ini logikanya, kenapa kita jadi memikirkan akan berbuat dosa saat YESUS datang, padahal kita tidak mengharapkannya? Bukankah kita semua menginginkan sedang berada di ladang pelayanan, sedang menghabiskan waktu bersama keluarga, atau sedang memuji menyembah TUHAN di rumah saat YESUS datang? Jika ini yang Anda harapkan terjadi, jauh lebih baik hal ini yang Anda pikirkan. (penulis: @mistermuryadi)