JANGAN MENYIMPAN ATAU MEMBIARKAN MASALAH ANDA

Bahan renungan:

Lukas 8:41 Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya …

Beberapa minggu lalu saya berbincang-bincang dengan seorang teman dari Sweden. Dia bercerita mengenai budaya teman-teman di kotanya yang sangat malu untuk meminta pertolongan, sekalipun mereka sangat membutuhkan. Mereka cenderung menyimpan dan membiarkan masalah, sampai masalah tersebut menjadi semakin besar dan sulit diselesaikan.

(Baca juga: YESUS MEMBERI BUKTI, BUKAN HANYA JANJI)

Saya sangat berharap hal di atas tidak terjadi pada Anda. Jika Anda membutuhkan pertolongan, jangan malu atau gengsi untuk meminta pertolongan. Anda dapat meminta pertolongan dari orang-orang yang Anda percayai, terutama dari mereka yang hidupnya berpadanan dengan kebenaran. Jangan menyimpan atau membiarkan masalah, dan jangan malu menceritakan masalah Anda.

Yairus adalah seorang kepala rumah ibadat, seseorang yang terhormat. Namun, ketika anaknya hampir mati, dia menghampiri Yesus secara terbuka di hadapan banyak orang, dan tanpa sedikitpun ragu, dia tersungkur di kaki Yesus. Entah Yairus melakukannya karena situasi yang mendesak atau karena Dia benar-benar memercayai Yesus, Alkitab tidak memberi penjelasan. Yang pasti, Yairus merendahkan diri, mendatangi Yesus, dan meminta pertolongan dari-Nya. Yairus datang kepada Pribadi yang tepat dan dia menemukan jalan keluar atas masalahnya.

(Baca juga: ABRAHAM KELUAR DARI ZONA NYAMAN KE TEMPAT YANG LEBIH NYAMAN)

Saya percaya hal yang sama dapat terjadi pada hidup kita. Ketika kita meminta pertolongan kepada orang yang tepat, dalam hal ini, orang yang menghidupi Firman Tuhan, kita akan menemukan jalan keluar yang kita butuhkan. Ketika kita mau rendah hati mendengarkan kebenaran Firman Tuhan, kita akan menemukan jawaban. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank (AUS): BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.

SETIAP KITA PERLU MEMILIKI PEMBIMBING ROHANI

Bahan renungan:

Ibrani 13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Perjalanan hidup rohani yang kita tempuh adalah perjalanan yang panjang. Setelah kita percaya kepada Yesus, ada kehidupan yang perlu kita jalani dan masalah-masalah yang perlu kita hadapi. Tidak mudah jika kita berjalan sendiri. Kita perlu seseorang yang dapat membimbing langkah kita dan menuntun kita ke arah yang benar.

(Baca juga: DUA PENYEBAB MENGAPA HIDUP ANDA TERGONCANG)

Beberapa orang mengirimkan email kepada saya menceritakan mengenai masalah yang sedang mereka hadapi untuk meminta dukungan doa. Secara garis besar, mereka memiliki kesamaan. Mereka menggebu-gebu di awal pertobatan mereka, tetapi beberapa tahun setelahnya, mereka mulai kehilangan arah, berbeban berat, tidak bersemangat, bahkan terjebak dalam stres dan kondisi kehidupan rohani yang naik turun. Tidak sedikit yang pada akhirnya jatuh bangun di dalam dosa.

Jika Anda sedang dalam kondisi demikian, jangan berdiam diri, lakukan sesuatu.

Ini perkara serius. Semestinya, kehidupan kita setelah mengenal dan percaya Yesus adalah naik, bukan turun. Itu janji Tuhan bagi setiap anak-anak-Nya.

Saya percaya, salah satu penyebab utama kehidupan rohani naik turun adalah tidak adanya pembimbing rohani, yang dapat menjadi tempat bertanya, bertukar pikiran, dan meminta nasehat. Bimbingan rohani yang saya maksud adalah sebuah pertemuan rutin, bukan hanya pada saat kita membutuhkan saja, antara kita dengan orang yang kita percaya dapat memimpin hidup kita. Hal itu dapat berupa persekutuan, pendalaman alkitab, atau pemuridan. Yang jelas bukan ibadah minggu, karena di dalam di ibadah minggu, kita tidak dapat bertanya atau berdiskusi.

Setiap kita perlu memiliki seseorang yang kita anggap mampu memimpin, menuntun, dan berjaga-jaga atas hidup kita. Kita terlalu sombong jika berkata kita tidak menemukan orang yang dapat untuk memimpin dan menuntun hidup kita.

Atau, kita berpikir, “Saya mau dibimbing oleh Roh Kudus saja.” Tidak ada yang salah dengan itu. Hanya saja, bagaimana mungkin kita dapat mendengarkan dan percaya terhadap yang tidak kelihatan, sementara terhadap yang kelihatan kita sulit untuk mendengarkan dan percaya.

(Baca juga: TUHAN MENJAWAB LIMA KERAGUAN MUSA (BAGIAN KEDUA))

Sebelum para murid menjadi para rasul, mereka dibimbing oleh Yesus. Anda ingat 3000 orang yang bertobat saat Petrus di Serambi Salomo? Mereka pun dibimbing dalam persekutuan (Kisah Para Rasul 5:12). Sebelum Saulus menjadi Paulus, dia dibimbing oleh Silas. Begitu juga Timotius, Titus, Filemon, dan Onesimus yang dibimbing oleh Paulus. Jika para rasul saja memerlukan pembimbing rohani, saya percaya kita pun memerlukannya. (penulis: @mistermuryadi)