ALASAN YUSUF MENOLAK GODAAN ISTRI POTIFAR

Bahan renungan:

Kejadian 39:9 “Bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”

Setelah melewati berbagai lika-liku hidup, mulai dibuang oleh saudaranya, lalu dijual sebagai budak, Yusuf dipercayakan seluruh isi rumah Potifar, sang kepala pengawal raja. Untuk memersingkat cerita, suatu hari Yusuf digoda oleh istri Potifar. Tidak seperti kebanyakan orang yang “lari di tempat” ketika godaan datang, Yusuf memilih “melarikan diri” dari godaan tersebut.

(Baca juga: CARA MUDAH MENGENAL BAPA SORGAWI)

Saya begitu terenyuh ketika membaca alasan yang melatarbelakangi respons Yusuf, “Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”

Melalui pernyataan di atas, kita dapat mengerti bahwa alasan Yusuf menolak dosa bukan karena takut ketahuan oleh Potifar, melainkan karena dia tidak ingin mengecewakan Pribadi yang begitu mengasihi dirinya.

Jika boleh, saya ingin sedikit mendramatisasi hal di atas. Alasan Yusuf menolak istri Potifar adalah karena Yusuf tahu bahwa melakukan perbuatan tersebut bukanlah identitas dirinya di dalam Tuhan. Yusuf sangat menyadari bahwa Tuhan senantiasa menyertainya bukan untuk melakukan hal itu.

Saya menemukan fakta di atas sedikit berbeda dengan kehidupan zaman ini, di mana beberapa orang enggan melakukan kejahatan karena takut ketahuan dan belum ada kesempatan. Contoh. Seseorang memilih tidak korupsi karena takut ketahuan, tidak selingkuh karena belum ada yang mau, dan lain sebagainya.

Beberapa orang lainnya tidak akan berpikir dua kali untuk meng-iya-kan godaan iblis, terutama akibat didasari pikiran bahwa tidak ada seorang pun yang tahu atau melihat. Ada satu kutipan yang menarik mengenai hal itu, “Jika Anda tidak ingin ketahuan orang lain, jangan lakukan. Saat Anda melakukan, suatu saat, cepat atau lambat, orang lain akan mengetahuinya.”

(Baca juga: CARA MENGATASI KRISIS: TUHAN TANGGUNG BAGIAN TERBERATNYA)

Yusuf adalah sosok orang yang memiliki integritas sangat tinggi. Ketika tidak ada seorang pun yang melihatnya, dia tetap memegang teguh kebenaran Firman Tuhan. Sungguh menakjubkan kekuatan yang memancar dari seseorang yang menyadari bahwa dirinya sangat dicintai oleh Tuhan. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau Commonwealth Bank (AUS): BSB 062239, Account Number 10 302 575 atas nama Zaldy Muryadi.

BABI-BABI INI TIDAK SUDI KERASUKAN SETAN

Bahan renungan:

Markus 5:13 Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.

Kisah di atas ini adalah kisah yang cukup lucu, namun penting untuk direnungkan. Saat itu, YESUS mengusir roh-roh jahat yang bernama Legion di daerah Gerasa dari tubuh seseorang. Saat Yesus hendak mengusir roh-roh jahat tersebut, mereka memohon kepada YESUS untuk dimasukkan ke dalam babi yang berjumlah sekitar 2000 ekor. Anda bisa bayangkan betapa banyaknya roh jahat yang merasuk orang tersebut.

Sesaat ketika roh-roh jahat itu masuk ke dalam babi, babi-babi tersebut memilih lompat berjemaah dari jurang dan mati. Babi-babi ini mungkin tidak sudi melewati sehari pun dengan dirasuk roh-roh jahat.

Saya berkabung ketika mendengar kematian “bahan dasar” pembuat nasi campur ini.

Teman, ini pesannya. Seringkali kita memilih berkompromi dengan iblis, sehingga dia memporakporandakan hidup kita dengan penderitaan dan kesusahan. Ya, iblis tidak tiba-tiba masuk dan merusak hidup manusia. Manusia yang mengijinkannya.

Hidup dalam ketakutan karena korupsi, membiarkan emosi-emosi yang negatif, membiarkan kepahitan di hati kita, percaya kepada orang pintar atau dukun, merusak hidup dengan rokok, minuman keras, narkoba, pornografi, dan lain sebagainya. Manusia yang membukakan pintu bagi iblis.

Anda lihat cerita di atas, babi-babi tersebut lebih pintar dari sebagian manusia, mereka tidak mau dirasuk iblis. Bukan maksud saya untuk menyamakan diri kita dengan babi, saya hanya ingin Anda merenungkan kehidupan Anda.

Teman, iblis tidak punya kuasa atas hidup Anda sedikit pun, kecuali Anda memberikannya. Bukakanlah pintu bagi Tuhan, biar DIA yang “memporakporandakan” kehidupan Anda dengan kasih dan kuasaNYA. (penulis: @mistermuryadi)

JANGAN IRI TERHADAP KEBERHASILAN ORANG FASIK

Bahan renungan:

Amsal 4:18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Pernahkah Anda merasa iri dengan jalan orang yang tidak benar? Mungkin Anda berpikir sudah berusaha setengah mati, tapi kenapa hasil yang Anda dapatkan tidak seperti mereka yang melakukannya dengan cara curang. Teman, jangan pernah merasa iri dengan jalan orang fasik. Justru berbangga hatilah jika  Anda hidup dengan integritas sesuai Firman Tuhan.

Mari saya mengajak Anda melihat jauh ke depan. Seringkali kita hanya melihat keberhasilan orang fasik hanya dari yang terlihat di depan mata saja. Kita pikir mereka hidup baik-baik saja. Saya ingin menyakinkan Anda bahwa hidup dengan cara yang salah hanyalah membawa masalah di kemudian hari. Orang yang melakukan korupsi, mungkin terlihat seolah tidak ada masalah, namun jika Anda hidup bersamanya setiap hari, Anda pasti bisa merasakan ketakutan dan kekuatiran setiap hari. Mereka takut ketahuan, takut tertangkap, dan takut dipenjara. Hari-hari mereka dilalui dengan penderitaan yang panjang.

Ayat renungan kita hari ini mengatakan bahwa jalan orang benar seperti cahaya fajar, yang semakin terang. Oh, indah sekali.

Teman, tahukah Anda bahwa matahari selalu terbit setiap pagi. Sekalipun malam sebelumnya hari begitu pekat dan gelap, Anda tidak perlu meragukan terbitnya matahari esok hari. Seperti itulah kehidupan orang di dalam TUHAN. JanjiNYA tidak pernah gagal dan pasti terbit seperti fajar pagi. Hidup dengan cara TUHAN adalah kehidupan yang paling aman, indah, dan menyenangkan. (penulis: @mistermuryadi)

“JANGAN TAKUT, MAJULAH HADAPI MEREKA”

Bahan renungan:

2 Tawarikh 20:17 “Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu.”

Kemarin kita telah membahas kalimat pertama dari ayat di atas. Tuhan katakan, “Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur.” Anda perlu membacanya sekali lagi. Sungguh, Tuhan tidak ingin Anda menjadi pemalas yang tidak melakukan apa pun, melainkan TUHAN ingin ketika Anda melakukan segala sesuatu dengan hati yang percaya dan penuh sukacita.

Mari kita membahas maksud TUHAN mengenai kalimat yang kedua. Kata “menghadapi” di dalam bahasa Ibrani ditulis “paniym”. Artinya bertemu muka dengan muka dan maju menghadap lawan. Ini berbicara mengenai percaya diri dan berani menghadapi sesuatu.

Teman, tahukah Anda bahwa tubuh kita hanya bertindak mengikuti dipercayai oleh hati kita? Saya suka mengatakan bahwa tubuh kita ini hanyalah “budak” dari hati dan pikiran kita. Ketika hati kita ketakutan, akibatnya tubuh kita gelisah dan panik. Begitu juga ketika hati kita percaya terhadap janji TUHAN, tubuh kita bersukacita dan menjadi berani menghadapi setiap tantangan yang ada.

Saya percaya selama kita masih hidup di dalam dunia ini, kita masih memiliki masalah. Dan, orang yang tidak berani menghadapi masalahnya, pada dasarnya adalah orang-orang yang tidak percaya kepada janji TUHAN. Mereka lebih percaya kepada situasi dan kondisi.

Saya berikan contoh. Seseorang memutuskan untuk mencuri atau korupsi bukan karena, “Demi anak dan istri,” seperti yang sering kita dengar di televisi. Pada dasarnya mereka memutuskan berbuat itu karena mereka tidak percaya kepada janji TUHAN. Mereka tidak berani menghadapi masalah, mereka lebih suka mencari jalan pintas atau jalan belakang. Ini bukan bagian Anda. Biarlah hal itu menjadi bagian mereka yang menolak YESUS.

Anda berbeda. Anda percaya kepada YESUS. Itu sebabnya tidak umum bagi anak-anak TUHAN untuk mencuri dan korupsi. Jika Anda memiliki masalah keuangan, hadapi masalah Anda. Bekerjalah, disiplin dengan waktu Anda, dan berhenti menuruti gaya hidup Anda yang tinggi. Percayalah TUHAN memberkati pekerjaan tangan Anda dan situasi Anda hanya sementara saja.

“Tapi, pekerjaan saya tidak cukup untuk menutup hutang-hutang saya. Itu sebabnya saya korupsi.” Anda perlu membaca ini: AIR MENJADI ANGGUR. DIA terlebih dari sanggup untuk memberkati Anda. Pegang janjiNYA. (penulis: @mistermuryadi)

MENTALITAS ORANG MISKIN

Bahan renungan:

Galatia 4:9 Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?

Beberapa tahun lalu, saya memiliki seorang atasan yang sangat kaya jika diukur dari materi. Dia memiliki aset rumah dan apartemen mencapai 20 milyar rupiah, belum termasuk perusahaan dan investasi lain yang dimilikinya. Suatu hari harga majalah yang biasa kami beli naik harganya 5000 rupiah dan atasan saya ini mulai menggerutu. Dia mengatakan, “Aduh, majalah ini harganya naik terus dan jumlah halamannya tidak bertambah. Mahal sekali.” Mendengar hal itu saya berpikir, “Bukankah orang ini memiliki uang yang sangat banyak, kenapa harga majalah naik 5000 rupiah saja ribut?”

Itulah yang saya maksud mentalistas miskin. Mentalitas miskin tidak selalu dimiliki orang miskin, contohnya kisah si janda miskin dalam Lukas 21:1-4. Yesus katakan si janda miskin ini lebih kaya karena dapat memberi lebih banyak daripada orang lainnya.

Kata miskin dalam bahasa Yunani adalah ptochos, yang diambil dari akar kata pipto. Arti kata ini adalah suka meminta-minta, tidak berdaya, turun dari atas ke bawah, mandul atau tidak menghasilkan, dan ketakutan. Teman, sebelum seseorang miskin di dalam kehidupannya, mereka terlebih dahulu miskin di dalam pikirannya. Anda tahu kenapa seseorang mencuri atau korupsi? Karena mereka adalah orang-orang yang memiliki mentalitas miskin. Mereka berpikir bahwa mereka adalah orang yang kekurangan dan cara cepat untuk kaya adalah dengan mengambil milik orang lain. Sungguh menyedihkan.

Mungkin banyak di antara Anda yang hari ini hidup dengan mentalitas orang miskin. Anda bisa mengeceknya pada saat memberi persembahan atau persepuluhan. Seorang yang hidup dengan mentalitas orang miskin biasanya berpikir, “Jika saya memberikan ini, bagaimana dengan hidup saya besok?” atau “Saya pasti kurang uang kalau saya memberi persepuluhan.” Akibatnya, beberapa orang mengantongi uangnya kembali dan beberapa berpura-pura memasukkan tangan ke kotak persembahan.

Teman, Firman Tuhan katakan Anda adalah orang yang diberkati (Bilangan 6:24-26). Hidup dan bertingkahlakulah dengan mental orang yang diberkati. (penulis: @mistermuryadi)