KITA PERLU MEMBUAT MUKJIZAT DI DALAM NAMA YESUS

Bahan renungan:

Matius 4:23-24 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepadaNYA semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.

Ada beberapa agama dan kepercayaan yang menyebarkan agamanya melalui pernikahan, perdagangan, dan ada yang melalui pemaksaan, dan lain sebagainya. Namun Alkitab tidak mengajarkan satu pun cara di atas. Alkitab mengajarkan cara untuk menyebarkan Injil dengan mengajar, memberitakannya, dan membuat mukjizat.

(Baca juga: MENDENGARKAN FIRMAN TUHAN, MEMERCAYAINYA, LALU BERTINDAK)

Hari ini saya ingin membahas mengenai membuat mukjizat. Tuhan memberikan kita kuasa nama Yesus ahar kita membuat mukjizat dan tanda-tanda ajaib di tengah-tengah orang yang tidak percaya. Supaya mereka tahu bahwa Tuhan yang kita sembah itu hidup dan baik.

Pada saat orangtua kita sakit atau sahabat kita sakit, mari kita letakkan tangan kita di atas mereka, Firman Tuhan janjikan kesembuhan terjadi. Ketika ada keluarga atau teman yang mengalami kesulitan finansial, mari ucapkan kata-kata nubuatan untuk mereka, pasti mereka akan melihat mukjizat itu terjadi.

Yang selalu jadi masalah adalah anak-anak Tuhan tidak mau pergi berkeliling dan menggunakan kuasa yang ada padanya. Itu yang membuat orang lain tidak melihat perbedaan antara orang percaya dengan yang lain. Seharusnya, melalui Anda dan saya, dunia dapat melihat bahwa Tuhan yang kita sembah itu hidup dan berkuasa.

(Baca juga: YESUS, SATU-SATUNYA TUHAN YANG BANGKIT DAN HIDUP)

Dunia ini butuh Yesus, dan mukjizat adalah salah satu cara menarik perhatian mereka kepada Yesus. Percayalah kuasa itu sudah ada di dalam hidup kita. Dia sudah menganugerahkannya. Bagian kita adalah pergi untuk menceritakan dan melakukan perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

MAKNA MENGUCAPKAN “DI DALAM NAMA YESUS, AMIN” SAAT BERDOA

Bahan renungan:

Filipi 2:9-11 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Banyak orang menyertakan kalimat “Di dalam nama Yesus” di dalam doa mereka, tetapi tidak mengerti makna dan tujuan dari kata-kata tersebut.

(Baca juga: YESUS DATANG UNTUK MENYELAMATKAN ORANG BERDOSA)

Sederhananya, kalimat “di dalam nama Yesus” menunjukkan bahwa kita percaya pada segala sesuatu yang ada di dalam Yesus, atau dengan kata lain, segala sesuatu yang telah diberikan atau dianugerahkan oleh Yesus. Seperti kita ketahui, melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, Yesus memberikan kita kesembuhan, kesehatan, kuasa, berkat, keselamatan, kelimpahan, umur panjang, keamanaan, pemeliharaan, dan masa depan yang indah. Karena, kematian dan kebangkitan Yesus adalah bukti bahwa Dia telah mengalahkan maut.

Jadi, sangat tidak benar jika kita berdoa, “Tuhan, mengapa Engkau ijinkan sakit penyakit ini terjadi? Tuhan, mengapa Engkau ijinkan kecelakaan dan kemiskinan ini terjadi?” lalu kita menutup doa tersebut dengan mengucapkan “Di dalam nama Yesus, amin.”

Yesus tidak pernah sekalipun memberikan sakit penyakit, kecelakaan, dan kemiskinan kepada manusia. Di dalam Yesus tidak ada sedikit pun hal yang buruk. Di dalam Dia hanya ada hikmat, kasih, kemurahan, dan kebaikan.

(Baca juga: YESUS MEMILIKI 1000 JALAN KELUAR UNTUK 1 MASALAH KITA)

Itu sebabnya, sebagai orang yang menggunakan nama Yesus dan percaya kepada nama Yesus, kita perlu berdoa mengucapkan hal-hal yang ada di dalam nama Yesus. Misalnya, “Aku percaya Engkau menjamin hidupku. Aku percaya Engkau menyediakan masa depan yang indah bagiku. Aku percaya Engkau tidak pernah meninggalkanku dan Engkau turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagiku” lalu kita menutup doa kita dengan mengucapkan, “Di dalam nama Yesus, amin.” (penulis: @mistermuryadi)

= = = = =

Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke: BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

CARA MELEPASKAN KUASA YANG TUHAN BERIKAN

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Pada renungan kemarin saya membahas bahwa kuasa atau otoritas diberikan saat Anda memutuskan percaya kepada Yesus, atau kita kenal dengan istilah lahir baru. Pada saat Anda lahir baru, Roh Kudus turun dan tinggal di dalam hati Anda membawa kuasa yang sangat luar biasa.

(Baca juga: YESUS TELAH MEMBERIKAN OTORITAS KEPADA SEMUA ORANG PERCAYA)

Hal serupa dialami Yesus ketika dibaptis di Sungai Yordan dan Roh Kudus turun atas-Nya seperti burung merpati. Sejak peristiwa itu, barulah dimulai perjalanan pelayanan Yesus yang penuh dengan kuasa dan tanda-tanda ajaib.

Jika Anda sudah percaya dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda, berarti kuasa tersebut sudah ada di dalam Anda. Jangan lagi meminta Tuhan untuk melakukan mukjizat atau tanda-tanda ajaib untuk Anda. Andalah yang perlu melatih cara menggunakan kuasa tersebut.

Markus 16:16-17 mengatakan tanda-tanda ajaib akan mengikuti orang percaya. Kita dapat mengusir setan, menyembuhkan yang sakit, membangkitkan orang mati, dan memegang ular dalam nama Yesus.

Lalu, bagaimana cara melepaskan kuasa tersebut?

Mari kita lihat bagaimana cara Yesus melepaskan kuasa yang dimilikinya. Dalam Markus 11:23, Yesus mengatakan supaya kita memerintahkan “gunung” supaya beranjak. Dalam Markus 4:29, Yesus menghardik topan badai. Lalu, dalam Matius 10:1, Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengusir roh jahat, sakit penyakit, dan kelemahan.

Apakah Anda dapat melihat persamaan dari kata-kata yang saya hitamkan?

Semua hal tersebut melibatkan perkataan Anda: memerintahkan, menghardik, dan mengusir. Ya, saya ingin katakan bahwa ada kuasa yang dilepaskan pada saat orang percaya mengucapkan sesuatu. Jika Anda terbiasa mengucapkan hal yang buruk, sebaiknya Anda berhenti melakukannya, karena hal yang buruk itu akan terjadi. Amsal 18:21 mengatakan hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

(Baca juga: YESUS, SATU-SATUNYA TUHAN YANG BANGKIT DAN HIDUP)

Buah seperti apa yang Anda harapkan? Jika Anda mengharapkan buah yang baik, mulailah perintahkan di dalam nama Yesus agar klien-klien berdatangan sehingga bisnis Anda dapat berkembang pesat, mulailah mengusir sakit penyakit dari tubuh Anda di dalam nama Yesus, dan mulailah menghardik setiap hal-hal buruk yang terjadi di dalam hidup Anda di dalam nama Yesus. (penulis: @mistermuryadi)

YESUS TELAH MEMBERIKAN OTORITAS KEPADA SEMUA ORANG PERCAYA

Bahan renungan:

Lukas 10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

Jika Anda adalah seseorang yang percaya kepada Yesus dan telah mengalami kelahiran baru, Anda telah diberikan kuasa atau otoritas nama Yesus untuk mengatasi segala sakit penyakit dan roh-roh jahat. Firman Tuhan mengatakan Roh yang tinggal di dalam Anda jauh lebih besar dari semua roh yang ada di dunia ini. Jadi, jangan takut terhadap sakit penyakit, kemiskinan, masalah, pergumulan, atau iblis, Anda memiliki kuasa yang jauh lebih besar dari hal-hal tersebut.

(Baca juga: MARAH MENYEBABKAN KETIGA PERILAKU INI)

Sebelum kita belajar cara melepaskan kuasa, hal pertama yang saya ingin Anda sadari adalah bahwa kuasa itu sudah diberikan kepada Anda. Di dalam Kristus, Anda jauh lebih kuat, lebih besar, dan lebih berkuasa dari segala sakit penyakit, kebodohan, kemiskinan, dan masalah lainnya yang Anda hadapi. Jangan berpikir bahwa Anda adalah orang yang lemah dan tidak berdaya.

Ini adalah ciri-ciri orang yang menyadari bahwa dirinya memiliki kuasa atau otoritas. Ketika Daud menghadapi Goliat, Daud tidak mengurung diri di dalam tenda, berkeringat dingin, gemetar, lalu mengasihani diri sendiri sambil memanjatkan doa-doa tertentu. Sebaliknya, Daud keluar menghadapi Goliat dengan penuh percaya diri dan mengucapkan kalimat yang penuh kuasa ini, ““Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

(Baca juga: SEPANJANG HARI TUHAN MENGULURKAN TANGAN. JANGAN MENOLAKNYA!)

Jangan menghadapi masalah Anda dengan mengasihani diri, menganggap diri sebagai korban, atau memposisikan diri sebagai orang lemah dan tidak berdaya. Sebaliknya, hadapi masalah Anda dengan mental pemenang, yaitu mental orang yang memiliki otoritas untuk melakukan sesuatu yang dahsyat. (penulis: @mistermuryadi)

APAKAH ORANG PERCAYA MEMERLUKAN PELAYANAN PELEPASAN?

Bahan renungan:

Kisah Para Rasul 8:6-7 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan.

Setelah lebih dari 100 retreat yang pernah saya kunjungi dan selenggarakan, ada sebuah kebiasaan yang mengganjal di hati saya yang ingin saya bagikan untuk kita semua.

(Baca juga: KITA DAPAT BERUBAH, JIKA KITA MAU)

Adalah sebuah hal yang umum menyusun sesi di sebuah retreat dengan urutan: Sesi pertama mengenai Lahir Baru, sesi kedua mengenai Pelepasan, dan sesi ketiga mengenai Hati Bapa atau Baptisan Roh Kudus. Sesi-sesi tersebut disusun dengan pemahaman, setelah seseorang percaya kepada Yesus, semua roh jahat dan kebiasaan buruk yang ada di dalam dirinya harus dilepaskan, lalu barulah dia dapat menerima Baptisan Roh Kudus.

Terus terang, dulu, saya pun memercayai hal di atas, sampai akhirnya saya menyadari bahwa hal tersebut sama sekali tidak pernah tertulis di dalam Alkitab.

Jika Anda membaca semua peristiwa pelepasan yang ada di Alkitab, Anda akan menemukan dua kebenaran ini:
1. Pelepasan terjadi di Perjanjian Lama, karena Roh Kudus belum tinggal di dalam hati orang percaya.
2. Pelepasan terjadi di dalam Perjanjian Baru pada orang-orang yang belum percaya Yesus.

Tidak ada satu pun catatan yang menceritakan tentang seseorang yang percaya kepada Yesus, atau dengan kata lain, yang sudah memiliki Roh Kudus di dalam hatinya, dilepaskan dari roh jahat di dalam Perjanjian Baru. Juga, tidak ada satu pun cerita yang menuliskan ada orang yang percaya kepada Yesus kerasukan roh jahat.

Apakah Anda tahu alasannya? Sederhana. Ketika kita percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Roh Kudus, Roh yang lebih besar dari segala roh itu tinggal di dalam hati kita dan menjadi satu-satunya penguasa di hati kita. Saat Roh Kudus tinggal di dalam hati kita, itu artinya sudah tidak ada tempat lagi untuk roh jahat tinggal di dalam hati kita. Dengan kata lain, tidak ada roh jahat yang perlu dilepaskan atau diusir seolah roh-roh itu masih tinggal di dalam diri orang percaya.

Dalam ayat renungan di atas, sesaat setelah orang-orang tersebut memutuskan percaya kepada Yesus, roh-roh jahat dengan sendirinya pergi keluar dari orang-orang yang telah menjadi percaya tersebut.

Pertanyaan berikutnya yang muncul, “Tetapi, sekalipun sudah percaya kepada Yesus, banyak orang masih memiliki kebiasaan, perilaku, dan sifat yang buruk, bukankah hal tersebut tetap memerlukan pelayanan pelepasan?”

(Baca juga: IMAN TOMAS: MENGENAL YESUS, TETAPI TIDAK MEMPERCAYAI-NYA)

Ya, tidak dapat pungkiri bahwa sekalipun telah percaya kepada Yesus, kita masih memiliki pikiran, kebiasaan, perilaku, dan sifat yang buruk. Namun, cara melepaskan diri dari hal-hal buruk itu bukanlah dengan melakukan pelepasan, melainkan dengan cara mengubah pikiran yang salah dan menggantinya dengan kebenaran Firman Tuhan. Kolose 2:6-7 mengajarkan bahwa setelah kita percaya kepada Yesus, kita perlu berakar di dalam Kristus, dan membangun hidup kita di atas dasar kebenaran, sehingga kita semakin teguh di dalam iman. (penulis: @mistermuryadi)

JAWABAN DOA ANDA SELALU “YA” DARI TUHAN

Bahan renungan:

Matius 7:7-8 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”

Banyak beredar di sosial media yang mengatakan bahwa Tuhan memiliki tiga jawaban atas doa-doa yang kita panjatkan, yaitu: Ya, Tidak, dan Tunggu. Apa benar demikian yang Alkitab katakan?

(Baca juga: KASIHILAH MUSUHMU)

Jika Anda memercayai hal di atas, itulah yang membuat Anda berprasangka buruk kepada Tuhan saat jawaban doa Anda tidak kunjung datang. Ketika kesembuhan tidak kunjung terjadi, Anda berpikir, “Mungkin Tuhan belum waktunya Tuhan.” Ketika bisnis terus menerus rugi, Anda berpikir, “Mungkin ini bukan jalannya Tuhan.”

Padahal menurut Firman Tuhan yang kita baca di atas, setiap orang yang mencari pasti mendapatkan, dan bagi yang meminta, pasti menerima. Lihat, Tuhan berikan kepastian bagi setiap permintaan atau permohonan yang kita panjatkan. Namun, kita perlu tahu permintaan seperti apa yang pasti kita dapatkan. Yohanes 14:14 menjelaskannya, “Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

Kata “meminta sesuatu dalam nama-Ku” pada ayat di atas berarti meminta sesuatu berdasarkan apa yang Yesus janjikan dan berikan saat Dia mengorbankan Diri-Nya di kayu salib. Apa saja yang Yesus berikan melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib? Janji kesembuhan, berkat, kelepasan, umur panjang, kesehatan, pemulihan, kekudusan, roh kudus, dan kuasa. Jika kita meminta hal tersebut, kita pasti mendapatkannya. Jawaban-Nya akan selalu YA dan AMIN bagi kita.

(Baca juga: DI TENGAH TEKANAN, AGUNGKANLAH TUHAN)

Itu sebabnya, berulang kali saya mengatakan bahwa setiap anak Tuhan perlu menghafal janji-janji Tuhan. Bagaimana mungkin Anda dapat mendoakan janji Tuhan jika Anda tidak tahu janji Tuhan. Ada 1260 janji yang Tuhan sediakan bagi kita. Sungguh rugi jika kita hanya tahu 2-3 janji saja. Jika kita tahu janji Tuhan dengan pasti, kita dapat berdoa dengan penuh keyakinan, karena kita tahu Bapa yang kita sembah tidak mungkin memberikan ular kepada anak-Nya yang meminta roti (Matius 7:9-10). (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.

CARA BERDOA YANG ALKITABIAH UNTUK MENGUSIR SAKIT PENYAKIT

Bahan renungan:

Markus 11:23 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.”

Hari ini saya ingin mengajarkan cara berdoa yang alkitabiah untuk mengusir sakit penyakit. Banyak orang berdoa, “Tuhan, kiranya Engkau berkenan menyembuhkan saya.” Jenis doa seperti itu saya sebut sebagai chicken prayer (doa anak ayam). Anda bukan anak ayam, Anda adalah anak Raja di atas segala raja.

(Baca juga: KUASAI DIRI KITA, SUPAYA KITA DAPAT MENABUR)

Alkitab mengajarkan cara menyembuhkan sakit penyakit bukan dengan cara memohon-mohon kesembuhan kepada Tuhan, melainkan dengan tegas mengusir sakit penyakit tersebut di dalam nama Yesus.

Setiap kali menyembuhkan orang sakit, Yesus melakukannya dengan cara memerintahkan penyakit tersebut untuk pergi, atau terkadang memberikan perintah kepada orang tersebut untuk melakukan sesuatu. Ketika Yesus membangkitkan Lazarus, Dia memerintahkan Lazarus untuk keluar dari kuburnya.

Jangan lagi memohon-mohon kesembuhan yang telah Yesus berikan kepada kita 2000 tahun lalu di atas kayu salib. Saya yakin Anda pasti sebal jika ada orang yang terus meminta kepada Anda sebuah barang yang Anda sudah berikan kepadanya berbulan-bulan lalu.

Terhadap kanker dan sakit jantung, perintakanlah, “Kanker, jadilah sembuh di dalam nama Yesus, dan jantung, saya perintahkan jadilah pulih dan sehat saat ini juga.”

Renungan kita hari ini mengatakan cukup iman sebesar biji sesawi untuk memerintahkan gunung tercampak ke laut. Anda tidak harus hafal seluruh Alkitab untuk mengusir sakit penyakit Anda. Yang Anda butuhkan adalah percaya kepada nama Yesus dan janji kesembuhan, seperti tertulis dalam 1 Petrus 2:24 dan Yeremia 33:6, dan bertindak berdasarkan yang Anda percayai.

(Baca juga: “KALAU KITA DIMAKI, KITA MEMBERKATI”)

Jika hari ini Anda terbaring di tempat tidur, mari percaya kepada janji kesembuhan Tuhan, bahwa bilur-bilur-Nya telah menyembuhkan Anda. Turunlah dari tempat tidur Anda dan mulailah menggerakkan tubuh Anda yang kaku. Mungkin tubuh Anda terasa sakit dan iblis mulai menyusupkan kata-kata busuk ke dalam pikiran Anda, “Lihat badan kamu masih sakit, mana bisa kamu sembuh dengan cara itu. Itu tidak akan berhasil.” Teman, jangan goyah, tetap percaya janji Tuhan dan perintahkan kepada tubuh Anda untuk menjadi kuat. Jangan dengarkan tipu daya iblis. Saat Anda berpegang kepada janji Tuhan, janji tersebut tidak mungkin gagal. (penulis: @mistermuryadi)

= = = = = = = = = = = = = =

Semua materi di blog ini saya berikan cuma-cuma bagi para pembaca setia hagahtoday.com. Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi ke:
BCA 7340 12 6160 a/n Zaldy Muryadi.